Jiang Hao hanyalah pemuda yang lugu dan polos , jujur dan sedikit konyol , kehidupan sehari harinya seperti kebanyakan pemuda pada umumnya.
Memiliki cita cita keluarga yang bahagia dan keinginan untuk menjadi kaya .
Tapi kehidupan yang di idam idamkan di dalam pikirannya, tidak ada sama sekali.
Tatkala adik kandung yang baru pulang dari dinas militer masuk ke kehidupannya.
Merebut tunangan yang di mana dalam satu minggu akan ia nikahi, serta sikap dan sifat keluarganya yang berubah dengan memutuskan semua hubungan darah termasuk tunangan dan keluarganya.
Juga ia mendapat fitnah keji , sehingga tubuh dan jiwanya hampir mati, namun itu menjadi berkah tersembunyi, darah dan bakat bela dirinya keluar setelah 20 tahun tersegel.
Saat itu juga dunia bela diri kuno terguncang dan nama Jiang Hao menjadi legenda yang di takuti lawan serta kawan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 4 keinginan Jiang Tian
" tunggu... !!"
Tiba tiba terdengar suara halus nan menyejukan menyelimuti ruangan .
Semua orang menoleh ke arah sumber suara , yang di mana terlihat seorang wanita muda mengenakan gaun berwarna putih lusuh berjalan pelan dengan tangan kiri menekan tongkat .
Penampilan wanita muda itu begitu halus dan mempesona, bahkan Jiang Tian yang sudah melihat kecantikan di mana mana sudah terpukau untuk pertama kali saat melihatnya.
Dalam hatinya ada rasa ingin memiliki ,namun ia masih menahan diri , karena tidak tahu dengan identitas dari wanita muda yang berjalan dengan tongkat di tangan kirinya .
" bukan seorang ahli beladiri, siapa dia ?" Gumam Jiang Tian dalam hati, matanya yang tajam tidak bisa mengalihkan pandangan dari sosok wanita muda yang baru datang itu .
Jiang Hao yang mengenal suara itu langsung berseru diiringi nada khawatir " Caier kenapa kamu datang , cepat pergi ... !"
Qi Caier tidak menuruti perintah Jiang Hao , dengan langkah pelan diiringi suara ketukan tongkat kayu , ia berjalan mendekat dan berhenti tepat di samping Jiang Hao yang tampak sangat menyedihkan.
" tuan muda Hao , kamu tidak apa apa " Qi Caier meraba raba pergelangan tangan pemuda yang terbaring itu dan merasakan bahwa nadi kehidupan Jiang Hao begitu melemah .
" tuan muda, anda terluka parah .. "
Jiang Ningguo yang berdiri di depan tampak penasaran dengan indentitas wanita muda yang baru datang itu.
" siapa kamu , apa tujuanmu datang kesini ?"
Qi Caier sedikit mendongakan wajahnya yang halus nan putih itu , matanya yang kosong seperti bisa menatap tembus pandang ke seluruh jiwa sang patriak .
" tuan patriak , saya adik angkat kakak Hao , Caier, saya tinggal di komplek perumahan Jiang di halaman luar , saya datang untuk membawa kakak Hao pergi dari tempat ini " kata Qi Caier mengutarakan maksud kedatangannya.
" adik angkat ? Kenapa saya baru dengar , kamu bukan mata mata dari klan lain kan !" Jiang Ningguo menatap tajam ke arah wanita muda yang tampak begitu tenang dan tidak takut dengan keadaan di sekitarnya.
" tuan patriak, saya buta , saya tidak bisa melihat apapun, bagaimana saya menjadi mata mata klan lain " sanggah Qi Caier menggelengkan kepala pelan .
Dalam hatinya ada rasa kasihan terhadap pemuda yang telah menemani dan melindungi dirinya selama dua tahun terakhir itu, ia merasakan bahwa sang patriak dan lainnya hanya mementingkan reputasi klan daripada dengan kerja keras dari Jiang Hao .
Jiang Tian langsung gembira mendengar hal tersebut, dalam pikirannya ada rencana jahat yang mulai tersusun, ia dengan tenang berdiri dan memberi hormat kepada ayahnya.
" ayah , putra kedua ingin mengatakan sesuatu !" Kata Jiang Tian sedikit membungkukan badannya.
Ekspresi Jiang Ningguo langsung berubah , yang awalnya suram menjadi begitu lembut dan penuh perhatian .
" Tianer jangan sebut lagi putra kedua , mulai sekarang Tianer adalah putra pertama yang akan mewarisi klan Jiang kota Jiangnan nanti " kata Jiang Ningguo tersenyum lebar.
" Tianer sudah memasuki ahli beladiri Perak tahap lima kan "
" benar ayah, tapi dibandingkan dengan putra penatua kedua , saudara Chao , saya masih lebih lemah " ucap Jiang Tian merendah .
