NovelToon NovelToon
Beyond The Imagination

Beyond The Imagination

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Balas Dendam / Kultivasi Modern / Barat / Tamat
Popularitas:843.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: M.Y

Di dunia yang penuh dengan sihir ini,
seluruh kerajaan besar menerapkan sistem kasta sehingga timbullah kesenjangan sosial di antara seluruh manusia.

Rakyat jelata dan para bangsawan, para pengguna kekuatan dan manusia biasa.

Diskriminasi, penindasan, perbudakan, hingga peperangan memperebutkan kekuasaan sudah menjadi hal yang umum.

"Kau kuat maka kau jaya, kau lemah maka binasa."

Namun seorang bocah dengan kemampuan imajinasi yang tak terbatas muncul dengan kebenciannya terhadap dunia busuk ini.

Teleportasi? Telekinesis? Telepati? Menciptakan nuklir? Apapun itu bisa ia lakukan.

Dengan motto, "Jangan lakukan apapun. Apabila harus, lakukanlah secepat mungkin," akankah dia berhasil merubah dunia dan menjadi penguasa tertinggi?

Namanya Aray Kenzie, dan dia adalah seorang pemalas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulau Andalas 2

"Troll .... "

Rasa yang belum pernah ada dalam diri Aray selama ini muncul, rasa penasaran sekaligus bersemangat.

Aray tertawa dalam hati saat merasakannya, haruskah Aray tidak merasakan ini? Tapi di hadapannya saat ini adalah suatu hal yang sangat-sangat gila.

"Bagaimana mungkin makhluk yang seharusnya telah dimusnahkan oleh umat manusia masih hidup? Terlebih mereka berada di negara kita." Dana tercengang tak percaya.

"Mungkin memang dari awal, umat manusia

tidak pernah berhasil untuk memusnahkan para makhluk legenda ini, bahkan dengan bersatunya umat manusia juga tidak membuahkan hasil

yang memuaskan hingga akhirnya mereka menempatkan para makhluk legenda ini di

pulau yang sangat jauh dari pulau utama dan memasang segel mutlak agar para makhluk legenda tidak dapat keluar." Arjuna memberikan hipotesis yang sangat mendekati kebenaran yang ada.

Makhluk yang disebut troll oleh Aray itu kini tengah mengamuk, mengayunkan pentungan batu raksasanya kesegala arah, merobohkan semua pohon besar dalam hutan dalam sekali ayunan.

"Daripada membicarakan hal tak penting seperti itu, lebih baik kita bunuh saja terlebih dahulu monster ini. Tidak, aku yang akan membunuhnya." Rasa ingin tahu Aray membuatnya melangkah santai ke hadapan troll.

"Apa yang ingin kau lakukan? Troll tidak akan terpengaruh pada serangan sihir, dia hanya akan terkena dampak serangan fisik." Aya berteriak memperingati Aray.

Troll itu marah melihat ras manusia yang telah menyegel mereka di pulau ini berdiri santai menantangnya. Baginya ini adalah sebuah penghinaan.

"Hah? Aku tidak sebodoh itu untuk menyerang raksasa ini dengan serangan sihir. Tenang saja, aku sudah banyak membaca." Aray sangat percaya pada kemampuannya untuk bisa mengalahkan makhluk raksasa ini bahkan dalam sekali pukul.

"strengthening Tenfold."

Aray menggunakan kemampuan imajinasinya dengan memberikan penguatan pada tubuhnya sepuluh kali lipat dari kekuatan sang raksasa besar yang ada di hadapannya saat ini.

Troll itu berteriak saat Aray semakin mendekatinya, karena kesal dia mengayunkan pentungan batunya dengan sekuat tenaga tepat pada Aray.

Dentuman besar terdengar ketika pentungan raksasa itu mengenai Aray, Pukulan troll itu tepat mengenai tubuh Aray karena ia sama sekali tak menghindarinya. Pasir pantai berterbangan menciptakan asap tebal sehingga Aya dan para anggota The Ten Rulers tak bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi.

"Apa serangan raksasa itu benar-benar mengenai Aray?" Dalam hatinya Ardika berharap bahwa serangan itu tepat mengenai Aray dan membuatnya tak sadarkan diri.

"Sayang sekali dia tidak selemah itu." Aya menatap tajam asap yang diakibatkan oleh pasir pantai yang berterbangan itu.

Saat asap tersebut mulai menghilang, terlihatlah Aray yang tengah berdiri tegak dihadapan monster itu, menahan serangannya dengan ujung jari tengahnya, meledek.

