NovelToon NovelToon
Dicintai Sepenuh Hati Oleh Suami Express

Dicintai Sepenuh Hati Oleh Suami Express

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Cinta Seiring Waktu / Romantis / Cinta setelah menikah / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Meymei

[REVISI]
.
.
.
Akibat masyarakat yang memiliki tradisi kolot, mereka terpaksa melakukan pernikahan di bawah tangan hanya karena berteduh dari hujan disebuah pos kampling. Dua orang yang tidak saling mengenal itu diikat dalam ikatan yang sakral secara tiba-tiba.

Qiana Nadhifa, gadis yang dikenal pendiam dan jarang keluar rumah itu pun seketika menjadi hujatan masyarakat. Tidak ada yang mempercayainya, bahkan Ibunya sendiri memojokkannya sehingga ia menikah dengan laki-laki yang tidak dikenalnya.

"Kamu istriku. Aku akan menerima kekurangan mu dan terimalah kekurangan ku sebagai seorang suami." Abhaya Chandra.

Apakah pernikahan keduanya berujung keberkahan Allah? Bagaimana keduanya bersatu dengan perbedaan dan masa lalu mereka?

Author Note: Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama, tokoh dan setting cerita, semua murni kebetulan. Semoga pembaca suka dengan karya keempat saya...
Terimakasih atas dukungannya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meymei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Acara

[REVISI]

.

.

.

Mulai dari pukul 7 pagi, Qiana sudah dirias sedemikian rupa untuk acara nanti. Karena tukang rias yang ia sewa adalah sepupunya sendiri, Qiana sebelumnya meminta kebaya muslimah untuk dirinya dengan tetap menggunakan hijab yang menutup dada. Tetapi karena sepupunya tidak memiliki kebaya yang Qiana maksud, ia pun memilih kebaya berwarna biru dengan kerah tinggi dan ekor yang panjang dipadukan dengan jarit khas pengantin Jawa lengkap dengan korset dan stagen.

Untuk hijabnya, sepupu Qiana khusus membuat model hijab yang menutup dada seperti keinginannya dari bahu ke bahu membentuk setengah lingkaran. Agar tidak terlihat biasa, sepupunya menambahkan tiara juga lace di atas kepalanya. Bahkan sepupunya tetap mencukur alis dan sinom (rambut halus yang ada di dekat dahi) sebagai syarat, walaupun Qiana tidak mengenakan "paes Jawa". Meskipun pakaiannya tetap memperlihatkan bentuk tubuh, paling tidak keinginannya untuk menutup dada terpenuhi. Begitu pikir sepupu Qiana.

Chandra dan Kang Badi yang ditemani sepupu Qiana, Suhadi pun sudah menjemput rombongan Mamak dan Bapak yang kini dijamu di rumah Budhe Qiana. Karena ini merupakan acara pernikahan, Chandra dan Qiana akan dipertemukan layaknya prosesi pernikahan adat Jawa pada umumnya. Sepupunya selaku tukang rias juga "dukun manten" yang bertanggung jawab selama prosesi berlangsung.

Acara pun dimulai, semua sudah bersiap diposisi masing-masing sesuai arahan "dukun manten". Musik penggiring berupa suara khas gamelan pun menjadi latar acara, mulai dari "temu manten" di mana kedua mempelai dipertemukan dengan diapit dua orang yang masih single (bukan duda/janda) pembawa "kembang mayang". Para pembawa akan saling bertukar "kembang mayang", menandakan pengantin melepas masa lajang mereka.

Dilanjutkan prosesi "balangan gantal", yaitu kedua mempelai masing-masing melemparkan lintingan daun sirih yang telah disiapkan oleh "dukun manten" kearah dada atau lutut mempelai dalam hitungan cepat. "Balangan gantal" memiliki makna tersendiri, mempelai laki-laki yang melempar kearah dada mempelai perempuan menandakan ia telah memiliki kekasih hati, sedangkan mempelai perempuan yang melempar kearah lulut sebagai tanda bakti kepada sang suami.

Prosesi dilanjutkan dengan "ngidak endog", di mana mempelai pria akan menginjak telur dan mempelai perempuan akan membasuh kakinya. Proses ini memiliki makna berupa harapan mendapatkan keturunan dan bakti serta kasih sayang kepada suami. Setelah mempelai perempuan berdiri, mereka akan berdiri bersebelahan dengan bergandengan jari kelingking.

