Aileenath gumilang seorang ibu rumah tangga yang keseharian nya mengisi waktu luang dengan menonton drama indosiar. siapa sangka kisah dalam sinetron itu kini malah menimpa dirinya.. sebagai seorang wanita yang sudah di duakan aileen bertekad membuat suami nya menyesal dengan perubahan dirinya yang dulu dekil sekarang menjadi cantik. apakah penampilan aileen sekarang mampu membungkam mulut pelakor itu?? apakah aileen dapat memikat cinta suaminya lagi ?? atau seperti akhir kisah dalam sinetron yang berujung perpisahan?? yuk baca yuk insyaalloh nagih😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aphrodhite_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 33 : Keceplosan
Saat ini di ruang introgasi
dua polisi berbadan kekar mulai menanyakan banyak hal kepada bidan asti serta keterlibatan campur tangan bidan asti dalam kasus penculikan tersebut. awalnya bidan asti tetap kekeh tidak mau mengakui perbuatannya.
"kalian salah orang! saya tidak tahu apa-apa!" ucap bidan asti . dua polisi itu saling pandang lalu fierro juga mengangguk memberi izin lewat isyarat ke rekan-rekannya untuk melakukan rencana selanjutnya agar bidan asti mau membuka mulut.
"saudari asti. saat ini anda juga sudah di tetapkan sebagai tersangka tolong jangan coba-coba membodohi kami lagi. katakan yang sejujurnya agar hukuman anda tidak di beratkan.!" ucap salah satu polisi
"bu bidan asti! kenapa anda melakukan ini semua? apa salah bayi tak berdosa itu sampai ia juga harus ikut menderita karena ulah anda!! bidan asti jika anda mau mengatakan siapa dalang atau orang dibelakang anda . saya berjanji akan mencoba musyawarah kepada keluarga korban supaya hukuman anda dapat diringankan" ucap fierro
"hah! pada dasarnya itu sama saja berakhir dengan kalian ingin memenjarakan saya kan? kanapa?! kenapa harus saya?! ini fitnah. saya di fitnah pak ! ini pencemaran nama baik! memang nya kalian punya bukti apa kalau saya adalah pelakunya?" bidan asti tersenyum remeh
haina lalu maju mendekati bidan asti ia lalu mengeluarkan ponselnya . dengan cekatan tangan haina menggeser layar di ponselnya memperlihatkan dengan jelas foto-foto keluarga kerabat bidan asti .
"apakah anda masih mengenali wajah orang-orang ini?" tekan haina .
di slide yang di perlihatkan bidan asti nampak sedikit terkejut namun tak lama kemudian ekpresi wajah bidan asti berubah ia memasang ekspresi tenang-tenang saja sambil mengulas senyum lebar. karena orang-orang yang ada didalam foto-foto itu bukan apa-apa bagi bidan asti. mereka adalah keluarga yang tak bernilai penting di mata bidan asti. mereka hanyalah senjata batu loncatan untuk melompat saja.
"hemp! jadi kalian mau mengancam ku dengan mereka?ahahaha silahkan saja kalian lakukan itu! itu takkan mempan untuk membuat saya mau mengaku dan membuka mulut! selama saya tidak mengakui nya . kalian takkan bisa memenjarakan saya . tanpa bukti jelas" ucap bidan asti meradang
"hmm! begitu? baiklah kalau saya bilang saya memiliki bukti penting anda adalah pelakunya apakah bidan asti masih tidak mau mengaku?!" tekan fierro
"bukti ? ahaha bukti apa yang dokter maksud? semua penghuni rumah sakit itu juga tahu kalau akses cctv nya rusak. dokter jangan coba mengelabui saya.!" bantah bidan asti
"grrrr.. dah lah ro lo mundur aja biar gue yang hadepin. " kesal haina
"ehem bidan asti ups! maaf maksud gue bidan mafia! heeee saya punya bukti video 30 detik anda lho.. yang habis keluar dari lab anak pada tengah malam dengan menggendong bayi di dekapan anda " bisik haina di telinga bidan asti. membuat wajah bidan asti kembali meradang.
"nggak mungkin! mustahil! itu nggak mungkin terjadi !" gumam bidan asti menggigit bibir bawahnya "ah sepertinya anda belum melihat sampai selesai slide-slide foto tadi. um apakah bidan mengenal gadis cantik jelita ini??" haina kembali memperlihatkan gawainya pada bidan asti, kali ini sosok tersebut membuat tubuh bidan asti merosot ke bawah. matanya membendung air mata, tubuh nya bergetar hebat.. kali ini rasa takut bidan asti tak dapat di sembunyikan lagi
"a..delia?! dari mana kamu dapat foto itu.. ah bukan itu ! jangan sentuh anak itu!!" marah bidan asti matanya melotot merah menyala
" hemm.. bu bidan yang paling mengerti apa yang kami mau!" ucap haina tersenyum puas
"jika bu bidan mau bekerja sama dengan kami. saya akan pastikan putri anda tetap aman!" sela fierro
"bagaimana aku bisa percaya pada kalian!!" ucap bidan asti ragu
"tenang saja ! untuk mengurangi rasa cemas anda saya sudah menempatkan putri anda di tempat yang lebih bagus dan aman juga sudah menyelesaikan masalah terakhir terkait putri anda yang adalah bagian dari bisnis rumah prostitusi (rumah bordil/ LC) itu." ucap polisi
"apa??! adelia?! anakku!" tubuh bidan asti luruh lemas.
