NovelToon NovelToon
Di Ujung Jalan

Di Ujung Jalan

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Berbaikan / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:111.8k
Nilai: 5
Nama Author: 🌹Ossy😘

Nama gue Arin.Umur dua puluh tahun. Gue hanya gadis miskin .Keinginan gue hanya satu yaitu menaikkan derajat hidup keluarga gue agar tidak dihina dan direndahkan.Gue bekerja sebagai buruh pabrik di siang hari ,sore harinya gue kuliah. Jalan hidup gue penuh dengan liku-liku dan jalan terjal. Banyak cobaan cacian dan makian . Tapi gue tidak akan patah semangat walaupun gue terjatuh berkali-kali gue akan terus bangkit. Ini hidup gue ,dan gue akan terus bangkit dan berjalan menuju cita-cita dan cinta gue. Yuk ikuti dan lihat perjalanan hidup gue untuk memperjuangkan cita-cita dan cinta gue. Karena disitu akan penuh dengan canda tawa dan air mata juga tentang persahabatan yang abadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 🌹Ossy😘, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33

Dunia Arin

"Fian."

Mereka bertiga saling pandang. Mereka jadi merasa serba salah. Tapi akhirnya ketiga orang tersebut tertawa.

"Ambyar.." Ucap Bram masih dengan tawanya.

"Ada apa Dokter Bram? Apa ada yang terjadi sama Arin? Dia kenapa lagi? Bagaimana keadaan Arin. Apa dia mengigau lagi? Tidak sesak nafas lagi kan?" Fian merasa ketakutan terjadi apa-apa dengan Arin. Dia bertanya karena merasa khawatir malam- malam begini ada kedua dokter tersebut masih ada di depan ruangan Arin. Dalam pikiran Fian pasti terjadi sesuatu dengan Arin.

"Tidak, Arin tidak apa-apa. Arin baik-baik saja. Kami hanya sedang mengecek pasien saja. Kamu sendiri ada apa kemari? Ini sudah malam. Apa ada sesuatu yang tertinggal?" Ganti Bram yang bertanya. Dia juga heran Fian datang bersama teman-temannya.

Fian bingung mau menjawab apa. Apa harus jujur mengatakan yang sebenarnya? Tentu Fian merasa malu.

"Hanya ingin menemani bunda saja ,Dok." Fian menjawab sekenanya.

"Kok bawa rombongan. Berapa orang yang ikut menemani bunda?" Bara menghitung teman-teman Fian. " Empat orang, terlalu banyak kalau harus berkumpul di rumah sakit. Sebenarnya tidak ditungguin juga tidak apa-apa. Karena Arin adalah pasien khusus. Tim medis mengawasi dia dua puluh empat jam. Tidak perlu khawatir." Bram menjelaskan yang sebenarnya.

"Oh begitu ya Dok." Fian menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Andra,Toni dan Irwan hanya terdiam. Mereka sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Mereka hanya tertawa dalam hati.

"Ambyar dong." Ucap Toni sekenanya.

"Apanya yang ambyar? " Bara mendengar apa yang diucapkan Toni. Dia tersenyum pasti ada yang akan mereka lakukan pada Arin. Jangan- jangan pikirin mereka sama dengan apa yang dipikirkan Bara da Bram.

"Ya sudah,ini sudah malam sebaiknya kalian pulang."

"Tapi Dok.." Ucap Toni menyela ucapan Bara.

"Tapi apa? Ini sudah malam dan pasien tidak bisa dijenguk. Ini juga bukan jam bezuk lagi . Dan pasien tidak perlu di tungguin begitu banyak orang. Ini sudah peraturan rumah sakit. Kalau kalian memaksa dengan berat hati kami akan memanggil sekuriti untuk mengusir kalian." Bram menyela ucapan Toni, memang Bram sangat tegas. Di samping memang itu peraturan juga karena rencana mereka akan gagal kalau ada Fian dan teman-temannya.

