NovelToon NovelToon
Istri Bar-Bar Mafia Bucin

Istri Bar-Bar Mafia Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mafia / Transmigrasi
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: sang senja

Setelah menyelesaikan misi terakhirnya, Aurora Veyra, seorang agen pembunuh bayaran, tewas akibat kecelakaan konyol dan terbangun di dalam novel favoritnya. Sialnya, ia bukan menjadi tokoh utama, melainkan Shen Yuxin, istri kejam yang gemar menyiksa suaminya, Lu Zhichen, Raja Mafia paling ditakuti di Beijing.

Mengetahui akhir tragis yang menantinya, Aurora bertekad mengubah jalan cerita. Namun, bisakah ia meluluhkan hati suami yang telah terluka, menghindari takdir kematiannya, dan menulis ulang akhir kisah nya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lin Xioran Lagi-Lin Xioran Lagi

Sinar matahari pagi menembus celah tirai, menerangi kamar yang masih diselimuti keheningan. Shen Yuxin mengerjapkan mata perlahan, sementara rasa hangat yang tidak biasa membuat dahinya sedikit berkerut. "Hm..." lenguh Yuxin pelan sambil menggeliat malas di atas kasur.

Saat kesadarannya mulai pulih sepenuhnya, ia merasakan sesuatu yang berat melingkari pinggangnya. Yuxin menundukkan pandangan dan seketika matanya membelalak lebar ketika melihat sepasang lengan kekar sedang memeluk tubuhnya erat. "Apa...?" serunya tertahan, seolah tidak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya.

Perlahan, Yuxin menoleh ke samping. Wajah tampan Lu Zhichen terpampang begitu dekat di hadapannya, bahkan napas pria itu terdengar teratur seperti orang yang sedang tidur nyenyak. Yang lebih membuat Yuxin hampir kehilangan akal sehat adalah salah satu tangannya masih berada di atas dada bidang Zhichen, seolah-olah dialah yang sejak awal memeluk pria itu.

Yuxin kemudian melirik ke sisi lain ranjang. Tiga guling yang semalam ia susun sebagai pembatas kini sudah berserakan di lantai, seakan-akan tidak pernah ada sebelumnya. Shen Yuxin langsung duduk dengan panik sebelum menatap pria di sampingnya dengan wajah penuh tuduhan.

"Lu Zhichen!" teriaknya tiba-tiba.

Teriakan itu membuat Zhichen pura-pura terbangun. Ia mengerjapkan mata beberapa kali dan memasang wajah mengantuk, seolah baru saja terlepas dari alam mimpi.

"Hm...? Ada apa?" tanyanya dengan suara serak. Ekspresinya begitu tenang sampai-sampai membuat Yuxin semakin kesal.

"Apa yang terjadi? Bukankah semalam ada pembatas?" tanya Yuxin sambil menunjuk ketiga guling yang tergeletak di lantai. Tatapannya kemudian beralih kepada Zhichen, seolah sedang menunggu pria itu mengakui perbuatannya.

Zhichen mengikuti arah telunjuknya, lalu memasang wajah terkejut yang dibuat-buat. "Eh? Kenapa bisa begitu? Aku bahkan tidak bergerak sedikit pun dari tempatku semalam," elaknya dengan santai.

"Jangan pura-pura tidak tahu!" bentak Yuxin kesal. Ia sangat yakin semua kekacauan ini pasti ulah pria di hadapannya.

Zhichen mengusap tengkuknya sambil memasang wajah polos. "Mungkin saat tidur kau yang menerobos pembatas itu," katanya ringan. Kemudian ia menunjuk posisi tubuh Yuxin yang kini justru berada di sisi ranjangnya.

"Lihat saja sendiri. Bukankah sekarang kau yang berada di tempatku?" lanjutnya dengan wajah seolah benar-benar tidak mengetahui apa pun. Ucapan itu membuat Yuxin terdiam sesaat.

Yuxin menatap posisi mereka dengan penuh curiga. Memang benar, sekarang tubuhnya berada di sisi tempat Zhichen tidur semalam.

"Apa mungkin benar aku yang tidak sengaja menendang guling-guling itu?" pikir Yuxin dalam hati."Lalu tanpa sadar aku malah memeluknya terlebih dahulu?"

