NovelToon NovelToon
Pernikahan 1001 Malam

Pernikahan 1001 Malam

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Cerai / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:46.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bareta

Tiba-tiba pernikahan Raka dan Arumi berakhir setelah 1001 malam berlalu.


“Aku sudah menjalani tugas sebagai suamimu selama 1000 hari bahkan lebih dua hari. Sekarang waktunya mengakhiri pernikahan palsu ini.”


Arumi yang sedang merapikan selimut tertegun, berbalik badan lalu menatap lekat kepada Raka yang tengah berjalan ke arahnya.


“Tidak adakah sedikit pun percikan cinta selama kita bersama ?” tanya Arumi dengan wajah sendu.


Raka tidak menjawab hanya menyerahkan amplop cokelat kepada Arumi yang bergetar menerimanya.


“Jangan mempersulit !” tegas Raka dengan tatapan tajam yang menyakitkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bareta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Bukan Anak Kecil Lagi

Gara-gara Arumi tidak sengaja mendengar gibahan Sapta dan Bimo di pantri, gadis itu memutuskan untuk pergi ke tempat Roni tanpa memberitahu asistennya bahkan tidak peduli dengan jadwalnya di sisa hari ini.

Untung saja sampai di kantor Roni pria itu ada di tempat tapi Arumi minta pada resepsionis supaya tidak memberitahu soal kedatangannya.

Entah nasibnya sedang beruntung atau hanya kebetulan, tidak ada seorang pun di depan ruang kerja Roni hingga Arumi tidak perlu berbasa-basi menjelaskan maksud kedatangannya.

Dari dalam ruangan terdengar suara orang sedang berbincang diselingi tawa dan Arumi sudah hafal suara siapa yang menjadi lawan bicara Roni.

Tanpa mengetuk terlebih dahulu, Arumi sengaja membuka pintu dengan sedikit menghentak.

“Roni kamu…..”

Mata Arumi membola saat melihat ada sosok ketiga duduk di sofa. Semua mata tertuju kepadanya dan tidak ada satu pun yang terkejut dengan kedatangan Arumi.

“Om Darma ?” Arumi benar-benar tidak menyangka akan bertemu ayah kandung Roni.

Mereka jarang bertemu karena 6 bulan sejak meninggalnya Rendi, Darma membawa Tiara, istrinya ke Australia sekaligus memberikan pengobatan mental Tiara yang terguncang begitu tahu kematian Rendi disebabkan bunuh diri.

Arumi sendiri melanjutkan sekolahnya di Singapura sampai tamat kuliah. Semuanya di atur oleh Edi yang sudah dianggap seperti keluarga sendiri.

“Apa kabar Arumi ?” sapa Darma dengan senyum arifnya.

Bertemu kembali dengan Darma membuat Arumi teringat pada ayahnya yang merupakan adik kandung Darma.

Wajah mereka sangat mirip bahkan tinggi badan pun tidak berbeda jauh. Yang membedakan hanya potongan rambutnya.

Mendengar tawa Roni meski pelan, Arumi langsung cemberut. Saat ia melirik ke arah sepupunya itu, Roni malah mencibir padanya dengan wajah penuh kemenangan.

Roni benar-benar menyebalkan ! Aku masuk perangkapnya lagi. Bisa-bisanya dia membuat semua orang mendukung rencangnya, omel Arumi dalam hati.

Sementara pria yang satunya tidak berani tertawa, hanya tersenyum namun malah membuat Arumi makin kesal karena lagi-lagi Raka ikut terlibat.

“Ar, duduk sini. Sudah lama om nggak ketemu kamu. Biarkan saja Roni, dia memang paing senang jahilin kamu.”

Masih dengan perasaan kesal yang menggumpal di hatinya, Arumi menghampiri Darma, menyapa dengam peluk cium lalu duduk di samping pria itu.

“Tante nggak ikut pulang Om ?”

“Lusa baru sampai Jakarta. Kemarin om duluan karena mau membahas masalah Yongki sama Roni dan Raka.”

“Ada masalah apa lagi sama mereka ?” tanya Arumi sambil menautkan kedua alisnya.

“Mereka mengajukan banding tapi tidak usah khawatir biar kami bertiga yang memikirkan bagaimana menghadapinya,” nasehat Darma sambil mengusap kepala Arumi.

“Kamu ngapain mendadak kemari Ar ?” tanya Roni dengan nada meledek.

Arumi melirik sambil mencibir. “Nggak usah pura-pura nggak tahu !”

Roni tergelak, “Memangnya ada aturan aku nggak boleh mempekerjakan Raka di perusahaanku sendiri ?”