"Ya sudah kita pulang aja yuk. Ini sudah malam." Fian akhirnya mengajak mereka pulang . Karena memang tidak mungkin kalau rencana mereka akan dilakukan malam ini. Ada tiga orang dokter yang menjaga pintu seperti sekuriti.

"Kami pamit Dok, nitip Arin. Jangan dibikin nangis. Dia calon adik ipar saya." Kata Andra sambil berjalan mendahului yang lain.

Bara, Bram dan Bimo melongo mendengar ucapan Andra.

"Calon adik ipar. Maksudnya bagaimana ya." Tapi Andra sudah berjalan menjauh, terlihat tidak ingin menjawab pertanyaan Bram.

Bara hanya menggelengkan kepala. Dia juga tidak mengerti. Paling mereka cuma bercanda, pikir Bara.

Akhirnya Fian dan teman-temannya pulang. Mereka merasa gagal malam ini. Tapi mereka tidak putus asa. Masih ada hari esok.Pikir mereka.

"Akhirnya pengganggu sudah pergi. Hahaha.." Ucap Bram sambil tertawa.

"Tadi maksud ucapan salah satu teman Fian itu apa. Calon adik ipar. Memang nya Arin sudah punya pacar ya." Sambung Bram lagi.

" Tidak tau gue. Kata Rama , Arin belum punya pacar." Bima menggelengkan kepala. Dia memang pernah bertanya pada Rama semua hal tentang Arin.

" Memang beneran mau dilanjutkan rencana kita?" Bara kembali duduk di bangku.

"Kok aku mikirnya mereka punya pikiran yang sama dengan kita ya." Bima ikut duduk." Pikir saja, sudah malam begini kesini mau apa coba."

"Bisa jadi. Kan selama ini Fian yang selalu menemani Arin dan kemarin gue mendengar cerita Fian kalau Arin suka sama dia. Kemungkinan besar benar, karena Arin sering menyebut Fian dalam setiap mimpinya." Ucap Bara. Dia menjadi pesimis. Mungkin benar bukan dia pangerannya. Melainkan Fian.

"Mana ada Bara pesimis. Ayo semangat. Mereka sudah pergi ayo kita eksekusi." Bram paling semangat diantara mereka bertiga. Yang mau melakukan saja masih belum yakin. Masih belum punya keberanian.

"Ayo kita masuk. Mumpung mereka sudah jauh. Mungkin bunda sudah tidur.Sudah tidak ada suara apapun." Bima akan membuka pintu.

"Tunggu dulu." Bara menghentikan Bima.

"Aku kok nervous ya."

"Hahaha...." Bima dan Bram tertawa bersamaan.

"Ini baru pertama buat gue. Melakukan itu di depan lo berdua, rasanya seperti ujian skripsi."

Bram dan Bima semakin keras tertawa. Teman mereka yang satu ini benar-benar masih polos dan jujur sekali.

"Kalau belum siap ya sudah besok saja." Akhirnya Bram menyerah. Mau bagaimana lagi yang mau melakukan belum siap sama sekali.

" Pegang Bram, tangan Bara dingin banget. Lihat itu keringatnya segede jagung. Sudahlah kasian kalau dipaksa. Tunggu dia siap dulu. Bisa jadi malah Bara yang koma. hahaha." Bima merasa iba tapi juga merasa geli juga melihat Bara. Apa segitu susahnya cuma menempelkan mencium bibir Arin.

"Bar, lo normal kan. Lo ga belok kan." Bram agak ragu juga menanyakan hal itu.

"Maksud lo, gue suka sesama jenis. Ya ga lah. Gue masih normal. Sebenarnya gue sudah jatuh cinta sama seseorang sejak pertama gue melihat gadis itu. Sayang jejaknya hilang begitu saja. Tapi sekarang sudah ketemu. Entah mengapa gue yakin kalau dia jodoh gue."

"Duh... sudah sebegitu yakinnya. Siapa dia?" Mereka berdua tentu saja penasaran siapa gadis itu.

"Ada pokoknya. Belum saatnya gue buka semua. Yuk kita kembali ke ruangan gue aja. Kalian tidur di sini kan?"

