Lauren adalah gadis cantik anak orang kaya raya di London,namun ia menyembunyikan kecantikan dan kekayaannya dari semua orang termasuk teman teman sekolahnya,ia tidak pernah mengumbar itu semua semata mata ingin mempunyai teman yang tulus apa adanya..ia mempunyai musuh bebuyutan bernama justin,disekolah justin hampir setiap hari membully lauren,namun sifat justin kepada lauren itu bukan semata mata karena ia benci,namun justru bullyan itu adalah tanda cintanya kepada lauren,.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon paijo paijem, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 32
Seharian ini Lauren masih menunggu kabar dari Justin namun tidak ada ia menghubunginya sama sekali. Tidak ada sapaan,tidak ada kata cinta yang keluar dari mulut manis nya Justin. Tidak ada senyum yang mengembang,tidak ada rayuan yang abal abal dari diri Justin.
Aku merindukanmu,Just. hiks hiks hiks..
Jantung Lauren kian berdebar setiap kali ia mengingat kesayangannya itu. Tidak seperti biasanya,Justin hari ini menghilang tanpa kabar. Pertemuannya tadi malam semakin membuatnya yakin jika kesayangannya itu sedang tidak dalam keadaan baik baik saja. Wajah yang tadi malem ia lihat memang bukan wajah Justin yang biasanya,wajah tampan itu terlihat jelas sangat terlihat pucat,ditambah Justin yang saat itu tidak biasanya berkeringat. Malam itu selain Justin terlihat pucat butiran butiran keringat juga mengucur deras dari tubuhnya,padahal saat itu ac dirumah Lauren juga menyala.
Jus,kamu kenapa sihh,, kenapa perasaanku jadi gak tenang seperti ini.. hiks hiks
Lauren memeluk erat boneka kesayangannya,entah sudah berapa banyak air mata yang ia tumpahkan hanya untuk sekedar tau kabar dari sang pujaan.
*Apa aku coba dateng kerumahnya saja?
ahh ya.. sepertinya itu lebih baik*
Setelah beradu dengan hati nya sendiri,Lauren bergegas menyambar kunci mobil berlalu dan pergi meninggalkan rumah menuju rumah Justin.
Lauren melajukan mobilnya dengan sangat kencang,ia seperti orang yang kehilangan kendali yang ada dalam kepalanya hanyalah segera bertemu dan mengetahui keadaan sang pujaan hatinya.
Lauren tidak sadar jika kelakuannya sekarang kemungkinan akan membuatnya sama sama terbaring diranjang Rumah sakit.
Waktu yang biasanya ditempuh kurang lebih 1 jam,saat itu Lauren berhasil menjangkaunya dengan waktu hanya 20menit.
Saat ia dirasa sampai dihalaman rumah Justin,ia memarkirkan mobilnya dengan sembarang dan dengan cepat keluar lalu berlari menuju pintu rumah.
Lauren dengan tidak sabaran menggedor dan membunyikan bel rumah Justin dengan sangat brutal. Dalam hatinya semakin terasa gemuruh tak menentu,seperti tau hasil informasi yang akan ia dapat akan menyakitkan.
kenapa lama sekali sih,sial sial sial!
Lauren kembali membunyikan bel dan mengetuk kembali dengan keras. Selang beberapa menit barulah pintu terbuka dan wanita paruh baya tengah keluar menyapanya.
Malem nona,? sapa nya dengan mengembangkan senyum.
"Malem bik,bik apa Justin ada? apa dia baik baik saja,bik tolong Lauren ingin bertemu dengan Justin."
Rentetan pertanyaan terucap dari bibir tipis Lauren,rasa rasanya hati nya sudah tidak bisa lagi ditawar untuk menunggu penjelasan dari wanita paruh baya yang sedang ada didepannya.
E-em itu non,t-tuan muda se-sedang.
"Justin kenapa bik?". suara Lauren menghentikan suara bibik yang bingung menjelaskan,karena ia bingung harus menjelaskan apa perihal tuan mudanya kepada Lauren.
"Bik,kenapa bibik diem,tolong Lauren ,bik," memelas,tanpa sadar butiran air bening telah lolos dari pelupuk matanya. Jantung yang sejak tadi bergemuruh kini kian menjadi.
Lauren seperti merasakan sakit yang mendalam setiap kali mendapati sang cinta sejati dalam keadaan tidak baik.
"Bik,tolong jujur sama Lauren,bukankah bibik tau,Lauren tidak bisa tanpa Justin?hiks hiks." Lauren benar benar sudah merasa frustasi,ia tidak bisa lagi menyembunyikan rasa sakitnya hingga kini lelehan air mata telah deras mengalir dari matanya indahnya.
Bibik yang melihat Lauren benar benar hancur merasa iba,ia tau betul bagaimana hubungan tuan mudanya dengan Lauren sejak kecil.
"Non..." ucap bibik mendekati Lauren,ia merengkuh tubuh sang gadis dari tuan mudanya sedikit memberi ketenangan dihati yang sedang bergejolak itu.
Lauren memeluk erat tubuh sang bibik,ia seperti paham akan maksud dari rengkuhan sang bibik ini.
.