Kemudian Ibu Ningsih membalut kain batik khas dengan warna gradasi merah ke putih, di bahu kedua mempelai dan membawanya ke pelaminan untuk didudukkan di kursi pelaminan. Beliau melakukannya sendiri lantaran Qiana tidak memiliki ayah dan tidak ada wali yang bisa hadir saat itu. Prosesi ini dinamakan "sinduran" yang memiliki makna orang tua yang memberi dan menudnjukkan semangat menjalani hidup yang baik kedepannya.

"Dukun manten" mendatangi kedua mempelai dan memberikan kain kepada Qiana agar ia memegangnya dengan kedua tangan. Sedangkan Chandra diminta untuk menuangkan isi dari kain batik yang diberikan kepadanya ke tangan Qiana. Isi yang dituangkan berupa beras yang telah diwarnai menggunakan kunyit dan uang logam. Proses ini dinamakan "kacar-kucur" yang melambangkan suami sebagai pemberi nafkah.

Setelah itu, asisten "dukun manten" membawakan sepiring nasi yang dibuat mirip tumpeng beserta lauk dan 2 gelas teh. "Dukun manten" meminta Qiana dan Chandra saling suap dan saling memberikan minum yang mana melambangkan hidup berumah tangga harus saling rukun, saling membantu dan bekerjasama.

Prosesi terakhir yaitu "sungkeman". Orang tua kedua belah pihak duduk di pelaminan secara bergantian untuk mendapatkan "sungkem" dari Qiana dan Chandra, dengan cara berjongkok dan menyentuh lutut orang tua untuk menyembah. "Sungkeman" ini melambangkan bhakti kepada orang tua serta meminta doa restu.

Seluruh rangkaian prosesi pernikahan tidak luput dari juru kamera yang sudah Qiana sewa satu paket dengan riasan dan kostumnya. Sehingga kelak, mereka bisa menyimpan memori pernikahan mereka berupa album atau file foto.

Setelah semua prosesi selesai, seluruh tamu undangan dipersilahkan untuk menikmati hidangan "piring terbang" dan teh hangat yang disajikan oleh remaja dan beberapa orang yang khusus ditugaskan sebagai penghantar makanan. Makanan pertama yang dihidangkan adalah Nasi Rames atau yang biasa dikenal sebagai nasi campur, yaitu nasi dengan beberapa lauk seperti lapis daging, sambal goreng kentang, mie kuning goreng, urap, acar, dan kerupuk udang. Selesai makan, penghantar makanan mengantarkan es buah sambil mengambil piring bekas tamu undangan.

Barulah satu-persatu tamu undangan naik ke pelaminan untuk berfoto bersama kedua mempelai yang dimulai dengan kedua orang tua masing-masing sampai keluarga besar.

Acara berlangsung lancar, sampai setelah dzuhur rombongan Bapak dan Mamak pamit untuk kembali ke Jogja. Semua keluarga pihak Qiana mengantarkan kepergian rombongan Bapak dan Mamak termasuk Qiana dan Chandra yang telah berganti dengan pakaian biasa.

“Suwun yo, Na.” Kata Mamak yang memeluk Qiana sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil. Beliau hanya mengucapkan terima kasih karena selama prosesi pernikahan digelar, beliau menyaksikannya dengan berlinang air mata. Mamak tidak menyangka bisa melihat anak bungsunya yang menikah mendadak itu melaksanakan prosesi pernikahan layaknya pengantin pada umumnya.

Qiana menitikkan air matanya ketika melambaikan tangannya ke arah mobil rombongan yang menjauh termasuk Kang Badi yang ikut dalam rombongan tersebut.

“Nanti bisa ketemu lagi, Dek!” Chandra memeluk bahu Qiana sembari mengusapnya lembut untuk menenangkan istri kecilnya.

“Iya, Mas. Mamak tadi matanya sembab.”

“Mungkin terharu, Dek.”

“Terharu apa?”

“Tidak tahu?” kata Chandra sambil mengedikkan bahu.

Ketika kembali ke rumah, tamu undangan masih memenuhi tenda. Bahkan ada beberapa teman Qiana yang sengaja datang ketika Qiana mengatakan jika dirinya ada di Rembang termasuk Almira. Qiana pun izin kepada sang suami untuk menemani teman-temannya sampai mereka berpamitan pulang.

Jika kalian berpikir acara akan selesai sampai di situ, maka kalian salah. Acara masih akan digelar sampai nanti malam. Di tempat tinggal Qiana, biasanya acara akan selesai sekitar pukul malam. Hal ini dikarenakan ada tamu undangan yang hanya bisa datang di waktu malam, sedangkan siangnya mereka bekerja atau masih dalam perjalanan bagi mereka yang datang dari jauh.

