Jeslin seorang wanita cantik dan baik hati,harus mengorbankan Cita - cita nya untuk menjadi seorang pelukis setelah menyelesaikan kuliah S1 nya.
Iya harus turun kedunia bisnis demi keinginan sang Ayah,karena ia adalah putri satu - satu nya.
Suatu hari,Perusahaan Ayah nya menjalin Kontrak Bisnis dengan sebuah perusahaan seorang pria yang sangat ia kenal.
Pria yang bernama Max,yang selalu membuat nya kesal dengan panggilan gadis jutex akhir nya berhasil membuat nya merasakan jatuh Cinta,tapi siapa sangka,setelah ia sudah menaruh hati nya pada Max,pria itu tiba - tiba berubah karena sebuah alasan.
Akan kah Max dan Jeslin dipersatukan di sebuah pernikahan.Yuk Disimak Kisah perjalanan Jeslin dan Max.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33 - Menginginkan
Keesokan hari nya.
Di kantor Max ia sedang menatap Ponsel nya,tiba - tiba ia teringat pada Jeslin.
Ia pun tersenyum sembari mengingat ia telah mengatakan menyukai Jeslin.
Bu Elis yang datang membawa kan makan siang untuk putra nya tanpa memberi tahu Max masuk dan melihat putra nya sedang melamun,Max senyum - senyum sendiri sampai tidak menyadari kehadiran Ibu nya di dalam ruangan nya.
"Max." Panggil Bu Elis sekali, namun tidak membuat Putra nya tersadar.
"Max." Panggil Lagi Bu Elis dengan menambah volume suara nya sedikit berteriak.
Panggilan kedua Bu Elis pun akhir nya membuat Putra nya yang asik melamun tersadar dan membuat Bu Elis tersenyum mengeleng - gelengkan kepala.
"Mama,Mama datang,ayo duduk Ma." Kata Max yang kaget.
"Kau sedang melamuni Apa nak?,Kau sudah seperti orang yang sedang jatuh Cinta saja. Mama datang saja kamu tidak tahu." Kata Bu Elis.
"Apa Mama akan segera mempunyai Menantu?." Tanya Bu Elis antusias dengan posisi masih berdiri dan menaruh makan siang putra nya di atas meja.
"Tidak Ma,aku hanya membayangkan yang lucu - lucu saja." Jawab Max tersipu malu dan membuang rasa Gugup nya.
Bu Elis pun menghela nafas mendengar jawaban putra nya dan ia duduk di kursi di depan meja kerja Max.
"Bukan itu jawaban yang ingin Mama dengan Max,Kapan kamu akan mengenalkan Kekasihmu pada Mama,ingat ya Nak,Jika kamu masih belum punya pacar,maka mama akan segera mencari kan jodoh untuk mu." Kata Bu Elis.
"Mama sudah lelah menunggu." Lanjut Bu Elis.
"Iya Ma,Aku akan segera mengenal kan nya pada Mama." Jawab Max
"Secepatnya." Lanjut Max lagi dan berdiri mendekati Ibu nya dan membuka rantang makanan yang di bawa kan ibu nya.
"Bagus lah,mama senang mendengar nya. Ayo makan makanan mu,mama yang memasak nya untuk mu,nanti kalau sudah punya istri,Istri mu yang akan memasak untuk mu." Kata Bu Elis
Max pun tersenyum mendengar jawaban Ibu nya dan menikmati makan siang di temani Bu Elis.
Menjelang Malam.
perkantoran Jeslin sudah sepi karena sudah pada berpulangan.
Sementara Jeslin dan beberapa orang lain nya masih lembur,karena ada kerjaan yang harus di selesai kan hari ini.
Saat akan pulang dari kantor,Jeslin akan ke parkiran dan menuju ke mobil nya.
Namun sebuah Mobil menghadangnya dan membuat Jeslin terkejut.
Jeslin melihat sekitaran terlihat Sepi dan tak melihat siapa pun,satpam yang biasa berjaga pun tidak terlihat dan membuat Jeslin semakin panik.
Jeslin pun berfikir untuk melarikan diri,karena takut orang di dalam adalah orang jahat,belum sempat Jeslin melangkah pergi,Beberapa orang keluar dari mobil dengan berpakaian hitam, berkaca mata Hitam dan bertubuh kekar.
2 Orang Pria lansung menarik dan memaksa Jeslin untuk masuk ke dalam Mobil.
Jeslin memberontak,tapi pemberontakan nya terbuang percuma,karena Ia hanya seorang wanita yang kalah tenaga dengan pria - pria kekar itu.
"Lepaskan,kalian mau apa." Teriak Jeslin namun tak mendapatkan jawaban apa pun dari mereka.kedua tangan Jeslin di ikat dan mata nya di tutup dan hanya mulut nya yang tidak di tutup dan membuat Jeslin sesekali berteriak keras. namun teriakan nya lagi - lagi terbuang percuma karena tidak di hirau kan mereka.
"Siapa yang sudah menyuruh mereka?." Gumam Jeslin ketakutan.
.
.
.
.
.
Bersambung