JANGAN DIBACA! Revisi total
***
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
So Happy Reading
.
.
.
Gara sampai di mansion mertua-nya,
ia menggerutu dalam hati. Apa istimewa nya si setan itu? Dan juga, mengapa istri-nya begitu menghawatirkan si setan itu yang jelas-jelas sudah menyandang gelar mahasiswa. Ingat Mahasiswa! bukan anak TK yang perlu di kasihani karena jauh dari keluarga-nya.
Ia berdiri dengan bersedekap. Astaga, hal pertama yang ingin Gara lakukan adalah menarik istri-nya menjauh dari Nathan!
Apa yang mereka lakukan? Tertidur di depan televisi dengan letak kepala Rhea di paha Nathan, yang membuat sisi posesif Gara Muncul.
Ia mendekati kedua-nya dan langsung menggendong Rhea.
Nathan yang tak merasakan beban pada paha-nya pun bangun, ia mendengkus melihat Rhea yang berada di gendongan Gara.
"Heh mau di kemanain calon istri gue?"
Gara mengabaikan kalimat kurang ajar yang keluar dari mulut Nathan. Dari pada nanti istri-nya terbangun karena ia menghabisi sahabat-nya, lebih baik ia membawa ke kamar dan tidur.
Gara membuka pintu kamar Rhea dengan kaki-nya. berjalan dan Merebahkan tubuh Ringan itu dikasur Rhea dulu, ia menatap istri-nya dan ia ikut merebahkan diri-nya di samping Rhea. mengelus lembut pipi istrinya dan mengecup kening-nya lamat lalu ia ikut memejamkan mata-nya dengan memeluk pinggang Rhea posesif.
.
.
.
.
Sementara di tempat lain, Terlihat tiga remaja tengah menjadi pusat perhatian di cafe Matahari.
Karena Tampan? Bukan, suara mereka yang membahana membuat mereka menjadi pusat perhatian.
"Gue ngakak sumpah, keliatan banget si Gaga takut liat demit" Rian terbahak mengingat teriakan Arga tadi. Mereka diam-diam meninggalkan Arga sendiri saat kompak melihat penampakan mbak cantik di dapur markas Antranos.
Ayolah, Rian ini salah satu sohib Cakra.
Sama-sama pejuang cewek bohay terus ditinggalin! Kalian mau jadi salah satu cewek mereka?
kalo Aku sih mundur alon alon....
"Itu beneran demit woy, entar dia ganggu gue lagi gimana" Cakra takut-takut. Ngebaperin banyak cewek gak takut si cewe sakit hati. Liat demit langsung ngacir. Ampun dah!
"Kira-kira siapa ya mbak demit-nya? Jangan-jangan bener kata Gaga kalo demitnya itu Caca versi cewek?"
Byurrrr
Minuman yang hampir di teguk Cakra pun tersembur ke wajah Adnan.
" Geblek, mana ada gue versi cewe jelek gitu!"
"Ambyar" Adnan mengelap wajahnya dan melotot pada Cakra "Lo kan emang jelek, pake banget lagi!' sewot Adnan
"Sembarangan lo kalo ngomong" Cakra mendengus tak terima. Kembaran-nya Vachirawit Chivaare kok di bilang jelek. Cakra mode Halu on!
"Em, selamat siang menjelang sore semua-nya, saya disini ingin menghibur anda sekalian" sapa gadis pucat berjilbab seraya menipiskan senyum-nya.
Kayak kenal dah- batin Cakra yang nampak familiar dengan gadis itu
"Siapa tuh Nan?" tanya Cakra kepada Adnan yang hanya mengidikan bahu, tapi mata-nya terfokus pada gadis itu yang tengah duduk menunduk di kursi dengan memetik senar gitar-nya.
banyak yang mengacuhkan kehadiran gads tersebut.
Mencintai dalam sepi
Dan rasa sabar mana lagi
Yang harus kupendam dalam mengagumi dirimu
Melihatmu genggam tangannya
Nyaman didalam pelukannya
Yang mampu membuatku tersadar dan sedikit menepi
Kau yang pernah Singgah disini
Dan cerita yang dulu engkau ingatkan kembali
Tak mampu aku tuk mengenang lagi
Biarlah kenangan kita pupus di hati
Tak ada waktu kembali
Untuk mengulang lagi
Mengenang dirimu di awal dulu
Ku tahu dirimu dulu
Hanya meluangkan waktu
Sekedar melepas kisah sedihmu
Gadis itu yang semula menundukan pandangan-nya
pun mengangkat wajahnya dan matanya memandang sekilas ke arah meja Cakra dkk.
Mencintai dalam sepi
Dan rasa sabar mana lagi
Yang harus ku pendam dalam mengagumi dirimu
Melihatmu genggam tangannya
Nyaman didalam pelukannya
Yang mampu membuatku tersadar dan sedikit menepi
Tak ada waktu kembali
Untuk mengulang lagi
Mengenang dirimu di awal dulu
Ku tahu dirimu dulu
Hanya meluangkan waktu
Sekedar melepas kisah sedihmu
Mencintai dalam sepi
Dan rasa sabar mana lagi
Yang harus kupendam dalam mengagumi dirimu.. ooo..
