NovelToon NovelToon
Pemuda Biasa Dan Wanita Terpopuler

Pemuda Biasa Dan Wanita Terpopuler

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: anable

pemuda biasa
semua tentang reno
romansa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anable, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

Meskipun hampir semua anggota geng Ultra memang menyukai Reva. Tapi, jika ada seseorang yang memiliki perasaan kepada mereka, mereka pasti akan membalas perasaan itu, mereka tidak akan pernah untuk tidak menghargai perasaan orang lain.

**

Reno dan Reva melanjutkan perjalanan mereka, dalam perjalanan Reva selalu saja bersikap manja kepada Reno, menggoda Reno, dan memberi perhatian kepada Reno.

"Rey, Lo mau minum dulu gak?".

"Rey, Lo pasti capek, kita istirahat dulu aja"

"Rey,gue gak berat kan".

Reva terus memberi perhatian kepada Reno, tujuannya tentu saja untuk merebut hati Reno dari Amelia. Tapi, setiap kali Reva memberi perhatian kepada Reno, Reno selalu menjawabnya dengan datar dan tanpa ekspresi.

"Rey, menurut Lo, gue cantik gak" tanya Reva kepada Reno.

"Kenapa Lo?, bukannya Lo biasanya suka pede sama paras Lo?, kenapa sekarang Lo nanya gitu ke gue" balas Reno yang malah balik bertanya.

"Ya karena, Lo kaya gak punya nafsu sama gue, selama ini Lo juga gak pernah mandangin gue kaya murid murid lain yang pasti terpesona sama kecantikan gue, sebenernya di mata Lo gue itu kurang apa sih Rey?, sikap Lo yang kaya gitu tuh bikin gue sedih tau Rey" jawab Reva dengan mata yang mulai berkaca kaca, dia memeluk Reno dengan erat.

Reno bingung, dia tidak tau harus menjawab apa, jika dia mengatakan yang sebenarnya, itu pasti akan membuat Reva kesal.

"Rey jawab, kurang apa gue di mata Lo?" ujar Reva dengan sedih.

"Gue gak suka sama Lo, tapi gue juga gak benci sama lo" jawab Reno akhirnya.

"Apa yang bikin Lo gak suka dari gue?, gue bakal berubah Rey" ujar Reva serius.

"Itu gak ada hubungannya sama Lo, gue gak bisa suka sama Lo, karena gue udah punya pacar" bohong Reno.

Reva memeluk Reno semakin erat, dia benar benar tidak ingin untuk kehilangan lelaki itu.

"Kalau seandainya Lo nanti putus sama pacar Lo, apa Lo mau Nerima gue jadi pacar Lo?" Ujar Reva tepat di telinga Reno dengan nada sedih.

Reno terkejut ketika mendengar perkataan Reva, dia tidak pernah menyangka Reva akan mengatakan hal seperti itu.

"Ma..maksud Lo apa Rev?" Tanya Reno agak terbata bata.

"Gue suka sama Lo Reno" Ucap Reva tepat di telinga Reno

Reno menghentikan jalannya, dia benar benar terkejut dengan pengakuan Reva. Tapi dia ingat kalau kemarin kemarin Reva juga pernah mengatakan hal yang sama, dan itu berakhir dengan Reno yang terjebak oleh Reva dan Doni.

Setelah memikirkan itu, Reno kembali melanjutkan perjalanannya tanpa memperdulikan Reva. Reva yang melihat sikap Reno yang seperti tak peduli terhadapnya, merasakan sakit yang luar biasa dihatinya.

'apa dia nolak gue?' pikir Reva sakit.

Tapi Reva tidak mempermasalahkan hal itu, dia juga mengerti bahwa itu terlalu cepat, apalagi setelah apa yang telah dilakukan Reva kepada Reno kemarin, Reno pasti telah kehilangan kepercayaan kepada dirinya.

Tapi Reva bertekad untuk tidak menyerah, selama Reno, masih ada di dunia ini, dia pasti akan terus mengejarnya.

