NovelToon NovelToon
Dituduh Lintah Darat, Aku Bangun Kerajaan Anggur

Dituduh Lintah Darat, Aku Bangun Kerajaan Anggur

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Menjadi Pengusaha / Bertani
Popularitas:58.4k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

“Kamu tega menghisap darah para petani miskin seperti kami! Dasar lintah!”

Tristan dilempari anggur busuk, oleh warga desanya sendiri. Truk pendingin miliknya sudah sampai di gerbang desa. Kerugian yang begitu besar akan didapatkan olehnya.

“Tapi kita sudah tanda tangan kontrak. Aku yang mengajari kalian untuk bertani anggur. Aku yang mengajari kalian bagaimana merubah lahan tandus menjadi gudang harta.”

“Persetan dengan kontrak!” Para warga desa merobek kontrak, merusak dan menjarah rumah Tristan.

Hanya karena provokasi dari tunangannya yang merupakan Putri kepala desa. Hanya karena provokasi dari bos anggur yang mengaku dari kota. Mereka tega mengkhianatinya.

Warga desa yang polos sudah tidak ada lagi. Mereka sudah serakah akan uang…

Wajahnya tersenyum, air matanya mengalir.”Gunung tandus milik warga desa sebelah. Akan aku rubah menjadi gunung harta. Saat itu jangan berlutut menyesal di hadapanku."

Warning! Nama tokoh, perusahaan maupun latar hanya fiktif, imajinasi penulis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah Teknik

Satu keranjang berisikan sekitar 30 kg buah anggur. Pria yang menghela nafasnya, memang pada dasarnya keluar modal lebih banyak untuk pengemasan. Tapi laku 28.000 per kg, itu sudah cukup bagus. 

Mengingat anggur dari desa Makmur sekarang membanjiri pasar. Dengan harga 12 sampai 15.000 per kg. 

“Ini Koh…sekeranjang 30 kilo ya, bisa ditimbang lagi. Ini saya kasih kemasan yang 1 kg. Sudah dikemas rapi, tinggal masuk lemari pendingin. Pasti tahan kualitasnya bagus seminggu.” Ucap Wicaksana penuh keyakinan. 

Pria tua dengan mata sipit itu mengamati penampilan anggur dari salah satu bungkusan acak. Pria yang membulatkan matanya, memang kualitasnya bagus batangnya masih hijau. Warnanya juga bagus, hasil panen unggul. 

“Nanti koh bilang saja kalau ini adalah anggur premium. Anggur yang biasa ada di supermarket, lihat saja penampilannya sama. Saya yang tanam, jadi saya jaga kualitas, atur panen di waktu yang terbaik. Kalau mau lebih cantik lagi, kemas dalam kotak kecil seperti bingkisan zaman sekarang.” Ucap Wicaksana penuh bujuk rayu.

Mata pria itu melirik ke arah anggur panen dari desa Makmur yang dibeli oleh pria tua itu. Terlihat sudah berair dan membusuk. Dipajang di bagian belakang agar tidak merusak pemandangan. 

“Nanti kalau habis saya hubungi, Ini anggur busuk dipajang di depan cuma bikin sial. Pelanggan kira semua buah saya busuk, nanti buah kamu saya pajang paling depan. Buah kualitas jelek itu, buat pelanggan yang mau murah saja.” Keluh pria tua pemilik toko. 

“Oke Koh! Saya kira Koh bakalan lebih tertarik sama harga murah.” Wicaksana terlihat cengengesan. 

“Siapa yang tidak tertarik harga murah! Tapi kalau karena harga murah, semua barang saya dicap jadi murahan. Lebih baik pajang yang bagus di depan lah…orang lewat juga lihatnya bagus-bagus. Itu anggur sudah dua hari saya simpan, setiap hari harus disortir karena tidak laku-laku. Baru balik modal kemarin, belum ada untung.” Keluh pria tua pedagang buah itu mengayunkan kipasnya.

Pria tua yang langsung membayar cash. Benar-benar membuat Wicaksana tersenyum. Matanya melirik ke arah mobil pick up sewaan dari warga desa Makmur yang mengunjungi toko buah dekat sana. 