Melihatmu genggam tangannya
Nyaman didalam pelukannya
Yang mampu membuatku tersadar dan sedikit menepi
Mencintai dalam sepi
Dan rasa sabar mana lagi
Yang harus kupendam dalam mengagumi dirimu..
ooo Melihatmu genggam tangannya
Nyaman didalam pelukannya
Yang mampu membuatku tersadar dan sedikit menepi
tersadar dan sedikit menepi
tersadar dan sedikit menepi~
"Gila lagu apaan nih? Cantik-cantik sad girl" Rian menjulurkan jari-nya ke kepala Cakra dan langsung menjitak jidat Cakra keras" muji apa ngehina lo?" dengus Rian
Prok prok prok
"Gue walau gak tau itu lagu apaan, tapi keren sih suara-nya ajib."
"Kita Request deh"
Tumben ni anak diem? apa keinget Liora? hubungan mereka serius gak sih? Cakra membatin melihat keterdiaman Adnan membuat ia bingung.
"Neng request satu lagi dong" ucap Rian dengan sedikit berteriak, karena jarak yang lumayan jauh.
Gadis itu menoleh dan sedikit gugup saat pandangan-nya bertemu dengan Adnan
"R-request apa ya kak?"
"Kenalin nama dulu lah biar akrab, siapa tau jadian eak"
"Ehm nama saya Citra" kata Gadis itu dengan menunduk kala tatapan Adnan semakin intens menatapnya.
"Kan dia yang nabrak lo kemarin Nan, perasaan dia bilang anggun deh bukan Citra" bisik Cakra kepada Adnan yang posisinya duduk di samping kiri-nya.
Flasback
Citra tengah berlari kala dua orang preman mengejar-nya. Ia terengah-engah dan segera memasuki sebuah mini market yang membuat-nya menghembuskan napas lega kala menengok kebelakang dan dua preman tadi langsung pergi meninggalkan-nya.
"Alhamdulillah ya Allah, hamba selamat. Bisa-bisanya itu preman ngejar terus sih" gumam Citra dengan sedikit menunduk merapihkan jilbab dan baju-nya yang sedikit tersingkap karena lari tadi.
Brugg
"Aduh" Citra mengaduh kesakitan kala kepala-nya terantuk benda keras, oh bukan! Melainkan tubuh seseorang.
"Maaf mas, saya gak sengaja. Permisi" pria yang di tabrak-nya pun mencekal lengan Citra saat gadis itu hendak pergi.
"Astagfirullah" Citra langsung menghempaskan tangan pria tersebut yang membuat pria tadi tersentak.
"Apa sih lo pake nyebut, dikira gue setan apa?" kata pria itu sewot, ia merasa tersinggung saat gadis itu yang beristigfar seakan diri-nya itu hantu.
"Bukan mas aduh, sekali lagi saya minta maaf. saya permisi"
"Kalo ngomong sama orang itu liat orang-nya! lo liat apa sih di bawah? Duit?" kata pria itu mengejek
Citra yang merasa pria dihadapan-nya ini meledeknya pun mengangkat wajahnya dan mata-nya seketika membulat.
"ADNAN?" Adnan mengerutkan kening-nya, gadis di depannya ini mengenal-nya? Bahkan sampai teriak seperti itu.
Oh gue tau, palingan dia pengaggum rahasia gue- batin Adnan dengan bangga
"Lo kenal gue?" tanya Adnan
"E-eh bukan, saya salah orang, permisi" Citra langsung memutar tubuh-nya
Untuk kabur, tepat sekali. Pada saat itu Cakra muncul dari arah depan yang otomatis membuat Citra tak bisa lewat.
"Nan, gue udah beli ****** noh, lo mau beli be...eh Siapa nih Nan? Selera lo sekarang yang kek gini? ukhti-ukhti imut?" Cakra menatap jahil kepada Adnan dengan raut menyebalkan-nya.
"Permisi saya mau lewat" Citra berusaha untuk tak gelisah, ia resah bertemu dua anggota inti Antranos yang rumor-nya memiliki sifat menyeramkan dan playboy tingkat akut.
"Nama lo siapa?" tanya Adnan
"Anggun" sahut-nya singkat dan langsung pergi meninggalkan mini market itu.
Sialnya, ia masuk ke mini market untuk kabur dari orang yang ingin merampok-nya, ia malah bertemu dengan dua orang inti anggota Antranos yang terkenal playboy seantero Taruna Bangsa pun tau!
kecuali Citra, yang gadis itu tahu di sekolah hanya materi-materi dan Adnan. Ia Adnan, si tukang php! Entah apa yang ia tahu dari si ogeb Adnan.
Flascback off
.
.
.
TBC
.
.
.
typo"""
jangan lupa makan..
terimakasih...