NovelToon NovelToon
Kebangkitan Di Zaman Modern

Kebangkitan Di Zaman Modern

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Ammoera(_)

Yun Sheren seorang Putri Mahkota dari Kekaisaran Awan Emas terseret melintasi waktu. Dia terjebak di dalam raga sang ibu ketika masih muda di zaman modern.

Namun alih-alih takut--- Yun Sheren justru menikmati semua itu. Ia bersumpah akan membalaskan dendam ibu dan neneknya pada keluarga benalu yang telah merampas seluruh hak ibunya.

Namun--- perjalanan Yun Sheren tidak semudah itu, saat ia harus berhadapan dengan para kultivator iblis dari zaman modern--- kelompok kultivator tersembunyi yang ternyata bekerja sama dengan keluarga Jia.

Dalam perjalanan nya, Yun Sheren di pertemukan kembali sama kedua kakaknya yang ternyata juga terlempar ke zaman modern. Kini, sama seperti sang ibu yang menjalankan takdirnya di zaman kuno. Mereka juga harus menjalankan takdirnya di zaman modern.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Ammoera(_), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi Ketiga

Liu Han memejamkan matanya sejenak, mencoba mengendalikan badai emosi yang berkecamuk di hatinya. Setiap embusan napasnya terasa berat, menahan sesak yang mendesak dada.

Ketika kelopak matanya kembali terbuka, ia menatap Jia Li penuh rasa kehilangan, sebuah tatapan yang jarang ia perlihatkan kepada siapa pun. Lalu perlahan, ia melepaskan tangannya dari lengan wanita itu.

"Jika kau memilih untuk melupakannya... aku tidak akan bicara," kata Liu Han. Kali ini, nada bicaranya tidak dingin.

Dengan gerakan yang sengaja diperlambat, ia mengambil map kulit hitam berisi dokumen yang telah dipersiapkan oleh Asisten Yu atas perintahnya sore tadi.

Liu Han menarik pena montblanc dari saku jasnya, lalu dengan coretan tegas menandatangani dokumen pengalihan kepemilikan tanah itu. Suara gesekan pena pada kertas terdengar begitu nyaring di tengah keheningan mereka.

Ia menggeser map tersebut, menyerahkannya pada Jia Li. "Tanah ini milikmu," kata Liu Han, suaranya merendah, hampir menyerupai bisikan.

Jia Li menatap kertas di hadapannya, namun sebelum ia sempat bersuara, Liu Han menyela.

"Tapi... aku akan mengawasimu," lanjutnya penuh penekanan. Sorot matanya menajam, mengunci pandangan wanita di depannya. "Bukan karena aku tidak percaya... tapi karena aku ingin memastikan semuanya baik-baik saja."

Jia Li terdiam. Ia menatap dokumen itu selama beberapa detik. Sebelum jemarinya mengambilnya dengan gerakan halus.

"Aku pastikan kau tidak akan menyesal memberikan ini padaku," balas Jia Li, ia tersenyum tipis."Di masa depan... kau akan berterima kasih padaku."

Jia Li membalikkan tubuhnya dan pergi menjauh. Langkah sepatu hak tingginya berketuk ritmis di atas lantai marmer, menjauh hingga akhirnya menghilang di balik pintu lift, meninggalkan Liu Han dalam keheningan yang mencekam di dalam lantai restoran kosong yang sengaja ia sewa malam itu.

Liu Han menatap jendela kaca, lampu-lampu kota yang menyala di bawah sana, merefleksikan bayangan dirinya yang tampak begitu kesepian.

Satu jam kemudian, Liu Han masih duduk di dalam restoran itu. Gelas di tangannya bahkan sudah kosong sepenuhnya, namun ia tidak berniat untuk pergi. Ia seolah sengaja menjebak dirinya sendiri dalam sisa-sisa aroma parfum Jia Li yang masih tertinggal di udara.

Sunyi itu pecah sebelum langkah kaki mendekat dengan ritme yang sangat ia kenal. Asisten Yu berhenti tepat dua langkah di samping meja dan membungkuk hormat.

