Amanda, wanita tangguh yang "terjebak" oleh bakti. Di usianya yang sudah sangat matang, ia menutup rapat pintu hatinya. Takut suaminya nanti tidak sanggup menerima paket lengkap kehidupannya yang rumit. Ayahnya yang renta dan adiknya yang istimewa.
Dirga Wijaya, seorang pria kaya merupakan ayah dari mantan muridnya. Berlidah tajam, seringkali melontarkan kritik yang menyinggung perasaan, membuat keduanya kerap terlibat perdebatan.
Saat kehidupan tenang Amanda terusik oleh kemunculan kembali mantan kekasihnya yang obsesif dan mulai melakukan tindakan kriminal, Dirga Wijaya menawarkan pernikahan kontrak.
Dirga mendapatkan status "menikah" demi putrinya, sementara Amanda mendapatkan perlindungan bagi ayah serta adiknya.
Di bawah atap yang sama, Akankah pernikahan itu terus berlanjut, atau terputus ketika masa kontrak berakhir?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
.
Seminggu kemudian di rumah Dirga.
Sejak pagi tadi, dan sampai saat ini menjelang malam, seisi penghuni di rumah Dirga tampak begitu sibuk.
Malam ini keluarga Iskandar akan datang untuk melamar Putri. Karena itu Amanda ingin menyiapkan semuanya sesempurna mungkin, tak ingin ada celah-celah yang akan membuat keluarga calon mertua Putri merasa tidak puas.
Dirga merasa hatinya begitu berat mengingat sebentar lagi putrinya bukan lagi miliknya seorang. Namun, pria itu berusaha untuk terlihat biasa saja. Apalagi dia tahu laki-laki yang akan meminang putrinya adalah seorang pemuda yang baik.
Dia berharap Ega bisa membahagiakan putrinya setelah dia pergi nanti. Dirga menerima Ega bukan semata-mata karena Ega adalah putra Jameela. Bukan juga karena harta kekayaan keluarga Iskandar. Hartanya sendiri sudah berlimpah, jadi kekayaan keluarga Iskandar sama sekali tidak membuatnya silau. Tetapi lebih karena Dirga melihat Ega sebagai pria yang baik.
*
Malam yang ditunggu tiba. Keluarga Iskandar datang. Hanya keluarga inti saja. Karena ini baru lamaran. Hanya ada Tuan besar dan Nyonya Iskandar. Jameela dan Toni selalu orang tua Ega, dan Agam Iskandar beserta keluarganya yang tampaknya sengaja pulang dari Jerman demi acara lamaran tersebut.
“Daddy…” Dirga memeluk mantan mertuanya. “Bagaimana kabar Daddy?” Meskipun sudah menjadi mantan, Dirga tetap memanggil Tuan Aska Iskandar dengan sebutan yang dulu pernah tersemat.
“Seperti yang kau lihat, Daddy sudah keriput. Dan jalan Daddy sudah bungkuk.” Kelakar Tuan Iskandar membuat semua yang hadir tertawa.
“Tapi kelihatannya Daddy malah lebih muda dariku.” Dirga menyambut gurauan mantan ayah mertuanya. Memang tampak olehnya, rambut Tuan Iskandar telah memutih seluruhnya, tubuh pria tua itu juga tak lagi segagah saat dia masih berstatus sebagai menantunya.
“Apa ini? Kenapa Mommy lihat ada warna putih di atas kepalamu?” gurau nyonya Monica sambil menyentuh pucuk kepala Dirga saat pria itu mencium punggung tangannya.
Amanda yang ikut menyambut tamu kehormatan itu juga bersalaman dengan Jameela dan Nyonya Monica.
"Selamat datang, Nyonya," ucap Amanda lalu mencium punggung tangan Nyonya Monica seperti yang dilakukan oleh Dirga.
"Heh… kamu memanggilku Nyonya? Apa aku ini orang asing?" bentak Nyonya Monica dengan wajahnya yang dibuat seram.