Bara bangun dari duduknya dan berjalan mendahului Bram dan Bima.

"Tunggu gue. Ini ga jadi drama putri saljunya?" Bima menyusul Bara. Begitu pula dengan Bram. "Bara, lo ga asyik. Jauh-jauh gue kesini mau nonton drama, kok malah gagal. Ayo dong Bara." Sambung Bima.

"Gue belum siap." Ucap Bara. Dia terus melanjutkan langkahnya menuju ke ruangannya. " Gue ngantuk.Mau tidur dulu."

Bram dan Bima menyusul langkah Bara. Mereka kembali ke ruangan Bara untuk beristirahat. Drama hari ini gagal total. Karena sang pangeran belum yakin dengan hatinya.

🌸🌸🌸

PoV Arin

Gue di mana. Semua terlihat indah. Ada banyak bintang bertaburan di langit malam. Begitu indah membentang di atas langit membentuk gugusan bintang. Membentuk pola yang sangat indah. Ada juga rembulan purnama yang bersinar terang. Bumi ini terlihat begitu berkilau seperti permadani bertabur permata.

Di sebelah sana ada pantai landai dan hamparan pasir. Sungguh tempat yang sangat indah. Gue pengen membuat istana pasir. Ternyata semua alatnya telah tersedia. Gue membuat istana itu sendirian. Rama mana, Fian mana tidak ada yang mau menemani gue kah. Tapi gue tidak peduli . Keinginan gue untuk membuat istana pasir terwujud. Jadilah sebuah istana yang megah. Walaupun hanya terbuat dari pasir, Namun seperti istana sungguhan. Gue pandangi istana buatan gue.Gue puas bisa membuatnya dengan tangan gue sendiri. Ini adalah impian gue dan sekarang menjadi kenyataan. Istana pasir yang ingin gue bangun di pinggir pantai yang landai kini telah terwujud.

Gue lihat di sebelah sana, mengapa berbeda dari yang tadi. Mengapa semua terlihat gelap. Mengapa semua terasa tidak asing. Sepertinya gue mengenali ini di mana. Gue mendengar orang-orang berbincang. Bersenda gurau. Ada juga suara orang yang sedang bernyanyi. Ada suara gitar. Suara itu seperti gue kenal. Suara Fian. Ternyata ada Nando. Ada bang Andra juga ada bang Toni, bang Irwan juga . Semuanya berkumpul. Mengapa mereka semua berkumpul di sana? Ada acara apa? Kok gue ga diajak. Fian jahat, biasanya setiap ada acara selalu gue yang diberi tau pertama kali. Apa Fian sudah lupa sama gue ya. Ada cewek juga. Siapa itu?Kok gue ga kenal. Kok ceweknya selalu duduk deket Fian. Fian gue itu. Tidak ada yang boleh mengambil Fian gue. Arin mendekati Fian.

"Fian..Fian."

Fian diam aja. Kok dia tidak menjawab. Apa Fian tidak mendengar panggilan gue ya. Fian jahat. Fian ga pernah seperti ini. Fian kok berubah ya. Tapi kenapa Fian terlihat sedih. Apa Fian lagi ada masalah. Dia terlihat murung. Fian ga boleh sedih kan ada gue. Fian lo kenapa? Fian ada apa kok lo tidak ceria seperti biasanya. Ayo cerita sama gue. Tapi Fian tetap membisu. Nando mana? Biasanya kalau tidak ada gue, Nando yang menghibur Fian. Itu Nando duduk menyendiri. Dia juga terlihat sedih. Nando lo kenapa Kenapa kalian berdua sedih. Gue ga mau melihatnya. Kalian harus bahagia.Tapi kenapa Nando tidak mendengar pertanyaan gue. Kenapa dengan mereka sebenarnya.