Qiana dan Chandra hanya memiliki waktu istirahat sebentar di antaranya setelah sholat dzuhur, sholat ashar dan sholat magrib. Selebihnya, waktu mereka dihabiskan untuk menyambut tamu undangan Ibu Ningsih dan beberapa kenalan Qiana. Sama seperti bagian dapur yang tidak bisa pulang ke rumah, mereka hanya bisa mengirimkan makanan untuk keluarga yang ada di rumah. Bahkan ada beberapa yang membawa keluarganya sekalian untuk membantu acara.

Yang membuat Qiana gelisah adalah ketika tepat pukul 8 malam, ada tamu tak diundang datang ke acara tersebut. Qiana bisa menebak, Almira yang membocorkan acaranya kepada tamu tersebut. Sekarang ia harus bagaimana, apakah ia harus mengenalkan Chandra sebagai suaminya? Atau ia harus izin kepada Chandra untuk menemuinya?Atau ia harus mengabaikannya?

.

.

.

.

.

**Disclaimer**:

**Adat istiadat setiap daerah di Jawa berbeda, jadi mohon jangan disamakan satu**

**sama lain. Yang tertulis di novel ini hanya semata-mata ingin mengenalkan**

**pernikahan adat Jawa secara tertulis. Terimakasih**...

1
zeus
Perceraian itu bkn dosa tp Hal yg tdk di sukai Tuhan
Klo di rasa lbh membawa kebaikan ya lakukan Perceraian..
zeus
Ya abaikan saja lah si ning sih itu.. Krn Ada nyawa bayi yg jg hrs di pikir Kan..
zeus
Bagi sy yg ckp lama di kalimantan, selama suami/istri sehat lbh prefer cari rejeki di Sana, krn upah pekerja berskill lbh di hargai ketimbang di Jawa, hususnya jateng(udh sarap tuch UMR/UMKnya...)
Meymei: Bener bgd kak 😅
total 1 replies
zeus
Yg bikin haru itu hubungan qia dg klg angkatnya...
zeus
Emg sakit sich.. Di bedakan dari seorang ibu.. Sy pernah "merasakan itu"(namun sy jg menyesal tiap x ingat jika sy punya kegeraman thd ibu sy tatkala di per lakukan beda dg saudara yg lain) .. Tp justru di akhir hayatnya beliau, justru sy yg paling deket dg beliau di banding saudara sy lain...
Meymei: Tetep semangat ya kak 😁
total 1 replies
zeus
Luar biasa
zeus
Ada ibu kandung kyk gitu??
#)
zeus
Orang model an ning sih Tinampi ini g usah di per lakukan sbg orang Tua... Klo perlu kubur..
zeus
Dulu jg pernah kaget waktu pertama tinggal di bati2(kalsel) .. Air kuning gitu..
Meymei: Waduh, bati2 kuning kak gag keruh 😅
total 1 replies
zeus
Krn blm kejadian haruse g setraumatik gitu sich..
zeus
Jd inget perkosa an Dan pembunuh an oknum tni Al di banjarbaru kalsel..
zeus
Sebenere da yg sangat mengganjal Hati..
Bahasa yg di pke Chandra ke ortunya knp "ngoko".. Bukan "kromo"...
Bertolak belakang dg sifat Chandra yg santun..
Meymei: Ini ada contoh aslinya kak, memang uda kebiasaan karena lebih nyaman seperti itu
total 1 replies
Nola
bgsss bgtt
Anitapuji
Kecewa
Meymei: Terima kasih sudah mampir kak..
total 1 replies
Anitapuji
Buruk
Meymei: Terima kasih sudah mampir kak 😊
total 1 replies
bunda syifa
bagus,
Meymei: Terima kasih dukungannya kak..
total 1 replies
bunda syifa
jalan cerita nya sebenarnya bagus Thor, cuma kurang nya hampir gc ada percakapan nya sama sekali, jadinya seperti membaca koran bukan cerita novel
bunda syifa: ok, nanti tak tengok lagi
total 2 replies
bunda syifa
klo yg menikahkan biasanya d sebut maharnya Thor
Meymei: Iya kak, author cuma ambil simpel nya saja 🙏🏻
total 1 replies
Lulux hidayah
Rembang nya mana. aq jg dari rembang.
Meymei: Setting cerita di perbatasan Rembang-Blora kak
total 1 replies
Ratih Dewi Syahputri
kampung aku ... kulonprogo
Meymei: Salam kenal kak 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!