Tina dan Vivi adalah saudara kandung, anak dari
pak Budi dan bu Lasma. Kehidupan mereka cukup teramat susah dan menderita. Dikarenakan ketidak mampuan mereka, pada akhirnya mereka hanya tinggal disebuah gubuk
kecil tepat diarea persawahan. Bukan hanya itu saja, mereka tinggal disebuah desa yang sangat
pelosok sekali, jauh dari kecamatan apa lagi dari kota. Bayangkan saja, sekolah SMP dan SMA
saja harus menempuh jarak waktu sekitar 3 jam lebih dari desa mereka. Hingga anak pedesaan itu, setelah lulus dari SD harus ngekos dikecamatan demi melanjutkan pendidikan mereka. Mereka diusia dini sudah harus mandiri dan rela berpisah dengan orang tua, tetapi mengabdi pada pemilik kos yang terkadang pemilik kosnya tidak memiliki perasaan.
Budak, iyah budak, kata-kata itulah cocok dirasakan dan dialami Tina selama ngekos dikecamatan. Dirinya sungguh menderita dan tidak hentinya mengerjakan pekerjaan rumah,
dan malah sering dapat hinaan dan omelan.
Semua itu terjadi demi dikarenakan ngekos gratis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maminya nathania bortum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part.33: Terbuai hangatnya cinta terlarang
"Baiklah, untuk itu saya minta maaf. Sekarang lanjutkan ceritamu, saya siap mendengar",
ujar Vivi dengan tersenyum tipis.
Setelah itu, kamipun sering keluar rumah tanpa sepengetahuan nyonya besar. Beliau sering curhat
dan begitu juga denganku, hingga lama kelamaan kami saling merasakan kenyaman tersendiri jika bersama. Tuanku itupun tiada hari, tiada jam,
tiada menit bahkan detik, selalu nge chat hanya sekedar ngobrol-ngobrol bahkan menanyakan keadaanku dan posisiku. Lama-kelamaan kami sering bersama dan bercengkerama, beliaupun mengungkapkan rasa nyamanya dan sukanya padaku.
Bayangin saja, seorang Raja dan tuan yang kaya raya bahkan tampan dan ramah, wanita mana yang
bisa menolaknya. Awalnya saya iseng-iseng saja,
hanya untuk mendapatkan sedikit harta yang dimilikinya demi membahagiakan keluarga didesa. Tidak jauh dari harapan, setelah kami mulai menjalin asmara layaknya berpacaran pada umumnya, beliau sudah banyak melakukan hal baik
untukku dan keluargaku. Beliau juga tidak terima
keluargaku dan saya diperlakukan hina oleh
orang lain. Itulah sebabnya beliau memutuskan membangun rumah orang tuaku didesa yang cukup lumayan besar dan megah itu. Bukan hanya berhenti disitu saja, beliau juga memberi uang bulanan pada diriku dan orang tuaku.
Setelah hampir setahun lamanya, kami
bermain api, beliau tidak tega kekasihnya dirumah sendiri berstatus sebagai asisten rumah tangga. Apa lagi sesekali didepanya sendiri, istrinya menyenggak dan memarahiku, jika ada sedikit saja kelalaian atau kesalahan. Bahkan dirinya tidak tega dimata kepalanya sendiri, saya ngepel, nyuci piring dan melaksanakan tugas layaknya sebagai asisten
rumah tangga. Pada suatu saat, beliau secara
tiba-tiba berpura-pura memecatku sebagai
asisten rumah tangga dirumah mereka, dengan alasan yang tepat, dirinya tidak senang jika istrinya
marah karena sikapku.
Sayapun keluar dari rumah megah dan besar itu.
Dipertengahan jalan, dirinya menghampiriku
dan mengantarkanku disebuah rumah
mewah juga. Sesampainya dirumah mewah itu, beliau menyerahkan surat tanah dan sertifikat rumah itu yang sudah mengatas namakanku.
Saya sontak kaget dan terharu, ternyata bos besar itu benar-benar menempatkan terkhusus di dalam relung hatinya.
"Dugaanmu 100% benar Vivi, dia adalah pak Roy
yang mampu memberiku kebahagian dengan
berjuta rasa dan perilaku manis untukku", papar Angel menjelaskan agar Vivi memahaminya.
"Setelah saya pindah kerumah ini, beliaupun minta izin seminggu keluar kota urusan bisnis
pada istrinya. Dalam seminggu itu, beliau menemaniku dirumah ini, bayangin saja, dalam seminggu kami menghabiskan waktu bersama dalam rumah, hingga lama kelamaan kamipun menjurus kehubungan yang paling terlarang,
yakni melakukan sesuatu layaknya suami istri.
Setelah hal itu terjadi berulang kali, saya dan perasaan saya berubah 100% bulat tulus mencintai dan menyayangi beliau. Hingga pada saat ini, cinta kami semakin kuat dan besar, sulit untuk dipisah".
papar Angel menceritakan kronologis terjadinya
hubungan terlarang mereka tersebut.
Tetapi, sampai kapan Angel? saya khawatir resiko
buruk yang akan menimpamu.
Saya akan siap menghadapi itu, Vivi. Demi cintaku
pada beliau saya siap menerima sekuensinya seperti apapun. Setelah saya ceritakan semuanya,
menurutmu, apakah ini hanya kesalahanku saja?
tidak Vivi, ini kesalahan kami semua terlebih keadaan yang awalnya memaksaku begini.
Kamu pernah gak Angel membayangkan, seandainya ini terbongkar dan ketahuan, apakah pak Roy lebih milih kamu atau istrinya?
Tentu saja saya pikirkan itu, Vi. Saya yakin pak Roy
melindungiku dan tetap hidup denganku, dikarenakan beliau cinta dan sayang padaku melebihi dari istrinya.
