NovelToon NovelToon
Elvan 2

Elvan 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen
Popularitas:95.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fira Anjelita

"Lo jahat!"

Elvan menatap Aleta bingung. Gadis yang tiga tahun ini dia rindukan itu sangat berbeda. Kini rambut Aleta menjadi sebahu dengan wajah lebih dewasa dan semakin cantik. Dia menangis.

"Why? Gue balik karena pengen jadi yang terbaik buat lo."

"Lo tinggalin gue saat gue butuh!" teriak Aleta kemudian meninggalkan Elvan begitu saja.

"Dan sekarang gue kembali buat perjuangin lo," teriak Elvan menatap punggung Aleta yang semakin menjauh.

"Semoga saja belum terlambat."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fira Anjelita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Elvan 2- 033

033

Teka-Teki

Cinta itu sederhana, hanya saja manusia yang membuatnya menjadi rumit.

......

Aksa menatap Aleta yang tampak lebih segar karena baru saja selesai mandi. Rasanya bahagia dapat duduk berdua bersama Aleta kembali. Beberapa hari ini mereka jarang berdua, terlebih Aleta sudah menjadi pacar Elvan.

"Jadi mau ngomong apa, Sa? Malah bengong."

Aksa tersenyum canggung. "Cuma mau bilang hati-hati."

"Kenapa?"

"Karena pelaku itu belum ketemu," kata Aksa cemas. "Gue sama Gavin dan yang lain udah nyari di seluruh sudut kampus."

Aleta terdiam, gadia itu jadi bimbang tetang pertemuannya dengan Marco tadi. Haruskah dia mengatakannya kepada Aksa?

"Kavin sama Alam juga udah ngawasin Hendra. Tapi belum ada hasil."

"Udah bilang Elvan?" tanya Aleta. Sebenarnya dia ingin segera menyelesaikan pembicaraan ini, rasanya kurang nyaman karena dia harus menyimpan rahasia tentang Marco.

"Belum, makanya gue bilang sama lo. Ya karena mungkin gue gak ke sana, gue sama anak-anak mau lanjutin pencarian."

Aleta mengangguk. "Iya entar gue sampein. Lagian kalian juga bahas di grup 'kan?"

"Iya sih. Ya udah gitu aja, lo pasti mau ke rumah sakit lagi 'kan?"

Aleta mengangguk mengiyakan.

"Ya udah gue balik ya?" pamit Aksa, Aleta mengangguk. Ikut berdiri mengantarkan Aksa sampai di depan pintu. Barulah dia kembali masuk bersiap untuk ke rumah sakit.

"Elvan gak balik ke London?" tanya Vela yang kini sibuk menyiapkan makan untuk Herman.

Elvan yang menyuapkan bubur ke mulut pun berhenti. Pemuda itu menatap Vela dengan senyum. "Untuk kedepannya sih belum mau balik, Tante. Soalnya mau nikahin Aleta dulu."

"Kamu aja gak pernah minta izin Om," kata Herman membuat Vela tertawa.

"Ya dia 'kan udah ada niat baik, Mas. Lagi pula tiga tahun mereka udah pisah."

Herman tertawa. "Om restuin kok!"

"Restuin apa nih?" tanya Aleta yang baru saja masuk.

Herman, Vela, dan Elvan tertawa bersama.

"Kok ketawa?" tanya Aleta dengan alis menyatu.

"Enggak papa. Kamu masih pusing?" tanya Elvan.

Aleta mendekat pada Herman dan Vela. "Nih, aku beliin jahe hangat buat Ayah sama Mama," katanya sambil mengeluarkan dua bungkus minuman berwarna kecokelatan.

"Aku gak dibeliin?" tanya Elvan membuat Herman dan Vela tersenyum.

"Pastinya dibeliin, nih!" kata Aleta sambil menjinjing plastik putih itu. Elvan pun tersenyum lebar.

"Aaa baik banget!" seru Elvan membuat Aleta geleng-geleng kepala. Gadis itupun mendekat dengan jahe hangat di dalam plastiknya.

Aleta lebih dulu berhenti di depan nakas, memindahkan jahe itu ke dalam gelas dan diberi sedotan. "Nih," kata Aleta lembut menyerahkan gelasnya.

Elvan tersenyum hingga matanya menyipit lucu. "Maacih!"

"Cih," decih Aleta. "Kamu alay banget!"

Tapi Elvan diam saja. Dia tidak keberatan dibilang alay oleh Aleta.

"Ayah sama Mama pamit pulang ya?"

Herman dan Vela mendekat. Keduanya berdiri di sebelah ranjang Elvan dan mengapit Aleta.

Elvan tersenyum. "Iya, Om, Tante, makasih ya udah mau jenguk Elvan. Hati-hati di jalan!"

Herman menepuk pundak Elvan dua kali, kemudian Elvan mengulurkan tangannya, mencium tangan Herman dan Vela secara bergantian.

"Makasih ya, Om, Tante, udah izinin Elvan. Secepatnya Elvan ke rumah!"

Hendra dan Vela sudah pergi beberapa menit lalu. Tinggalah Elvan dan Aleta yang saling tatap di ruangan itu.

"Tadi Aksa ke rumah," ucap Aleta memulai. Untuk masalah Aksa dia memang tidak ingin menyembunyilannya, tapi kalau Marco... Aleta masih berpikir haruskah dia mengatakannya atau tidak.

Elvan yang sedang menatap Aleta pun mengerjapkan matanya. "Ngomongin apa?"

