NovelToon NovelToon
Seorang CEO Berkerja Di Cafe

Seorang CEO Berkerja Di Cafe

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Perjodohan
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Bryen berusia 25 tahun seorang pria pemilik cafe sederhana, memiliki karyawan untuk membantu melayani seorang pelanggan, saat sibuk melayani pelanggan ia tidak sengaja menumbuhkan Kopi ke pakaian seorang perempuan sombong, angkuh dan dingin, yg lagi asik berbincang sama teman kantor nya, hingga ia kaget langsung beranjak

"HEI KAMU... HATI - HATI DONG! INI BAJU MAHAL, LIHAT.... BAJUKU JADI KOTOR!! PAKAI MATA ENGGAK!! ". Ucapnya sentak marah
" maaf nona, saya tidak sengaja, sini saya bersihin! ". Jawab brayen sambil mengelap gaun yang kena tumpahan kopi
" TIDAK USAH!! BISA SENDIRI, DASAR LAKI-LAKI!! ". Ucapnya dengan tatap kesel melangkah melewati, temannya pun mengikuti dengan ekpresi bingung
Ini pertama kalinya bagi bryen di marahin oleh seorang wanita.

kehidupan bryen sangat suka hidup biasa saja, walaupun sang ayah selalu menjodohkan dirinya dengan seorang wanita kenalan teman ayahnya, sampai kini sang ayah masih membahas perjodohan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33 MENYELIDIKI!!

"Kenapa diam!!?? heh". Tanya beni

    Brayen sempat melirik ke arah samping dengan raut wajah bete

"Hufftt dengar ya... kak.. selesai kan masalah ini, sebelum aku yang akan bertindak". Ucap Brayen berbalik melangkah keluar begitu saja.

    Kemudian brayen melangkah keluar di dalam gedung kantor langsung masuk kedalam mobil yang terparkir

" Bagaimana?? ". Tanya Joni di sampingnya.

" Joni, cari tahu siapa mereka semalam yang cegat dan keroyok kita saat di tengah jalan malam hari. Ada sesuatu yang aku curigai". Minta Brayen menatap tajam kedepan.

"Baik". Joni pun menyala kan mesin mobil berjalan pergi meninggalkan gedung kantor

******

******

******

    Malam pun tiba terlihat Kelvin mendatangi rumah Dara untuk menjemput dengan pakaian jas abu-abu yang sangat terlihat rapi dan bersih, ia melangkah ke pintu lalu pencet tombol bel

TIng

NOng

     Terlihat dara di dalam kamar sedang sibuk merias wajah ia sudah memakai guan dress cantik bercorak sangat indah berwarna pink jambu, mendengar bel rumah berbunyi bergegas mengambil tas putih kecil untuk ia bawa. melangkah keluar dari kamar.

    Sementara di luar Kelvin menunggu berdiri depan pintu sambil melihat jam tangan di pergelangan tangannya. Tidak lama pintu terbuka dara muncul dengan senyum manis menyambut sang kekasih.

"Hay sayang... maaf, apa menunggu lama? " tanya dara

"Tidak sayang... malam ini kamu sangat cantik dan beautiful aku sangat suka". Ucap Kelvin senyum

" Hmmm! makasih sayang.. ".

" ayo". Ajak Kelvin

     Dara pun gandeng Kelvin sangat romantis melangkah bersama menghampiri mobil.

    Di sisi lain Elina baru sampai di hotel melepaskan hak tinggi melangkah jalan, ia heran kondisi di dalam hotel terasa hening dan sepi tidak biasanya hotel merasa hening seperti tidak ada penghuni. Elina berfikir sepertinya brayen belum pulang. sebelumnya pagi tadi saat memperhatikan brayen tidak memakai baju Cafe tapi memakai kemeja putih entah pergi kemana dan sekarang tidak kunjung pulang. Elina khawatir takut terjadi sesuatu takut kejadian malam kemarin terjadi lagi. Elina memutuskan mengeluarkan ponsel di dalam tas yang ia bawa mencoba menghubungi brayen. Terdengar tersambung namun tidak di jawab raut kesel Elina terlihat jelas tercampur khawatir.

    bersamaan itu terlihat brayen sedang sekap seorang pria yang sempat memukul dirinya waktu malam kemarin, kini brayen dan joni berhasil menemukan pria tersebut mencoba menyelidiki apa tujuan mereka tersebut.