Ok, fine. Seandainya itu benar sesuai yang kamu harapkan, apakah kamu tidak merasa berdosa merampas milik orang lain yang bukan hakmu?
Tentu saja saya berdosa, Vivi. Lantas bagaimana
dengan rasa ini dan nasib takdirku? saya akan menderita tanpa beliau disisiku. Saya juga marah
pada diriku sendiri, kenapa bisa saya terjebak dalam belenggu cinta pak Roy? saya sendiri tidak
mengerti dan sulit untuk menjawabnya, Vivi.
"Hufffff, saya bebar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi, Angel. Semoga semuanya baik-baik saja dan dirimu pun semoga bahagia selalu". Imbuh Vivi sembari memijit-mijit dahinya pelan.
Terima kasih doanya, Vivi. Tetapi satu hal yang
kutakutkan dengan hubungan terlarang ini, Vivi.
"Apa itu, Angel?", tanya Vivi membuat dirinya semakin tegang dan penasaran.
"Bagaimana caranya saya menceritakan semua ini
terhadap orang tuaku didesa? saya jamin, jika ini
terbongkar mereka pasti malu, sedih, hancur, bahkan kecewa terhadapku". Ujar Angel dengan mata memerah.
Malah saya berbanding terbalik denganmu, yang paling kutakutkan, apa yang terjadi padamu, ketika
nyonya besar itu mengetahui perselingkuhan kalian? mereka orang-orang hebat dan kaya,
bisa saja dengan berbagai cara jitu dan cantik, dirinya akan menghancurkanmu, sehancur hancurnya.
Saya tidak menakuti itu, Vivi. Semua itu beralasan,
dikarenakan pak Roy lah yang akan berhadapan dengan istrinya, beliau berjanji padaku akan melindungiku dari cengkraman istrinya itu.
Justru saya takut orang tua saya mengetahuinya, mereka akan semakin susah memikirkan diri ini.
Saya takut hal buruk terjadi pada orang tuaku,
ketika kelak mengetahui semua perselingkuhan ini.
"Tidak ada yang perlu ditakutkan, ada saya selalu
berusaha melindungi dan menjaga kehormatanmu,
wanitaku!" seru pak Roy yang tiba-tiba muncul
keruangan kamar Vivi untuk menghampiri Angel.
"Sayang, kamu kok ada disini", sahut Angel sembari berlari kecil menghampiri dan mendekap tubuh
pak Roy tersebut.
"Ya sayang, kebetulan pekerjaan saya sudah selesai dikantor, saya memutuskan ingin bermanja-manja bersamamu didalam ranjang kita",
ujar pak Roy menyahut sembari membelai lembut
rambut dan wajah Angel sembari mencium kening,
serta mencium pipi kiri kanan Angel berulang kali.
"Udah sejak kapan, nguping pembicaraan kami, hemm?" tanya Angel menatap bola mata pak Roy
sembari menggigit bibir tipisnya.
Sejak dari tadi sayang, makanya itu saya dengar
semua pembicaraan kalian.
"Oh, ya? jika kamu dengar, coba beri kami tanggapan masalah yang kami bahas tadi", ujar
Angel menjawab sembari memandangi wajah
dan kedua bola mata kekasihnya itu.
Seperti saya katakan tadi, tidak perlu takut akan saya lindungi dalam bentuk apapun.
"Penjelasanya seperti apa? tolong jelaskan secara detail agar saya lebih memahaminya", ujar Angel menjawab sembari menyandarkan kepalanya
dipundak pria itu.
Sayang dengarkan saya! kamu itu sudah bagian
dari hidupku. Apapun yang terjadi terhadapmu,
sudah menjadi tanggung jawabku. Harapan saya, kamu jangan terlalu khawatir, saya bukan lelaki pecundang bisanya berlari dari masalah.
Saya juga berjanji padamu, akan menjadikanmu ratu dan permasuriku yang siap selalu mendampingiku dalam bidang apapun.
Saya sudah mendapatkan hakku layaknya sebagai suami darimu, dan giliranmu yang harus mendapatkan hakmu menjadi seutuhnya permasuriku dan menghancurkan identitasmu sebagai simpananku.
"Kuharap dirimu bersabarlah, semua akan saya buktikan diwaktu yang tepat. Saya akan mengangkat derajatmu dan keluargamu didesa.
Kamu akan menjadi cinta terakhirku Angelku dan
wanitaku, yang bisa melakukan apapun demi
menyenangkanku", ujar Pria itu dan mendaratkan
ciumanya dibibir tipis Angel.
"Untukmu, Vivi. Saya tahu, kamu masih sulit menerima hubungan terlarang kami. Tetapi kamu
dengar sendiri seperti apa penjelasan Angel diawal
mula kami saling melengkapi, semuanya mengalir
begitu saja, tanpa sengaja", imbuh Pak Roy memandang Vivi yang tertunduk malu melihat
cumbuan pak Roy terhadap Angel tepat dihadapanya.
"Saya tahu saya salah, terlalu ikut campur pribadi
orang lain tidak lain adalah sahabatku sendiri.
Tetapi semua itu bukan tidak beralasan,
saya mengkhawatirkan nasib sahabat saya seperti
apa kedepanya". Ujar Vivi sembari mendongakkan
kepalanya berusaha menatap mereka berdua,
pasangan sejoli yang sedang dimabuk asmara itu.
"Tidak, Vivi. Kamu tidak salah, saya paham tujuanmu semua demi kebaikanku", jawan Angel
sembari meraih tangan Vivi dan menggemgamnya
dengan erat.
Ya betul sekali, yang dikatan Angel, Vivi. Tetapi...
bersambung
sungguh menarik ceritanya
pagi menyapa tur
good job dekq
seperti sinetron ahhhh