Aray mengangkat dagunya lalu berkata,

"Aku kecewa, ternyata kau sangat lemah."

Pemandangan yang mainstream bagi para rekan Aray, mereka sudah tidak kaget lagi melihatnya, malahan jujur saja, itu terlihat keren di mata mereka.

Aray berteleportasi, gelembung menyelimuti tubuhnya, ia menghilang lalu muncul di depan dada makhluk raksasa itu, memberikan pukulan ringan. Namun dampak yang diterima sama sekali tidak ringan, lubang besar tercipta pada dada sang raksasa, membuatnya mengeluarkan darah berwarna hijau yang sangat banyak dari mulutnya maupun lobang di dadanya.

Boom

Langit bergetar saat tubuh raksasa itu terjatuh, Troll telah tumbang.

"Sama sekali bukan apa-apa." Kata Aray sambil mengelap darah yang menempel diwajahnya akibat terkena cipratan darah troll.

"Sebaiknya kalian lebih berhati-hati mulai sekarang, karena masih ada banyak lagi makhluk legenda yang terdapat di pulau ini. Yang tadi itu hanya salah satunya, dan termasuk yang lemah."

Mereka semua kecuali Aray terkejut Mendengar pernyataan dari Aya. Meski sebesar itu, troll tadi masih dibilang lemah. Walaupun mereka hanya melihat Aray menghabisi sekali serang troll itu, mereka yakin kalau mereka yang melawannya barusan, mereka pasti tidak dapat mengalahkannya semudah yang Aray lakukan.

Aray memang berada di tingkatan yang berbeda.

Jadi, mereka hanya bisa meneguk ludah mereka sendiri sembari mengikuti langkah Aya dan Aray memasuki hehutanan pulau Andalas.

Tumbuhan di pulau Andalas sangatlah beragam, mulai dari tumbuhan yang sangat kecil seperti Wolffia sampai tanaman-tanaman raksasa yang tak diketahui namanya oleh umat manusia.

Pulau Andalas bagaikan dunia yang berbeda dari dunia yang manusia kini tempati, seperti berada di utopia dengan hewan-hewan indah dan tumbuhan yang cantik, udara yang lebih segar dari udara manapun di dunia ini yang mampu membantu sirkulasi sihir dalam tubuh manusia berkembang dan langit berwarna biru yang juga berbeda dari yang biasanya, sangat cerah sampai-sampai kau berfikir bahwa tidak akan ada hal buruk yang terjadi hari ini dan menjalaninya dengan ceria.

Ini seperti liburan jika tidak ada makluk yang keberadaannya sangat mengganggu, tapi di bagian itulah yang membuat tempat ini cocok untuk menjadi tempat latihan yang sangat ideal.

Dengan udara yang membantu perputaran sihir dalam tubuh dan para makhluk legenda yang sangat kuat, tempat ini sangat menyenangkan bagi prajurit yang ingin menjadi lebih kuat dalam waktu yang sangat singkat.

Setelah memasuki hutan cukup dalam, akhirnya rombongan Aray menemukan tempat yang akan ditinggali mereka selama pelatihan neraka ini.

Sebuah mansion super besar dengan kamar yang sangat banyak yang tentunya sangat cukup bagi mereka.

Ruang makan super luas dengan makanan yang beraneka ragam dan pelayan yang siap sedia membawakannya pada mereka kapanpun mereka mau, pemandian air panas super elite, semuanya sangat lengkap emamanjakan para prajurit yang datang berlatih di tempat ini.

Dan jika mereka terlena dengan segala fasilitas yang diberikan oleh negara, sampai-sampai mereka melupakan tujuan sebenarnya mereka datang ke pulau Andalas, mereka akan mati dibunuh dengan kejam oleh para makhluk legenda.

Aray, Aya dan para anggota 'The Ten Rulers' memasuki mansion yang telah disediakan oleh negara di Pulau Andalas dengan wajah sumringah.

Benar-benar fasilitas yang mengagumkan.

Tapi ada yang mengganggu Aray sejak lama, yaitu panggilan untuk kesepuluh komandan yang telah melewati tes khusus dari raja Avanindra, The Ten Rulers. Panggilan itu membuat Aray tidak pernah senang saat mendengarnya.

Saat mereka sedang terdiam kagum melihat mansion yang penuh dengan fasilitas super elite yang disediakan oleh negara, Aray memecah keheningan yang ada dengan berkata,

"Dengarkan aku, karena panggilan 'The Ten Rulers' itu sangat membuatku muak dan sangat sulit untuk dikatakan, maka aku akan memanggil kalian dengan sebutan yang lebih mudah."

