NovelToon NovelToon
Gadis Mungil Kesayangan Ceo Muda

Gadis Mungil Kesayangan Ceo Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Teen
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: achmad abdur roufur rokhim

Lahir di tengah gemerlap keluarga bangsawan bisnis tak lantas membuat Exel Dirgantara bahagia. Masa lalu kelam menempanya menjadi pria berdarah dingin, berjarak, dan berpandangan tajam seolah mampu membunuh lawan bicaranya dalam hitungan detik. Di balik dinding tebal yang ia bangun, hanya Achmad—sahabat sekaligus asisten pribadinya yang serba bisa dan humoris—yang sanggup memahami luka serta menghadapi kerumitan sikap sang CEO.

​Dunia Exel yang tenang dan penuh kontrol mendadak runtuh saat sebuah rencana perjodohan lama mengikatnya dengan Alexa Pramudya. Alexa adalah perwujudan dari segala hal yang dibenci sekaligus dibutuhkan Exel: seorang gadis SMA mungil berparas bak bidadari, namun memiliki suara cempreng, super cerewet, dan energi yang seolah tak pernah habis.

​Bersama ketiga sahabatnya yang tak kalah ramai—Rin Mashita si blasteran Jepang-Indo yang cerdas, Safi murid pindahan Malaysia dengan logat Melayu khasnya, serta Melati si cantik berdarah Arab-Indo—Alexa membawa warna baru

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon achmad abdur roufur rokhim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Uang Saku, Ciuman Kilat, dan Bayangan dari Masa Lalu

​Seiring berjalannya waktu, benih-benih cinta perlahan tumbuh di dalam hati Exel dan Alexa tanpa mereka sadari. Kehadiran satu sama lain yang awalnya dianggap sebagai gangguan, kini menjadi rutinitas yang selalu dirindukan. Namun, gengsi setinggi langit yang menyelimuti dada sang CEO dingin dan si gadis SMA cempreng membuat keduanya sama-sama enggan mengakui perasaan hangat tersebut.

​Pagi itu, mobil Rolls-Royce hitam milik Exel seperti biasa berhenti di gang sepi, sekitar lima puluh meter dari gerbang SMA Garuda.

​Alexa merapikan tas sekolahnya, bersiap untuk membuka pintu mobil. Namun sebelum jemari mungilnya menyentuh gagang pintu, Exel berdeham kaku seraya menyodorkan sebuah dompet kartu bernuansa hitam elegan. Di dalamnya sudah terselip sebuah Black Card berkilau serta beberapa lembar uang cash pecahan seratus ribuan yang cukup tebal.

​"Bawa ini," panggil Exel dengan suara berat dan datarnya.

​Mata bulat Alexa melotot sempurna. Gadis mungil itu menatap tumpukan uang dan kartu super mewah itu bergantian. "E-eh? Mas Exel... ini buat aku?"

​"Iya, buat kamu," jawab Exel kaku, memalingkan wajahnya sedikit ke arah jendela untuk menutupi rasa canggungnya. "Untuk jajanmu di sekolah. Kalau kurang atau butuh beli kebutuhan sekolah, pakai kartu itu."

​"Tapi ini kan banyak banget, Mas..." cicit Alexa polos, matanya berbinar-binar namun diliputi rasa tak percaya.

​"Ambil saja, Alexa. Aku suamimu, sudah kewajibanku memberi uang saku," pangkas Exel kaku.

​Alexa tersenyum manis, memeluk dompet kartu itu di dadanya. "Makasih ya, Mas Es Batu!"

​Alexa memutar tubuhnya, bersiap untuk turun. Namun tanpa diduga, Exel mendadak meraih bahu mungil Alexa, menariknya mendekat secara halus. Sebelum Alexa sempat memproses apa yang terjadi, Exel menundukkan kepalanya dan mendaratkan satu ciuman hangat di kening Alexa, disusul ciuman kilat di pipi tembam istrinya!

​Chup!

​Seketika itu juga, dunia Alexa seolah berhenti berputar. Matanya melotot lebar, seluruh aliran darah di tubuhnya meluncur deras ke arah wajah. Pipi tembamnya membara merah padam bagaikan kepiting rebus!

​"M-Mas Exel...!" bisik Alexa gagap setengah mati.

​"Sana masuk. Sudah mau bel," ujar Exel datar, walau rona merah tipis ikut menjalar hingga ke ujung telinganya sendiri.

​Tanpa membuang waktu satu detik pun, Alexa membuka pintu mobil dan berlari kencang bagaikan diintai hantu menembus jalanan menuju gerbang sekolah!

​Di dekat gerbang, Rin, Safi, dan Melati yang baru saja tiba sedang mengobrol santai. Mereka mendadak terkejut melihat sosok "Si Botol Yakult" yang berlari histeris dengan wajah yang sudah merah membara dari jauh.

