NovelToon NovelToon
Transmigrasi Alea : Kehidupan Kedua Sang Ratu Mafia

Transmigrasi Alea : Kehidupan Kedua Sang Ratu Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita perkasa / Reinkarnasi / Roman-Angst Mafia
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rs_31

Akibat sebuah kecelakaan, Alea—Ratu Mafia yang ditakuti dunia bawah—bertransmigrasi ke dalam tubuh seorang siswi SMA yang cupu, norak, dan selalu menjadi sasaran perundungan.
Lebih buruk lagi, gadis itu bukan hanya dibenci di sekolah, tetapi juga ditolak oleh keluarganya sendiri. Penampilan lusuh dan tingkahnya yang dianggap memalukan membuatnya hidup tanpa suara, tanpa pembelaan.
Kini, jiwa dingin dan berbahaya milik Alea menempati tubuh yang selama ini diremehkan semua orang.
Sekolah yang dulu penuh ejekan mulai terasa tidak aman.
Keluarga yang dahulu membuangnya perlahan menghadapi perubahan yang tak bisa mereka kendalikan.
Akankah mereka menyesal telah membenci Alea?
Ataukah justru Alea yang tak lagi peduli untuk memaafkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rs_31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

akal licik Derren

Ara terus menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi.

Lampu motor itu menyorot jalanan di depannya yang gelap dan berkelok. Angin malam menerpa tubuhnya saat motor itu melaju kencang menuruni lintasan gunung.

Namun beberapa meter sebelum mencapai motor dan orang yang tergeletak di tengah jalan itu, Ara langsung mengambil keputusan cepat.

Tanpa ragu dia memiringkan motornya dengan sangat tajam.

Ban motor itu berdecit keras saat bergesekan dengan aspal.

Ara memutar setang dengan cepat untuk menghindari orang yang terbaring di jalur balapan tersebut.

Motor yang dia kendarai hampir saja kehilangan keseimbangan.

Ban belakangnya sempat sedikit tergelincir.

Tubuh Ara ikut condong mengikuti arah motor yang hampir jatuh itu.

Beberapa penonton yang melihat dari kejauhan langsung menahan napas.

Namun dengan refleks yang cepat, Ara berhasil menstabilkan kembali motornya.

Motor itu kembali tegak dan melaju melewati tikungan maut tersebut.

"Gila! Queen hampir menabrak orang tadi!" teriak salah satu penonton dengan kaget.

"Kalau dia telat sepersekian detik saja, gue yakin dia pasti sudah jatuh!" timpal penonton lain.

Beberapa orang bahkan masih terlihat menatap tidak percaya pada aksi Ara barusan.

Manuver yang dia lakukan benar-benar berbahaya.

Sedikit saja salah perhitungan, motor itu bisa saja terpental keluar lintasan.

Sementara itu Ara yang sudah berhasil melewati tikungan tersebut terlihat menggertakkan giginya.

Rahangnya mengeras.Dia benar-benar kesal.Sekarang dia semakin yakin bahwa semua yang terjadi di lintasan malam ini bukanlah kebetulan.

"Itu pasti jebakan," gumam Ara pelan.

Tangannya kembali memutar gas motor lebih dalam.

Suara mesin motor Queen kembali meraung keras di jalanan gunung yang gelap.

"Derren sialan," umpat Ara kesal.

Dia sangat yakin kalau orang yang membuat semua jebakan di lintasan ini adalah Derren.

Karena hanya dia yang memiliki alasan untuk menyingkirkan Ara dari balapan malam ini.

Dan hanya Derren juga yang sangat menginginkan posisi Ketua Black Mamba.

Namun Ara sama sekali tidak berniat mundur.

Sebaliknya, dia justru mempercepat laju motornya.

Lampu motornya kini kembali menyorot motor Derren yang masih melaju di kejauhan.

Ara menyipitkan matanya.

"Mau pakai jebakan sebanyak apa pun gue tetap akan mengejarmu."

Motor Ara kembali meraung di lintasan malam itu.Dan jarak antara dirinya dan Derren kini semakin menipis.

Motor Ara terus meraung membelah udara malam.

Jarak antara dirinya dan motor Derren kini semakin dekat.

Lampu motor Ara sudah terlihat jelas di kaca spion milik Derren.

Derren yang menyadari hal itu langsung mengerutkan keningnya.

"Masih saja dia mengejar?" gumamnya kesal.