Seluruh tatapan kini mengarah pada Aray.

"Yah ... sebenarnya aku juga tidak terlalu suka dengan sebutan yang kekanak-kanakan begitu. Jadi, jika kau mempunyai nama yang lebih baik, aku akan menerimanya." Geya yang biasanya diam memberikan pendapatnya.

"Benarkah? Aku kira sebutan itu cukup bagus." Arya yang selalu ceria seperti anak-anak tentunya juga menyukai sebutan kekanak-kanakan itu.

"Aku tidak meminta pendapat kalian, aku hanya akan mengubah panggilannya untuk diriku sendiri, jika kalian suka, aku tidak akan menahan kalian untuk menggunakannya juga."

Mereka yang mendengarkan kata-kata dingin Aray sadar betapa malas dan tak pedulinya Aray, jadi mereka memilih untuk diam saja untuk kedepannya.

"Dix. Aku akan memanggil kalian begitu."

Sebutan yang sangat singkat dan sangat cocok untuk kepribadian Aray.

"Apa artinya Dix?" Oza bertanya.

"Dalam bahasa Zaman dahulu itu berarti sepuluh." Devdan dengan sukarela menjelaskan.

"Ohh ... " Mereka semua menangguk paham dan langsung setuju dengan sebutan baru ini.

Menurut mereka sebutan Dix ini cukup keren.

"Aku tak peduli dengan sebutan kalian, jadi lebih baik kalian pergi ke kamar kalian masing-masing, setiap orang menempati satu kamar yang telah di sediakan. Ini kunci kamar kalian. Cepatlah beristirahat sehingga besok kita bisa memulai latihannya sejak pagi." Aya melemparkan kunci kamar ke setiap anggota Dix.

"Baik!" Mereka serempak mejawab.

Dengan begitu, Seluruh anggota Dix pergi ke kamanya masing-masing, meletakkan barang mereka dan beristirahat sampai esok pagi.

.

.

.

[Malam hari] [POV Aray]

Boom

Dentuman keras terdengar nyaring dari dalam kamarku. Aku yang sedang tertidur segera terbangun karena suara gaduh tersebut.

Boom

Lagi? Berisik sekali. Ppa sih yang sedang terjadi malam-malam begini? Menganggu tidur orang saja.

Boom

Sialan. Jika begini aku tidak bisa melanjutkan tidurku. Sepertinya aku harus membereskan sumber kegaduhan ini.

Aku terpaksa bangkit dari kasurku, berteleportasi keluar dari mansion mewah dan nyaman ini. Suasana malam hari di pulau ini tidak buruk juga, langit menampilkan jutaan bintang di atas sana.

"Berengsek."

Aku benci mendengarnya terus-menerus, hal ini harus segera ku selesaikan. Lagipula, memangnya tidak ada yang bangun selain aku? Padahal aku ini yang paling malas, tapi kalau begini kan jadi terlihat kalau mereka lebih dariku.

Aku terbang beberapa puluh meter di atas udara, mencoba untuk mencari sumber suara tersebut. Tapi jika dipikirkan, dengan suara dentuman yang terus-menerus seperti itu seharusnya sedang terjadi pertarungan antara seseorang. Atau mungkin seseorang sedang bertarung melawan makhluk legenda? Itu bisa saja terjadi.

Boom

Itu dia. Aku bisa melihatnya dari atas sini, di tengah hutan, dari sanalah suara gaduh itu berasal. Jadi aku segera berteleportasi.

Plop

Aku muncul di tengah hutan. Hutan yang sedang terbakar dengan Banshee yang berdiri di tengahnya menerima serangan dari seseorang.

Banshee adalah malaikat pencabut nyawa dalam mitologi, dikatakan tangisan Banshee menandakan ada seseorang yang terkutuk atau segera meninggal di rumah tersebut. Biasanya Banshee akan melakukan 3 kali kunjungan ke rumah orang yang telah dikutuk.

Di malam pertama hanya akan terdengar rentetan tangisan yang bisa didengar oleh orang yang dikutuk saja.

Di malam kedua suara tangisan ini akan menggema di ruang keluarga hingga seisi rumah termasuk yang dikutuk pun mendengar suara ini.

Hingga di malam ketiga suara tangisan ini dapat memecahkan kaca di rumah itu dan sebelum petang hari itu Banshee akan mencabut nyawa orang yang terkutuk tersebut dan meninggalkan keluarganya dengan damai.

