Cerita ini merupakan cerita sambungan atau sequel dari Kisah Cinta Dalam Perjodohan (Tian dan Bianka) yang memiliki dua anak Fillio dan Fillona.
Dan kali ini akan menceritakan kisah kehidupan Fillona atau Lona dengan suami (Zicko) juga Anak mereka (Zilo).
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Zi_30
" Mau apa Lagi, Lo bilang Anisa nunggu in Lo " Ucap Zicko yang tau jika itu Sandi lah yang kembali.
" Daddy,, "
Zicko langsung membuka matanya dan menatap Jika bukan Sandi yang berdiri di sana melainkan wanita cantik yang dia hari ini mendiamin dirinya.
Dia lah Lona yang datang menghampiri Suami nya di Cafe.
* Mom " Ucap Zicko segera beranjak dan menghampiri Lona.
Lona tersenyum,,
" Apa aku mengganggu Daddy "
" Tidak Mom,, Aku tidak menyangka Mommy datang ke Cafe "
Lona berjalan dan duduk di kursi sebelumnya Zicko duduk,,
" Apa Daddy mau menjelaskan semuanya,, "
Zicko mengernyit Bingung, Namun kemudian dia pun tersenyum dan berjalan mendekati Lona.
Duduk di meja sembari menatap wajah cantik istri nya.
" Jadi Mommy datang ke sini untuk,-
" Maaf Jika kemarin aku seperti itu, tapi sekarang aku ingin tau yang sebenarnya."
Zicko tersenyum,,
Dan mulai menceritakan semuanya tanpa ada satupun yang di tutupi.
Lona terus menatap wajah suaminya, Tatapan yang sama sekali tidak terlihat berbohong, tatapan yang mengartikan jika semua itu benar.
Hingga Lona sendiri merasa bersalah karena tidak mendengarkan lebih dulu penjelasan suaminya.
" Maaf " Lirih Lona membuat Zicko menggenggam kedua tangan nya.
" Kamu tidak salah Mom, semua salah Aku..
aku minta maaf karena tidak bisa berhati hati dengan sikap Lisa yang sangat licik."
Lona mengangguk dan langsung Berhambur memeluk suaminya,,
Dia menumpahkan kesalahannya pada dekapan Zicko sembari terus mengucap kata maaf.
Zicko senang karena Istrinya kini percaya Dengan nya.
Lona melepaskan pelukannya dan menatap wajah Zicko yang mengusap air mata di wajahnya,,
Cup,,
" Jangan pernah kembali menangis sayang, Air mata kamu terlalu berharga."
Lona tersenyum kesal dengan ucapan suaminya..
" Kamu tuh,-
Kesal Lona memukul dada Zicko, Namun Zicko malah menarik tangan Lona hingga kembali jatuh di kursi.
Zicko menurunkan tubuhnya hingga wajah Keduanya sejajar.
Hembusan napas begitu terasa pada kulit wajah Lona .
Sentuhan lembut membuat Lona memejamkan matanya dan mengalungkan kedua tangan nya pada leher Zicko.
Melihat hal itu, Zicko lantas tidak mau diam kedua tangannya memeluk pinggang ramping Lona dan membuat ciuman mereka semakin dalam.
Suhu udara di dalam ruangan yang sebelumnya dingin kini berubah menjadi panas, Keduanya masih dengan saling memuaskan diri akibat rindu.
" eum,,"
Bahkan Legukan dari bibir mungil Lona pun terdengar.
"Hos,,hos,,hos,,"
Napas keduanya terlihat berat,,
" Sayang * Lirih Zicko dengan suara yang berubah berat
Lona tersenyum malu dan Zicko Langsung membopong tubuh istrinya masuk ke dalam ruang istirahat nya.
Zicko memang menyediakan kamar di dalam ruangannya, itu sengaja untuk istri dan putranya jika sedang berada di Cafe.
Dengan menumpahkan rasa kerinduan yang begitu dalam, keduanya melakukan olah raga di siang hari menghiraukan Cafe yang saat ini sedang ramai.
Satu Jam,, dua Jam,,
Seakan tidak ingin melepaskan kerinduan nya, seakan tidak mengenal lelah Zicko terus ingin memanjakan istrinya.
" Dad " Ucap Lona mendorong tubuh Zicko.
Lona menatap jam yang sudah siang, dia teringat jika Zilo seharusnya sudah pulang.
Cup,,
" Kita lanjut di rumah nanti malam ya " Ucap Lona beranjak dan memungut semua pakaian nya.
