NovelToon NovelToon
ANA - Terlanjur Salah Pilih

ANA - Terlanjur Salah Pilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Cerai / Keluarga / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Selingkuh / Konflik etika
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Frans Lizzie

DISCLAIMER : Ini bukan kisah tentang sweet romance tetapi DARK ROMANCE...
Jadi bersiap-siap menjadi tegang dan gemas

Berawal dari kisah cinta semanis madu, pasangan Aris-Ana menikah. Dengan berjalannya waktu kisah manis cinta mereka berubah menjadi semakin pahit dan mencekam.

Ana dibuat hancur berkeping-keping karena pernikahannya. Semakin hari semakin mencekam dan tidak masuk akal.

Apakah yang harus Ana lakukan? Bertahan dia akan hancur. Berpisah ibu dan anaknya lah yang hancur. Adakah pilihan lain baginya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Frans Lizzie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 - Rencana semakin matang

Enam hari berlalu sejak pertemuan keluarga di rumah Mbak Yati, kakak perempuan Aris. Dan kembali seperti yang sudah-sudah, Aris menghilang tanpa jejak. 

Ghosting…itulah istilah bahasa jaman sekarang.

Bagi Ana yang sudah mendengar sendiri perkataan Aris saat mereka di Tiban, kalau minggu ini adalah minggu yang sibuk, membuatnya jadi tidak overthinking lagi.

Ana yakin Aris benar-benar karyawan yang sangat dibutuhkan oleh hotel. Sampai segala sesuatu mengenai mechanical, electrical juga konstruksi hotel hanya Aris yang kompeten untuk mengurusnya. 

Sesuai juga dengan informasi yang Ana terima dari beberapa karyawan di Hotel Atlantic,kalau banyak dari mereka sudah pernah dibantu oleh Aris secara cuma-cuma saat mereka menemui masalah di bidang mechanical, electrical, juga konstruksi.

Kesimpulannya Aris memang benar-benar sibuk.

Karena itu sekarang Ana lebih santai. 

Kalau Aris ghosting?  

Ya biarkan sajalah. 

Toh hasilnya juga ada. Aris jadi loyal dan mudah mengeluarkan uang untuk hal hal yang mewah. Itu tandanya ia rajin mencari uang.

Ana juga sudah tidak heran kalau tiba-tiba pukul 9 malam di hari Sabtu, pintu kamarnya tiba-tiba diketuk. 

Dan Aris berdiri di depan pintunya. 

Ini bukan pertama kalinya juga, tahu-tahu dia muncul.

“Mas..” 

Aris menoleh untuk memeriksa sebentar di belakangnya. 

Ada 3 orang karyawan hotel mengobrol bersama sambil makan sekantong rambutan. Mereka tampak asyik bersama, jadi kemungkinan mereka tidak menyadari keberadaan Aris yang berdiri di depan kamar Ana.

Merasa cukup aman, Aris menyelinap masuk ke dalam kamar Ana. Menutup pintu dan langsung menguncinya.

Sekarang Aris dan Ana saling berhadapan.

Aris segera menarik Ana dalam pelukan. Lalu ia mengecup dahi dan kedua pipi Ana.

“Aku kangen, Ana,” bisik Aris mesra di telinganya.

DEG!

Jelas pikiran Ana jadi nge-blank.

Ia belum terbiasa bermesraan dengan lawan jenis seperti ini.

Ini pacaran pertama buatnya, tapi hebatnya pacar pertamanya inilah yang bakal segera jadi suaminya.

“Ana kangen juga sama aku tak?”

Ana berusaha keras memaksa otaknya yang nge-freeze untuk berpikir. 

“Iya aku kangen juga,” jawab Ana akhirnya.

Ia juga bingung harus bereaksi apa.

“Aku ke sini untuk mengingatkan bahwa besok kita ke Tiban lagi.”

“Iya, aku ingat. Orang tua Mas Aris sudah datang kan?”

