NovelToon NovelToon
Diam-diam Mencintai Mantan Suami

Diam-diam Mencintai Mantan Suami

Status: tamat
Genre:Duda / Tamat
Popularitas:247k
Nilai: 4.6
Nama Author: Hasna_Ramarta

Dipertemukan secara tidak sengaja dengan mantan suaminya yang dulu pernah disia-siakan lewat anaknya yang ditolong karena masuk got.

Lalu apa yang akan terjadi setelah tragedi masuk got itu? Akankah ada cinta di hati kedua mantan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 Balas Dendam Raka

     Puas Marisa menumpahkan segala kesedihannya akibat Raka tadi, lagi dan lagi Raka sengaja menyakiti Marisa dengan kata-kata sinisnya. Mengungkit kembali masa lalu Marisa. Entah sampai kapan Raka akan berhenti mengungkit. Mungkinkah sampai timbul cinta di hati Raka atau sampai Marisa lelah dan pergi? Dua kemungkinan itu yang pastinya bakal menghentikan Raka bersikap sinis atau mengungkit masa lalu Marisa.

     Marisa segera mengusap air matanya yang deras tadi dengan ujung bajunya sampai Raka tiba-tiba datang menghampiri ke taman belakang.

     "Cuma begitu saja menangis, lagi pula aku mengungkit masa lalu kamu supaya kamu berpikir dan tidak lagi terjerumus ke masa lalu. Aku hanya masih ragu dengan kamu, makanya aku ingatkan lagi supaya kamu tidak seperti dulu. Aku hanya tidak ingin kamu labil seperti dulu," ujar Raka beralasan. Marisa tambah sakit hati mendengar Raka bicara barusan. Bukan mengingatkan tapi intinya mengungkit, kalau mengingatkan harusnya tidak sinis begitu.

     Marisa membalikkan badan, lalu pergi dari hadapan Raka dengan berlari kecil dan menutup pintu belakang dengan dibanting keras. Raka geleng-geleng kepala, Marisa berani melawannya.

     "Marisa!" panggilnya seraya menuju ke atas mengejar Marisa, tapi Marisa tidak jadi dia kejar sebab seseorang telah memangilnya. Dengan wajah butek, terpaksa Raka melihat Hpnya.

     "Mardiah, sialan. Ada apa dia?" Raka mendumel, dia tidak suka dihubungi Mardiah, dia lebih suka berdebat atau membuat Marisa sedih dengan mengungkit masa lalu Marisa.

     Raka kembali menyimpan Hpnya ke dalam saku celana, lalu bergegas ke dalam kamarnya. Dia ingin menegur Marisa yang tadi membanting pintu, inginnya Marisa tidak melawan dengan sikap apapun, dia suka Marisa yang manut dan diam. Tapi tantangannya rupanya di sini. Raka tersenyum lalu masuk kamarnya dan mengunci pintu kamarnya juga pintu kamar penghubung kamarnya dengan kamar Cila.

     Suara gemericik air di dalam kamar mandi terdengar nyaring ke dalam kamar, Raka menduga Marisa sedang mandi. Dia ada akal akan mempermalukan Marisa. Senyumnya terukir di wajah tampannya.

     Tidak berapa lama Marisa keluar kamar mandi, sayangnya Marisa bukan habis mandi, dia hanya membasuh wajahnya yang bekas menangis tadi. Ada rasa sesal di wajah Raka. Namun Raka tidak habis akal. Lantas dia berpikir cara apa lagi untuk mengerjai Marisa. Anggap saja semua ini balas dendam yang dia limpahkan dengan caranya sendiri atas kesalahan Marisa di masa lalu.

     Tiba-tiba Raka membuka seluruh bajunya, kecuali celana bokser. Marisa terkejut dengan yang dilakukan Raka. "Apakah Mas Raka akan mengajak aku bercinta, tapi ini sore hari, Cila juga sebentar lagi pasti bangun. Duh bagaimana ini, tapi aku harus berusaha melayaninya dengan sepenuh hati, sebab aku juga menginginkannya," bisik hati Marisa berdegup kencang, hatinya yang paling dalam merasa bahagia bahwa sore ini akan disentuh seutuhnya oleh Raka.

