NovelToon NovelToon
Istri Polos Tuan Garra

Istri Polos Tuan Garra

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Bad Boy
Popularitas:42.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sept

Tubuh Elisa bergetar hebat di ambang pintu kamar hotel. Di depannya, seorang pria berdiri tegap menatapnya dingin. Asing. Berbahaya dan malam ini, pria itulah yang memegang nyawa ibunya.

Satu malam. Jika Elisa berhasil memuaskan pria itu, ibunya tetap hidup. Jika ia gagal, selang dan alat-alat medis ibunya akan dicabut.

Elisa tidak punya pilihan. Gadis lugu yang bahkan belum pernah pacaran itu harus menukar kesuciannya demi napas ibunya.

"Mandilah. Aku benci menyentuh perempuan kotor!"

Suara itu dingin, menghina, menusuk sampai tulang.

Demi selamatkan ibunya, Elisa terpaksa melakukan ini, hanya satu malam. Tak disangka pria itu menagihnya seumur hidup. Karena pria itu tidak hanya menginginkan tubuhnya. Dia menginginkan seluruh hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terror

BAB 33 - ISTRI POLOS TUAN GARRA

Klinik, tempat praktek dokter Alfin saat tidak tugas di rumah sakit besar di Jakarta. Hari itu kliniknya di daerah Puncak lumayan ramai sekali. Banyak orang tua muda datang dengan buah hati mereka yang masih bayi dan balita untuk konsultasi tumbuh kembang si kecil dan imunisasi.

Meskipun dokter Alfin sendiri belum punya anak, tapi dokter itu sangat luwes, sabar, dan lembut dalam menggendong dan memperlakukan anak-anak, hingga anak-anak tidak pernah rewel atau menangis saat diperiksa. Justru suka sekali dan ketawa-tawa karena pasti diberikan mainan kecil atau boneka lucu setelah ketemu dokter baik itu.

Sampai tidak terasa, karena saking asyiknya melayani pasien kecil, sudah sore saja jam 5 sore. Matahari sudah mulai menguning. Dokter pun siap-siap untuk pulang ke rumah, tempat Elisa sekarang.

Kandungan Elisa sudah mulai besar, dokter Alfin yang jarang menginap di rumahnya itu, kini lebih sering pulang ke sana.

Namun, tiba-tiba salah satu perawat seniornya yang paling dia percaya, Suster Rina, mengetuk pintu ruangannya dengan agak keras dan tergesa-gesa.

Tok tok tok

"Masuk, Rina!"

"Maaf, Dok. Saya mau bilang sesuatu yang penting ..." wajah Suster Rina terlihat pucat dan panik.

Dahi dokter Alfin yang tadinya santai langsung mengkerut melihat ekspresi perawatnya. "Ada apa, Rina? Ada pasien emergency lagi? Anak kejang lagi?"

"Bukan, Dok. Bukan pasien. Ini ... barusan saya cek cctv depan klinik dari monitor ruang perawat. Sejak sejam lalu saya juga mengamatinya terus. Ada mobil Alphard hitam parkir di seberang klinik kita. Saya pikir tadinya orang parkir biasa mau beli gorengan. Tapi, Dok. Ini sangat mencurigakan. Ada orang kelihatan di dalamnya terus, tidak keluar-keluar. Mer okok terus, ngeliatin klinik kita."

Dokter Alfin berusaha tetap tenang dan positif thinking, dia tidak mau membuat stafnya panik.

"Mungkin cuma orang mau istirahat, Rina. Atau supir yang lagi nunggu majikannya yang berobat di sekitar sini. Kan banyak villa di sini," kata dokter dengan senyum mencoba menenangkan.

"Tidak, Dok. Coba ... coba dokter periksa sendiri deh. Feeling saya kok nggak bagus banget. Apalagi ini sudah 1 jam lebih, mobil itu tidak pindah sama sekali. Dari tadi pagi juga saya lihat mobil yang sama lewat dua kali," paksa Suster Rina.