Cuaca malam kian menambah hancurnya perasaan Lauren,dengan basah kuyup ia berlari menyusuri lorong Rumah sakit. Ia tidak memperdulikan tubuhnya yang kini menggigil karena kehujanan saat diarea parkir tadi,yang ada dalam hati nya hanyalah segera bertemu dengan sang kekasih.
Dengan tergopoh gopoh Lauren berlari cepat menuju ruang ICU,dengan bercucuran air mata dan tubuh yang dingin,Lauren akhirnya menemukan ruang ICU. Disana Lauren mendapati papah dan mamah Justin terduduk lemas didepan ruang ICU.
Cihh.. bahkan kamu tidak memberi tau ku tentang sakitmu ini,Just. Kamu jahat! hiks hiks.
Lauren mendekati kedua orang tua Justin perlahan,mengumpulkan tenaganya untuk sekedar menyapa dan mengetahui keadaan Justin saat ini.
"Tante..." panggil Lauren lirih dengan bibir bergetar.
Sepasang suami istri itu langsung melirik sang pemilik suara, wanita paruh baya yang mendapati gadis yang tidak lagi asing baginya berada didepannya dengan wajah yang sendu serta keadaan tubuh yang basah kuyup langsung berdiri menghampirinya.
Wanita paruh baya itu langsung memeluk gadis yang sendu itu dengan erat,ia tau betul keadaan gadis dalam pelukannya ini sedang sama hancur dengannya. Ini lah sebab Justin dan keluarganya menyembunyikan hal sebesar ini dari mereka. Namun ini terkesan tidak adil bagi Lauren,karena Lauren tidak bisa membantu apapun,pikir Lauren.
"Tante jahat,tante jahat..!" suara pertama kali Lauren yang berhasil lolos ketika berada dalam pelukan sang calon mertua.
Suara tangis Lauren kian menjadi ketika tangan lembut sang calon mertua membelai rambutnya yang basah dengan lembut dan kata maaf keluar dari bibir sang calon mertua.
Lauren melonggarkan pelukan,sedikit memberi jarak diantara mereka agar bisa saling beradu pandang.
"Tan, kenapa tante gak kasih kabar Lauren,kenapa tante dan om jahat!" protes Lauren dengan suara serak dan bibir bergetar.
"Maaf kan tante dan om sayang,ini semua karena Justin yang meminta,ia tidak mau Lauren merasa sedih lagi." jelas mama Candra kepadanya.
"Tan,jika seperti ini bukankah tidak adil bagi Lauren,kenapa disaat Justin membutuhkan Lauren,Lauren tidak ada untuk Justin.hiks hiks.. " Lauren kembali mengeratkan pelukannya menumpahkan segala beban dalam hatinya. Hati yang terasa teriris ketika mendapati sang pujaan tengah sekarat melawan penyakitnya.
Keadaan Lauren kini sudah semakin tenang,kini Lauren tengah duduk di apit oleh calon mertuanya,jaket tebal milik Justin kini telah melekat membalut tubuhnya. Ia mencium dalam aroma jaket milik sang pujaan hati mencoba perfikir positif untuk sedikit menetralkan hati nya yang meringis sakit.
"Tan, apa Justin bisa disembuhkan seperti sedia kala?" tanya nya sambil memeluk erat lengan tante candra.
Mamah Candra mengambil nafas panjang lalu menghembuskan perlahan,sedikit menetralkan rasa perih hatinya,"Bisa sayang,asal..!" kata kata terputus,ia tidak bisa melanjutkan penjelasannya karena ia tau betul selain berhasil ada juga hasil yang berbanding balik dengan keberhasilan itu dan mungkin juga akan merugikan pihak sang penolong.
"Asal apa tan,ayo katakanlah,siapa tau Lauren bisa membantu tan," paksa Lauren kepada mamah Candra untuk memberi taunya.
Saat Lauren menunggu penjelasan mama Justin,seorang perawat datang dan meminta mereka untuk pergi menemui dokter. Mamah dan papah Justin pergi berlalu meninggalkan Lauren dan menemui sang dokter,tadinya Lauren bersikeras untuk ikut tapi mereka melarangnya. Dan tanpa sadar saat itu Lauren diam diam membuntuti mereka dan berhasil mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang saat itu tengah bersarang dikepalanya.
*Mamah dan papah, ya.. mereka pasti akan mengizinkan keputusanku.
Aku akan berbuat semampuku untuk keslamatanmu,Just. Lauren janji,Laueren akan mengembalikan kehidupan Justin walaupun nyawa Lauren sendiri terancam*.
Batin Lauren sambil mecoba menghubungi mama nya.
.
.
.hui hui hui.. mellow ya.. samaa 😂😂
biarlah bermellow mellow dulu,besok tinggal baper baperan lagi..
seperti biasa ya.. jangan lupa like komen dan vote.. bintang juga jangan lupa.. mau kasih tipss juga boleh☺️
Chalangheoo semuaa💋💕💕
jgn lupa mampir juga di novelku dg judul "My Annoying wife" 🔥🔥🔥
kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowo polos 🌸🌸🌸
tinggalkan like and comment ya 🙏🙏
plisss 🙏🙏🙏
3 kali sehari num obat kali ah😆