Makhluk ini adalah makhluk yang sangat berbahaya dan jarang sekali terlihat, bahkan manusia pada zaman dahulu sampai meragukan keberadaannya karena Banshee sangat jarang menampakkan dirinya di depan manusia.

Tapi aku tidak menyangka aku akan melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Selain itu, ada hal yang membuatku lebih terkejut daripada kehadiran banshee ini, yaitu seseorang yang sangat kukenal dan dia sedang bertarung melawan makhluk mitologi itu.

karena kehadiran orang yang sangat kukenal ini, aku sampai tidak dapat berkata-kata dan hanya bisa sedikit memanggil namanya,

"Alicia?"

Orang yang kupanggil itu berhenti lalu menatapku sama terkejutnya dan membalas,

"Kakak?"

1
Manusia
Wow thor, tau ga sih sejujurnya gw udah ampir ga pernah buka apk ini. Tapi karna emang dulu gw seneng banget baca disini jadi pas ganti hp juga tetep download ini apk. Trus ini novel salah satu novel yang gw kangenin, malah pernah gw rekom ke temen-temen🤣
Eh, pas lagi buka buka perpustakaan gw ternyata baru tau author balik, tapi pas liat tanggal ternyata juga udah kurleb 2 tahun up nya😔💔
Kira-kira bakal dilanjutin ga thor?👉🏻👈🏻
Btw, time flies so fast ya thor, gw juga ga nyangka udah sampai di titik ini
M.A.I
gilla min, kapan nih kembalinya. di ho saya gak ada notif... semoga kedepannya saya bisa baca novel admin ini/Smile/

semangat terus min/Good/
ŇØŞŦŘΔĐΔΜỮŞ
motto salah satu anime
LiyanRui
wah.. senang author kembali, gk terasa udah bertahun tahun tapi dari semua novel yg kubaca Aray adalah salah satu karakter yg tdk bisa dilupakan, novel ini sangat masterpiece, sehat selalu author tetap semangat nulis, kami penggemar setia mu, selalu mendukung setiap karyamu🤗
ji_in
WAAHHH GUE HAPPY BANGET THOR SOALNYA INI SALAH SATU CERITA KEGEMARANKU MOGA THOR DIPERMUDAHKAN URUSAN AGAR BISA TERUS UPDATE😁 SEMANGAT YAH !!🤗
ŇØŞŦŘΔĐΔΜỮŞ
Novel yang rekomended
ŇØŞŦŘΔĐΔΜỮŞ
benar benar terbawa suasana
ŇØŞŦŘΔĐΔΜỮŞ
Udah tahun keberapa ya terakhir 2022
Cherry Lady~🍒
siyall, ternyata sad juga kehidupan pertama mereka...
Ya Fi
Luar biasa
RedRose🥀
Bang aku nunggu lama banget, tapi gapapa yang penting ada kabar. Ini masterpiece yg tidak boleh hilang begitu saja. SEMANGAT!!!!
whyy
akhirnyaa/Determined/
Cherry Lady~🍒
Alvarado ini plot twist ya disini... dulu aku sadar pas ngulang baca dari awal...
Cherry Lady~🍒
Rasanya ada adegan dimana Alicia nyelamatin seorang murid deh... pas murid itu mau kabur, terus di serang sama penyusup cowo. Di hilangin kah adegannya
Ariful Habib Habib
Luar biasa
Cherry Lady~🍒
Fatimah???
¥¥ Devdan ¥¥: wkwkwkwk iseng aja sebenernya naro fatimah di situ, sadar ternyata
total 1 replies
Cherry Lady~🍒
ini ada yang di rubah kah? udah mulai revisi gitu. aku ngerasa ada kalimat yang ilang dari terakhir kali baca... atau emang aku yang udah mulai lupa yaa
¥¥ Devdan ¥¥: Benerr, udah mulai revisi, tapi belom semua. Jadi, bacanya pelan2 aja wkwk, masih banyak yang mau di revisi
total 1 replies
white
baru masuk kuliah kah bang?
white: penuh perjuangan bang. Aku juga lagi berusaha buat nulis novel dan sekarang juga lagi kuliah
total 4 replies
Cherry Lady~🍒
Yang penting udah ada kejelasan, mau kapan up nya bebas kamu aja thor. Bahkan ini akun baru aku di novel toon, Nanti aku baca ulang lagi biar lebih berasa alurnya
Abdilah Alfarizy
akhirnya yang di tungu up juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!