Dokter Alfin menghela napas panjang, tapi akhirnya melihat layar cctv-nya juga di komputer ruangannya. Dia memencet rekaman dan me-zoom plat nomornya. Benar apa kata perawat itu. Mobil yang parkir kelihatan aneh dan tidak wajar. Di bagian depan terlihat jelas dua orang pria berbadan besar duduk tegap dan tenang, memakai kacamata hitam padahal sudah sore. Jelas bukan parkir biasa, mereka seperti sedang mengintai.

"Siapa mereka? Apa ada masalah?" gumam Dokter Alfin.

"Dok, hati-hati ya. Sekarang banyak begal dan penculikan di mana-mana, apalagi daerah sini sepi kalau sudah maghrib. Berita di TV serem-serem."

"Saya kan laki-laki, Rina, saya bisa bela diri sedikit. Kamu itu yang harusnya hati-hati pulangnya nanti," timpal sang dokter sambil mematikan monitor, pura-pura tidak peduli padahal dalam hati dia mulai was-was teringat Elisa yang sedang hamil di rumah.

"Rumah saya dekat, Dok. Cuma 5 menit jalan kaki. Dan lagi ... jalan masuknya ramai dan damai banyak warung. Pokoknya saat pulang nanti dokter hati-hati ya. Jangan lewat jalur pintas kebun teh yang sepi itu. Lewat jalan raya besar aja. Maaf, Dok. Bukan nakut-nakutin. Feeling saya ini suka tepat kalau soal begini, sudah 3 kali kejadian saya feeling begini dan ternyata bener."

Dokter Alfin tersenyum dan menepuk pundak perawatnya. "Kamu ini, kebanyakan nonton film detektif di Net flix ya. Sudah ... cepat berkemas pulang sekarang, sudah sore. Saya kunci kliniknya."

"Baik, Dok. Tapi janji ya, tetap waspada. Kalau ada apa-apa telepon saya atau polisi."

"Astaga... Iya, Suster Rina cerewet! Siap!"

Suster Rina pun pulang duluan. Selain perawat itu ahli di dalam bidangnya dan sangat cekatan, dia juga memiliki insting yang sangat kuat, kalau ada orang mau niat jahat, selalu saja ketahuan olehnya. Makanya, dia mencoba kasih tau dokter Alfin dengan tulus. Karena dokter itu juga selama ini sangat baik padanya, tidak pernah marah dan gajinya selalu tepat waktu.

Matahari sudah terbenam sempurna, jam menunjukkan jam 6 lewat 15 menit, langit sudah gelap. Mobil Fortuner putih dokter Alfin jalan pelan di jalanan menurun yang sepi dan hanya diterangi lampu jalan yang redup-remang. Hutan pinus di kanan kiri membuat suasana makin mencekam. Sesekali beliau melirik spion tengah dan spion kanan kiri dengan gelisah.

Seperti melihat bayangan mobil Alphard hitam yang tadi di klinik, kini muncul lagi di belakangnya dengan jarak agak jauh, lampu depannya dimatikan.

Jantung Dokter Alfin berdegup kencang.

"Mungkin perasaan saya saja, mungkin cuma kebetulan searah," gumamnya lalu melanjutkan perjalanan. Namun, kali ini dengan jantung yang berdebar, dia menaikkan kecepatan mobilnya dari 40 ke 80 km/jam.

Jalanan berkelok-kelok. Sampai di tikungan tajam dekat kebun teh dan belokan ke arah rumah kebunnya, Dokter Alfin melihat ke belakang melalui spion. Aman, tidak ada yang mengikuti. Lampu belakang sudah hilang. Dia menghela napas lega.

"Syukurlah ..."

Namun, dia salah besar dan lengah. Saat mobilnya mau belok lagi masuk ke jalan tanah kecil menuju rumah kebunnya, tiba-tiba sebuah mobil Alphard hitam dengan kecepatan tinggi memotong jalannya dengan mendadak dari arah depan dan mengerem mendadak tepat di depan bumper mobilnya! Hampir tabrakan!

"Istt ... "

Brakk!!!

Mobil dokter Alfin berhenti mendadak, badannya terpental ke depan. Dokter memegangi kepalanya yang sakit karena terbentur keras terkena kemudi setir. Kacamata nya sampai lepas.

