NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Dosen Killer

Menikah Dengan Dosen Killer

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Dosen / Tamat
Popularitas:885.5k
Nilai: 4.5
Nama Author: H.Elisha

Reyhana gadis cantik namun bar-bar terpaksa menikah dengan dosen di kampus nya yang lebih parah nya lagi ia akan menikah dengan Regan dosen yang terkenal killer nya di kampus. Ia sudah menolak mentah-mentah perjodohan tersebut namun karna ancaman orang tua nya terpaksa ia menerima nya.

Tak jauh beda dengan Regan yang juga mengenal Reyhana mahasiswa di kampus nya yang nakal nya tidak ketulungan,namun mengingat usia nya yang sudah matang ia menerima perjodohan tersebut.

Bagaimana kah kedua nya menjalani pernikahan mereka yang berbeda sifat dan karakter tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon H.Elisha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Setelah kedua nya membersihkan tubuh mereka dengan air hangat di kamar mandi kini kedua nya berada di atas ranjang dengan selimut tebal yang menggulung tubuh kedua nya,hujan masih lebat di luar sana mejadikan udara semakin dingin.

"Ini kenapa bisa sedingin ini sih"ucap Hana kesal sendiri merasa masih kedinginan mungkin karna mereka terkena hujan juga tadi.

"Di sini memang cuaca nya dingin di tambah hujan ya akan semakin dingin"ucap Regan.

"Kalau aku tahu begini mendingan gak usah ke sini mana sekarang lagi musim hujan lagi"gerutu Hana.

Regan gak mendengar lagi ocehan Hana ia memilih memejamkan mata nya dan semakin mengeratkan selimut nya membuat selimut tersebut menggulung tubuh nya.

"Mas jangan tarik semua dong aku juga kedinginan tahu"ucap Hana menarik selimut tersebut kembali.

"Hmm"dehem Regan menarik tubuh Hana ke pelukan nya dan memeluk tubuh mungil tersebut.

"Ini kenapa juga malah peluk-peluk"ucap Hana mencoba melepaskan diri nya dari tubuh Regan.

"Diam saja dan tidur"perintah Regan tanpa membuka mata nya dan semakin mengeratkan pelukan nya pada Hana.

"Jangan macam-macam yah"ucap Hana penuh peringatan mendongak kan kepala nya menatap Regan yang menutup mata.

"Kita mau melakukan apapun sudah sah"ucap Regan membuka mata nya menatap wajah cantik Hana yang juga menatap nya.

"Aku masih kecil tahu"ucap Hana ketus mengalih kan pandangan nya tak mau menatap Regan lagi.

"Sebelum kita berangkat mama dan papa menitip kan sesuatu pada kita"ucap Regan kini membuat Hana mendongak kembali menatap Regan dengan raut wajah penasaran.

"Apaa"tanya Regan menatap Hana.

"Ck mereka meminta apa"ucap Hana ketus.

"Kau janji akan memberikan nya pada mereka"tanya Regan.

"Tergantung permintaan mereka"ucap Hana.

"Kalau begitu tidak usah kamu tahu kita tidur saja"ucap Regan membuat Hana mendelik kesal menatap Regan.

"Mas kenapa menyebalkan begini sih"ucap Hana mencubit lengan Regan dengan keras saking kesal nya.

"Awww jangan cubit-cubit dong"ucap Regan meringis karna cubitan Hana tak main-main pasti lengan nya memerah bekas cubitan Hana.

"Salah mas sendiri kenapa menyebalkan"dengus Hana yang kini tangan nya memeluk Regan juga.

"Masih penasaran dengan permintaan mereka"tanya Regan.

"Gak"ucap Hana ketus membuat Regan terkekeh mendengar nya.

"Kalau begitu kita tidur saja"ucap Regan.

"Haiss mas kenapa gak peka amat sih jadi orang"ucap Hana ketus.

"Lah tadi kan kamu sendiri yang bilang gak penasaran lagi kenapa mas jadi yang di salahkan begini"ucap Regan.

"Kenapa juga sih mama dan papa menikahkan anak gadis cantik mereka dengan orang seperti ini"gerutu Hana.

"Mas dengar loh"ucap Regan.

"Baguslah kalau dengar"ucap Hana ketus.

"Mereka meminta cucu dari kita"ucap Regan spontan membuat Hana terdiam mendengar nya.

"Cucu"ulang Hana kini melepaskan pelukan nya dari Regan dan menatap tajam ke arah Regan.

"Aku masih kecil gak mau hamil dan punya anak dulu"ucap Hana membuat Regan terdiam menatap Hana yang kini menampilkan wajah datar nya.

"Tidur lah tidak perlu membahas hal itu"ucap Regan kini berbalik membelakangi Hana dan memejamkan mata nya.

Sakit dan kecewa tentu saja mendengar penolakan itu dari Hana mengingat usia nya yang tidak lagi muda jelas ia juga menginginkan seorang anak,namun mengingat Hana masih terlalu muda ia juga memikirkan nya namun mendengar penolakan itu secara langsung dari Hana membuat perasaan nya sedikit sakit.