Shen Yuxin mengacak rambutnya dengan frustrasi. Bagaimanapun juga, semua ini tetap bermula karena Lu Zhichen yang memaksa tidur di kamarnya. Namun, jika benar dirinya yang bergerak tanpa sadar dan justru memeluk pria itu lebih dahulu, rasanya harga dirinya benar-benar jatuh.

Sementara itu, Lu Zhichen masih mempertahankan wajah polosnya. Ia bahkan menahan napas agar tidak sampai tertawa melihat ekspresi bingung istrinya. Padahal, jauh di dalam hati, pria itu sedang bersorak penuh kemenangan.

*

*

Sejak malam tadi, Lu Zhichen sebenarnya sudah memiliki rencana. Ia bahkan berniat membolos dari pekerjaannya hari ini, memanfaatkan keadaan karena Han Mo belum kembali. Ia jadi bisa menghabiskan waktu berdua bersama Yuxin.

Namun, rencana indah itu langsung hancur ketika sebuah suara ceria terdengar dari arah ruang makan. Suara yang bagi Lu Zhichen terdengar seperti lonceng kematian bagi rencana romantisnya.

"Yuxin... aku datang! Lihatlah apa yang aku bawa!"

Wajah Lu Zhichen seketika berubah masam. Ia bahkan tidak perlu menebak siapa pemilik suara tersebut.

Siapa lagi kalau bukan Lin Xiaoran?

Begitu mendengar suara sahabatnya, Shen Yuxin langsung bangkit dari tempat duduknya. Wajah yang sebelumnya penuh kebingungan seketika berubah cerah ketika melihat Lin Xiaoran berjalan masuk membawa beberapa kantong belanja.

"Xiaoran!" seru Yuxin dengan gembira.

"Yuxin!" balas Xiaoran tak kalah heboh.

Keduanya langsung saling berpelukan seperti dua sahabat yang sudah lama tidak bertemu. Memang sudah beberapa hari Lin Xiaoran tidak dapat mengunjungi Yuxin karena ayahnya memintanya belajar mengelola bisnis keluarga.

Bagi Xiaoran, Yuxin bukan sekadar seorang sahabat. Yuxin adalah satu-satunya orang yang membuatnya merasa nyaman tanpa harus memikirkan status keluarganya.

Sebagai putri tunggal keluarga Lin, Xiaoran sudah terbiasa didekati banyak orang dengan berbagai kepentingan. Namun, Yuxin berbeda karena sejak awal wanita itu berteman dengannya tanpa pernah mempermasalahkan latar belakang keluarganya.

"Yuxin, lihat apa yang aku bawakan!" kata Xiaoran bersemangat sambil mengangkat beberapa kantong makanan. "Ada wonton, shaobing, jianbing, dan baozi!"

Mata Shen Yuxin langsung berbinar. "Wah, kebetulan sekali! Kami baru saja hendak sarapan," katanya antusias. "Bagaimana kalau kamu ikut bergabung bersama kami?"

"Tentu saja!" jawab Xiaoran tanpa ragu.

Ia langsung merangkul pundak Yuxin dan mengajaknya berjalan menuju meja makan. Pemandangan itu sukses membuat wajah Lu Zhichen yang sejak tadi duduk di sana berubah semakin gelap.

Pria itu menatap tangan Xiaoran yang masih bertengger santai di pundak istrinya. Rahangnya mengeras sebelum ia mengambil sepotong shaobing dan menggigitnya cukup kasar.

Krek!

Tatapan tajam Lu Zhichen langsung mengarah kepada Xiaoran. Sayangnya, wanita itu sama sekali tidak terganggu.

Xiaoran sebenarnya sangat sadar sedang ditatap penuh permusuhan. Namun, ia sengaja mengabaikannya seolah-olah Lu Zhichen hanyalah makhluk tak kasatmata yang kebetulan berada di ruangan tersebut.

Bahkan setelah duduk, Xiaoran tidak memberikan sedikit pun kesempatan kepada Zhichen untuk berbicara. Ia justru langsung mengeluarkan ponselnya dan mendekatkannya kepada Yuxin.