"Saya sudah mengantar Nona Jia dengan selamat sampai ke kediamannya, Tuan," katanya dengan nada formal. Namun, ia tidak langsung mundur. Matanya memancarkan keraguan yang kentara saat melanjutkan kalimatnya, "Tapi Tuan... apa Tuan yakin memberikan lahan strategis itu untuk Nona Jia?"

Asisten Yu mengamati ekspresi tuannya yang tetap datar sebelum memberanikan diri berbicara lebih lanjut. "Maksudku... aku hanya takut jika ini adalah permainan dari Ketua Jia. Tuan tahu sendiri, bukan... baru beberapa waktu lalu kita menolak memberikan lahan itu untuk Ketua Jia. Dan sekarang... Tuan memberikan lahan itu secara cuma-cuma untuk Nona Jia... bagaimana jika ini hanyalah permainan mereka."

Liu Han tidak segera menjawab. Ia tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun, ia hanya menatap jendela kaca di sampingnya, melihat bagaimana lampu-lampu kota mulai meredup tertutup kabut malam.

"Dia berbeda dengan keluarganya," kata Liu Han, datar namun sarat akan keyakinan yang tidak bisa diganggu gugat. Ia mengembuskan napas pendek, lalu menyandarkan punggungnya ke kursi. "Dan justru sifatnya yang terlalu bersih itu... yang membuatku sedikit khawatir untuk melepaskannya sendirian."

Liu Han memejamkan matanya rapat-rapat. Di bawah keheningan yang mencekam, kedua tangannya mengepal begitu kuat hingga urat-urat di punggung tangannya menegang, memutih karena tekanan yang hebat.

Plak!

Suara hantaman keras itu menggema begitu jelas di dalam kepalanya—sebuah audio masa lalu yang terkutuk, suara yang selalu bangkit merobek keheningan setiap kali ia mencoba memejamkan mata.

Detik berikutnya, suara tamparan itu disusul oleh tangisan yang menyayat hati, sebuah melodi keputusasaan yang tidak pernah bisa ia lupakan.

Malam itu—Jia Li menatapnya dengan sepasang mata yang penuh dengan pecahan kaca kekecewaan. Bibirnya yang bergetar mengucapkan tiga kata yang seketika meruntuhkan seluruh dunia Liu Han hingga tak bersisa.

"Aku membencimu."

Setelah kalimat kejam itu lolos, Jia Li berbalik dan melangkah pergi ke dalam kegelapan. Tanpa mau mendengarkan penjelasan yang telah tertahan di tenggorokan Liu Han. Tanpa mau memberikan kesempatan pun baginya untuk sekadar membela diri atau meluruskan kesalahpahaman yang terjadi. Sejak detik itu, Jia Li memutuskan untuk menjauh dari hidupnya.

Liu Han perlahan membuka matanya kembali. Napasnya agak memburu, dan di dalam dadanya, hatinya berdenyut dengan rasa sakit yang luar biasa kentara.

Ia tahu, ia tidak ingin memaksa wanita itu untuk kembali ke pelukannya jika hanya akan menorehkan luka baru. Tapi di sisi lain, ego dan seluruh hidupnya telah dipertaruhkan untuk satu hal: menunggu.

Selama lima tahun yang menyiksa, dirinya tetap bertahan di tempat yang sama, merawat kesetiaan yang sepi, hanya demi menanti hari di mana ia bisa menceritakan segalanya tanpa ada satu pun rahasia yang tersisa.

Namun, kenyataan justru menghantamnya dengan cara yang berbeda. Baru beberapa menit yang lalu, dalam pertemuan singkat mereka, Jia Li berbicara seolah-olah ia telah melupakan segalanya.

Nada suaranya begitu dingin, tatapannya begitu asing, seakan-akan lima tahun penantian Liu Han hanyalah debu yang lewat.

Karena ketakutan yang mendalam akan penolakan yang lebih besar, Liu Han akhirnya memilih bungkam. Ia tidak berani untuk membuka kembali kotak pandora berisi luka lama yang bisa menghancurkan sisa-sisa kewarasannya.

Sementara itu, di sisi lain kota, atmosfer sunyi menyelimuti kediaman megah keluarga Jia. Garis lampu dari sebuah mobil mewah membelah kegelapan saat kendaraan yang ditumpangi oleh Jia Ren dan Wang Len baru saja memasuki gerbang utama kediaman tersebut. Jam dinding menunjukkan pukul 22.00 malam.