Ia langsung dengan panik melepaskan sabuk pengamannya. Niat mau keluar untuk marah dan cekcok karena hampir ditabrak. Tapi tiba-tiba, pintu Alphard itu terbuka dengan kasar dan dua orang pria berbadan besar berjas hitam yang tadi di klinik, turun dengan cepat dan mengetuk kaca mobil dokter dengan sangat kasar sambil berteriak.

TOK TOK TOK!!!

"KELUAR!!! KELUAR!!!!!

1
Maya's ❤️
sudah di empet lama itu lisa , nanti ndak makin layu dia 🤭😂
Nur Azizah
awas ra garra nanti elisa kabur lagi🤣
Sri Rahayu
itu Gara2 minum obat sengaja atau dijebak orang... iya kali sengaja biar.bisa mengeksekusi Elisa 🤩🤩🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Eka ELissa
di ksih jatah kah... entahlah hy emak yg tau.... bersambung besok yooo gaess 🤣🤭
Kar Genjreng
🤭🤭 lagi menahan ya Tuan takut singkong rebus nya itu itu Lo anu itu,,,,
gagal kena serangan fajar ini hampir kena serangan setelah Isya 😂Ay ga coment ahhh takut dosa ,,,Tuan lagi di bekukan agar semua kenceng biar ga berisik!!!!!!! besok bangun Bobo panggilan nya ganti ya Elisa jangan Tuan tapi Den Kang Mas Garra,,, Pembaca jangan pada Traveloka ya,,🤣🤣
mrs younge
Hayuk gasss mumpung ada kesempatan gar
PK dokter di macetin dulu aje KK dept 🤭🤣🤣🤣
Mia Camelia
aduh Elisa kena juga🤣🤭😭
Tiniewiniebitie Mimie Pisae
semoga bukan modus
Sept September: 🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Tiniewiniebitie Mimie Pisae
berisik pngen ngerasain surga y bang🤣🤣🤣👻👻👻🤭🤭
Sept September: jangan suudzon 🤭🤣🤣🤣🤣🙏
total 1 replies
Tiniewiniebitie Mimie Pisae
berisik pngen ngerasain surga y bang🤣🤣🤣👻👻👻🤭🤭
Nur Azizah
piye iki kak sept singkong matang.e rong sido d entas po piye🤣🤣🤣
Bu Yudi Wahono
kak sept mana lagi
mrs younge
next KK 💪
*Septi*
awww di bikin penasaran 🤣🤣🤭
Ayla Pratama
🤣
Eka ELissa
di ksih gak ya...ma elisa 🤣🤣🤣 entahlah Hnya emak yg tau....
Nur Azizah
pagi² sarapan singkong matang🤣
Sept September: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🙏
total 1 replies
Tiniewiniebitie Mimie Pisae
tinggal kasih keju mozarella sama susu kental manis ya el
hemmmm yumii🤭🤭🤭🤭
Tiniewiniebitie Mimie Pisae
buaya buntung👻👻👻
Sept September: 🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Kar Genjreng
Ooommoo 🤭 singkong mageeell. berulah harus menemukan sarang nya supaya bisa menyalurkan benih Garra Junior OO,, langsung Traveloka. boleh ya sayang ini si
magell pingin di semai supaya tetap. waras pemiliknya ,,,siap Tuan Putri. Elisa
pakai donk. gombalan muara piye si endang kondo. sambil senyum manis tanpa biang 😂 nah kalau lagi puyeng belum tersalurkan. jadi sikap manis behhh ga enek si g ngiro. ,,,,Juragan MBG. lagi
menginginkan Apem milik Elisa jadi. ga garamg. wiss passs selak kewengen,,,
besok ga bisa bangun Lo lemes abis kena serangan tengah malam hahaha ngakak shubuh,,,🤣🤣
Kar Genjreng: sekarang ga MBG lagi ahhh sudah mesummm,,,pasti akan baik ya walaupun banyak mata nya si ga masalah pokonya,,
sudah ke priskolog kelihatan nya jadi ga kongslet lagi Barra Berre 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!