​"Aiyo! Alexa! Kau ni dah kenape? Dikejar anjing ke?!" jerit Safi heran melihat sahabatnya yang ngos-ngosan seraya memegangi pipinya yang panas.

​Rin menyipitkan matanya tajam, melirik ke arah gang sepi di mana mobil Rolls-Royce hitam baru saja melaju pergi. Cengiran jahat seketika terbit di wajah oriental Rin.

​"Bukan dikejar anjing, Safi... Tapi habis diserang virus cinta sama 'Om Suami'-nya!" goda Rin seraya menyenggol pinggang Alexa. "Lihat tuh mukanya, udah merah banget melebihi bumbu cireng!"

​"Cieee... Nyonya Dirgantara habis dapet morning kiss ya?" timpal Melati sambil tertawa halus bersama Safi.

​"Aaaaa! Kalian diam! Jangan digodain terus, aku mau pingsan aja rasanya!" jerit Alexa heboh dengan suara cemprengnya, menyembunyikan wajah panasnya di balik kedua telapak tangan.

​Sementara itu, di lantai teratas gedung Dirgantara Group...

​Exel melangkah keluar dari lift VIP. Begitu menapakkan kaki di area perkantoran, raut wajahnya seketika kembali kaku, tegap, dan memancarkan aura dingin bagaikan kulkas dua pintu. Para staf yang berpapasan dengannya menunduk kaku, tak berani menatap langsung mata sang CEO yang menakutkan.

​Namun, begitu pintu ruang kerja eksekutifnya tertutup rapat, benteng kaku itu runtuh seketika.

​Exel melepaskan jasnya, duduk di kursi eksekutif, lalu bersandar. Ingatan tentang aroma manis stroberi dan lembutnya pipi Alexa saat ia cium tadi pagi mendadak memenuhi otaknya. Tanpa sadar, sebuah senyuman tipis yang sangat manis terukir di bibir sang CEO berdarah dingin itu. Pria itu menyandarkan dagunya di tangan, senyam-senyum sendiri menatap layar monitor yang bahkan belum dinyalakan.

​Tok, tok, tok.

​Achmad memegang gagang pintu, mengetuk beberapa kali. Karena tidak ada respon, Achmad yang membawa tumpukan berkas akhirnya memutar gagang pintu dan melangkah masuk.

​Namun, langkah Achmad terhenti seketika. Matanya melotot tak percaya melihat pemandangan ajaib di depannya: Exel Dirgantara—manusia paling kaku se-Jakarta—sedang duduk menopang dagu seraya senyam-senyum sendiri menatap dinding kosong!

​Cengiran paling jahat dan meledak dalam sejarah hidup Achmad seketika terbit. Pria itu melangkah pelan tanpa suara, lalu tiba-tiba menggebrak meja kerja Exel kencang!

​BRAK!

​"HOY! BAPAK CEO YANG TERHORMAT!" jerit Achmad heboh.

​Exel tersentak kaget, refleks menegakkan tubuhnya dengan raut wajah yang seketika berubah kaku. Urat di lehernya bertambah tegang, sementara rona merah padam mendadak membakar kedua telinganya karena tertangkap basah!

​"Achmad! Lu bisa ketuk pintu gak?!" bentak Exel dengan suara rendah yang berbahaya.

​Achmad melompat mundur sambil tertawa terbahak-bahak hingga bahunya terguncang hebat. "Gua udah ketuk pintu sepuluh kali, Cel! Lu-nya aja yang kelewat bucin sampai kesurupan senyam-senyum sendiri gitu! Anjir, kuping lu merah banget kaya buah naga! Hahaha!"

​"Achmad, diam!" desis Exel tajam, matanya memancarkan tatapan membunuh.

​"Gak mau diam! Hahaha! Sumpah ya, gua kudu selamatan ini mah! Exel Dirgantara bisa senyam-senyum kaya remaja puber gara-gara Nyonya Muda!" ledek Achmad makin menjadi-jadi, menunjuk-nunjuk wajah Exel yang makin memerah panas.

​Exel berdiri kaku dari kursinya, menunjuk ke arah jendela kaca besar di belakangnya. "Lu mau gua lempar keluar dari jendela lantai tiga puluh ini sekarang juga, Mad?!"

​"Eits, santai Pak CEO!" Achmad mengangkat kedua tangannya tanda damai, walau tawa geli masih tersisa di bibirnya. Achmad memang suka meledek, tapi ia adalah satu-satunya orang yang paling paham betapa bahagianya melihat sahabatnya itu akhirnya bisa tersenyum kembali setelah bertahun-tahun tenggelam dalam trauma kelam.

