NovelToon NovelToon
Married The Boss

Married The Boss

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:873.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Susi Rubianti

Terjebak menikah dengan Bos nya seorang tampan kaya raya, Ceo Persahaaan terbesar di Indonesia yang bernama Devian Emilio Alatas, membuat Amaora sang asistan bos mengalami hal hal yang diluar nalar. Sang bos yang Egois, Arogan dan sikapnya kepedean 1000% membuat Amaora tiap hari mengelus dada. Ternyata dibalik sifatnya, Devian Emilio Alatas memiliki hati yang tidak diketahui Amaora , yakni jatuh cinta terlalu dalam pada asisten nya tersebut. Akan kah Amaora sadar akan perasaan bosnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susi Rubianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 33

"Kenapa dia mengirimi gaun seperti ini?"Maora yang bingung melihat gaun yang ia taruh di tempat tidur.

Drt...drt...

Maora mengambil ponselnya yang bergetar di meja.

Pak Dev vidio calling...

Maora membenarkan rambutnya dan menata senyum di wajahnya.

Devian tersenyum senang memandangi wajah cantik istrinya itu. Lambaian tangannya membuat Devian merasa bahagia.

"Kau sudah memilihnya?"tanya Devian yang menopangkan tangan di dagu.

"Aku bingung? Menurutmu Aku cocok yang mana?" Maora yang memperlihatkan gaun-gaun itu.

"Bagiku kau sangat cocok memakai semuanya, ikutilah kata hatimu, istriku." Lagi-lagi Dev mengeluarkan kata-kata yang membuat wajah istrinya memerah seperti tomat.

"Dua jam lagi Aku akan pulang. Jika ada apa-apa hubungi suamimu ini. Ok!"

"Bye..." lambaian tangan Maora yang menutup telpon mereka.

Di kantor Mike menghampiri sahabatnya yang masih sibuk mengotak-atik laptopnya. Serius, tatapan tertuju layar laptop seraya tangan menempel di dagu membuat Mike mengurungkan niatnya untuk berbicara pada Dev.

"Kenapa keluar?"tanya Devian yang membuat langkah Mike terhenti.

"Kau masih sibuk? Jika kau sudah selesai, Aku akan kesini lagi." Mike yang meringis.

"Bicaralah! Kau tak seperti biasanya. Apa kau ingin curhat tentang istrimu. Duduklah! Aku akan setia mendengarkannya." ajak Devian yang membuat Mike terperangah melihat sahabatnya dengan lapang dada mendengar curhatannya.

"Bicaralah! Sebelum Aku berubah pikiran."

"Eits...kau ini selalu menggertak seperti itu. Ini bukan masalah Istriku melainkan tentang istrimu."celoteh Mike membuat Devian terkejut.

"Apa yang terjadi?" Devian penasaran.

"Apa kau sudah mendapatkannya?" Bisik Mike.

"Apa?"Devian yang masih bingung akan pertanyaan Mike. Sesaat Mike menaikkan alisnya yang membuat Devian mulai mengerti.

"Apa Aku harus menjawabnya?" Devian melirik sahabatnya yang masih tersenyum-senyum memandangnya.

"Ngaku saja, semua sudah terbukti jelas."

"Terbukti apa? Ada-ada saja."

"Yang pertama, hari ini kau bekerja tak kenal lelah. Yang kedua, Istrimu tak masuk kerja." Devian hanya tersenyum sembari memalingkan muka agar sahabatnya tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

"Tadi malam kau bertempur dengannya ya?" Bisik Mike tertawa terbahak-bahak. Devian hanya tersenyum mengambil jasnya dan meninggalkan Mike yang masih tertawa senang.

"Aku akan pulang, jika kau ingin bermalam disini, aku akan mengunci dirimu disini." Ujar Devian yang membuat Mike berhenti tertawa dan bergegas mengikuti sahabatnya.

Maora tersenyum melihat suaminya pulang. Dengan gaya atletisnya Devian menghampiri Maora yang berdiri di depannya. Saking rindu yang tak tertahankan Devian memeluk tubuh indah Maora begitu erat.

