Seorang wanita dari jaman modern masuk ketubuh Permaisuri yang di jadikan pilar Kekaisaran, Dinny Winata.. umur 25 tahun, Dinny terkejut saat jiwanya di tarik paksa oleh cahaya yang datang ke tubuh nya
"Siapa kau?" tanya Dinny
"Aku jiwa yang dihianati dan di buang ke dalam jurang kebencian" jawab wanita yang persis dengan Dinny
"Apa mau mu? sampai menarik jiwaku yang sedang duduk di balkon" ucap ketus Dinny
"Hahaha... balaskan rasa sakitku, aku serahkan putriku dan putra untuk kau jaga, bukan nya kau di dunia ini hidup sendiri" ucapnya dengan nada penuh kebencian. Dinny menggerutu tidak jelas
"Tidak mau tiba-tiba punya anak, dsini aja aku masih single-single loh" jawab kesal Dinny. wanita yang menatap penuh kebencian langsung menatap penuh kerapuhan
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir kecerita Nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
"Kakak kau meninggalkanku...." teriak pangeran kedua, Kaisar Cheng Bowen yang mendengar suara adiknya pun berbalik. dan matanya melotot.
"Kenapa kau memakai pakaian wanita?" tanya datar Kaisar Cheng Bowen. Permaisuri Ai Ning dan kedua anaknya pun melongo dengan tingkah pangeran dari kekaisaran Cheng, Ang Bei dan Permaisuri Ai Ning saling tatap. Nuning tertawa keras, Permaisuri Ai Ning dan Ang Bei pun melipatkan bibir mereka.
"Je... kau memiliki teman yang sama gila nya dengan mu, hahaha... aduh.. aduh... perut ku sakit" ucap Nuning sambil memegang perutnya. Permaisuri Ai Ning menunduk tak ingin citra tegasnya tercemar, Ang Bei menatap penuh selidik.
"Apa kalian sepasang kekasih?" ledek Ang Bei. Kaisar Cheng Bowen dan pangeran kedua melotot mendengar pertanyaan itu, Kaisar Cheng Bowen menatap kesal.
"Zhen masih normal..... pangeran ini masih suka wanita..." teriak Kaisar Cheng Bowen dan pangeran kedua, Nuning semakin tertawa kencang.
"Kalian masih mau berdiri di sana? atau mau nenek ikat dan menarik kalian?" tanya kesal Ibu suri Ning yang sudah duduk manis di pinggir kolam dekat rumah kaca yang di bangun menantunya itu, Permaisuri Ai Ning pun segera mendekati sang ibu mertua. Ang Bei dan Nuning pun berlari, Kaisar Cheng Bowen dan pangeran kedua pun mengikuti mereka.
"Eh.... ada wanita setengah pria? apa itu selir anda Kaisar Cheng Bowen?" tanya ibu suri Ning. Kaisar Cheng Bowen semakin menggerutu karena kebodohan adiknya nya itu, pangeran kedua menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Mohon maaf Yang Mulia ibu suri.... hamba pangeran kedua, hamba tadi di kejar-kejar wanita tidak tahu diri. makanya hamba nyamar jadi wanita agar terlepas dari wanita itu" ucap pangeran kedua Cheng. Nuning mendengar jawaban calon paman nya itu terkekeh, pangeran kedua menatap kesal Nuning.
"Kenapa bocah kecil kau dari tadi menertawakan ku terus? aku juga tidak ingin melakukan ini... ini ide konyol pengawal pribadi Kaisar Cheng Bowen, yang menyuruh aku menyamar jadi wanita perkasa seperti ini" ucap kesal pangeran kedua Cheng.
"Aduh.... paman lebih baik kau segera berganti, agar kau tidak di tertawakan para pelayan disini. lihat mereka semua menahan tawanya, aduh... kau ini ada-ada saja" ucap Nuning. dia sambil mengelus Je, Je yang di gendong Nuning pun mengangguk mengiyakan ucapan tuan nya.
"Eh... hewan apa itu?" tanya pangeran kedua Cheng.
"Kera" jawab Nuning. Pangeran kedua Cheng memiringkan kepalanya, dia menatap Nuning.
"Kok kera seperti itu?" tanya binggung Pangeran kedua Cheng. Nuning mendengus mendengar pertanyaan itu, sedangkan Je pun mengangguk. dia di jadikan bahan percobaan, kemaren Ji sekarang Je, lengkap sudah para kera itu penderitaan nya.
"Aku sedang bereksperimen, aku ingin membuat hewan-hewan ku terlihat mengemaskan.... lihat dia itu kera, tapi jadi lucukan?" ucap Nuning. Pangeran kedua Cheng pun mengangguk, dia tak menyangka calon keponakan nya itu pintar melakukan. sesuatu yang mustahil bagi para tabib atau orang-orang di kekaisaran nya, mereka yang memiliki kekuatan. pun tidak akan bisa melakukan itu.
"Hei.... nanti saja bahan kera-kera itu, kalian berempat harus bertanggung jawab. tumbuhkan lagi pohon buah Peach kesukaan nenek, jangan coba-coba untuk berpura-pura lupa kalian dengan kehancuran dapur istana" ucap ketus ibu suri Ning. Nuning yang sengaja untuk mengulur waktu pun langsung cemberut, Ang Bei hanya menunduk menahan tawa. dia juga diam karena ingin neneknya lupa, tapi sayang nenek nya mengingat kembali.
"Nenek bagaimana nanti Kaisar Cheng Bowen yang akan mengganti semua kerugian ini? kan beliau yang mengajak Ang Bei untuk mengadu kekuatan, Ang Bei kan hanya mengikuti tantangan beliau.... Tidak baik seorang tuan rumah menolak keinginan tamunya" ucap Ang Bei. Kaisar Cheng Bowen yang mendengar ucapan Ang Bei hanya bisa mendengus dalam hati, dia menatap Permaisuri Ai Ning. tapi Permaisuri Ai Ning malah tersenyum mengejek.
"Ibu dan anak ini menyebalkan... untung aku sudah cinta kalau masih di tahan suka sudah ku telan mereka berdua" gumam hati Kaisar Cheng Bowen.
"Oh... benarkah? baik kalau gitu Kaisar Cheng Bowen anda harus mengganti semua kerusakan dapur istana.... dan tidak lupa pohon buah peach kesukaan ku, anda tahu bukan? kekaisaran Ning ini sedang kekurangan koin... jadi aku sebagai ibu dari para rakyat Ning, tidak akan menolak semua itu" jawab santai ibu suri Ning. Kaisar Cheng Bowen dan Pangeran kedua Cheng melongo mendengar kata kekurangan koin, apa wanita tua ini berjanda.
"Hahaha.... ibu para rakyat kekaisaran Ning ini benar-benar luar biasa, Zhen tidak tahu kalau kekaisaran mewah ini.... sedangkan kekurangan koin" ucap kesal Kaisar Cheng Bowen. Permaisuri Ai Ning dan Nuning terkekeh geli saat mendengar ucapan ibu suri Ning, sedangkan Ang Bei membusungkan dada tanda bangga kepada nenek tercinta nya itu.
"Yuhu...... wanita cantik dan jelita ini kembali...
BERSAMBUNG.....
Mending tidur saja, daripada melakukan hal yang sia-sia.