Sedangkan Hana yang melihat reaksi Regan membuat nya menyesal telah mengatakan hal itu,tapi ia juga berpikir apakah akan sanggup hamil dan melahirkan di usia nya tersebut.

Bagaimana nanti dengan kuliah ku,aku masih ingin mengejar cita-cita jika aku punya anak sebelum lulus aku takut tidak akan bisa mengurus nya,apa aku bisa menjadi ibu yang baik nanti nya untuk anak itu,batin Hana.

Jadilah kedua nya saling diam dan tidur dengan saling memunggungi satu sama lain dengan pikiran yang berbeda. Pagi hari nya Hana lebih dulu bangun segera mencuci wajah nya di kamar mandi dan keluar dari kamar untuk ke dapur berniat untuk membuat sarapan namun sama sekali tak ada apapun di sana.

"Aku lupa jika di sini sama sekali gak ada apapun"gumam Hana akhir nya berbalik memuat tubuh nya dari sana dan berjalan keluar membuka pintu.

"Segar nya"gumam nya menghirup udara pagi-pagi buta yang terasa lebih segar dati biasanya,ia juga menatap orang-orang yang sudah berada di kebun teh memetik pucuk teh di sana.

Tak lama terdengar suara langkah kaki keluar dari dalam yang kini berdiri agak jauh dari Hana,kedua nya masih saling diam satu sama lain. Tak ada yang bicara di antara kedua hanya sesekali para warga yang seperti nya mengenal Regan yang menyapa pria tersebut sedangkan Hana hanya memperhatikan dan mendengar saja.

Aku lapar lagi,batin Hana yang kini perut nya meminta di isi.

Ia memilih masuk ke dalam kembali dan mencari makanan ringan yang kemaren ia beli hanya tersisa dua lagi karna ia makan saat di jalan dan saat mereka duduk berdua di luar setelah makan malam.

Lebih baik aku mencari sarapan saja siapa tahu ada yang menjual nya,batin nya.

Hana mengganti baju nya dengan yang lebih santai tidak lupa membawa uang memasuk kan nya ke dalam saku nya,ia mengikat rambut nya dengan rapi dan keluar dari salam kamar.

"Dia kemana"gumam nya tak melihat Regan di depan.

"Aiiss dia meninggalkan ku sendirian di sini"gerutu nya berjalan keluar dari Villa menyusuri jalanan menuju perkampungan tersebut berharap menemukan sesuatu yang dapat ia makan.

"Lumayan jauh ternyata"gumam nya namun masih semangat berjalan karna masih pagi juga matahari belum memancarkan sinar nya.

Tiba di sana senyum Hana sedikit mengembang melihat orang-orang sudah mulai sibuk hingga ia melihat ada sarapan.

"Buk ketoprak nya satu yah"ucap Hana.

"Aduh neng ibu baru buka semua nya masih belum di sini masih di angkat dulu dari rumah neng gak masalah menunggu sebentar"ucap si ibu tersebut.

"Iya gak masalah buk"ucap Hana tersenyum tipis.

"Neng duduk aja dulu sebentar yah neng"ucap ibu tersebut di angguki Hana yang kini duduk di warung kecil tersebut,sementara ibu itu pergi ke rumah nya yang tak jauh dari tempat nya.

Hana menatap sekeliling terlihat bersih di perkampungan tersebut,rumah-rumah warga juga masih satu-satu yang berdinding semen selebih nya papan dan campuran juga membuat suasana tersebut memang sangat khas pedesaan berbeda jauh dengan di kota.

1
adning iza
ngga terasa sudh smp sni
adning iza
yuuhhhuuuu
adning iza
ya cari sendiri lah gan
adning iza
lagian regan klo mau pergi ngga bilang² dlu
adning iza
gregetan sma regan
adning iza
ya gmn ndak saling slah pham yg cew cuek yg cow ndak peka kalo udh bucin auto ugal²an nihh past
adning iza
regan ngga peka bget sii
adning iza
nah lohh ketahuan😅😅😅
adning iza
awas han pak su mode cemburu tuh
adning iza
the real pertemanan yg sesungguhnya
adning iza
jd ikutan kangen tmen² SMK
@Al**
/Good/
Siti Nurbaidah
Luar biasa👍👍semangat
Siti Nurbaidah
mantap👍👍👌cerita ny
Roziqin
Luar biasa
Alanna Th
zerem, penuh misteri
Alanna Th
satu lg ortu tdk brtnggng jwb; kl trjadi yg buruk pd sila bgmn? kq putriny dbiarkn dmangsa d pesta ultahnya?
Alanna Th
trnyt pk doski bisa romantis juga kala lg bucin
Alanna Th
ortu yg tdk brtnggng jwb, hanya mnuntut dpt cucu, tdk mmbantu mrk utk saling mnerima dahulu, malah dlepas tinggal pisah rmh
Alanna Th
khan ayah hana sdh sdh prnh blng, hana trbiasa dmanja. bgtlh, yg slh ortuny mnikahknny d usia muda sekali. aq yg nikah d usia 27 thn aja up n down dg ujian prnkhn n khdpn, mlh prnh pingin mati saja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!