"Yuxin... Yuxin... kau tahu tidak?" katanya dengan mata berbinar. "Hari ini brand XXX baru saja meluncurkan produk terbaru mereka, dan jumlahnya sangat terbatas!"

Jari-jari ramping Xiaoran bergerak cepat menggeser layar ponselnya. Tak lama kemudian, terpampang sebuah tas kulit dengan desain elegan dan permukaan yang tampak begitu mewah.

"Ini dia!" seru Xiaoran sambil menunjukkan layar ponselnya kepada Yuxin.

Kedua mata Shen Yuxin langsung dipenuhi binar kekaguman. "Ya ampun... cantik sekali!" serunya spontan. "Apa kau sudah memilikinya?"

Xiaoran menggeleng pelan. "Belum. Aku sengaja belum membelinya karena aku ingin mengajakmu ke sana nanti siang."

Ia kemudian tersenyum lebar. "Kita harus memastikan tas cantik ini menjadi milik kita berdua. Aku bahkan suDah membuat janji temu langsung dengan pemilik brand-nya."

"Benarkah?" Yuxin semakin antusias. "Aku mau!"

Mendengar percakapan kedua wanita itu, Lu Zhichen semakin tidak nyaman. Sejak Lin Xiaoran datang, perhatian Yuxin seolah sepenuhnya berpindah kepada wanita tersebut.

"Cih," dengus Zhichen pelan. "Cuma membuat janji temu dengan pemilik brand saja sudah begitu bangga."

Xiaoran menoleh kepadanya untuk pertama kalinya sejak datang. "Memangnya kenapa?"

"Aku bisa membuat pemilik brand itu datang kemari dalam hitungan jam sambil membawa semua tas yang kalian inginkan," jawab Zhichen dengan nada sombong.

Yuxin melirik suaminya. Sementara Xiaoran justru menggeleng sambil tersenyum tipis.

"Kalian para laki-laki memang tidak mengerti," katanya santai. "Bukan hanya soal mendapatkan barangnya."

Xiaoran mengangkat ponselnya sambil menunjuk foto tas tersebut. "Ada kepuasan tersendiri ketika kita datang langsung ke tempatnya, melihat produknya, menyentuh setiap bagian yang dibuat dengan penuh perhatian, lalu memilihnya sendiri."

Shen Yuxin langsung mengangguk antusias. "Benar sekali."

Bagi Yuxin, mendapatkan barang yang sedang diimpikan banyak orang memang memiliki kesenangan tersendiri. Apalagi jika barang tersebut diperoleh setelah melewati proses panjang, mulai dari menunggu hingga akhirnya bisa memegangnya secara langsung.

Di saat orang lain rela berdesak-desakan demi mendapatkan barang yang sama, dirinya bisa datang dengan tenang dan pulang membawa sesuatu yang sejak awal sudah ia impikan. Bagi Yuxin, pengalaman seperti itulah yang membuat sebuah barang terasa jauh lebih berharga.

Lu Zhichen hanya bisa menatap mereka dengan wajah datar. Dalam hati, ia sudah mengutuk keberadaan Lin Xiaoran untuk kesekian kalinya.

Lin Xiaoran lagi.

Lin Xiaoran lagi.

Selalu wanita ini.

Entah sejak kapan, setiap kali Zhichen berusaha mendapatkan waktu berdua dengan istrinya, Lin Xiaoran selalu muncul seperti memiliki radar khusus untuk menghancurkan semua rencananya.

Akhirnya Zhichen mengeluarkan ponselnya. Ia mengirim pesan singkat kepada Xiao Bai untuk menjemputnya.

Ia sudah tidak tahan terus-menerus diabaikan oleh Yuxin hanya gara-gara "bencana" bernama Lin Xiaoran. Rasanya jauh lebih baik menghabiskan waktu bersama tumpukan berkas, mengurus perusahaan, dan mengawasi jalannya bisnisnya daripada duduk di sana menyaksikan istrinya direbut orang lain.

Namun, sebelum benar-benar meninggalkan meja makan, sebuah ide tiba-tiba muncul di benaknya. Tatapan Zhichen perlahan berubah menjadi penuh perhitungan ketika ia menatap Xiaoran.