​Achmad meletakkan berkas di meja, lalu bersedekap dada sambil melirik Exel jenaka. "Lagian lu gengsi amat mengakui kalau udah jatuh cinta sama si Botol Yakult."

​"Gua tidak..." pangkas Exel kaku, berusaha menetralkan napasnya. Tatapannya mendadak melirik Achmad sinis. "Daripada lu mengurusi hidup gua, mending lu urus hidup lu sendiri. Lu masih jomblo kan, Mad? Makanya nikah, Anjim."

​Kata-kata 'Makanya nikah, Anjim' dari mulut Exel yang biasanya kaku itu menghantam dada Achmad dengan sangat tajam. Mak jleb!

​Achmad memegangi dadanya, berpura-pura kesakitan. "Aduh! Tega banget lu, Cel! Jodoh aje belum ketemu!"

​Exel menyunggingkan senyum mengejek yang sangat tipis. "Makanya nyari."

​Achmad memutar bolanya malas, menatap bosnya itu dengan pandangan sinis (Achmad be like): "Nyari... Nyari... Lu aje dijodohin!"

​Exel hanya mendengus pelan, meraih penanya tanpa membalas lagi, sementara Achmad berjalan keluar ruangan sambil menggerutu kocak sendirian.

​Sekian purnama berlalu, benih-benih cinta di antara Exel dan Alexa telah tumbuh mengakar kuat di dalam hati masing-masing, meski terhalang tembok gengsi yang tinggi. Namun, justru di saat benih cinta itu mulai bermekaran manis, ketetapan takdir siap menguji tingkat kesetiaan dan kepercayaan di antara mereka.

​Sesosok bayangan dari masa lalu mendadak siap kembali menghampiri. Cinta pertama Exel—wanita yang dulu tega meninggalkannya begitu saja tanpa pamit demi mengejar karir di luar negeri dan menyisakan trauma mendalam—kini memutuskan untuk pulang.

​Akankah Exel pertahankan rumah tangganya bersama sang istri mungil, atau justru hatinya akan tergoyahkan oleh kembalinya sang cinta pertama?

1
𝐀⃝🥀Weny
selamat ya Exel baru aja Alexa ketahuan hamil, eeehh.. si orok sudah ngerjain papanya😂
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣 Rame ya Akexa hamidun... Trus gimana tuh sekolah na
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: sekolah nya aman na soal nya kelas 12 mau ujian AKHIR
total 1 replies
𝐀⃝🥀Weny
paman Achmad mesti salting kalo ada safi🤔😁
𝐀⃝🥀Weny
so sweet 🥹🫠
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 5 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Oleh oleh buat akuu manaaa /Applaud/
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: sebanyak cintaku padamu
total 3 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
/Cry//Cry/ Masih pagi udah banyak bombai bertebaran ae om mik /Cry//Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Yg nebar bombai lah
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Bacana otomatiss pake nada alm Uje dong /Facepalm/
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Pepet terooss paman Ahmad 🤣🤭 /Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Dih tega bener 😅
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Belom beraksi juga mereka 🤔
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: sabar
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Waahh ini nih yg bikin syeruu /Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Aaaaa jadi pengen makan basoo /Scream//Hunger/
𝐀⃝🥀Weny
dalam sebuah hubungan, komunikasi dan kepercayaan itu lebih penting... semoga kalian bisa melewati badainya...
𝐀⃝🥀Weny
semoga mereka bisa bertahan dan bisa melewati setiap rintangan yang mencoba mengusik hubungan mereka🤲
𝐀⃝🥀Weny
jangan² si Alexa hamil nih🤔
𝐀⃝🥀Weny
cieee... yang dibuatin susu dan roti panggang sama mas CEO.. bikin ngiri deh😊tapi kalo aku nganan entar ketabrak😂
𝐀⃝🥀Weny: kau membuatku kepanasan😂
total 4 replies
𝐀⃝🥀Weny
ayo paman Achmad jangan kasih kendor ngegoda safi😂
𝐀⃝🥀Weny: jangan membuat diriku meleleh dengan kata manismu bang😜kabuuur🏃🏃🏃
total 4 replies
𝐀⃝🥀Weny
si Achmad mengintai seperti predator.. padahal Cemen tuh😁
𝐀⃝🥀Weny: wkwkwkkk😜
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣 Ga ngaruh ya sama duo ucing garong yg lagi saling memanfaatkan itu, kalian tetep joss 😅/Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: 🤣🤣/Facepalm//Determined//Determined/
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Makin gencar aja nih paman Ahmad 😅
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: 🤣/Determined//Determined//Determined/
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Waaw bab selanjutna pasti main tegang2an ini
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Hhmm 🤔
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!