"Eh Rey, itu ada pohon kelapa, gue pengen banget minum air kelapa muda" ujar Reva tiba tiba.

Reno langsung menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Reva, Reno berpikir, jika mereka sudah menemukan pohon kelapa, itu artinya mereka sudah dekat dengan sebuah perkampungan.

"Akhirnya" Reno berbisik senang.

"Akhirnya apa Rey" tanya Reva kebingungan.

"Kalo ada pohon kelapa, itu artinya di sekitar sini ada sebuah perkampungan, kita bakal nyari perkampungan itu." Reno menjelaskan.

Reva sedikit merasakan panik ketika mendengar penjelasan Reno, jika mereka sudah dekat dengan perkampungan, itu artinya sebentar lagi mereka akan keluar dari hutan ini. Reva tidak ingin itu terjadi, dia masih ingin berduaan bersama Reno lebih lama lagi.

Ketika Reno hendak berjalan menuju pohon kelapa itu, Reva tiba tiba menghentikannya.

"Re..Rey, kayanya jalan kesana itu salah Rey, mendingan kita ke arah sana" ujar Reva sambil menarik Reno untuk pergi ke arah yang berbalikan dengan pohon kelapa itu.

"Gak mungkin salah, gue udah jelasin tadi, lagian bukannya Lo pengen minum air kelapa muda tadi" jawab Reno menggendong Reva ke arah pohon kelapa itu.

"Gu..gue gak mau minum air kelapa muda, lagian pohon itu tinggi, Lo gak boleh manjat pohon itu, bahaya Rey" Reva beralasan, mencoba membujuk Reno untuk tidak pergi kesana.

"Hehe, Lo tenang Aja, di sebelah yang tinggi itu ada pohon yang agak pendek" ujar Reno menunjuk ke arah pohon kelapa yang agak pendek.

Reva mengarahkan pandangannya ke arah yang ditunjuk oleh Reno, dia melihat pohon kelapa yang agak pendek tetapi sudah memiliki buah kelapa yang lebat.

"Ta..tapi kan..." Reva hendak berbicara lagi, tapi Reno dengan cepat menyelanya.

"Udah Lo tenang aja, sebentar lagi kita bakal keluar dari hutan ini" Reno tersenyum manis ke arah Reva.

Reva langsung terpesona oleh senyuman Reno, sudah lama dia tidak melihat senyuman Reno yang begitu manis.

Tanpa sadar Reva mengangguk setuju.

"Oke, yuk kesana" ujar Reno menggendong Reva ke arah pohon kelapa itu.

Reva tidak berbicara dia hanya memandang wajah Reno sembari tersenyum, ingin sekali dia melihat senyuman Reno yang sangat manis lagi.

"Rey, kenapa dari dulu gue gak pernah tau ya?" Tanya Reva tiba tiba.

"Makannya Lo harus banyak banyakin belajar, biar tau soal kaya gituan" jawab Reno.

Reva menggelengkan kepalanya. "Engga. Bukan yang itu" ujarnya.

"Terus yang mana?" Tanya balik Reno.

Reva memeluk Reno, lalu menyandarkan dagunya ke bahu Reno yang membuat dada polosnya menekan punggung Reno.

"Kenapa dari dulu gue gak pernah tau kalo Lo itu manis banget pas lagi senyum" ujar Reva tepat di telinga Reno.

Bukannya tergoda ataupun tersipu, Reno malah mendengus ketika Reva masih saja menggodanya, Reno sudah bertekad untuk tidak akan lagi terjebak oleh godaan Reva. Menurut Reno, wanita ini adalah pisau bermata dua.

Perhatian yang selama ini Reno berikan kepadanya, itu hanya karena Reva selalu mengingatkannya kepada sosok adiknya yang manja kepadanya. Lagian, Reno juga tidak tega untuk membiarkan Reva menghadapi semua ini sendirian, mungkin itu lebih ke rasa kasihan, bukan perhatian

"Beruntung banget sih pacar Lo, bisa dapet senyuman Lo tiap hari" Reva kembali merasa cemburu kepada Amelia.

