NovelToon NovelToon
MY BEAUTIFULL BODYGUARD

MY BEAUTIFULL BODYGUARD

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Mafia / CEO / Balas dendam. / Perubahan Hidup / OMG, protagonis ini sangat kuat!!! / Peningkatan diri -peningkatan kemmapuan / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:554.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: poppy susan

Gea Alexander Crush seorang wanita cantik puteri dari seorang mantan ketua Mafia yang paling disegani pada zamannya. Gea harus menyembunyikan identitasnya dikarenakan banyak orang yang mengincar dirinya dan kedua adik kembarnya.

Keputusan Daddynya dulu untuk pensiun dari dunia hitam memunculkan kebencian dan dendam dikalangan teman-teman Mafianya. Puluhan tahun ke belakang, Daddynya Gea diculik dan menghilang tanpa jejak bahkan Mommynya defresi dan memilih bunuh diri karena terlalu terpukul atas kehilangan suaminya.

Tapi di tengah-tengah penyamarannya, Gea bertemu dengan CEO muda yang sedang mencari seorang Bodyguard untuk memuluskan aksinya yang ternyata sedang melakukan penyamaran juga.

Akankah Gea berhasil melindungi Victor ataukah justru nyawa Gea ikut terancam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan Aneh

🔫

🔫

🔫

🔫

🔫

Gea merebahkan tubuhnya, tangannya menyentuh dadanya.

"Kenapa jantung aku dari tadi berdebar terus? terus kok aku merasa aku merindukan seseorang, tapi siapa?" batin Gea.

Gea kembali memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa berdenyut.

"Pak, tadi Ibu lihat rumahnya Juragan Dadang sudah ada yang membeli ya? soalnya ada mobil terparkir disana," seru Yanti.

"Sepertinya iya, katanya yang membeli rumah Juragan Dadang itu orang kota dan yang sudah melihat orangnya, kata mereka orang itu sangat menyeramkan karena seluruh tubuhnya penuh dengan tato walaupun wajahnya memang ganteng sih."

"Iyakah Pak? jangan-jangan mereka buronan lagi yang kabur ke desa kita ini."

"Sepertinya bukan Bu, soalnya kata mereka orang itu baik dan ramah."

"Syukurlah kalau seperti itu. Lia mana?" tanya Yanti.

"Bapak suruh rebahan karena katanya tadi kepalanya pusing."

"Apa? pusing kenapa?"

"Bapak juga tidak tahu."

Yanti pun segera menuju kamar Gea, dia merasa khawatir dengan keadaan Gea.

"Lia sayang, kamu kenapa?" tanya Yanti khawatir.

"Kepala aku sedikit pusing."

"Mau Ibu ambilkan obat?"

"Tidak Bu, ini hanya pusing biasa nanti juga sembuh sendiri."

"Ya sudah, Ibu ambilkan sarapan dulu ya kamu harus sarapan dulu biar tidak pusing."

Gea hanya menganggukan kepalanya, Gea kembali melihat ke arah jendela entah kenapa Gea ingin melihat keluar terus. Perlahan Gea pun kembali bangkit dari tempat tidurnya, baru saja satu langkah Yanti pun datang.

"Lia, kamu mau kemana? sini sarapan dulu."

"Ah iya Bu."

Gea pun menghampiri Yanti dan tidak jadi mendekat ke arah jendela. Gea duduk di atas tempat tidur dan mulai menyantap sarapan yang sudah dimasakan oleh Yanti.

Sementara itu, Victor terlihat celingukan dan membalikan tubuhnya. Victor memperhatikan rumah yang tidak jauh dari pantai itu, Victor melihat ke arah jendela rumah itu.

"Rumah siapa itu? kok jantung aku tiba-tiba berdebar tidak karuan seperti ini," gumam Victor.

"Tuan, sarapanya sudah siap. Ayo kita sarapan dulu!" seru Fox.

"Iya."

Victor pun meninggalkan pantai itu dengan pandangannya terus memperhatikan rumah sederhana itu.

***

Gio saat ini sedang duduk sendirian di taman kampus, sedangkan Glenn entah kemana.

"Bisa kita bicara sebentar," seru Priska.

"Mau bicara apa?" tanya Gio.

Priska pun duduk di samping Gio, Priska tampak gugup dia ingin sekali menanyakan tentang kejadian dulu tapi Priska merasa takut.

Gio menoleh ke arah Priska. "Kamu mau bicara apa?" tanya Gio dingin.

Priska menelan salivanya dengan susah payah, hingga akhirnya Priska pun bangkit dari duduknya.

"Tidak jadi, maaf."

Priska hendak melangkahkan kakinya tapi Gio menahannya.

"Katakan, apa yang mau kamu bicarakan denganku?"

Priska meringis, tapi tidak lama kemudian mata Priska mulai berkaca-kaca dia merasa takut dengan tatapan Gio.

"Hendri Pamungkas, pengusaha Batu bara," seru Priska.

