Gracia Eliza wanita karir berusia 27 tahun yang mengalami kecelakaan mobil, hingga mengakibatkan dirinya meninggal di tempat.
Sebelum meninggal ia sempat membaca sebuah novel berjudul 'My Cool Boy'. Siapa sangka bahwa jiwanya akan bertransmigrasi ke dalam novel tersebut.
Lebih parahnya lagi ia menjadi tokoh antagonis yang mengharapkan cinta kepada tokoh utama Pria. Angelicia Marseilious, nama gadis itu.
Tapi dikarena sekarang jiwanya lah yang menggantikan. Ia akan memilih jalannya sendiri. Ingatlah, bahwa dia adalah Gracia Eliza. Wanita cerdas yang tak mudah ditundukkan.
"Tak ada lagi Angelicia si gadis bodoh dan kekanakan yang mengemis cinta. Sekarang hanyalah Angelicia si gadis pintar dan tak mudah ditaklukkan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani_putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berusaha Menjauh
"Kau ini memang keras kepala, ya."
Baru saja kakinya menginjak halaman rumah Larissa, sebuah suara yang berasal dari balik tubuhnya menghentikan langkahnya. Elicia berbalik, menemukan tatapan tajam Zavierro yang terarah padanya. Dia jelas tahu penyebab emosi Zavierro pagi ini.
"Kau sudah bangun rupanya."
Hanya itu tanggapan dari Elicia, membuat mata Zavierro memandang semakin tajam. Dengan langkah lebar dia menarik Elicia untuk pergi menuju halaman belakang rumah. Elicia tanpa bantahan apapun hanya menurut, mengikuti langkah kaki Zavierro yang membawanya menjauh.
"Kau tahu bagaimana gilanya aku saat sadar bahwa kau mendatangi pria itu sendirian?" ucap Zavierro saat sampai di halaman belakang yang luas.
Elicia hanya melirik tenang, dia memang cengkraman Zavierro di tangannya. Tak lama, dia berusaha melepas cengkraman itu. Namun, Zavierro tak berniat melepasnya dan semakin erat menggenggam pergelangan tangannya. Meski tak sampai menyakitinya, tetap saja cengkraman itu sedikit kuat.
Zavierro yang sadar segera melonggarkan cengkeramannya. Namun sebagai gantinya, dia memilih untuk menggenggam telapak tangan Elicia.
"Jangan melakukan hal itu lagi! Kau tidak boleh jauh-jauh dariku di tempat seperti ini!" tekan Zavierro.
"Siapa kau? Aku bukan anak kecil lagi. Jangan mengaturku, karena aku tidak menyukainya."
Dengan pandangan dingin Elicia menghempas tangan Zavierro. Mereka memang bekerjasama, tetapi hanya sebatas itu. Baik dia ataupun Zavierro, tidak boleh melewati batasan. Zavierro mendengus, dia melangkah maju mendekat. Sedikit menunduk agar bisa sejajar dengan wajah Elicia yang bertambah datar.
"Tetapi aku suka. Aku suka mengaturmu, Elicia."
Zavierro tersenyum lebar, netranya menatap semakin dalam mata jernih Elicia. Pemuda itu menyukai bola mata yang indah tersebut. Elicia dapat merasakan tatapan berbahaya dari pemuda di depannya. Tatapan itu penuh dengan rasa kepemilikan.
Sial! Aku harus menjauhi pemuda ini.
Elicia tak ingin menjadi objek obsesi dari pemuda gila di depannya. Sepertinya alur memang telah berubah, obsesi yang seharusnya Zavierro rasakan untuk Ovy, malah berbalik kepadanya. Jika Zavierro terobsesi padanya, ini tidak akan berakhir baik. Sikap kejam pemuda itu, terlalu menakutkan untuk dia lawan.
Dengan segera Elicia mendorong dada Zavierro agar menjauh darinya. Dia melipat tangannya di dada. "Sebaiknya kau atur otakmu itu. Sepertinya otakmu semakin tidak waras!" sarkasnya, kemudian berlalu dari sana.
Zavierro menatapi kepergiannya dengan kekehan kecil yang terdengar menyeramkan. "Berniat menjauh huh?"
...****************...
Setelah menuntaskan semua masalah yang telah dialami oleh Larissa. Ketiganya pergi meninggalkan desa itu. Sepanjang jalan Elicia hanya diam, tenggelam dalam lamunannya. Sementara Zavierro memilih untuk fokus ke depan. Berbeda dengan Larissa yang sedikit tidak nyaman.
Entah hanya perasaan saja atau bagaimana, tetapi dia merasa ada sesuatu yang salah di antara mereka. Suhu di mobil terasa menyesakkan, apalagi tak ada satupun dari mereka yang berbicara. Larissa sendiri tidak memiliki keberanian untuk mengajak nonanya berbicara.
"Larissa."
Panggilan dari Elicia membuat Larissa tersentak. "I- iya, Nona?"
"Jika kau lelah sebaiknya tidur saja. Sedari tadi ku lihat kau terus melamun," nasihat Elicia.