Reno tidak mengatakan apapun, dia tidak berniat untuk meladeni Reva yang sudah mulai Aneh.

Mereka pun akhirnya sampai di pohon kelapa itu, Reno hendak menurunkan Reva dari punggungnya, tapi Reva seperti tidak ingin untuk turun dari gendongan Reno.

"Turun Reva, ini gue mau metik tu kelapa dulu"ujar Reno.

Reva mau tidak mau akhirnya turun dari gendongan Reno, dia juga sebenarnya merasa haus dan ingin sekali meminum air kelapa muda.

"Hati hati Rey" ucap Reva perhatian.

"Lo tenang aja, pohon ini pendek, jadi kalo jatuh juga gak mungkin bakal luka serius" ujar Reno mulai memanjat.

"Tapi Lo masih perlu hati hati" Reva sedikit meninggikan nada suaranya.

"Ckk, iya iyaa, bawel Lo" ujar Reno lalu memanjat pohon itu.

Reno memetik 3 buah kelapa muda, dia mengambil secukupnya saja, karena dia berpikir, mungkin saja pohon ini ada pemiliknya.

"WOYY, KERNARAON SIAH (woy, lagi ngapain kalian)" tiba tiba saja Ada suara seseorang yang berteriak sambil berlari ke arah mereka.

Reno dan Reva langsung menoleh ke arah suara itu, Reno yang sedang berada di atas pohon, langsung lompat untuk berdiri di depan Reva.

Reva terkejut ketika mendengar teriakan itu, tetapi dia lebih terkejut ketika Reno melompat dari atas pohon dan berdiri didepannya, gerakan Reno itu seolah olah dia akan melindungi Reva.

"Rey, Lo gapapa" ujar Reva cemas.

"Gak, gue gapapa. Itu orang kayanya pemilik pohon kelapa ini" ucap Reno.

"Lo harus tenang, dia mungkin bukan orang yang jahat, warga kota Cianjur biasanya akan bersikap sopan kepada siapapun" ujar Reno lagi.

Reva mengangguk, dia memeluk tangan Reno sedikit erat.

"Ker maraok dawegan urang sia nyah (lagi pada maling kelapa muda saya, kalian yah)" bentak orang itu, dia seorang kakek kakek yang kemungkinan umurnya sekitar 55 atau 60 tahun.

Reno dan Reva tidak mengerti dengan perkataan oranitu, jadi Reno mencoba berkomunikasi dengan kakek itu memakai bahasa Indonesia.

"Kek, kami kurang ngerti dengan bahasa Sunda, apa kakek bisa berbicara memakai bahasa Indonesia?" Ujar Reno sopan.

Bersambung

1
Fn Fs
nunggu eps 70 lama ni novel di ulang ulang jadi males baca ,kan udah dulu ,author dibilangin suruh eps 70 gaumau lanjutan novel dulu
Fn Fs
torr kalok ,gakbisa langsung bab 70 an ,pos banyak bab bosen aku nungguin lama Sampek bab 70 ni ayolah tor/Sob/
Fn Fs
gak seru ,enak langsung eps 70 aja
anable: tungguin aja ,klo bnyak yg baca jg smngat up ny
total 1 replies
Fn Fs
langsung eps 70 aja lanjutan novel dulu
anable: bntu share
total 1 replies
Fn Fs
kalok babya cuman 21 jadi males baca tor kalok banyak kan enak ,gimana gitu ,jadi puasa kalok dikit jadi males tor
Fn Fs
karya yang dulu dah eps 70 lebih ini cuman 21 langsung 70 la tor/Sob/
Authlafs Sparlaverse
itu yang nampar Anita apa Reva thor
Uryū Ishida
Wow, luar biasa!
Gato MianMian
Mantap, thor! Terus berkarya dan jangan berhenti menulis ya.
meisya
aku udah mampir, jangan lupa mampir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!