Entah kenapa meski tahu Aksa dan Aleta bersahabat hampir 10 tahun dia tetap merasa cemburu. Rasanya tidak suka tahu gadis itu berduaan saja bersama Aksa. Aksa dulu pernah menyukai Aleta, ah maksudnya sampai sekarang. Dan Elvan takut Aleta jatuh pada Aksa. Aksa yang lebih sayang pada gadis itu, Aksa yang lebih sabar bersama Aleta, Aksa yang sudah tahu dan hafal seperti apa Aleta, dan Aksa yang selalu ada untuk Aleta.

"Katanya mereka gak bisa ke sini hari ini. Masih cari siapa yang nembak kamu. Alam sama Kavin udah nyoba awasi Hendra, tapi belum dapat apa-apa. Aksa, Gavin, dan yang lain juga terusin cari yang di kampus, tapi ya sama aja belum dapat apa-apa."

Elvan mendengarkan Aleta dengan begitu serius. Pemuda itu benar-benar tak habis pikir dengan si pelaku. Kenapa begitu pandai bersembunyi? Kenapa permainannya begitu rapi?

"Van, kamu gak papa?" tanya Aleta cemas karena Elvan hanya diam saja.

Elvan tersenyum, mengusap lembut pucuk kepala Aleta. "Enggak papa. Aku cuma mikir kira-kira siapa."

Aleta mengembuskan napas lega. "Besok kamu jangan langsung nyari dia ya? Kamu istirahat dulu, aku gak mau lukanya jadi infeksi atau apapun yang fatal-fatal."

"Iya, sehari besok aja tapi?"

Aleta mendengus. "Tapi-"

"Ssttt." Elvan meletakan telunjungnya di depan bibir Aleta. "Dia harus segera ketemu, Ta. Aku bakalan minta bantuan Papanya Gavin. Aku gak akan tenang kalau dia beluk ketemu. Masalahnya itu kamu, dia incar kamu."

Elvan langsung memeluk Aleta erat. Dia benar-benar khawatir tentang keselamatan Aleta. Dia tidak ingin Aleta sampai kenapa-kenapa hanya karena dendam seseorang kepada dirinya.

"Dia sekertaris BEM." Gavin berkata dengan kedua tangan bertengger di pinggang.

Aksa dan yang lain sibuk mengawasi sekitar kampus. Lebih tepatnya area UKM, di depan ruangan BEM.

"Lo udah bilang tadi," kata Aksa berdecak.

"Sialan! Kita gak ketemu-ketemu tadi."

"Namanya Gita," kata Kavin yang baru saja tiba.

Yang lain langsung menoleh kepada Kavin. Laki-laki keturunan Inggris itu maju mendekati Gavin dan Aksa.

"Gue ketemu instagramnya. Dia Gita, pernah ngobrol sama Elvan waktu lo sama Marco godain Aleta," katanya menatap Aksa.

Gavin langsung mengangguk mengerti. "Kita masuk ke ruang BEM langsung. Dia udah jelas salah satu dari mereka!"

Kavin menggeleng. "Itu hal bodoh. Kita awasi mereka dari jauh."

"Kavin bener. Kalau kita langsung serang, si ketua pasti tahu kita udah nemuin salah satu dari mereka." Aksa setuju dengan Kavin.

"Kita main pelan," kata Rio. "Yuk nyebar! Yang di sini biar Gavin sama Aksa."

Mereka setuju. Tugas menemukan si gadis sudah selesai, yang kedua adalah menemukan si pengirim pesan palsu pada Aleta dan Elvan.

"Kita cari cowok itu." Kavin mulai bicara lagi.

Alam menatap Kavin heran. "Cowok itu sama-sama anak BEM. Antara ketua dua atau sekertaris."

"Iya, jadi harusnya kita nunggu di sana," kata Rio.

Kavin menggeleng. "Gak. Kita gak akan temui cowok itu di sana."

"Kenapa lo begitu yakin? Apa lo tahu siapa yang terlibat? Atau lo juga terlibat?" tanya Alam curiga kepada Kavin.

......

1
Nurmalasari
gk ada kemajuan

aajahajaha
Nurmalasari
kook aku berassa muter2 terus yah ceritanya
m4510man
hallo Thor👋🏻
masih ada nggak kelanjutannya Thor
pembacamu masih menunggu nih 😊🤗
_Nabilaaa Permata
yok bisa Aksa-leta
Eka Maulidia
waduuuh Iki komentar tahun lalu e !!!! wes g ada lanjuttanne Iki 😭😭😭💔💔💔
Yanti Nur Anggraini
lama bgt ya thor
Miawww
lnjut
Agus Purnama
lanjuut jgn kelamaaan para kabur ni
Miawww
lnjt kk.... aq kwal sampai tamat critamu
kolorijo
kok aku ngerasa dalang dari semua ini aksa ya🤨 atau mungkin cuma perasaanku aja
Agus Purnama
up upup up up up up up
Anis Haura Dzakki
othorQ trsayaaaaaang..kmna dikau?! knp mpe brbulan2 g update..pnsaranny dah diubun2 nech pliiiiiiiiisss jgn gantung kamiiiiiiiii



up lg thor..up lg
Nafisyah
Next dongg thorr suka banget sama alur ceritanya, kalo nggk dilanjutin sayang banget nanggung ceritanya thorr😭🥺
Deli Momoidea Pelangiran
gavin, dekat, atau Aksa ya pelakunya
Deli Momoidea Pelangiran
seperti nya Hendra
Elfina
lanjut lagi Thor🙏
Dessy Komalasari
lg seru ni thor,cepetan dong up ny
Sintyawidianti 30
lanjut dong kak, cerita nya bagus banget 😍
Alvi Sri Yulianti
bka lgi gk ini greget nih
Ririn Savetalyana
mantullll deka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!