Amanda menelan ludahnya tak mengerti. Perlahan matanya melirik ke arah Dirga. Apakah ada yang salah dengan ucapannya? Begitu juga dengan pak Hendra yang berdiri tak jauh dari mereka menunggu giliran bersalaman. Pria tua itu merasa apakah keluarga calon mertua Putri tidak menyukai Amanda?
"Mommy membuat istriku ketakutan," sahut Dirga melingkarkan tangan di pinggang Amanda.
Nyonya Monica mencibir dengan aksi Dirga yang sok pamer kemesraan.
"Panggil aku Mommy, sama seperti Mila dan Dirga memanggilku! Baru aku akan memaafkanmu!" ucap nyonya Monica seraya memalingkan muka sambil melipat dia tangan di depan dada. Dagunya terangkat tinggi bersikap sok angkuh. Padahal punggungnya yang juga mulai bungkuk tidak bisa berbohong.
Amanda masih bingung tapi sesaat kemudian ia terbelalak saat sudah mengerti apa maksud Nyonya Monica. Ia menoleh ke arah Dirga dan melihat duda gila yang kini telah menjadi suaminya itu tersenyum sambil mengangguk.
Amanda kembali mendekat ke arah Nyonya Monica. "Mommy?" panggilnya sedikit ragu. Dan… wanita itu begitu terkejut saat serta merta Nyonya Monica menariknya ke dalam pelukan.
Ada rasa sesak di hati Dirga. Hubungan dengan keluarga mertuanya justru terjaga lebih akrab setelah dia dan Jameela tak lagi punya ikatan. Dulu dia yang terlalu acuh. Dia yang tak berusaha untuk mendekatkan diri dengan keluarga mertuanya.
Dia yang selalu berpikir bahwa harta adalah di atas segalanya. Dia hanya selalu sibuk mengejar harta, hingga terlupa dengan hubungan keluarga yang harmonis adalah kebahagiaan yang sesungguhnya.
Dulu Dia mengira kedua mertuanya tidak terlalu menyukainya karena kekayaan yang mereka miliki tidak sejajar. Tanpa dia sadari bahwa sebenarnya sikapnya lah yang membuat dia tidak disukai.
Dia baru menyadari itu setelah Jameela menikah dengan Agung. Keduanya begitu menyayangi Agung meskipun Agung hanya seorang anak satpam.
Hubungan baik antara dia dan keluarga besar Tuan Iskandar, baru berubah menjadi lebih baik setelah dia menikah dengan Susi, dan almarhum istrinya itu melahirkan Putri. Susi lah yang mendekatkan mereka kembali.
***
“Kami sekeluarga datang ke sini, untuk menyampaikan niat baik. Kami datang untuk melamar Putri Anda, bagi Putra kami.” Toni menyampaikan niat mereka.
“Saya selaku Ayah Putri, menerima niat baik keluarga Iskandar. Apalagi mereka berdua memang saling mencintai.” Dirga menjawab setelah mengambil nafas dalam. Tidak perlu baginya bertanya apakah Putri menerima atau tidak. Karena mereka semua yang ada di sana juga sudah tahu jawabannya.
“Akhirnya kita akan kembali menjadi keluarga, meski statusnya berbeda,” ucap Tuan Besar Iskandar.
Dirga mengangguk mengiyakan. Jalinan ikatan yang aneh menurut pikiran nya. Dulu dia pernah menjadi menantu keluarga Iskandar. Lalu ikatan itu terputus karena kesalahannya sendiri. Dan sekarang mereka kembali menjadi keluarga dengan status berbeda. Jameela yang dulu pernah menjadi istrinya, sebentar lagi akan menjadi besannya.
Dirga menertawakan takdirnya yang terasa lucu. Mungkin kalau perjalanan hidupnya diangkat menjadi kisah novel akan cukup membuat orang bingung.
ko ga ada kelanjutannya ..
gantung....