“Sudah. Besok jam 10.30 kita berangkat. Aku sekalian mau traktir semua makan enak bareng-bareng. Biar kita semua semakin akrab.”

Ana tertegun sejenak. “Oke.”

Ya, apalagi yang harus ia katakan kan, karena semua sudah diatur oleh Aris.

“Sudah ya. Aku cuma mau mengingatkan. Aku harus balik hotel lagi.” 

Aris melihat jam tangannya.

“Oh, masih masuk kerja lagi?” tanya Ana kaget.

“Ada masalah di boiler laundry. Gawat jika macet. Kebutuhan sheet besok untuk kamar-kamar bisa terganggu.”

Wah, Mas Aris sibuk sekali!

Masih termangu-mangu karena tidak tahu harus mengatakan apa, tiba-tiba Ana merasakan bibirnya sudah dilumat lagi oleh Aris.

DEG!

Tindakan spontan Aris kini sering mengejutkan sekaligus mendebarkan bagi Ana.

Walau bukan yang pertama kalinya tetapi masih selalu berhasil membuat tubuhnya meleleh bagaikan ice cream cone yang dibiarkan terlalu lama.

“Sampai ketemu besok jam  10.30,” bisik Aris lagi telinga Ana.

Brrr….

Ana bergidik dengan sentuhan Aris.

Aris membuka pintu dan melangkah keluar.

                     __________________

Hari Minggu pukul 11.00,  Ana sedang bertemu dengan calon mertuanya di rumah Mbak Yati, Bapak dan Ibu Jayanto.

Mereka saling memperkenalkan diri, menjelaskan secara singkat siapa mereka semua dalam kehidupan mereka.

Pak Jayanto adalah seorang pensiunan polisi, sedang ibunya buka usaha catering. 

Setelah itu ganti Ana yang diminta untuk menceritakan tentang latar belakang keluarganya.

Dengan berterus terang Ana bercerita tentang kedua orang tuanya yang sudah bercerai sejak Ana masih SD. Ana juga bercerita jika ia dan ayah kandungnya sudah sangat lama tidak bertukar kabar.

Mendengar itu Pak Jayanto meminta alamat, telepon atau apapun tentang kedua orang tua Ana. Memang hanya alamat dan no telepon mamanya lah, yang bisa Ana berikan dengan pasti dan jelas. Sedang alamat ayahnya, Ana hanya bisa memberikan alamat terakhir yang dia ketahui sekitar 3 tahun lalu.

“Kami harus meminta ijin baik-baik kepada orang tuamu, Ana,” jelas Bu Jayanto lembut. “Karena Aris, anak kami akan mempersuntingmu. Begitulah adab yang benar.”

Ana merasa sangat dihargai oleh ucapan calon ibu mertuanya.

“Tetapi Ana tidak yakin dengan alamat papa,” ujar Ana sambil menekan rasa malu atas ketidak idealan keluarga nya. “Sudah tiga tahun saya dan papa tidak saling memberi kabar. Entah, apakah papa masih tinggal di alamat itu atau tidak, Ana tidak tahu.”

“Mudah itu, Nak. Aku sudah biasa untuk melacak orang-orang yang hilang. Pasti ketemu itu papa Ana.” Pak Jayanto tersenyum lebar di wajahnya yang mulai keriput.

“Betul itu,” sambung Ibundanya Aris. “Serahkan saja itu sama Bapakmu, Ana. Malah senang dia bisa lacak orang hilang lagi. Hitung-hitung nostalgia buat dia untuk mengenang pekerjaannya dulu sebagai polisi aktif.”

Ana mengangguk sopan.

Bersamaan dengan itu terdengar suara kaki-kaki menuruni tangga. Zaki dan Bian muncul disusul dengan Mbak Yati.

“Ibuk, Bapak kok belum siap-siap. Mau diajak makan seafood di luar bareng mantu lho.”

Bu Jayanto menepuk dahinya. “Wooo, iya keasyikan ngobrol sama mantuku sing ayu Iki lho. Jadi lupa waktu. Ayok, Pak.”