     "Risa, naiklah! Pijit punggung aku yang lelah dan sakit ini," titah Raka. Marisa baru sadar dia pikir Raka akan mengajaknya gencatan senjata, tapi meminta dipijit. Tapi itu tidak masalah, dia akan membuktikan bahwa dirinya kini bisa berbakti dan akan memberikan servis pijit sesuai kemampuannya.

     Marisa mulai menaburkan minyak zaitun di punggung Raka supaya saat diurut tubuh Raka tidak kesat. Dan pijatan itu dimulai, walau baru saja Marisa dibuat kesal oleh Raka, tapi kini dia akan buktikan bahwa kini dia benar-benar berbakti setulus hati.

     "Aduhhh, enak Risa. Pijatanmu enak sekali. Nah di situ dekat belikat, rasanya sakit. Urut terus, wahhhh, enakkkk." De$ahan enak berulang kali dilontarkan Raka. Dia benar-benar merasa keenakan dengan sentuhan pijatan Marisa terlebih di derah belikat yang pegal, kini ototnya sekan kembai enteng dan lega.

     "Pintar juga dia memijat dan mengurut. Coba kalau aku suruh urut itu, apakah dia pandai juga atau tidak," pikir Raka dalam hati.

     "Aku akan berbalik, semua badan depanku kamu urut juga dari atas sampai bawah," Marisa mengangguk seraya bersiap.

     Raka membalik tubuhnya, dan terpampang jelaslah pemandangan indah tubuh Raka yang kekar dambaan semua wanita. Jika Raka tidak sedang benci padanya, ingin rasanya Marisa menjatuhkan dirinya di tubuh kekar Raka lalu memeluknya serta meminta dimanjanya.

     "Mulailah," titahnya seraya memejamkan matanya. "Kamu mau duduk di atas tubuhku seperti tadi juga tidak masalah," titahnya lagi. Kali ini Marisa tidak mengikuti perintah Raka, dia langsung memijit dengan tubuh duduk di samping tubuh Raka. Pijatan itu mulai dilakukan dengan segenap hati. Raka kembali mende$ah keenakan. Sentuhan tangan Marisa kembali menyapanya. Benar-benar enak.

     "Sekarang pinggang ke bawah, aku kadang keram di otot perut. Coba kamu urut otot perutku," titah Raka sembari bersiap.

     Marisa kembali mengoleskan minyak Zaitun di sekitar perut lalu mulai mengurut dan memijitnya. Kembali Raka melenguh keenakan dan merasa lega. Tiba-tba mata Marisa disuguhkan pemandangan yang menyentakkan mata, ada jamur alam yang menyuruk dan berdiri tegang ke atas permukaan, untungnya dia masih di dalam sarangnya.

     "Ya ampun, sudah ku duga jamur alam Mas Raka akan berdiri, mana besar lagi. Dulu pernah merasakannya, dan jamur itulah yang membuat aku benci dan kesakitan, tapi kini entah mengapa aku seakan merindukan jamur itu."

     Raka memicingkan mata melihat Marisa sesekali melempar pandang ke arah senjatanya yang spontanitas berdiri.

     "Jangan dipandang terus, kalau kamu bisa pijat saja sekalian. Ayolah," titahnya. Marisa kecewa dengan perintah Raka, padahal dia istri sah kenapa juga Raka memintanya untuk dipijit bukan langsung saja.

     "Kalau begitu bukalah baju kamu, kita lakukan itu." Sejenak Marisa termenung masih tidak percaya dengan permintaan Raka, tapi tidak dengan cara yang romantis. Perlahan Marisa membuka satu persatu bajunya atas perintah Raka, Raka tersenyum, ternyata Marisa sangat patuh atau Marisa memang sangat menginginkannya.

     "Kamu pasti menginginkannya, kan?" tanya Raka dan Marisa perlahan mengangguk. Raka merasa menang dia tertawa kecil. "Kena deh," soraknya dalam hati.

     Raka tercengang dengan pemandangan alami yang dilihatnya, dia terpesona, gejolak di dadanya tiba-tiba berontak. Hasrat di dalam dadanya seakan tidak tertahan, bagaimana tidak pemandangan itu benar-benar menggugah tercetak sempurna layaknya belum pernah terjamah.