“Nggak ada aturan tapi tujuan akhirnya kemana, semua juga tahu,” ketus Arumi.

Akhirnya Darma ikut tertawa karena sudah lama tidak berada dalam situasi seperti ini. Sejak Arumi kecil, Roni memang senang menjahili sepupunya itu.

“Boleh katakan lebih jelas, biar nggak salah paham,” tantang Roni dengan alis terangkar sebelah.

Arumi tidak menjawab, hanya menghela nafas.

“Roni punya ide untuk menempatkan Raka kembali di perusahaannu dan Om setuju. Melihat kondisi badanmu yang semakin kurus dan kelihatan kurang sehat serta emosimu yang tidak stabil, mungkin sebaiknya kamu pertimbangkan pendapat kami.”

“Emosiku naik turun gara-gara Roni, Om,” protes Arumi. “Gara-gara Roni aku jadi suka kesal.”

“Yakin karena aku doang ?” canda Roni dengan tawa meledek.

“Bukan om meragukan kemampuanmu tapi menjalankan perusahaan seorang diri tidak mudah apalagi untuk gadis belia seusiamu.”

“Saya pikir-pikir dulu, Om.”

“YES !” Reaksi Roni langsung mendapat pelototan Darma.

“Tidak ada maksud lain, Dad,” ujar Roni dengan wajah yang dibuat seserius mungkin.

“Aku hanya senang kalau Arumi bisa menemukan partner bisnis yang cocok. Biar pun ada Sapta dan Bimo yang mumpuni sebagai asisten, tetap saja mereka tidak bisa jadi pengambil keputusan.”

“Nggak usah terlalu kepo memikirkan hidupku, kamu sendiri sampai detik ini belum bisa menemukan teman hidup yang tepat,” sindir Arumi dengan senyuman mengejek.

Darma kembali tertawa senang karena ada yang mewakilinya bertanya kapan Roni punya kekasih malah kalau perlu calon istri.

“Beeuuhh… anak kecil yang sudah merasakan nikah mulai sombong,” cibir Roni.

“Lebih baik sombong daripada minder,” balas Arumi dengan wajah pongah.

Merasa perdebatan Arumi dan Roni tidak akan ada habisnya, Darma pun beranjak.

“Daddy lapar Ron, bagaimana kalau kita lanjut ngobrol sambil makan siang ?”

Ketiganya ikut beranjak.

“Sorry Om, aku nggak ikut dulu, mau ke tempat lain. Mungkin lain waktu aku akan datang ke rumah sekalian ketemu tante.”

Darma tidak ingin memaksa namun mereka sama-sama turun ke lobi dimana masing-masing mobil sudah menunggu.

“Aku pamit dulu Om.”

Arumi hanya pamit pada Darma tanpa menoleh lagi pada Roni dan Raka.

****

Pukul sembilan malam Arumi baru keluar dari ruang kerjanya. Sapta sudah pulang sejak jam 7 atas perintah Arumi.

Hampir saja Arumi terjembap saat mendapati Raka sedang berdiri begitu ia membuka pintu ruang kerjanya.

“Ngapain kamu di sini ?”

“Membawakanmu makan malam. Sapta bilang dia belum melihatmu makan seharian.”

“Asisten lambe,” gerutu Arumi sambil membuang muka.

“Sudah malam, aku ….” Arumi diam khawatir perutnya melawan seperti wakru itu.

Raka tersenyum. “Pak Min sudah pulang jadi aku yang akan mengantarmu. Kalau mau, kamu bisa makan di mobil.”

Terlalu lelah untuk berdebat, Arumi tidak membantah bahkan ia menuruti Raka yang menyuruhnya duduk di depan.

Sebelum mobil melaju, Raka memberikan kotak makanan yang dibawanya untuk Arumi.

“Makanlah ! Tidak usah dihabiskan kalau kenyang.”

Sambil menghela nafas Arumi menerimanya dengan berat hati membuat Raka hanya tersenyum tipis.

“Aku tidak peduli apa yang kamu rencanakan dengan Roni tapi bagiku pernikahan kita sudah berakhir dan tidak pernah terlintas keinginan untuk mengulangnya lagi.”

“Maafkan kesalahanku yang lalu,” ucap Raka dengan sungguh-sungguh.

“Jangan pikirkan apa yang Roni dan om Darma katakan karena aku baik-baik saja. Tidak mudah menjalankan semuanya sendirian tapi aku tidak pernah mengharapkanmu kembali.”

“Aku bukan kembali tapi memulainya dari awal lagi karena selama menikah, hubungan kita seperti orang asing.”