    Terlihat pria yang di sekap Brayen hanya duduk di kursi dengan kedua tangan terikat kuat kebelakang, dengan kondisi bak-bak belur merah lecet di wajahnya. Brayen dan joni berdiri di hadapannya menatap tajam

"Tujuan kamu dan orang-orang kemarin malam untuk apa keroyok mobil saya dan hadang kami, apa yang kamu inginkan dari saya? ". Tanya brayen dengan nada tegas menatap datar

    Pria yang brayen sekap hanya terdiam lemas menunduk kepala tidak dia jawab pertanyaan brayen.

" Jawab!! ". Minta Brayen menyentuh dagunya mengangkat menatap tajam. " katakan sama saya... apa disuruh oleh seseorang heh!? ". Tanya lagi brayen dengan raut wajah tegas

   Pria yang di sekap brayen hanya menatap lemas tidak bereaksi sama sekali hanya terdiam menatap kosong.

Bung

     Seketika brayen sangat kesel langsung pukul perutnya dengan keras hingga pria yang ia sekap meringis kesakitan

"Aa arrrggghhh!! "

"Masih tidak ingin kamu jawab hah!?? ".

Bung

    Lagi brayen pukul kembali dengan keras hingga membuat pria yang ia sekap langsung tidak berdaya lemas. Brayen pun jambak rambut tarik kebelakang dengan marah hingga pria itu mengangkat kepala ke atas namun bola matanya melirik wajah brayen

" Dengar ya... saya tidak suka ini... pilih saja. mau saya bawa kamu kerumah sakit atau nyawa mu selesai!! ". Tanya brayen dengan mengerutkan wajah tajam hingga mengeluarkan urat di leher dan wajah memerah marah..

    Tampaknya ancaman brayen tidak membuat hasil masih saja konsisten dia masih tetap tidak menjawab pertanyaan brayen, ia pun lepaskan jambak rambut dengan kesel. Brayen menghela nafas panjang berusaha untuk tetap tenang tidak ingin emosi lebih dulu.

    Brayen pun duduk di kursi sambil menatap tajam dengan kedua tangan di kursi lengan dengan rileks dan santai.

"Suruh mereka masuk". Minta Brayen pada Joni

" Masuk kalian ". Minta Joni dengan nada keras

     Semua pria berbaju jas kemeja hitam bergegas datang berbaris dengan berdiri tegak dan rapih di hadapan Brayen. mereka terdiri 7 orang anak buah brayen yang setia menunggu perintah

" Urus dia, jangan sampai kabur ". Minta brayen pada mereka semua

" Siap, Bos". Seruan mereka semua dengan nada tegas

    Brayen bangkit berbalik melangkah jalan pergi meninggalkan mereka. Brayen melangkah jalan di lorong gedung

"Aku akan duduk di kursi itu. Tapi untuk saat ini aku suka bermain dengan mereka, dari pada membiarkan pura-pura tidak tahu, apa salahnya aku bereskan! menarik!!". Senyum tipis brayen merasa senang sambil berjalan

   Tidak lama kemudian brayen datang ke dalam hotel melangkah masuk ke kamar, Di dalam kamar melihat keadaan Elina tertidur posisi meringkuk polos tidak ber selimut senyum tipis brayen melihat keadaan istrinya sendiri. Ia melangkah menghampiri tarik selimut untuk menutupi tubuh Elina yang kedinginan. Brayen berjongkok elus-elus rambut halus di kepala Elina dengan lembut sambil menatap manis,

Cup...

    Brayen pun kecup kening kepala Elina dengan lembut dan hangat seperti pria yang sayang pada istrinya sendiri. Brayen bangkit melangkah jalan ke kamar mandi untuk mengganti pakai dan membersihkan badannya sendiri.

   Tidak lama brayen keluar dari kamar mandi sudah mengganti pakaian dengan baju tidur polos melangkah ke kasur , naik keatas kasur

1
sitanggang
cerita yg buruk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!