Novel ini menceritakan tentang kisah cinta seorang gadis cantik bernama Vania Angelista.
Dia yang terjebak cinta antara sang mantan kekasih dimasalalu nya dan dengan orang yang di jodohkan dengan nya.
Bagaimana cara Vania Angelista menghadapi hidupnya ketika harus menerima perjodohan, namun hatinya masih dimiliki oleh seseorang di masa lalunya....?
Dan apa yang akan dilakukan seorang Vania Angelista, ketika dirinya mulai merasakan cinta pada pria yang telah dijodohkan dengannya namun tiba-tiba sang mantan kekasih muncul kembali menjelang hari pernikahan nya.
Siapa pula yang akan Vania pilih diantara dua cinta yang hadir di dalam hidupnya
Siapakah sebenarnya cinta sejati Vania Angelista...?
Apakah sang mantan kekasih dimasalalu nya, atau justru pria yang telah dijodohkan dengannya.?
Temukan jawabannya di novel TAKDIR CINTAKU
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatimah AF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32
“Apa ini saatnya aku ceritakan tentang masalalu ku juga padanya”batin Vania.
Vania masih terdiam dengan pikirannya sendiri.
“Vania”panggil Aditya mencoba menyadarkan Vania dari lamunannya.
“Hmmm... Kenapa”tanya Vania tersadar dari lamunannya.
“Kamu yang kenapa Van, perasaan kamu sering banget ngelamun”ujar Aditya.
“Nggak koq”sangkal Vania.
“Ah masa sih? terus tadi kenapa diam kek gitu”Aditya memborongnya dengan beberapa pertanyaan.
“Beneran nggak pa-pa Dit”ucap Aditya.
“Jangan-jangan kamu bengong kek gitu, karna lagi liatin ketampanannya Mas Adit yang paripurna ini ya”ujar Aditya bermaksud menggoda Vania.
“Mana ada kek gitu”sangkal Vania.
“Jujur aja kali, kalo kamu emang mengangumi ketampanan ku”seru Aditya.
“Mulai kumat penyakit PD nya”sindir Vania, namun Aditya hanya tertawa.
Inilah kebiasaan Aditya jika sedang bersama dengan Vania, dia akan selalu menggoda Vania dengan menganggap dirinya tampan paripurna, namun sayangnya Vania tak pernah mengakui hal itu, dirinya selalu menyangkal ketampanan Aditya.
“Akuin ajalah Van”ujar Aditya.
“Koq maksa sih”sahut Vania.
“Ayolah”Aditya memelas.
“Males banget”ujar Vania seraya berjalan meninggalkan Aditya yang masih berdiri dibibir pantai.
“Lah gue ditinggal”gumam Aditya.
“Van, tunggu”ucap Aditya sedikit berlari menuju kearah Vania yang terus berjalan tanpa menghiraukan panggilan Aditya.
“Mau kemana sih”tanya Aditya yang berhasil menyusul Vania. mereka kini berjalan saling beriringan.
“Pulang”ucap Vania singkat.
“Cepat amat Van”ujar Aditya.
“Udah sore Dit”balas Vania.
Langit memang sudah gelap, menunjukkan siluet kuning keemasan.
“Tapi kita singgah makan dulu yak, laper aku Van”ucap Aditya, Vania mengangguk setuju.
🌷🌷🌷🌷
“Aku mau ganti baju dulu”ujar Vania saat meraka berdua telah berada di area parkiran dimana mobil yang dikendarai mereka parkirkan disana.
Aditya membukakan bagasi mobilnya, dan Vania pun mengambil dua paper bg yang didalamnya berisi pakaian ganti yang memang sudah mereka persiapkan sebelumnya.
“Ini pakaian kamu”ucap Vania menyerahkan sebuah paper bag kepada Aditya.
“Terimakasi”ujar Aditya seraya menerima paper bag pemberian Vania.
“Sama-sama”balas Vania.
Keduanya pun berjalan menuju toilet umum yang berada diarea tersebut, mereka akan berganti pakaian ditoilet yang memang sudah dipersiapkan untuk pengunjung yang datang ke pantai tersebut.
Setelah selesai berganti pakaian, mereka berdua pun kembali ke area parkiran, mengambil mobil dan kemudian pergi meninggalkan area pantai.
🌷🌷🌷🌷
Setelah berkendara hampir 1 jam, kini keduanya kini singgah disalah satu restoran untuk mengisi perut mereka yang sejak tadi berkonser ria meminta untuk diisi.
Hari yang indah untuk mereka berdua, sepanjang hari bersama menikmati keindahan pantai, dan kini keduanya tengah menikmati makam malam bersama.
Keduanya saling bercanda tawa, Aditya dan Vania tampak bahagia.
“Aditya”panggil Vania disela-sela makannya.
“Hmmm”Aditya hanya berdehem menanggapi Vania, dirinya masih asyik menyantap makanan yang ada dipikirannya.
“Adit”lagi-lagi Vania memanggil Aditya karna dirinya tak puas dengan tanggapan Aditya padanya.
“Apasih Van”ujar Aditya yang masih fokus pada makanannya.
“Liat sini dong, aku mau ngomong sesuatu ini”ucap Vania yang tampak kesal karna Aditya tak memperhatikannya yang sedang berbicara pada dirinya.
Aditya menghentikan makannya, kemudian sedikit mendongakkan kepalanya menatap wajah cantik Vania yang ada dihadapannya.
“Kamu mau ngomong apa sih cantik”ucap Aditya disertai dengan pujian karna sadar saat ini Vania sedang kesal karna dirinya merespon datar ucapan Vania.
Sementara Vania yang mendengar mendengar kata cantik yang keluar dari bibir Aditya, menciptakan rona merah dipipi Vania.
🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa beri LIKE dan KOMENTAR serta VOTE
ini sudah tahun 2021 lho Thor
aku mampir dan membawa like.
ditunggu feedbacknya di " A Falling Memory 2"
mari saling mendukung
Salam dari
🌹 "Infinity" (teenlit)
🌹 "Ve" (mystery thriller)
🌹 "Aku Bukan Pelakor" (romance)
mampir dan baca kisah ku juga ya dalam
HIDUPKU BERSAMA CEO
&
I LOVE YOU
yuk mampir di cerita novelku😉🤗
Salam, CINTA SANG JUITA