Di atas balkon kamarnya, sosok Jia Li berdiri membeku. Ia sama sekali belum bisa memejamkan mata, mengabaikan angin malam yang menusuk kulitnya.

Pandangannya kosong, lurus menatap hamparan halaman luas di bawah sana. Namun, jauh di sudut hatinya, ada sesuatu yang berdenyut dengan rasa sakit yang tak kasat mata.

Bayangan tatapan mata Liu Han beberapa jam yang lalu kembali terlintas di benaknya. Tatapan yang begitu intens, penuh kerinduan, sekaligus luka.

"Apa artinya tatapan itu? Apa yang sebenarnya aku lewatkan?" bisik Jia Li pada sunyi.

Karena penasaran, Jia Li akhirnya memanggil sistem yang kini terikat dengan jiwanya.

"Sistem," bisik Jia Li di dalam benak. "Aku ingin mengetahui semuanya tentang masa lalu ibuku di dunia ini. Sesuatu terasa salah... mungkin ada hal penting yang tidak pernah ibu beritahu padaku."

Ding!

Suara mekanis yang dingin namun familiar tiba-tiba bergema langsung di dalam kesadarannya, memecah keheningan malam di balkon itu.

[Ada beberapa ingatan yang terkunci, Nona—atau mungkin, ingatan itu sengaja dikunci dari dalam karena mengandung trauma yang terlalu menyakitkan untuk diingat kembali,] balas sistem dengan nada datar yang tanpa emosi.

Jia Li mengernyit, cengkeramannya pada pagar pembatas balkon mengencang. "Ingatan yang menyakitkan? Ibu memilih untuk mengunci ingatan itu sendiri?" bisik Jia Li dengan nada tak percaya.

Seketika itu juga, sepasang matanya berkilat tajam, memancarkan emosi yang membara dan haus akan kebenaran. Dingin malam seolah menguap, digantikan oleh tekad yang membakar seluruh jiwanya.

"Sistem... aku ada di dunia ini bukan untuk hidup dalam ketidaktahuan. Aku ada di sini untuk membalas dendam pada semua orang yang pernah menyakiti ibuku. Aku tidak peduli seberapa menyakitkan itu, aku ingin tahu segalanya—semuanya tanpa terkecuali!" kata Jia Li dengan nada yang sangat tegas, tidak menerima bantahan apa pun.

Ding!

[Memicu misi Ketiga—Temukan jawaban yang ingin Anda ketahui.]

[Lokasi: Gudang logistik terbengkalai, Tianjin. Nomor 12.]

[Hadiah penyelesaian misi: Resep Pil Sembilan Putaran Yang.]

Melihat notifikasi sistem yang melayang di depan matanya, Jia Li menarik sudut bibirnya tipis. Rahasia yang terkunci itu, sebentar lagi akan ia bongkar dengan tangannya sendiri.

1
Thewie
pindah kemari kami bah.. kejaman modern🤭
Lee Yaa
tak kira kaisar yun shang yg dteng🤭
Sekar
lanjut thor💪💪💪💪
Atik Kiswati
next ...
Atik Kiswati
gk sabar tgg lnjt nya.....
Sekar
lanjut thor💪💪💪💪
Atik Kiswati
ada hubungan masa lalu kah....
Sekar
lanjut thor💪💪💪💪
Aeriah Kayla
tidak apa Thor better than nothing. get well soon ya thor
Sri Wulan
semoga cepat sembuh ya Thor..
Ayra Hijab
lekas sehattt thoorr 💪
Inay
semoga lekas sehat, dan semangat 💪!
Sekar
akhirnya ketemu
Anonim
Sedikit sekali updatenya
Dewiendahsetiowati
akhirnya ketemu juga
Aeriah Kayla
bagus Thor jangan di buat belibet ya kasian kkk kembarnya terlunta" . kumpulkan mereka jadi satu.
Atik Kiswati
gk sabar tgg lnjt nya.....
Ayra Hijab
asliii, karyanyaa keren skaalii thorrr
Anonim
Ditunggu bab yg banyak thor
Ayra Hijab
serruuuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!