"Aku sangat merindukanmu?" Perlahan Maora melepas pelukan suaminya.

"Mandi dulu, Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu." Maora yang melepas jas milik suaminya.

"Apa kau sudah memilihnya?"

"Kita mau kemana?"

"Kita akan pergi ke acara pernikahan teman kuliahku. Kau tak keberatan jika aku mengajakmu?" Devian tersenyum senang melihat Maora menggelengkan kepalanya.

Tepat jam 7 malam Devian menunggu Maora yang berdandan. Devian yang tak sabar, bergegas untuk masuk ke kamar Maora yang tak terkunci. Matanya mengerling melihat Maora yang begitu anggun memakai gaun berwarna hitam. Aura kecantikannya sangat terpancar dan membuat Devian tak berkedip sama sekali.

"Jika tak cocok, Aku akan ganti yang satunya."ujar Maora yang bergegas mengambil gaun satunya. Tapi langkahnya terhenti ketika Devian memeluknya dari belakang.

"Kau sangat menghipnotisku, sampai-sampai Aku ingin diam disini bersamamu, Istriku." Devian yang berkali-kali mencium pipi istrinya. Maora membalikkan badan dan merapikan jas milik suaminya.

"Bukankah sekarang temanmu menikah? Apa kau mau jika temanmu menganggapmu tak setia kawan?"

"Haruskah kita berangkat?"

"Heem." Maora yang melingkarkan tangannya ke dalam tangan Devian.

Devian membukakan pintu mobil selayaknya seperti di dongeng-dongeng.

"Kita bawa mobil sendiri?"ujar Maora berpikir.

"Aku akan menjadi sopirmu hari ini, permaisuriku." Spontan Maora memukul lengan suaminya dan masuk ke mobil. Maora memandang Devian yang begitu tampan memakai jas warna hitam yang senada dengan dirinya. Devian meraih tangan kiri Maora yang mulus ke pangkuannya.

"Terimakasih sayang, sudah mau menerima diriku ini."

"Aku juga. Dan sekarang kau boleh memberitahu pada temanmu jika aku ini istrimu tapi jangan orang kantor."tutur Maora tersenyum. Devian terdiam sembari berpikir dengan matang.

"Ada apa? Bukankah itu keinginanmu dari dulu?"tanya Maora penasaran. Devian menghentikan mobilnya dan sesaat menatap istrinya yang penuh tanya.

"Sebenarnya Aku ingin sekali memamerkanmu pada semua orang kalo kau adalah orang yang bisa membuatku jatuh cinta. Tapi untuk saat ini, Aku harap kau bersabar ya. Dan jika semua sudah aman, Aku pasti mengumumkan hal yang begitu berharga di hidupku." Kata Devian yang membelai pipi istrinya.

"Sebenarnya apa yang ia sembunyikan dariku, sampai-sampai dia tak mau memberitahukanku."gumam hati Maora memalingkan muka. Devian menarik dagu istrinya untuk menatapnya.

"Jangan berpikir yang tidak-tidak, ini untuk keselamatanmu." Ucap Devian yang membuat Maora terkejut akan kata-kata suaminya.

"Kenapa denganku?"tanya Maora ketakutan.

"Tenanglah, Aku akan menjagamu." Devian yang memeluk istrinya.

Megah,mewah, ramai, suasana pernikahan teman kuliah Dev berlangsung sangat meriah. Devian dan Maora menjadi pusat perhatian di acara tersebut. Banyak yang terkesima akan penampilan mereka berdua.

"Dev, kau disini juga?"tanya Sarah yang melepas tangan Maora yang menempel di tangan pujaan hatinya. Maora hanya memalingkan muka sembari menggerutu tiada henti dalam hati. Devian menatap istrinya yang terlihat begitu marah. Perlahan Devian melepaskan tangan Sarah yang melingkar di tangannya.

"Jika kau kesini, tadi kita kan bisa berangkat bersama dan tak perlu mengajak sekertarismu ini."ujar Sarah menatap Maora sinis.

"Heh... sekertaris. Jika kau tau kalo Aku ini istrinya pasti kau akan mendadak terkena struk."gumam Maora dalam hati.