Gue melihat sekeliling . Banyak sekali orang di sana. Gue seperti mengenali seseorang. Gue mendengar suara orang yang sangat gue kenal .Itu suara Adit. Ternyata ada Adit juga. Tidak. Gue ga mau ketemu Adit. Adit jahat. Adit bilang sayang sama gue tapi kok Adit jahat. Adit mendekati gue. Tidak gue ga mau ketemu Adit. Adit telah melukai gue. Adit lo jahat. Kalau sayang kenapa lo menyakiti gue. Rasa sayang lo palsu. Tidak, gue tidak mau bertemu Adit. Gue lari aja.Gue harus menghindari dari Adit. Adit sudah melihat gue. Adit tersenyum. Tapi gue takut sama Adit. Senyum Adit tidak tulus. Tiba-tiba Adit bersuara "Arin, maafkan gue ya. Gue bener-bener sayang sama lo. Tapi cara gue salah. Sekali lagi gue minta maaf." Adit langsung pergi setelah mengucapkan kalimat tadi. Dia sudah tidak terlihat lagi. Tak sekalipun dia menengok ke belakang lagi. Enak saja bilang maaf setelah menyakiti gue. Tapi biarlah.Toh dia sudah tidak terlihat lagi.

Disana ada siapa lagi. Kenapa ada omed juga, dia duduk di sana. Ada apa ini. Hari ini ada acara apa. Omed duduk sama Maul dan Asep. Ternyata mereka temenan. Omed berjalan ke sini. Ga mau, gue mau sembunyi. Gue ga mau ketemu Omed. Omed selalu mengejar gue. Kata Asep, Omed suka sama gue. Tapi Omed juga menyakiti gue. Omed telah bohong sama gue. Dia bilang sayang ke gue. Tapi dia menyakiti gue. Tidak gue harus menjauh dari Omed. Tidak mau berurusan dengan dia lagi. Tapi kenapa wajah Omed terlihat bersedih. Dia seperti sedang terluka. Ada apa dengan mereka. Kenapa semua orang terlihat bersedih.

Itu ada Ayah. Ayah kenapa menangis. Apa gue yang telah membuat Ayah bersedih. Bunda juga terlihat bersedih. Rama, kak Nia. Semua orang terlihat bersedih. Gue tidak bisa melihat orang- orang yang gue sayangi bersedih. Gue tidak mau melihat mereka menangis. Gue harus menghibur mereka.

Ini kenapa? Gue tidak bisa mendekati mereka. Langkah gue terbelenggu. Lepas... lepas.. gue mau mendekati mereka. Gue pengen memeluk Ayah . Memeluk bunda. Jangan bersedih bunda. Jangan menangis bunda. Rama ada apa ini. Sebenarnya apa yang terjadi. Semua orang terlihat bersedih

Itu yang duduk sendirian siapa. Dia melihat kemari. Wajahnya tidak asing. Dia tersenyum sama gue. Gue seperti mengenalnya. Tapi siapa. Dia seperti yang di mimpi gue. Yang selalu hadir dengan senyuman. Dia selalu hadir dengan uluran tangan persahabatan. Dia tersenyum. Ya gue inget. Dia Dokter Bara. Tapi kenapa dia juga bersedih. Oh iya lupa gue. Kan gue janji bertemu dia di taman rumah sakit. Gue kan punya utang sama dia. Apa dia sedih karena gue tidak menepati janji ya. Tapi gue sudah siapkan uang untuk membayar hutang. Dia masih saja melihat ke mari.

Tapi sepertinya gue ingat sesuatu tentang dia.Bibir itu, gue ingat bibir itu. Bibir yang gue cium waktu itu. Tidak .. gue tidak mau ingat itu. Adit lo gila. Adit .. jangan Adit. Jangan Adit.. jangan.

"Arin...Arin ,Nak kamu kenapa? "

Bunda langsung memencet tombol saklar pemanggil petugas medis.

"Ada apa Bund" ternyata Bara sudah ada didepan pintu saat bunda berteriak tadi.

"Arin tiba-tiba berteriak Dok." Bunda terlihat panik.

"Bunda keluar dulu biar saya tangani ya. Bunda banyak berdoa saja semoga Arin tidak apa-apa."

