Rara, Seorang gadis muslimah yang hidup diperantauan harus bisa bertahan hidup dan menyelesaikan pendidikannya dengan kuliah sambil bekerja. Berharap bisa kerja di tempat yang nyaman, Rara malah dipertemukan dengan Adimas (Duda ber anak 1) Majikan yang dingin dan galak. Akankah cinta mereka bersemi dan berujung bahagia???
Ikutin ceritanya yahhhh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bodyguard Cantik 33
Hari berikutnyaaaa........
Pagi ini rara sudah bersiap untuk magang di kantor setelah menyiapkan sarapan.
"Pagi ma". Bagas dan adimas baru selesai latihan karate didepan rumah.
"Pagi bagas, pagi mas.... cepetan mandi terus siap-siap ke sekolah ya. Ini mama udah siapin sarapan untuk kalian".
"Oke ma".
Adimas dan bagas ke kamar masing-masing untuk mandi dan siap-siap berangkat.
Tak lama mereka pun sudah siap dan berjalan menuju meja makan.
"Ayo kita makan". Rara mengambilkan makanan dan lauk untuk adimas dan bagas.
"Ra, nanti bareng mas aja ya ke kantor magang?".
"Boleh mas". Rara tersenyum manis membalas ucapan adimas. Seolah hati ingin melompat saat melihat sikap manis rara.
"Ma, jadi mama gak nungguin bagas sekolah ya??"
"Mama magang di kantor sayang. Tapi nanti kalau mama boleh izin sebentara buat jemput bagas, pasti mama jemput".
"Emm ya udah nanti bagas biar di jemput sopir papa".
"Nanti papa jemput bagas pulang"
"Oke deh pa".
Setelah selesai sarapan mereka pun berangkat kesekolah bagas.
.
.
Sampainya disekolah Bagas berpamitan kepada papa dan mama nya
"Bagas masuk kesekolah dulu ya pa, ma" Bagas mencium tangan papa dan mama nya.
"Hati-hati ya sayang, belajar yang rajin".
"Siapp pa".
Bagas turun dari mobil dan masuk kedalam sekolah.
Setelah bagas turun dari mobil adimas melaju menuju kantornya.
.
.
.
Sampai di depan kantor....
"Mas, rara turun duluan ya. Mas lanjut aja kekantornya".
"Hehe iy ra".
"Assalamualaikum" Rara mencium tangan adimas
"Wa'alaikumsalam"
Rara turun dari mobil dan masuk kedalam kantor. Sementara adimas masih senyam senyum di dalam mobil.
Adimas turun dari mobil dan menyuruh anak buahnya memarkirkan mobilnya.
Adimas masuk kedalam ruangannya menggunakan lift VIP hingga tidak diketahui rara.
Rara masuk keruangannya dan melihat mbak safira sudah disana.
"Pagi mbak".
"Pagi... itu kerjaan pertama mu. Kamu disini saya kasih tugas untuk merapikan berkas-berkas klien".
"Baik mbak". Rara melihat setumpuk berkas yang berantakan didepan mejanya.
Tuuuutttttt Tuuuutttttttt (Adimas menelfon safira dengan telefon kantor)
"Hallo pak selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?".
"Panggilkan rara kemari dan apa jadwal saya hari ini"
"Tapi biasanya itu tugas saya kan pak??"
"Jangan banyak membantah!".
"Baik pak".
Adimas mematikan telfonnya. Dengan perasaan kesal safira menyampaikan pesan adimas.
"Ra, kamu disuruh keruangan Boss, sekalian sampaikan agenda hari ini".
"Saya mbak??"
"Iya kamu! siapa lagi coba?"
"Emm baik mbak".
"Hmmm kenapa harus aku sih!!". batin rara.
Rara membawa catetan agenda keruangan CEO.
Tok
Tok
"Permisi". Ucap Rara
"Masuk". Adimas menghadapkan kursinya kebelakang
Rara merasa tak asing mendengar suara itu.
"Permisi pak, saya rara , anak magang di bagian sekertaris. Agenda bapak pagi ini Jam 10 ada rapat dengan bagian pemasaran, Jam 2 ada pertemuan dengan klien singapura dan jam 4 nanti ada pertemuan dengan klien dari surabaya". Ucap Rara membacakan agenda Adimas pagi itu.
Adimas berdiri dan membalikkan badannya menghadap ke rara. Rara melihat adimas saat itu begitu kaget.
"Mas dimas???!" Ucap Rara
"Iya" Jawab Adimas
"Loh mas dimas ngapain disini mas?? nanti kalau ada pegawai disini yang lihat gimana?? mas jangan main main mas". Rara mendekat kearah adimas dengan perasaan was- was takut ada orang yang datang.
Adimas meraih pinggang rara yang ramping dan mereka semakin merapat.
"Siapa yang berani memarahi mas??" Tanya Adimas
"Yang punya kantor ini mas!" Jawab Rara
"Mas yang punya kantor ini" Adimas menggoda rara
"Hah??Jangan bercanda mas! berapa banyak sih kantor mas dimas?? perasaan bukan ini deh kantor mas waktu pertama kali Rara kesana." Rara rasa tak percaya mendengar ucapan suaminya itu
Adimas menjatuhkan rara di meja dan menguncinya.
"Mmmas mau ngapain??" Tanya Rara
"Menurutmu??" Ucap Adimas
Adimas tersenyum manis saat mendekat ke wajah rara dan membuat rara tak berhenti menatapnya.
Adimas mengecup bibir rara dan memperdalamnya, rara yang tak bisa menolak pun hanya mengikuti keinginan adimas. Rasanya ada yang beda, adimas memperlakukan rara dengan begitu lembut hingga membuat rara hanyut kedalam cinta adimas.
.
Saat mereka tengah menikmati indahnya cinta, Safira yang begitu penasaran karena rara begitu lama di ruangan CEO pun mengintip mereka.
"Hah??? dasar wanita penggoda!!! berani-beraninya dia menggoda pak adimas. Awas kau!!! aku gak akan biarkan wanita manapun mendekati pak adimas!!" . Safira kembali keruangannya dengan perasaan marah.
.
Adimas melepas bibirnya dan menatap rara,
" Ini kantor mas juga sayang. Jadi mas berhak melakukan apapun disinu. Apa kamu menyukainya, hingga pipimu merah begitu??" goda Adimas
Rara membuka matanya dan kemudian mendorong adimas perlahan, wajahnya benar-benar merah merona.
"Rara keluar dulu mas" Rara menahan rasa malu dan debaran jantungnya sendiri.
Adimas meraih tangan rara dan menahannya pergi.
"Izinkan aku mencintaimu" Ucap Adimas
Kemudian Rara menoleh kearah adimas
"Iya mas" Rasanya perasaan rara dan adimas meledakan bunga-bunga asmara. Rara keluar dari ruangan adimas dengan wajah merona dan adimas pun juga merasa begitu bahagia mendengar jawaban rara.
"Alhamdulillah"
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
.
.
.
.
Uwuuuuuuhhhhhhh berasa ikutan jatuh cinta 🥰😍
tinggal ngmng doang jg..🤦