Arumi tersenyum getir. “Kalau pun aku ingin menjalin hubungan dengan seorang pria, aku pastikan orang itu bukan kamu Raka.”

Mata Raka membola, terkejut mendengar pernytaan Arumi yang di luar dugaan. Seperti sebilah pedang menusuk hatinya rasanya sakit dan perih

“Aku bukan anak kecil yang 3 tahun lalu datang padamu dengan wajah memelas dan penuh harap. Berpikir ada keajaiban terjadi dalam 1001 malam bersamamu. Sekarang aku sadar, hidup bukanlah negeri dongeng dan aku harus belajar menjadi perempuan dewasa untuk menapaki jalan hidupku.”

Mobil berhenti di depan gerbang rumah Arumi.

“Terima kasih untuk makanan dan sudah mengantarku. Bawa saja mobilnya, besok biar diambil di kantor Roni.”

Tidak ada lambaian tangan Arumi namun Raka tetap menunggu sampai gerbang ditutup kembali.

Melihat kotak makanan sengaja ditinggalkan Arumi, Raka hanya bisa tersenyum getir dan melajukan mobil.

1
bunda DF 💞
masih penasaran kenapa raka dulu ngotot cerai dr arumi
Baretta: Apa kabar bunda DF 😊 Terima kasih sdh mampir. Jangan lupa ikuti novel terbaru saya Cinta untuk Andara
total 1 replies
Ir
nin punya calon suami kaya ngapain sih mau nyari kerja segala, nanti kalo kamu dekat sama laki² dan serius belum tentu ketemu kaya Roni, kalo ketemu nya kaya Airlangga amsyong lohh
Noey Aprilia
Laahhh....
ni crtanya end kk???
Baretta
Belum tahu kak 😊
Noey Aprilia
Ya udh lh kl emng knytaan'nya ky gt...
yg nmanya prsaan,emng ga ga bs d pksakan....mga roni cpt dpt jdoh trbaik,...
Fera Susanti
apakah nanti ada novel khusus Nindya n Roni??
Noey Aprilia
Emng srba slah sih kl jd mreka...
yg cwok mau srius krna ngejar umur,yg cwek msih labil krna ngejar karir....
mngkn pisah lbh baik,drpd d pksakan....akhrnya mlah ribut trs ttp psah jg....
Noey Aprilia
Ga ush bhas yg ga pnting kaleee....
bkin slera mkan hlang plus akhrnya jd debat...biarn aja yg onoh mh,ga ush d pkirin.....
Noey Aprilia
Ga ush mkirin orng ga wras,tar ikutan stres....abaikn aja dia mau ngoceh atw apapun....ga ada gunanya jg kl d tnggapi....
Noey Aprilia
Pas d gombalin,misuh2....pdhl d hti bhgia smp pgn joget2....🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Ayo dong mama sofia crta...ada apa sbnrnya d antara mreka?????🤔🤔🤔
Dwi Agustina
Nah gt, pinteran dikit Raka👍
Noey Aprilia
Diiihhh....
Trnyta eva ky gt,mngkn hkum krma jg...bpknya bjingn,clon mnntu sm clon besan jg bjingn....wooowww.....😫😫😫
Noey Aprilia
Tuuhhh....
udh dpt kode biar cpt nkah....ksian ronikl msti nunggu lma,tar kbru tua....🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Brsa bgt jd phlwan,smp nuntut bls budi sgla....pdhl mh udh sykur eva d rwat dgn ksih syang,ga kya kluarganya sndri....mnusia emng ska aneh.....
Ir
kalo yang di maksud saras balas budi nya adalah karna Sofia merawat Eva jadi bisa punya anak perempuan ya kebalik dong, seharusnya saras yg berterima kasih anak nya udah di urusin tanpa di gaji, terus masalah anak nya Eva bener juga nih, kalo Sofia yang rawat ntar Eva makin ngelunjak lama² anak nya suruh manggil Raka papa juga dengan alasan anak nya punya papa, aaiiisss udah bisa di baca akal bulus nya
Ir
kalo orang nya ga bisa balas budi yaudah sihh, biar Tuhan yang balas, lagian yakin anak itu bakal selamat, kalo ga di gugurin yongki ya keguguran karna kelakuan Eva sendiri lah paling
Noey Aprilia
Laahhh....
mkin rumit aja mslh mreka....
jd ga sbr pgn tau fkta sbnrnya...htang budi apa y???uang atw nyawa????🤔🤔🤔
Fera Susanti
makasih makasih..pret lah😬😁
Noey Aprilia
Pntsn anknya songong,trnyta trunan dr emaknya....udh tau suami orng,tp ttp aja mksa....bkin sbel...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!