     "Masih sangat bagus, mungkinkah Marisa setelah cerai dari aku tidak pernah melakukan hal gila? Semuanya terlihat seperti masih ori, beda kalau dia suka main dengan berbagai lelaki." Rak berbicara dalam hati dengan berbagai tanya yang ingin terucap.

     Melihat Raka melihat apa yang ada di tubuhnya Marisa jujur sangat malu, lalu dia meraih selimut dan menutupnya.

     "Baringlah, kita lakukan," titah Raka. Marisa patuh, terlebih rasa di dalam dadanya sudah menggebu. Raka kini sudah menatap Marisa dalam, sementara Marisa menggelinjang tidak tahan. Marisa sudah pasrah dan siap menerima sentuhan dari Raka. Namun tiba-tiba bunyi Hp Raka berdering tidak sabar. Dengan dengusan kesal terpaksa Raka mengangkat panggilan itu. Raka bangkit dari atas Marisa dan melihat Hpnya.

     "Halo, Mardiah ada apa? Perasaan sejak tadi kamu menghubungi aku. Bukankah baru tadi kita bertemu di kantor? Sekarang aku sedang di rumah. Jadi, urusan pekerjaan jangan bawa-bawa ke rumah, aku pusing tahu," dumelnya seraya menutup panggilan Mardiah. Tidak berapa lama Mardiah mengirimkan pesan WA, dia mengirimkan sebuah foto wallpaper yang ternyata gambar Raka dan Mardiah yang sudah diedit semesra mungkin.

     "Sialan," dumel Raka seraya bangkit meninggalkan kamar dan Marisa yang masih terbaring menunggu Raka. Sementara Marisa bangkit dengan kecewa, lalu segera meraih pakaian yang tadi berserakan. Ya ampun hari ini Marisa betapa sangat malunya, dipermainkan Raka yang tidak jadi menyentuhnya.

1
Ririn Nursisminingsih
udah djhina, dicaci kok masih berthan tinggali. ajalah risa pusing bacanya
Ririn Nursisminingsih
minggat ke hotel ke marissa ini kok bodiingggg
Ririn Nursisminingsih
dasar raka dodol kmu laki2 kok ndak jelas bikin kesel
tak gibengae
Ririn Nursisminingsih
ayo digetok rame2 kepalae raka biar otaknya konek
Ririn Nursisminingsih
mulutmu raka klau ngomong
Ririn Nursisminingsih
ya allah risa kasian a bacanya pingin nangis marisa udah berubah raka jg kejam kmu
ayu cantik
suka
Nasir: Mksh byk Kak...
total 1 replies
Muna Junaidi
😍😍😍
Suyatno Galih
ini gak kebalik apa ya dlm poin syarat permintaan, yg mt pernikahan anak siapa???? yg di ksh syarat siapa. wahhh bapak sianak mabok kecubung
ay Susie
piye tow kihhh ,,, dr awal p bab ini kok gitu trs sikap si gandul nie
Atip Suryana
sebesar apapun rasa dendam mu kepada Marisa tapi lebih besar lagi rasa cintamu kepada nya rakaa
Atip Suryana
mampir MBK hasnaa
Nasir: Wahhh trmksh byk Kak, smg suka.
total 1 replies
Nur Hidayah
udah gedhe hukumnya diranjang bikin adiknya cila tp dohalalkan dulu ya
Nur Hidayah
klu dl gagal sekarang bs gol gak ya
Nasir: Lanjut Kka...
total 1 replies
Mustarika
mf kk thor, wa tau sms kk
Nasir: SMS Kak...
total 1 replies
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
ku tampolll juga niich mulutnya c'raka 😡
Nasir: Hehhehehe... kesel ya Kak...
total 1 replies
RithaMartinE
sabar ea , Marisa 🤗
Vitriani
Lumayan
Nasir: Makasih byk....
total 1 replies
Indriani Kartini
Ah baru baca novel ini mengapa mata ini ga berhenti menangis sedih bngt, Pi suka dengan ceritanya
Nasir: Makasih Kak...
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!