Pemuda yang ada di kursi nomor lima dari barisan para jenius muda berdiri ,kulitnya yang hitam tampak seperti bukan berasal dari klan Jiang .
" hahahaha saudara pertama , jangan merendah , saudara Tian sudah menjadi komandan garnisun kota Jiangnan, masa depan tidak terukur dan juga masih muda, sedangkan saya sudah berusia 20 tahun dan kekuatan kultivasi masih ada di Perak tahap sembilan, belum menyentuh ambang ahli beladiri Emas " kata Jiang Chao , matanya yang bulat tampak sangat senang dengan pujian yang dilontarkan oleh Jiang Tian.
Jiang Ningguo tertawa nyaring " hahahaha, sudah sudah , semua yang muda adalah jenius , ayo apa yang akan dikatakan oleh putra pertama " sang patriak mempersilahkan Jiang Tian untuk berbicara.
" ayah , penatua sekalian dan semua orang yang ada di sini, saya Jiang Tian tidak mengecewakan harapan klan Jiang kota Jiangnan, selain diangkat sebagai komandan Garnisun kota Jiangnan , saya juga dipilih oleh Yang Mulia Raja Jiang untuk berpartisipasi dalam turnamen dua tahunan di kota Jiangzhou bersama dengan para wakil lainnya " kata Jiang Tian sedikit membusungkan dadanya , ada rasa kepuasan dalam hatinya.
Terutama melihat ekspresi dari wanita muda yang sudah menjadi incarannya.
Namun ia tidak tahu bahwa perkataannya menjadi informasi yang berharga bagi Qi Caier.
Mendengar berita tersebut, sang patriak dan semua orang yang ada di dalam ruangan bernuansa putih itu memiliki ekspresi tidak percaya.
Mereka mengira Jiang Tian akan mengatakan promosinya sebagai komandan Garnisun kota Jiangnan, tapi ternyata selain menjadi seorang komandan termuda dalam sejarah militer negara Jiang, dia akan dipilih menjadi salah satu wakil negara Jiang dalam turnamen dua tahunan yang akan diadakan di tengah tengah pegunungan Jiangshan.
" hahahaha hebat hebat , akhirnya selama beberapa generasi tanpa wakil klan Jiang, putraku , Jiang Tian menjadi kebanggaan surga , "
" selamat putra pertama Tian menjadi wakil negara Jiang.. !"
" kebangkitan klan Cabang Jiang akan datang ... !"
Semua orang yang ada di dalam ruangan itu bersorak gembira , tanpa memperdulikan keadaan Jiang Hao yang sudah begitu menyedihkan.
Qi Caier yang merasakan kegembiraan seluruh klan hanya bisa tertawa dalam hati , " sungguh naif, apakah mereka mengira ahli beladiri Perak bisa bersaing dengan ahli beladiri Emas dan diatasnya , tunggu saja kematian putra tersayangmu itu " ucapnya dalam hati .
Dipermukaan tampak tenang, tanpa ekspresi, tatapan kosong dan tidak bermakna, namun di dalam pikirannya sudah banyak skenario yang sudah mulai terancang dan siap dijalankan.
" oke putra pertama Tian , selain itu apa yang akan kamu sampaikan, ayah dan lainnya ingin mendengar ?" Tanya Jiang Ningguo setelah bergembira beberapa saat.
Jiang Tian tanpa ragu berjalan ke arah Qi Caier yang tampak diam mematung tak bergerak .
" nona kecil , kamu adalah adik angkat kakak Hao kan , ikutilah aku , bersama dia ,kamu tidak akan bisa hidup dengan layak " kata Jiang Tian mengajak Qi Caier untuk menjadi adik angkatnya.
Qi Caier menggelengkan kepala pelan, wajahnya yang polos dan cantik begitu sendu " tidak, aku ingin bersama kakak Hao , walaupun kakak Tian adalah saudara kandung kakak Hao , tapi aku lebih nyaman bersama kakak Hao !" Tolak Qi Caier berpura-pura polos dan mudah dimanfaatkan.
Namun dalam hatinya ada rasa jijik yang tidak terkira.
" Pria tidak bermoral, memiliki pikiran kotor, andai saja ayahanda Raja melihat kelakuan seperti itu , tanah kuburannya sudah tumbuh bunga satu meter "
Beberapa penatua dan Yu Pingyi juga membujuk Qi Caier untuk mengikuti Jiang Tian dan meninggalkan Jiang Hao .
" nona kecil, mengikuti orang tak beradab, saat dewasa bisa saja menjadi wanita murahan yang tercela " kata Yu Pingyi ketus , matanya tampak menyipit dan bersinar kejam .
" aku sudah katakan , aku merasa nyaman dengan kakak Hao , dan jangan memaksa !"