Bara langsung mengambil tindakan medis.Tak lama kemudian Bram juga hadir. Dia tadi mendengar suara alarm tanda darurat yang langsung dihubungkan ke ruangan Bara.

"Ada apa bro. Arin anfal lagi ya."

"Iya.. sepertinya dia teringat kejadian waktu itu. Kejadian saat di lecehkan. Teriakannya sama seperti saat itu." Bara menjelaskan kepada Bram.

" Mungkin inilah saatnya lo bertindak Bro. Kejadian itu yang paling membuat dia trauma."

"Iya gue tahu. Tapi gue kok belum yakin mau melakukan hal itu. Gue takut."

"Apa yang lo takutkan.Segala cara kan boleh di coba. Masih ada kemungkinan itu bisa menjadi penyembuh buat Arin."

Bima ikut bicara. Tiba-tiba saja dia sudah ada di dalam ruangan.

"Kalian ninggalin gue. Gue jadi ketinggalan berita. Dramanya sudah belum?"

"Drama terus yang ditanyain. Udah lo aja sana yang mencium Arin."

"Jangan.." Bara langsung menyela ucapan Bram.

"Ada yang tidak rela rupanya.Hahaha."

Bram dan Bima tertawa

"Hus .. jangan berisik pasien sedang tertidur. Nanti bangun lagi." Bara mengalihkan pembahasan.

Bram dan Bima semakin merasa yakin. Pasti Bara akan melakukan usul mereka berdua.

"Jangan.. tolong.. jangan.. Jangan Adit.. jangan"

Tiba-tiba terdengar suara Arin mengigau lagi. Tanpa pikir panjang Bara langsung mencium bibir Arin. Dia sudah tidak memikirkan apa-apa lagi.

Bram dan Bima terkejut dengan apa yang dilakukan bara.

"Dokter, apa yang anda lakukan pada Arin."

Bara terkejut. Mereka bertiga menoleh. Siapa yang datang..

Bersambung..

Jangan lupa tinggalkan like dan komen.

Terima kasih semuanya ❤️❤️❤️🙏🙏

1
endang purwanti
Arin n Fian kembar kah
𝐀⃝🥀Ossy Uchrit: bukan..
total 1 replies
Eko Nur Yanto
Udah Beberapa Bab kok Ceritanya itu2 aja ya membosankan Cari topik lain Biar pembaca ngak Bosen
𝐀⃝🥀Ossy Uchrit: terima kasih atas sarannya,🙏🏾
total 1 replies
𝙮𝙤 ʳᵃᵐᵃ꫞
awal yg menarik
ˢ⍣⃟ₛ αηтιє
di ujung jalan ini....
aku menanti mu....
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Saran Thor.. Penulisan "mamaMaria" dikasih spasi ya, tetap semangat Thor 💪💪
𝐀⃝🥀Ossy Uchrit: mungkin kemarin karena buru2
total 1 replies
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Awal bab ceritanya sudah bagus : dari perkenalan karakter pemeran tokoh utama dan yang lainnya, percakapan dan paragraf. 👍👍
𝐀⃝🥀Ossy Uchrit: terima kasih sudah mampir
total 1 replies
𝓐𝔂⃝❥ˢ⍣⃟ₛ🏡s⃝ KANG SALMANᴳᴿ🐅
akhirnya......
kenapa seperti ini....
🤔🤔🤔🤔
𝓐𝔂⃝❥ˢ⍣⃟ₛ🏡s⃝ KANG SALMANᴳᴿ🐅: ehm ehm
total 10 replies
🗣🇮🇩Joe Handoyo🦅
Horeee... tamat, motor butut nya dikemanain tuh 🤣
𝐀⃝🥀Ossy Uchrit: mana ya. coba aku timbang dulu
total 9 replies
IG : Chocollacious
astagaa sad ending, pagi pagi baca mengandung bawang amat😭😭 tapi gapapa makasih kak sdh bikin cerita yg selalu campur aduk perasaanku🤭
𝐀⃝🥀Ossy Uchrit: sama2 maaf ya.. 🙏🙏🙏
total 1 replies
🏡s⃝ᴿ 🎻FEBBY🥑⃟🎻
Duh Airin kamu kenapa. . ...
semua masalah ada penyelesaiannya
jangan berbuat konyol ..dan merugikan diri sendiri
🏡s⃝ᴿ 🎻FEBBY🥑⃟🎻
Oh Dokter Bara iya kan kemauan Airin dg berjalan waktu dan kebersamaan pasti cinta Airin ke kamu tumbuh subur
karna kau siram dengan kasih sayang mu 😘😘😘😘😘
🏡s⃝ᴿ 🎻FEBBY🥑⃟🎻
kenapa gak dapa hidayah itu mama
ngak ngaca apa yg menimpa diri nya 😡😡😡 masih untung selamat dari maut kecelakaan kok gak Sada mulut masih lemes aja
dasar Mak Mak komplek 😡😡😡😡
ᬊ❣️💕༄ ꋬꊰ꒐ꆰꋬ ꋬ꒒ ꋬꌦ꒤ꃳ꒐💞❣️ᬊ
nah kan bener komentar saya di bab sebelumnya,,,