"itu sebabnya jika bu bidan mau bekerja sama dengan kami. kami bisa menjamin keselamatan serta mencegah putri anda di D.O dari fakultas Universitasnya karena masalah ini. bagaimana? bukankah kesepakatan kita ini sama-sama saling menguntungkan?" tekan haina
"lalu ba.. bagaimana dengan saya?" lirih bidan asti
"yah itu adalah hukuman yang harus bidan asti sendiri terima dari perbuatan bu bidan. saya tetap tidak bisa menjamin hukuman anda diringankan karena ini tuntutan dari korban keluarga bu melwa. tapi saya bisa menjamin keselamatan dan masa depan putri anda tetap berjalan mulus!" ucap fierro. bidan asti menunduk lalu menjatuhkan air mata ia mulai menangis sesenggukkan menyesali perbuatan jahatnya. akibat tindakan nya ia jadi tak bisa bertemu dan berkumpul lagi bersama anak-anaknya.
"baiklah.. saya akan membuka suara! saya akan menjawab semua pertanyaan yang kalian butuhkan dengan jujur dan apa adanya" ucap bidan asti kemudian dengan mantap.
bidan asti lalu di bawa ke kantor kepolisian untuk di tindak lanjuti
.....
Di kediaman abizhar saat ini
"sayang? kamu habis dari mana?!" tanya abi melihat sari istrinya pulang dari bermain keluar .
"ah mas, lihat deh aku bawa apa buat kamu hihi!" peluk sari manja mengalungkan kedua tangannya memeluk leher jakung abi.
"hem apa ini? surat talak ? sayang ini apa maksudnya?" tanya abi bingung setelah menerima kertas putih dalam map oleh sari
"iya mas, jadi ini aku yang siapin buat kamu.. kan mbak aileen udah dipenjara nggak ada kemungkinan kapan dia bakal dibebasin kan mas.. jadi karena mbak aileen sekarang udah nggak ada disini lebih baik kamu ceraiin dia aja mas.. toh ada aku yang bisa lebih kamu andalin" senyum sari
"apa?!! astaga sarii kamu apa-apaan sih!! kenapa kamu nggak sabaran banget sih jadi orang.. bodoh banget sih!" omel abi
"lho mas kamu kok malah bentak-bentak aku?! kamu berani sekarang marahin aku,!!" sari tak terima
"bukan gitu sari! tapi ini kamu ngapain nglakuin ini? kamu kenapa nggak bilang dulu sama aku kenapa nggak tanya dulu sama aku sih ?!" omel abi.
"ya emang kenapa? emang kalo aku ngomong kamu mau bertindak? kamu mau ceraiin mbak aileen?! hah jawab mas jangan diem aja!" kesal sari
"ya enggak lah! ma.. maksud aku.." ucapan abi terpotong oleh tatapan mata sari yang melotot tajam
"apa?!! kamu mau ngomong apa mas?! kamu emang nggak mau ceraiin dia kan?! kamu mau milikin aku sama mbak aileen sekaligus gitu?? jangan serakah kamu mas!! kamu inget dong aku mau nikah sama kamu karena kamu dah janji sama aku bakal jadiin aku satu-satunya ratu dan istri dihati kamu. aku sih ogah sama kamu kalau kamu masih mau hidup bareng sama istri tercinta kamu itu!" gerutu sari
"bukan begitu sari sayang.. kamu dengerin aku dulu, aku nggak lupa aku bakal tepati janji aku. aku pasti bakal ceraiin aileen.. aku nggak akan bohongin kamu. cuma bukan sekarang sayang. ini belum saatnya sayang belum waktunya.. tunggu aku nemu waktu yang pas dulu nemu moment yang tepat dulu baru aku ceraiin dia" ucap abi
"tunggu apa lagi sih mas? kapan kamu mau ceraiin dia sih mas? kamu selalu ngulur-ngulur waktu kaya gini . atau jangan-jangan kamu emang nggak mau ceraiin dia kan mas? kamj masih cinta sama mbak aileen mas? jawab mas!" cecar sari
"argghhh kamu tuh kenapa sih keras kepala banget! bego banget jadi orang!! tunggu aku diangkat jadi direktur dulu. tunggu aku dapat semua harta aileen dulu baru aku ceraiin dia!" marah abi sampai tak sadar bahwa ia sudah keceplosan
"apa mas?? jadi kamu selama ini bukan direktur nya?? jadi rumah ini juga bukan rumah kamu??jadi aku selama ini udah kamu bohongin mentah-mentah mas??" tanya sari tak percaya menjatuhkan bobotnya ke sofa
abi panik semakin gelagapan sibuk mencari-cari alasan
"a... e.... itu sar sayang.. itu anu.."
("gawat! bagaimana caranya aku bisa beralasan untuk mengelabui sari lagi? bisa-bisa dia meninggalkanku") batin abi gelisah
pasti si Sari mokondo....hehehe