Gio membelalakan matanya, perlahan Gio melepaskan tangannya dan mundur satu langkah.

"Ka--mu....."

Airmata Priska pun mulai jatuh dan Priska pun lebih memilih berlari pergi meninggalkan Gio. Tubuh Gio lemas, dia terduduk di kursi taman dengan pikiran yang entah melayang kemana-mana.

"Kenapa dia bisa tahu kalau orang itu aku?" batin Gio.

"Woi, kamu kenapa? kok wajah kamu pucat seperti itu?" tanya Glenn.

"Priska, dia tahu kalau aku yang sudah membunuh kedua orangtuanya," sahut Gio.

"Apa? sial, itulah akibat dari kecerobohanmu. Aku kan sudah bilang, jangan sisakan saksi mata dan sekarang terbukti kan, dia akan membahayakan kita jadi kita harus bunuh Priska," seru Glenn dengan kesalnya.

"Tidak Glenn, jangan lakukan itu."

Glenn mengerutkan keningnya. "Maksud kamu apa? kamu mau membiarkan dia hidup dan kita akan masuk penjara!" bentak Glenn.

"Aku sudah tidak peduli lagi Glenn, lagipula kita memang pantas mendapatkannya. Kita sudah terlalu banyak membunuh orang yang tidak berdosa hanya demi uang, jadi aku siap menanggung semua akibatnya," sahut Gio dengan menundukan kepalanya.

"Terus bagaimana dengan Daddy, siapa yang akan menjaga dia dan siapa yang akan menemani dia untuk mencari Kak Gea!" bentak Glenn.

Gio sudah sangat lemas, kali ini dia hanya pasrah dengan keadaan. Dia memang sudah sangat bersalah karena sudah menjadikan seorang anak menjadi yatim piatu padahal dia tidak kenal dengan kedua orangtua Priska.

Tapi karena atas nama profesional, Gio mampu melakukan hal kejam itu. Glenn sudah sangat marah kepada Gio memilih untuk pergi meninggalkan Gio.

"Kak, kembalilah," batin Gio dengan airmata yang menetes dari kedua matanya itu.

Praaanngggg...

Gea menjatuhkan piring yang dia pegang, dan Gea pun memegang dadanya.

"Astaga Lia, kamu kenapa? apa ada yang terluka?" seru Yanti khawatir.

Gea hanya bisa terdiam tanpa bisa menjawab pertanyaan Yanti, Yanti pun memapah Gea untuk duduk di kursi kayu yang sangat sederhana itu.

"Sebentar ya, Ibu bereskan dulu pecahan piringnya takutnya keinjek sama kaki kamu."

Gea hanya menganggukan kepalanya. "Ada apa ini? kenapa dari kemarin aku merasakan perasaan yang sangat aneh. Aku merasa ada seseorang yang sedang menungguku, tapi siapa? dan kenapa?" batin Gea.

Beberapa saat kemudian, Yanti pun selesai membereskan pecahan piring itu dan Yanti mengajak Gea untuk istirahat di kamarnya.

Gea kembali terduduk di atas tempat tidurnya.

"Kamu istirahat ya Nak, jangan banyak pikiran biar kamu cepat sembuh."

Yanti pun hendak melangkahkan kakinya meninggalkan Gea.

"Tunggu! Bu, bolehkan aku bertanya?"

Yanti kembali menghampiri Gea dan duduk di samping Gea. "Kamu mau tanya apa, Lia?"

"Apa selama aku tidak sadarkan diri, ada orang yang menungguku?" tanya Gea.

Yanti mengerutkan keningnya. "Tidak ada, memangnya kenapa?"

"Ah, tidak apa-apa kok Bu aku hanya ingin tahu saja."

Yanti tersenyum dan mengusap kepala Gea. "Kamu itu belum punya kekasih Lia, jadi tidak ada orang yang menunggu kamu. Sudah ya, Ibu mau ke pantai dulu bantu Bapakmu mencari ikan. Ingat, kamu jangan kemana-mana kamu itu masih sakit dan Ibu sudah siapkan makanan untukmu jadi kalau kamu merasa lapar, kamu bisa cari makanan di dapur."

Gea kembali menganggukan kepalanya, Yanti pun melangkahkan kakinya keluar dari kamar Gea. Yanti dengan cepat keluar dari rumahnya dan menguncinya.

"Pokoknya anak itu tidak boleh ingat apa pun, dia akan menjadi anakku selamanya," batin Yanti.

***

Malam ini Gio datang ke rumah Priska, Priska tinggal di sebuah rumah yang tidak terlalu besar. Priska sudah menjual rumah orangtuanya, dan Priska tidak mau tinggal disana karena Priska trauma dan bayangan kematian kedua orangtuanya selalu membekas di kepalanya.

Ting tong ting tong....

"Iya, tunggu sebentar!" teriak Priska.

Ceklek...

Priska membelalakan matanya saat melihat siapa yang datang, Priska segera menutup kembali pintunya tapi dengan cepat Gio menahannya.