Zicko tersenyum dan menggeleng dengan ucapan Istri nya yang seakan menggoda nya.
Lona masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuh nya, sementara Zicko memakai pakaian nya dan berjalan keluar.
Dia pun membuka kunci pintu ruangan nya, sudah pasti jika ada yang mencarinya.
" Em Bel,, gue minta minuman juga makanan ke ruangan ya " Ucap Zicko saat melihat Abel.
" Siap Mas "
Abel berjalan menuju dapur dengan terus tersenyum, sebenarnya dia sudah terus mengetuk pintu ruangan Bos nya itu tapi tidak di buka.
" Lo kenapa Bel senyum senyum gitu " Ucap Aji heran.
" Gapapa "
" Dih,, Masih waras kan Lo "
" Uh memang ya Walaupun sudah punya anak tapi tetap terus seperti pengantin baru "
Aji menautkan kedua alisnya bingung dengan ucapan Abel.
" Barusan Mas Zicko minta minum juga makanan ke ruangannya, Lah gue ketuk pintu lama gak di buka tadi "
Aji tertawa .
" Proses buat Adik Zilo Bel"
Abel mengangguk dan segera membawa minum juga makanan ke ruangan Bos nya.
Lona yang baru saja selesai mandi pun berjalan keluar dengan rambut yang masih basah.
Dia berjalan menghampiri suami nya yang sudah membuka Laptopnya.
Tok,,
Tok,,
" Masuk "
Abel membuka pintunya dan berjalan masuk, dia melirik dimana rambut Lona yang terlihat masih basah sudah pasti telah terjadi sesuatu.
" Silahkan Mba minumnya "
" Makasih Bel " Ucap Lona tersenyum.
" Sama sama Mba "
Abel langsung keluar dan membiarkan Bosnya itu berdua di dalam.
" Oya Dad, Aku telpon Mama tanya Zilo ya "
" Iya Sayang "
Lona mengambil ponselnya dan menghubungi Bianca yang berada di rumah.
Tidak lama terlihat wajah Bianca dengan Zilo yang tengah bermain.
" Ya Honey "
" Maaf ya Ma jadi merepotkan Mama jemput Zilo ke sekolah"
" Gapapa Nak,, Mama seneng malah bisa jemput Zilo , Kamu masih di Cafe Sayang "
" Masih Ma,, Zilo sedang apa Ma "
" Sebentar Mama panggil Zilo "
" Mommy,, "
" Hai Sayang,, Maaf ya Mommy tidak Jemput ke sekolah "
" Gapapa Mom,, Tadi Oma yang jemput "
" Zilo baik baik dengan Oma dulu Ya, Mommy masih di Cafe sebentar lagi Mommy pula pulang."
" Ya Mommy,, "
" Jangan Lupa makan Ya Sayang *"
" Iya Mommy..
Mommy,, Rambut Mommy basah kenapa , Mommy baru selesai mandi ?"
Deg..
Lona menatap Zicko yang tersenyum,,
Apa yang harus dia jawab kepada putranya, tidak mungkin dia menjawab sebenarnya.
" Em,, Mommy ,, Mommy gerah Sayang karena AC di ruangan Daddy rusak ."
" Oh,, Di benerin dong Mom "
" Iya Sayang, Nanti Mommy bilang Daddy ya.
Ya Sudah Zilo baik baik dulu di rumah ya Nak "
" Oke Mommy "
Lona menutup telponnya dan menatap Zicko yang masih tersenyum,,
" Kamu lupa kalau Anak kamu sudah besar ?" Kesal Lona membuat Zicko menutup Laptopnya dan menatap Lona.
" Makanya jangan marah, jadi rindu nya berat sayang " Ucap Zicko membuat wajah Lona merah.
" Sekarang makan dulu , Aku bersih bersih sebentar " Ucap Zicko beranjak dan mengecup pucuk rambut Lona.
Lona menikmati makanan yang Abel bawakan, dia memang merasa lapar akibat olah raganya bersama Zicko.
________
Di rumah,,
Bianca tersenyum dengan pertanyaan Cucu nya, Zilo belum tau apa yang terjadi dengan anak dan menantunya.
Namun di sisi lain, dia merasa senang karena hubungan antara Lona dan Zicko sudah kembali baik dan tidak seperti kemarin.
Salah paham memang selalu ada dalam hubungan rumah tangga namun jika egois keduanya sangat besar keluarga mereka akan hancur.
Syukurnya anak dan menantunya bisa melawan rasa egois mereka.