Tapi sepertinya pemilik toko buah sebelah menolak. Mengingat stoknya yang masih banyak, tidak bisa dipajang di bagian depan toko untuk menarik pembeli. Harganya memang murah, tapi itu membuat pemandangan toko buah yang menarik menggunakan visual bagian depan, menjadi pemandangan yang tidak begitu bagus.

Hingga pada akhirnya sosok Joko terlihat, berjalan bersama Sumiati mendekati toko buah tempat dirinya baru saja menurunkan sekeranjang anggur. 

“Mau beli buah lagi koh? 12.000 sekilo, kita ini pedagang jujur. Tidak seperti orang lain yang menjual dengan harga mahal.” Dengan sengaja Joko mengatakan kata-kata untuk menyindir Wicaksana. 

“Lu orang…buah kemarin masih ada di belakang. Ditaruh di depan ngerusak pemandangan. Ditaruh di belakang tak laku-laku, Untung sudah balik modal. Gara-gara pajang buah lu orang di depan, toko buah jadi sepi. Semua orang kira toko ini jual buah kualitas jelek.” kakek tua itu mengomel, tapi memang benar. Jika dipajang di bagian depan toko, orang-orang yang lewat menaiki motor akan enggan untuk mampir. Melihat kualitas anggur yang buruk. 

Kalau ditaruh di bagian belakang toko, anggur-anggur itu akan membusuk tanpa ada yang membeli. 

“Tapi Koh, harga yang ditawarkan orang ini pasti lebih mahal daripada harga yang kita tawarkan. Kita ini sudah jual paling murah, kemarin kalian semua mengambil buah dari kami.” Sumiati mengerutkan keningnya tidak mengerti. 

“Itu beda, mana bisa disamakan. Seperti kita pajang barang dagangan, kalau yang dipajang di depan barang bagus. Pelanggan yang lewat pasti akan tertarik beli. Kalau pajang barang murah, aroma anggurnya sudah menyengat. Siapa orang mau beli? Paling juga dijadikan bahan kue. Sudah pergi sana!” Pria tua itu mengusir Joko dan Sumiati.

Dua orang yang menatap iri ke arah Wicaksana. Pria itu begitu santai melangkah, menuju toko buah berikutnya. Toko buah yang sebelumnya tidak bersedia menerima buah dari desa Makmur. 

“Pagi Bu…” Wicaksana menyapa toko buah dekat sana. 

“Pagi, mau jual anggur ya? Berapa sekilo?” Tanya ibu-ibu itu tertarik hanya dengan melihat batang-batang anggur yang masih hijau. Terutama kemasannya yang membuat terlihat elit, seperti anggur-anggur yang berada di supermarket. 

“Rp30.000…harga langganan. Kalau beli banyak bisa turun sampai 28.000 sekilo.” Ucap Wicaksana terus terang.

Sumiati dan Joko saling melirik. Perlahan Joko tersenyum. 

“Itu kakek-kakek bisa ditipu olehnya. Membeli dengan harga semahal itu. Tapi, toko sebelah menolak buah kita, walaupun sudah kita turunkan jadi 12.000 sekilo. Jadi tidak mungkin mau membeli dengan harga rp28.000 sekilo.” Ucap Joko ingin menertawakan Wicaksana. 

“Sudah! Ayo kita pergi, Wicaksana benar-benar bodoh dan tidak bisa jualan.” Sumiati menggeleng, melangkah pergi bersama Joko. 

Tapi seketika langkah mereka terhenti, ketika mendengar…

“Mahal sekali, 20.000 sekilo ya? Nanti saya beli 100 kilo. Anak saya juga jualan buah di kabupaten sebelah.” Pinta ibu-ibu itu penuh harap. 

Sumiati dan Joko saling melirik. Menelan ludahnya, kualitas anggur yang sama. Mengingat anggur-anggur siap panen ini semuanya tumbuh dan berbuah atas bimbingan Tristan sebelum Tristan pergi.

Walaupun batangnya sudah layu dan sedikit berair. Tapi wanita itu menolak dengan harga rp12.000 per kilo, malah mau beli seharga rp20.000 sekilo?