Bagaimana jika ia menghubungi kedua orang tua Lin Xiaoran?

Ia bisa menyarankan agar Xiaoran lebih banyak membantu mengurus perusahaan keluarganya. Dengan begitu, wanita itu akan memiliki lebih banyak kesibukan dan tidak mempunyai waktu untuk datang menemui Yuxin setiap hari.

Senyum tipis mulai muncul di sudut bibir Lu Zhichen.

"Lin Xiaoran..." gumamnya pelan. "Kali ini, lihat saja siapa yang akan menang."

Sementara itu, Xiaoran sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya baru saja menjadi sasaran sebuah rencana licik. Ia masih sibuk menunjukkan berbagai koleksi tas terbaru kepada Yuxin, sementara Yuxin dengan antusias memilih mana yang paling ia sukai.

Dan sekali lagi, Lu Zhichen hanya bisa menatap pemandangan itu dengan wajah semakin muram. Rencana untuk menghabiskan pagi berdua bersama istrinya gagal total. Semua gara-gara satu wanita yaitu Lin Xiaoran.

1
My_Lucia
wkwk modus banget si zhichen 😂
My_Lucia
WaOow 🫣
❀ ⃟⃟ˢᵏ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ: masih aman kak😉
total 1 replies
My_Lucia
bener jawabannya.. ya, mau tidur lah 🤣
My_Lucia
demen nih .. kalau yang sangar" gini..
di novel aja ya, kalau di RL hus... hus... jauh" serem
My_Lucia: jangankan main tangan ya kak .. bentak aja udah melow ini hati 😭🤣
total 2 replies
My_Lucia
jiahh... dia malah ketawa.. tar dikuliti baru tau rasa
Muft Smoker
lin xioran hati2 km udh jdi target suami bucin yg cemburu ,, 😂😂😂😂😂
Muft Smoker: yx kak ,, tp emnk dasar aj pak su pencemburu beraaat ,,
total 2 replies
My_Lucia
🤣🤣 seriuskah maksudnya Han mo .. aku kira xiaoran🤭
My_Lucia
terlalu ambigu si Yuxin ini .. "Suamiku" bersama "Cinta sejatinya itu."
berarti emng dia ga ada perasaan apa" sama zhichen ya...
Wahyuningsih
lanjut thor 💪💪💪💪 dlm upnya
Muft Smoker
waaaah si pak su ,, awas loo pagi harii di amuk yuxin 😂😂😂
❀ ⃟⃟ˢᵏ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
baca ulang lagi kaka😉
❀ ⃟⃟ˢᵏ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ: udah kak
total 2 replies
Evi Marena
kok aq dah lupa ya....awal ceritanya apa🤔
merry
klo bukn demi klan zhi chen gk sudi merendahkan dri ddpn yuxin🤔🤔🤔🤔tp knp rela Dicambuk diem ajj uang emas y di kuras diam di bentak di maki klo cm mendapatkan klan 🤔🤔🤔🤔
❀ ⃟⃟ˢᵏ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ: ya karena Zhichen belum menemukan alasan sang kakek meminta nya tetap bertahan bersama Yuxin. dan nanti akan terjawab kok kak
total 1 replies
My_Lucia
kalau di kasih tau percaya ga ya dia 🤭🤣
My_Lucia
oh iya .. Gu yichen ini gmna kabarnya 😂 .. apa masih halu dia 😂
My_Lucia
Eehhemm ... 🤣🤭
My_Lucia
sett.. ada granat juga 😖
❀ ⃟⃟ˢᵏ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ: namanya juga mafia kak. musuhnya di mana mana
total 1 replies
My_Lucia
mafia bucin satu ini sweet bngt 🤭
Muft Smoker
sabar yx buu ,, suami ny lgi mode manja anak TK ,, 😂😂😂😂
Muft Smoker
uuuuh ganteng ny anak org ,, bawa pulang boleh kak???
😁😁😁😁😁
Muft Smoker: sama2 kak ,, aq sbnrnya suka genre yg transmigrasi bgini kak ,, apa lgi model ny bar2 begini ,, suka pake banget ,, 😁😁😁
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!