"Maora, apa Mike akan kesini?"tanya Devian menghampiri Maora dan menghindar dari Sarah agar Maora tidak begitu panas hati. Sarah hanya tersenyum sinis melihat Dev yang selalu menempel pada Maora.

"Hai Dev,"seru Briyan teman lama Devian.

"Hai bagaimana kabarmu?" Devian yang memeluk teman lamanya.

"Baik-baik, wow inikah calon istrimu?"tanya Briyan yang terpukau akan kecantikan Maora.

"Lebih tepatnya dia sekertaris Devian."sahut Sarah yang membuat Briyan senang bukan main.

"Kau ini Dev, bisa mendapatkan sekertaris cantik,masak kau tak mencari seseorang untuk pendamping hidupmu. Apa Sarah tak mau sama kamu lagi?"ledek Briyan.

Devian hanya menghela nafas melihat Maora mulai tak nyaman dengan sikap Sarah.

"Hei...hei...bro bro apa kabar kalian."teriak Mike yang membuat heboh teman lamanya.

"Wah...preman kampus sudah datang?"ujar Briyan.

Maora memilih pergi dari reunian tersebut.

"Jangan jauh-jauh."bisik Devian yang melihat Maora mengangguk. Sarah tersenyum sinis melihat kedekatan seorang sekretaris dengan atasannya itu.

"Mana nih pengantin baru? Kok nggak kelihatan?" Mike yang suka membuat lelucon.

"Bentar-bentar Aku akan mencarinya."ujar Briyan pergi meninggalkan Mike dan Devian.

"Kenapa kau? Maora mana?"tanya Mike celingak-celinguk.

"Aku takut Maora sakit hati akan kata-kata Sarah."bisik Devian yang duduk seraya minum.

"Lebih baik kau bilang padanya kenapa kau melakukan semua ini. Ini semua demi keselamatannya."

"Aku sudah bilang tapi dia begitu ketakutan."

"Sabarlah, jika semua sudah terungkap. Kita tak perlu menyembunyikan status Maora sebagai Nyonya Devian." Mike yang terlihat bijaksana dalam memberi masukan sahabatnya itu.

Maora memilih-milih makanan yang tersaji dalam acara tersebut. Langkah Maora terhenti ketika ada lelaki yang berdiri di depannya.

1
Aphry
isssss maora bkin naik darah
Aphry
maora cari masalah ajah, wlopun ga cinta sma suami harusnya tetap hargai sebuah pernikahan.asal jln cwo lain ajah tanpa menolak.kesannya murahan.
Kartika
seru ceritanya
emoon
ini mirrip drama KoreA sekrestaris kim kata2nya ada beberapa yg sama...heheehe
krisan
lanjut
Taurus Girl
kasian banget yang jadi bawahannya mike😭😭
sriwati sakalessy
nasibmu Mike😃😃😃
sriwati sakalessy
selalu saja kata Mike😃😃😃
Kokoy Yuhaikay
Maora peka dong , suamimu itu cemburu
Kokoy Yuhaikay
Mike kasihan sekali nasibmu,,,lihat terus yg lagi bucin pulang kerumah malah dicuekin istrimu
Kokoy Yuhaikay
Maora udah bucin ,hati Devana seneng sekali cintanya gak bertepuk sebelah tangan
Kokoy Yuhaikay
mike senengannya ganggu
Kokoy Yuhaikay
waah kena tuh Sarah...ternyata Devana udah jd milik yg lain
Kokoy Yuhaikay
bener tuh Vino jadian aja sama Dea,,, gimana rasanya Vino ditembak duluan sama cewe
Kokoy Yuhaikay
lanjuut
Kokoy Yuhaikay
lanjuut dong
Kokoy Yuhaikay
mora jangan bikin suamimu cemburu doong
Kokoy Yuhaikay
kok di skiiip sih thoor kan jd penasaran
Kokoy Yuhaikay
kok cuman mengingat kejadian tadi malam,,,emang apa yg terjadi thoor jangan di skep doong,,,jd kurang greget deh
Kokoy Yuhaikay
udah sedikit romantis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!