pada akhirnya penderitaan Arin berakhir seiring dengan hembusan nafas nya juga ikut berakhir....

tega banget kamu thor,,,,

gak kasih kesempatan Arin buat ngerasain kebahagiaan.... 😭😭
𝐀⃝🥀Ossy Uchrit: maaf ya🥺🥺🥺
total 1 replies
🏡s⃝ᴿ 🎻FEBBY🥑⃟🎻
Ahkir takdir Airin memilukan
𝐀⃝🥀Ossy Uchrit: itulah takdir kita tidak tau apa yang akan terjadi
total 1 replies
🏡s⃝ᴿ 🎻FEBBY🥑⃟🎻
😭😭😭😭😭 maaf kan Aku Author baca nya loncat penasaran dg Airin
kenapa harus meninggalkan
kisah Airin sangat nyenyak didada. rasa rasa nya. jarang ke bahagian menghampiri nya
takdir Airin memilukan.
terus kapan pertemuan di ujung jalan nya 🤗🙏🥰 apa bertemu dokter bara di jembatan siritolmustakim 😭😭😭😭
𝐀⃝🥀Ossy Uchrit: jgn bikin sedih deh.. aku nulis aja sambil nangis 🤭🤭🤣🤣
total 1 replies
ICʝιвяιℓ ємєяѕση_ADINDA💐
trimakasih Ossy atas novel di ujung jalan ini, di tunggu karya selanjutnya yg lebih seru lagi semangat terus onel 🍅🥰🥰😘
ICʝιвяιℓ ємєяѕση_ADINDA💐: Sama-sama Ossy, sukses terus ya, jan lama2 novel terbarunya
total 2 replies
ICʝιвяιℓ ємєяѕση_ADINDA💐
bener2 tamat ini Ossy, dan Arin pergi untuk menghadap pada sang pemilik hidupnya. ya Allah Ossy endingnya sedih banget dan gk nyangka Arin yg akan meninggal
𝐀⃝🥀Ossy Uchrit: masih ada extra chapter nya ditunggu ya
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
Pada akhirnya, Hanya Kehendak Tuhan yang jadi 👍👍👍
❥␠⃝ ͭ🍁YW-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: Ok, De ❤🤗😘 ... 🥳🥳🥳
total 6 replies
ICʝιвяιℓ ємєяѕση_ADINDA💐
kenapa arin banyak mengalami musibah
𝐀⃝🥀Ossy Uchrit: itulah kehidupan kita tidak tahu apa yg terjadi di depan kita
total 1 replies
ICʝιвяιℓ ємєяѕση_ADINDA💐
jangan bilang jika Arin nantinya lumpuh,, oh tidak ossy jangan sekejam itu pada arin
𝐀⃝🥀Ossy Uchrit: yups Betul 🥺🥺
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!