Ana jadi tersenyum gugup. “Sebetulnya kami baru saja mulai pacaran belum ada satu bulan, Bapak-Ibu. Apakah tidak terlalu cepat untuk segera menikah?”

Yati yang mendengar kata-kata Ana sigap menanggapi, “Tumben lho Pak, Buk, Aris seyakin ini njaluk nikah. Biasane kan mbulet wae.”

Bu Jayanto menjawab, “Lha jelaslah, Nak Ana ini ayuu tenan. Aris ya jelas klepek-klepek.”

Aris ikut menyambung, “Ya, menurut Aris, Pak, Buk dan Mbak kalau memang sudah yakin menemukan yang terbaik dan sudah nyaman, ya buat apa ditunda lama-lama? Lebih cepat lebih baik.”

Mbak Yati menyambung lagi, “Aku setuju itu. Malah bahaya nanti kalau dibiarkan lama pacaran.”

Bu Jayanto mengganguk setuju.

“Ya, ya, sepulang kami dari sini, kami akan datangi orang tua Ana masing-masing untuk meminta baik-baik.”

“Ayok, Bapak, ganti baju dulu. Mau diajak makan enak sama Aris dan mantu.”

                   __________________

Sekali lagi Ana makan hidangan yang sangat mewah dan lezat, kali bersama dengan keluarga Aris.

Dan sekali lagi bagi Ana, makan-makan enak memang bukan pertama kalinya dalam hidup Ana. Tetapi makan enak setelah sebelumnya sang kekasih sendiri yang menyodorkan menu agar Ana memilih sendiri sesuai yang ia inginkan, itu jelas beda.

Ia merasa sangat disayang, dihargai dan dilindungi. 

Sesuatu yang tidak pernah ia dapatkan dari siapapun sejak ia lahir di bumi ini.

Maka ketika Ana pamit sebentar untuk pergi ke toilet, saat keluar dari toilet dan menemukan Aris sudah menunggunya, Ana tidak berpikir panjang untuk menyetujui saran Aris.

“Eh, Mas Aris kok di sini,” seru Ana agak kaget. 

Aris sudah berdiri di depan yg toilet untuk wanita.

“Ada apa, Mas?”

“Begini.., ” jawab Aris dengan suara pelan. “Saat Ana ke toilet. Bapak, Ibuk dan Mbak menanyakan keseriusan aku pada kamu. Tentu saja aku menjawab kalau aku serius. Karena itu mereka akan segera bergerak cepat untuk menyusun segalanya.”

“Oke,” jawab Ana sambil menunggu kelanjutannya. Sebab soal ini, ia sudah tahu karena ini memang keinginan teguh hati Aris.

“Nanti kalau mereka atur dan menikahkan kita di KUA, Ana setuju saja ya.”

“Oh, ga masalah ya menikah beda agama di KUA?” tanya Ana memastikan. 

Setahu Ana di agama Katolik, menikah beda agama diperbolehkan. Jadi mungkin saja kan, agama lain juga boleh.

“Sudahlah, yang penting kita bisa menikah, iya kan? Agak susah membuat orang seumuran bapak ibuk mengerti soal begini. Bakal bertele-tele urusannya nanti. Udah Ana setujui saja. Menikah di mana pun, asal sudah menghadap Allah berarti sudah sah, nggak buat dosa lagi. Biar cepat beres. Selanjutnya kan kita juga yang menjalani, bapak ibuk juga balik ke kampung.”

Iya benar juga, pikir Ana. Ngapain ribet mikirin masalah begitu. Lagian, mau kemana lagi cari pria idaman kayak Aris begini? 

“Oke,” jawab Ana.

Soal lain, pikir belakangan. Yang penting maju dulu. Begitulah keputusan Ana.

