AL harus pergi dari rumahnya karena di usir oleh orangtuanya, mereka lebih menyayangi adiknya ketimbang dirinya.
Meskipun begitu, ia tatap bangkit untuk bertahan hidup. Takdir berkata lain, ia mendapatkan sebuah sistem yang mengubah hidupnya dan membuat orang tuanya menyesal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20 Misi Selesai
Ding!
[Misi Selesai]
[Selamat! Anda mendapatkan hadiah Rp200.000.000]
[Selamat, Anda Kemampuan bela diri]
[Sisa Saldo Anda 336.000.000]
Al menatap layar melayang transparan di depan matanya dengan senyum tipis.
"Wah, semesta benar-benar mendukungku hari ini. Bukan hanya memberi pelajaran berharga pada Deno si perundung itu, aku bahkan dapat uang sebanyak ini." bisik Al dalam hati, merasa puas dengan saldo yang terus mengalir deras ke rekeningnya.
Ia tiba di depan pintu yang bertuliskan Ruang Kepala Sekolah.
Bukan hanya ada Pak Hilman selaku kepala sekolah, tetapi juga ada Pak Dion, ayah Deno, yang menjabat sebagai ketua komite sekolah. Kebetulan sekali Pak Dion itu memang sedang ada agenda di sekolah hari ini.
Tok! Tok! Tok!
Al mengetuk pintu perlahan.
"Silakan masuk, Al," suara Pak Hilman terdengar dari dalam.
Al mendorong pintu. "Selamat pagi, Pak Hilman. Bapak memanggil saya?"
"Ya, duduklah dulu," jawab Pak Hilman, menunjuk sofa kulit di tengah ruangan.
Baru saja Al hendak menggeser tubuhnya untuk duduk, tiba-tiba tangan Pak Dion langsung mencengkeram kerah seragam Al dengan sangat kuat, hingga kancing paling atasnya nyaris terlepas.
"Beraninya kamu, ya! Beraninya kamu menyebar video palsu itu untuk merusak nama baik anakku!" bentak Pak Dion dengan wajah merah padam.
"Pak Dion, tolong hentikan! Tenanglah dulu!" Pak Hilman langsung berdiri dari kursinya, panik melihat Pak Dion yang tampak seperti ingin menelan Al hidup-hidup.
"Kita di lingkungan sekolah, Pak. Mari selesaikan dengan kepala dingin!" ucap Pak Hilman menenangkan.
Dengan hentakan kasar, Pak Dion melepaskan cengkeramannya, membuat Al agak terhuyung ke belakang.
Pria paruh baya itu merapikan jasnya yang sama sekali tidak berantakan, sementara matanya masih menatap Al dengan penuh kebencian yang mendalam dan Kemarahannya belum mereda.
Al merapikan kerah bajunya dengan santai, sama sekali tidak menunjukkan rasa takut. Ia kemudian duduk di sofa tanpa diminta.
Pak Hilman menghela napas panjang, lalu kembali duduk di kursi kebesarannya.
"Al, tolong katakan dengan jujur pada saya. Kenapa kamu sampai nekat menyebarkan video itu di media sosial? Dan dari mana sebenarnya kamu mendapatkan rekaman itu?" tanya Pak Hilman, berusaha menjaga suaranya tetap tenang dan berwibawa.
Al menatap Pak Hilman lurus-lurus. "Video itu terpaksa saya sebar, Pak. Karena Deno sama sekali tidak mau mengakui perbuatannya setelah merusak motor saya."
"Halah! Alasan macam apa itu?!" potong Pak Dion berang, menunjuk-nunjuk wajah Al.
"Hanya karena urusan motor bututmu itu, kamu tega menghancurkan masa depan anak saya? Kamu tahu berapa kerugian nama baik keluarga saya akibat video viral sialan itu?!" teriak Pak Dion dengan mata membulat.
"Motor butut Anda bilang? Itu adalah motor edisi terbatas, dan belum tentu Anda sanggup membelinya. Dan anak Anda merusaknya dengan sengaja tanpa rasa bersalah, Kira-kira sanggup ngga buat bayar perbaikannya?" Sahut Al.
Pak Hilman mengetuk meja, menengahi. "Lantas, Al... kenapa harus ke media sosial? Kenapa kamu tidak langsung melapor kepada saya atau guru BK? Kenapa tidak menempuh jalur internal sekolah saja?" tanya Pak Hilman dengan nada menyayangkan.
Al tersenyum sinis,
"Sederhana, Pak Hilman. Deno adalah anak dari ketua komite sekolah ini. Jika saya hanya melaporkannya kepada pihak sekolah, paling-paling Deno hanya akan dikenakan sanksi ringan atau teguran tertulis. Mengapa? Karena ayahnya punya pengaruh besar di sekolah ini, sementara saya bukan siapa-siapa. Saya hanya murid biasa yang dianggap bisa diinjak kapan saja," jawab Al tegas, matanya melirik Pak Dion.
Jangan lupa gabung grub khusus author ya.
Chat no di bawah ini biar masukan ke grub🥰
0821 6834 0651