Padahal dia sudah menyiapkan begitu banyak jebakan di lintasan malam ini.

Namun Ara tetap bisa melewatinya.

Derren langsung memutar gas motornya lebih dalam.

Suara mesin motornya meraung semakin keras.

Motor itu melesat lebih cepat menuruni jalanan gunung yang berkelok.

Namun beberapa detik kemudian, sesuatu membuat Derren kembali melirik kaca spionnya.

Lampu motor Ara kini sudah semakin dekat.

Bahkan jarak mereka kini hanya beberapa meter saja.

"Sial," geram Derren pelan.

Sementara itu, Ara terus menekan gas motornya.

Angin malam menerpa tubuhnya dengan kencang.

Matanya tetap fokus menatap motor yang berada di depannya.

Derren.

Tidak butuh waktu lama bagi Ara untuk akhirnya menyusulnya.

Motor Ara kini melaju tepat di belakang motor Derren.

Suara mesin kedua motor itu saling bersahutan di lintasan gelap tersebut.

Derren menoleh sedikit ke samping.

Dia bisa melihat motor Ara yang sudah berada sangat dekat.

Sudut bibirnya langsung terangkat membentuk senyum tipis.

"Berani juga kamu," gumamnya.

Beberapa meter di depan mereka, sebuah tikungan tajam kembali menunggu.

Tanpa peringatan, Derren tiba-tiba memotong jalur motor Ara.

Dia sengaja menggeser motornya ke samping untuk menghalangi Ara menyalip.

Motor Ara hampir saja menyenggol bagian belakang motor Derren.

"Sial!" desis Ara.

Dia langsung menarik setang motornya sedikit ke kiri untuk menghindar.

Ban motor itu kembali berdecit keras di atas aspal.

Namun Ara tidak menyerah.

Dia justru kembali memutar gas lebih dalam.

Motor Ara langsung melesat di sisi kiri Derren.

Sekarang kedua motor itu melaju berdampingan.

Para penonton yang berada di sepanjang lintasan langsung bersorak keras melihat pemandangan itu.

"Gilaa! Queen sudah sejajar dengan Derren!"

"Ini duel yang sebenarnya!"

Derren melirik ke arah Ara dengan tatapan tajam.

Ara juga menoleh sekilas ke arahnya.

Meski wajah mereka tertutup helm, aura persaingan di antara keduanya terasa begitu kuat.

Beberapa meter di depan mereka, sebuah tikungan sempit kembali muncul.

Derren langsung tersenyum tipis.

Tanpa ragu, dia sengaja menggeser motornya sedikit ke arah Ara.

Motor mereka hampir saja bersenggolan.

Ara langsung menyadari apa yang Derren lakukan.

Rahangnya mengeras.

"Derren benar-benar mau menjatuhkanku," gumamnya pelan.

Namun bukannya mundur, Ara justru memiringkan motornya lebih tajam.

Motor Ara berhasil masuk ke tikungan itu lebih dulu.

Ban motor Queen mencengkeram aspal dengan kuat saat dia melewati tikungan dengan sangat presisi.

Dalam satu gerakan cepat, Ara berhasil keluar dari tikungan itu lebih cepat dari Derren.

Motor Ara kini berada sedikit di depan.

Derren yang melihat itu langsung membelalakkan matanya.

"Mustahil..." gumamnya.

Namun sebelum dia sempat bereaksi lebih jauh…

Ara kembali memutar gas motornya.

Suara mesin motor Queen meraung keras di lintasan gunung tersebut.

" Menyerahlah Derren lo bukan tandinganku,"

Derren yang mendengar ucapan Ara tersenyum dinis di balik Helm full face nya.

"Hahaha, jangan harap gue menyerah Queen, kita lihat saja siapa yang akan tumbang nanti,"

Ara yang mendengar ucapan Derren langsung terdiam. Dia tahu bagaimana sikap Derren. Kalau dia nekat ada kemungkinan salah satu di antara mereka ada yang menjadi korban.

" Aksi gila apa lagi yang akan dia lakukan?"

♧♧♧♧♧

____ Menurut kalian, aksi licik apa lagi yang akan Derren lakukan? Apakah dia akan menyerah ? Atau justru sebaliknya?______

Guys jangan lupa follow ya supaya nggak ketinggalan episode selanjutnya.

1
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Tinta_Hitam: cus lanjut baca. jangan kupa saran dan keritikannya ya guys
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!