1
strawberry 27
Yudi kepingin Ana jadi langsing lagi e malah di kasih donat wkwkwk
strawberry 27
Ana beruntung punya kk ipar spt mbak Yati yg baik hati , biasanya kk ipar perempuan rata² pd jht
strawberry 27
seharusnya Ana jujur saja soal Aris tidak ngasih nafkah setahunan ini ke mbak Yati, bukan mau mempermalukan atau merendah kan Aris tapi kenyataan seperti itu, soal nanti mbak Yati menyanggah membela Aris adik nya begini begitu urusan blakang, yg penting Ana sudah jujur katakan apa ada nya ke mbak Yati
strawberry 27
Aris mulai kelihatan sifat asli nya, yg sabar ya Ana
Frans Lizzie
sendirian lagi. Makanya para lansia harus jaga kondisi agar tetap fit dan lincah di masa tua💪
strawberry 27
Jadi penasaran kisah selanjutnya Ana & Aris bgmn, mama Sherly pulang ke Jogja nya bgmn ya sendiri an lagi atau ada teman nya
strawberry 27
Mario orang baik, knp Ana ngga sama Mario saja
strawberry 27: sebetulnya masih ada waktu, hanya pihak Aris pasti marah besar, dan misal itu terjadi, Ana jadi tau bgmn sifat Aris yg sesungguhnya sebelum menikah, sebetulnya tanda dari Dita pun tidak Ana abaikan
total 2 replies
strawberry 27
lanjut author,seru nich
strawberry 27
makin lama makin penasaran gue🤭
strawberry 27
Apa maksud Aris ya, merasa bangga bisa menaklukkan Ana gitu dan bikin heboh kawan² nya
strawberry 27
Cerita Ana & Aris selalu ku nanti² kan lho kak , selalu bikin penasaran, Aris yg kliatan baik tapi pelit hahahaha
strawberry 27: pelit buat beli kaos oblong satu atau dua biji hihihi
total 2 replies
strawberry 27
Aris bisa bayari Ana makan² ,tapi knp nggak beli kaos 1 atau 2 biji buat ganti² hehehe,,,,biar nggak kebauan klo Ana ada di dekat Aris, termasuk pelit ni si Aris 🤭 wkwkwk
Frans Lizzie: perut lebih penting kali buat Aris
total 1 replies
strawberry 27
di tunggu kelanjutannya kak , bikin penasaran
strawberry 27
di tunggu keseruan selanjutnya author
strawberry 27
Klo Aris tidak ada niat buruk ke Ana, dan niat nya tulus nganterin Ana liat² Batam, tidur di rumah Hendra pasti mau, ini Aris sudah pertama ke Tanjung Pinang ,Ana yg bayar i , SPT nya gue tau niat busuk Aris apalagi KLO bukan pingin melancarkan aksi nya di hotel sama Ana
strawberry 27: salah paham sy dgn author nya, maksud sy bukan pertama x Aris ke Tanjung Pinang tapi ,dari awal yg Aris minta duit 200 ribu buat bayar PP itu lho hehehe,,,
total 2 replies
strawberry 27
Wah Aris ada mau nya sama Ana tu, sudah ke Tanjung Pinang minta di bayar i , e Hendra baik banget nawari bermalam di rumah nya di tolak, hati² Ana , si Aris ada niat busuk ke Ana, Aris pasti pingin nginep di hotel berdua an sama Ana, dah gitu x aja Ana yg di suruh bayari hotel bukan itu aja, Aris punya niat buruk ke Ana , Ana hati². sama Aris buaya darat
strawberry 27: iya bikin penasaran aja si Aris mau ngapain ke Ana 🤭🤭
total 3 replies
strawberry 27
waduh si Aris kok pelit ,nggak bayari Ana yg 200 ribu buat ke TP😠
strawberry 27: Aris ternyata cuma pingin menaklukkan Ana doank, habis itu ya sudah
total 4 replies
Frans Lizzie
Terima kasih buat dukungannya.😍😍
strawberry 27
lanjut kak,,,nunggu in nich
strawberry 27
wah ,,Tiur perlu bingit blajar basa Jawa thor biar makin seru KLO ngobrol bareng 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!