Dengan satu kali hentakan, pintu rumah Priska pun terbuka. Gio segera masuk ke dalam rumah Priska dan menutup kembali pintunya.

"Kamu mau ngapain kesini?" tanya Priska dengan bibir yang bergetar.

Priska saat ini sungguh sangat takut kepada Gio, Priska terus memundurkan langkahnya menjauhi Gio.

"Jangan mendekat, atau aku akan berteriak!" ancam Priska.

"Berteriaklah, bahkan kalau kamu lapor polisi pun aku tidak peduli."

"Kamu memang jahat Gio, apa salah kedua orangtuaku sampai-sampai kamu membunuh mereka!" teriak Priska dengan deraian airmata.

"Maaf...maafkan aku."

"Apa? maaf? mudah sekali kamu bicara maaf, setelah kamu membunuh kedua orangtuaku. Apa bagi kamu nyawa seseorang itu sangat tidak berharga? sampai-sampai dengan mudahnya kamu menghilangkannya tanpa rasa belas kasihan!" bentak Priska.

Gio menundukan kepalanya, perlahan Gio mengeluarkan pistol dari saku jaketnya membuat Priska kembali membelalakan matanya.

"Kamu mau membunuhku, Gio?"

Gio menyimpan pistol itu di atas meja membuat Priska mengerutkan keningnya.

"Ambilah pistol itu, dan tembak aku sesuka hatimu. Bukanya hutang nyawa harus dibayar dengan nyawa juga, dan aku hutang nyawa kepadamu," seru Gio.

Priska menggelengkan kepalanya, dia tidak bisa melakukannya. Bukanya Priska tidak dendam akan kematian kedua orangtuanya, tapi rasa cinta Priska kepada Gio mampu mengalahkan rasa dendamnya.

Ya, Priska memang sudah mulai menyukai Gio pria tampan yang sudah membunuh kedua orangtuanya.

🔫

🔫

🔫

🔫

🔫

Jangan lupa

like

gift

vote n

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU

1
Qaisaa Nazarudin
Pasti Ghea sengaja.mengerjai Viktor..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Tatang juga jangan ikut ikutan Egois,Lihat tuh keluarga Ghea sudah datang jauh-jauh mencari sodara/anak/kekasih mereka..Cuman kamu yg bisa memberi tau dgn jujur siapa Lea/Ghea sebenarnya..
Qaisaa Nazarudin
Dan Alhamdulillah akhirnya Ghea sembuh dari AMNESIA nya..
Qaisaa Nazarudin
Waahhh Tuhan masih menyayangi hubungan Viktor dengan Ghee,Tuh mereka di dekatkan..
Qaisaa Nazarudin
Waaahhh kesempatan kamu, Mentang2 Ghea Amnesia..ckk
Qaisaa Nazarudin
Waahh kalo gitu kamu lura2 deketin Rival untuk mencari tau di mana Daddy mu..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan benar??
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Feeling ku mengatakan kalo Rival itu anaknya si Okta ya..🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Sok soan ngajak kerja dengan mu,Kerja menjadi PEMBUNUH BAYARAN,dan MERAMPOK dua2 resikonya besar lho..🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
BEGO katanya cerdas,Harusnya sepanjang dlm perjalanan ke Mension Viktor,Ghea udah mikir dan tau jawaban apa yg harus Ghea berikan ke Viktor..ckk
Qaisaa Nazarudin
Udah KAYA,TAJIR melentir si Viktor ngapain harus merampok lagi?
Qaisaa Nazarudin
Mafia jahat kah Mereka??
Qaisaa Nazarudin
Emangnya apa yg ada dlm kamarnya?
Qaisaa Nazarudin
Biasanya Mafia kan bukan orang miskin,Pasti perusahaan nya ada di mana-mana..walaupun udah pensiun jadi Mafia,gak semestinya langsung bangkrut juga kan..
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Ini season 2 nya Kak, boleh mampir season 1nya dulu judulnya "ABC (Amarah, benci, cinta) " ☺
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk bikin malu aja,Udah KEROYOKAN,LELAKI LAWAN CEWEK AJA BISA KALAH,sok soan jadi jagoan..Pake rok sana...😂😂
Indria Agustini
aq mampir thor....
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Hai, Terima kasih sudah mampir🥰
total 1 replies
ira kasih
ceritanya bagus... terima kasih thoorr... semoga sehat selalu dan selamat berkarya...
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Terima kasih🥰
total 1 replies
ira kasih
😄😄😄😄😄
rosemarie
KERENNN CERITANYAA, sukaaaa. alurnya seruuu bingitzzzz, pokonya the bestt bangett sihh. hehhee, tencuu ya thor, semangat terus buat ciptain karya yang keren keren kaya gini lagii/Drool//Drool/lopp lopp buanyaaaaakk
R yuyun Saribanon
sayang di buat pekerjaannya membunuh thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!