Gadis itu memang tidak memperhatikannya, tetapi dia peka terhadap tatapan yang Larissa arahkan padanya. Dia menyadari begitu melihat tatapan kosong di mata Larissa melalui spion mobil. Larissa meneguk ludahnya, apalagi saat melihat tatapan Zavierro yang turut menatapnya di kaca spion.
Larissa tertawa canggung, "Saya tidak apa-apa, Nona. Hanya ada beberapa hal yang sedang saya pikirkan."
Jujur saja dia agak takut dengan pemuda yang nonanya bawa. Namun, dia tak memiliki keberanian untuk menyuarakan isi hatinya.
"Aku sudah mengatakannya padamu, jangan terlalu formal!" tegas Elicia sedikit menoleh ke belakang.
Larissa yang tidak ingin berdebat langsung mengangguk. Setelah itu keheningan kembali melanda. Gadis itu memilih untuk memejamkan mata selama perjalanan berlangsung, berharap agar dia bisa terlelap. Akhirnya dirinya benar-benar jatuh terlelap ke dalam mimpi. Kini tersisa dua insan itu yang masih saling diam.
"Sebaiknya kau juga tidur, Elicia," ujar Zavierro secara tiba-tiba tanpa mengalihkan pandangannya dari ke depan.
"Aku tidak mengantuk," balas Elicia singkat. Bahkan tak mau repot-repot melirik ke samping.
"Jika kau lelah katakan padamu, biar aku yang menyetir," sambungnya yang tak mendapatkan balasan dari Zavierro.
Gadis itu juga lebih memilih diam dan menatap keluar jendela. Dia sibuk memikirkan arti mimpinya kemarin. Meskipun hanya sebatas mimpi, tetapi cekikan di lehernya benar-benar terasa nyata. Tanpa sadar tangannya bergerak menyentuh lehernya sendiri.
Zavierro menyadari pergerakan Elicia, keningnya berkerut. Apa yang sedang gadis itu lakukan? Pasalnya, Elicia tiba-tiba saja menyentuh lehernya sendiri dengan pandangan kosong. Dia yakin ada sesuatu yang terjadi kepada gadis ini. Namun Zavierro tak ingin bertanya, karena merasa percuma. Elicia tidak akan menjawab pertanyaannya.
Tanpa terasa mobilnya sudah berhenti di depan halaman mansion keluarga Elicia. Zavierro menoleh ke samping dan baru menyadari bahwa gadis di sampingnya sudah terlelap. Senyum kecil terbit pada belah bibirnya. Katanya tidak mengantuk, tetapi tidur juga pada akhirnya. Dengan telaten Zavierro melepaskan sabuk pengaman milik gadis itu.
Kemudian dia keluar dari mobil dan membuka pintu di samping kanan. Dengan sigap Zavierro mengangkat tubuh Elicia, menggendongnya ala bridal style. Sementara Larissa yang sudah keluar lebih dulu mengambil barang-barangnya di bagasi mobil. Lalu menyusul nonanya yang sudah dibawa oleh Zavierro.
"Dimana kamar Elicia?" tanya Zavierro saat di ruang tengah.
"Di lantai atas, Tuan. Anda bisa menggunakan lift itu, di sana hanya ada kamar Nona Elicia," terang Larissa menjelaskan.
Zavierro mengangguk paham dan melangkahkan kakinya menuju lift. Setelah pintu terbuka, dia melangkah keluar. Di depan sana terlihat pintu berwarna putih yang dia duga adalah kamar milik gadis di gendongannya. Meskipun sedikit susah untuk membuka pintu, tetapi Zavierro tetap berusaha menjaga agar tidur Elicia tidak terganggu.
Begitu dia berhasil membuka pintu, Zavierro membawa gadis di gendongannya masuk ke dalam. Aroma milik Elicia menguar di segala penjuru ruangan. Zavierro menghirup aroma itu yang sedikit memabukan untuknya. Kemudian dia menurunkan Elicia dengan hati-hati di atas ranjang besar dan mewah milik sang empu.
Zavierro menyelimuti tubuh Elicia, juga mengatur suhu di ruangan ini agar tetap hangat. Kemudian matanya memindai ke sekeliling. Berjalan mendekati perabotan yang ada di kamar Elicia. Bahkan tanpa sungkan dia menyentuh benda-benda ada di sekitarnya. Tersenyum kecil saat menyentuh sebuah tanaman hias yang tampak indah di matanya.
Zavierro berbalik dan memilih duduk di sisi ranjang Elicia. Dia tersenyum kecil sambil merapikan rambut Elicia di wajah sang empu.
"Cantik sekali," pujinya menatap wajah Elicia yang tengah tertidur pulas.
Zavierro mendekatkan dirinya dan berhenti di sisi samping wajah Elicia. "Jangan mencoba menjauh dariku, Elicia. Kau sudah membuatku tertarik padamu, jadi aku tak akan melepaskanmu dengan mudah."
Dia berbisik lalu tersenyum miring. Sementara Elicia yang berpura-pura tidur tengah mengeratkan genggaman tangannya di dalam selimut. Zavierro pasti sengaja berkata seperti itu padanya karena menyadari bahwa dia sudah terjaga dalam tidurnya.
Dasar pria gila!
To be continued...
Gimana gimana jantung kau masih aman kan??!!!,🤣🤣🤣🤣