“Wah kalau itu saya tidak bisa bu…ini barangnya segar-segar semua. Baru dipanen kemarin sore, lalu saya bergadang mengemasnya, biar bisa tahan di lemari pendingin seminggu lebih. Ini benar-benar kualitas premium, seperti yang ada di swalayan dan supermarket. Ibu bisa pergi ke sana dan bandingkan, kalau di swalayan dan supermarket kan harganya rp80.000 sekilo. Nanti ibu beli harga 28.000, jual rp50.000 laku lah.” Lagi-lagi, Wicaksana memang selalu mengingat trik marketing yang diucapkan oleh Tristan. 

Dirinya percaya diri dengan barang dagangannya. Kemasan plastiknya memang cukup mahal. Ditambah dengan beberapa anggur yang siap sedia dalam kotak mika. Memberikan kesan elit dan eksklusif, tidak eksklusif sepenuhnya…hanya saja memberikan kesan sebagai barang yang biasa disuplai ke supermarket. 

“Iya…28.000 sekilo. Ambilkan saya 100 kilo, harus yang segar semuanya. Jangan yang batangnya coklat, batangnya harus hijau, buahnya juga harus merahnya bagus.” wanita paruh baya itu memperingatkan. 

Joko dan Sumiati yang mendengar semuanya segera melangkah mendekat. Matanya menatap penuh rasa kesal kepada wanita paruh baya pedagang buah. 

“Buk! Tadi kami menawarkan harga rp12.000 sekilo Ibu menolak. Sekarang orang ini menawarkan harga rp28.000 sekilo Ibu terima-terima saja. Bahkan membeli 100 kilo!?” Suara bentakan dari Joko terdengar. 

“Saya itu berlangganan dengan beberapa usaha catering. Kalau beli buah yang batangnya sudah mengering. Anggurnya busuk dalam kotak kalau terkena panas berlebih, nama baik toko saya jadi jatuh. Catering-catering yang sudah kerjasama dengan toko buah saya, bisa kabur.” sang wanita paruh baya menjelaskan. 

“Kalau begitu rp10.000 sekilo! Tolong beli anggur kami 100 kilo. Jangan beli pada Wicaksana!” Sumiati dengan percaya diri menekankan kata-katanya.

1
Nur Halida
dasar si vivian asbun terus dan akan membuat tristan ketar ketir dg ke asbunannya😁
lyani 1984
lama² vivian kayak nggak punya harga diri yah meskipun cm depan tristan aja, si tristan juga kayak nggak tulus sama vivian kayak cmn karna dorongan ortunya aja. beda sama junita tristan terang²an sayang bahkan rela berkorban tapi sama vivian kagak sih menurut bacaan yg kubaca sampai saat ini
Nur Wahyuni
haduuuhhh vivian... lagi mikir serius jadi gak konsentrasi kan gara2 kopi susu😄😄😄
Nur Wahyuni
masih aja pada gak sadar diri... bisanya menyalahkan orang lain aja..
lyani 1984
itulah akibat serakah
yesi yuniar
lagi konsentrasi sama ide2nya, eeeeh.... ada aja celetukan vivian yg bikin ambyar 😆😆😆
yesi yuniar
itu semua karena keserakahan kalian
mimief
ayooo Thor kita realisasikan
idenya boleh juga tu
mimief
inget...setan mah hanya membujuk
tapi pilihan nya kan kalian yg buat
nikmati lah keserakahan itu
Fa'iqoh Siti Elok
good job tristan
Fa'iqoh Siti Elok
baru merasakan hidup tanpa tristan
✨Susanti✨
akhirnya update 🤗
Nur Halida
sukurin noh warga desa makmur yg tamak bin serakah sekarang udah gak makmur lagi deh
✨Susanti✨
kak... tak intip terus nih kelanjutannya 😁
Biyan Narendra
mampus
mery harwati
Hooorrreee siluman babi di PHK
Tunggu surat cerai dari ibukota yang akan dilayangkan oleh istri sah sang siluman babi 🤣
mery harwati
Juli Juli kamu udah bolong sama siluman babi, tapi kau ngemis pada Tristan untuk menambal lobang bolong bekas siluman babi 😜😜
Otak & pikiranmu kelewat waras Juni, hingga melewati batas 🤣
yesi yuniar
syukurin 👏👏👏👏
Ufiyyyy
mampooos buat siswanto🤭🤭🤭
Fa'iqoh Siti Elok
wkwkkwkkkkmamam tuh siluman babi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!