Nama nya Vidya, ia salah satu anak cerdas namun terasingkan oleh keluarga nya sendiri.
Dengan sikap acuh sang ibu, kakak yang selalu membully nya entah itu di rumah atau pun di sekolah.
Terlebih lagi sang ayah yang sibuk bekerja dan hanya mementingkan Lidya dan sang kakak nya saja.
Iya Vidya itu merupakan anak bungsu di dalam keluarga Luke. Tapi di keluarga tersebut bagaikan yang anak bungsu itu adalah Lidya.
Walaupun sikap keluarga nya seperti itu tapi Vidya tak pernah sekali pun membenci mereka karena bagi Vidya tanpa mereka ia tak bisa ada di dunia ini.
Vidya hanya bisa berdoa dan berusaha agar suatu saat nanti ia dapat terlihat di mata sang ayah dan ibu nya.
Di dalam rumah tersebut hanya 2 pembantu nya yang menyayangi Vidya selama ini hingga sekarang ia bertumbuh menjadi gadis cantik yang duduk di sekolah menengah atas.
Vidya hanya mempunyai 1 orang sahabat di sekolah nya yaitu Airin, orang yang selalu membela nya dikala ia di bully.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Akhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gazebo
Mereka bertiga pun langsung berjalan ke arah kolam ikan koleksi kakek nya berada dan yang paling depan juga semangat tentu saja si cucu bungsu nya Rhyana sedangkan Rusdian dan Rheana hanya berjalan dengan santai saja.
Setelah sampai begitu exited nya Rhyana melihat berbagai macam ikan hias yang berada di kolam tersebut dan ada juga yang ada di aquarium samping kolam itu, di antara nya ikan koi untuk yang di kolam sedangkan di aquarium sendiri salah satu nya ada ikan guppy, ikan ******, ikan platy dan tentu saja masih banyak ikan yang lain dari yang mulai harga murah hingga harga yang sangat mahal itu semua ada di aquarium yang berjejer di sekitar kolam ikan sendiri karena Rusdian menempatkan nya terpisah untuk masing-masing ikan itu.
"Kek, lihat deh yang itu lucu banget" tunjuk Rhyana pada salah satu ikan yang berada di aquarium, ikan tersebut memiliki bentuk yang sangat unik seperti seorang wanita yang mengenakan rok, belum lagi dengan warna nya itu yang semakin cantik saja. Hingga Rhyana pun begitu betah memandangi nya dan tak mau berpindah walaupun kakek dan sang kakak nya Rheana sudah mengajak nya, namun ia masih betah memperhatikan ikan hias itu yang berenang di aquarium ke sana ke mari dengan sangat lucu nya.
Untuk sang kakek sendiri, ia fokus memberi makan ikan koi berbagai warna nya yang ada di kolam sembari memperhatikan cucu nya yang masih betah berdiri. Tak lama kemudian datang lah pembantu nya itu membawa buah yang di minta sang cucu kembar nya tadi kemudian di susul dengan asisten nya juga yang membawa buku bisnis yang di inginkan cucu sulung nya.
Setelah pembantu nya selesai meletakkan buah ke meja yang ada di gazebo, tak lupa Rusdian pun mengucapkan terima kasih itu juga sebagai pembelajaran yang baik untuk cucu nya agar bisa menghargai orang yang lebih tua tanpa memandang status orang itu entah tinggi atau rendah nya.
Dan sang cucu pun mengikuti seperti kakek nya ketika asisten Rusdian meletakkan buku itu juga di meja, Rheana pun mengucapkan terima kasih juga.
Rusdian pun bangun dan beranjak berdiri lalu ia menghampiri Rhyana yang sama sekali tak berubah masih memperhatikan ikan guppy tersebut. Mungkin cucu nya yang satu ini pasti akan meminta koleksi nya yang ini karena di lihat dari raut wajah ia begitu sangat ingin memiliki dan membawa nya pulang ke rumah mereka. Padahal pernah suatu waktu Rusdian juga memberikan ikan hias juga namun karena cucu nya ini suka sekali bermain bersama ikan peliharaan nya hingga ia mengobok-obok air yang berada di aquarium tersebut hingga mengakibatkan ikan nya harus tewas dalam sekejap tak ada seminggu di rumah mereka alias mati.
"Rhy, ayo kita ke gazebo dulu. Buah lengkeng nya sudah di bawakan oleh bi Yota" ucap Rusdian memberitahu sembari ikut memperhatikan ikan hias itu juga.
Begitu mendengar kata lengkeng Rhyana pun langsung mengalihkan pandangan nya pada sang kakek seolah memastikan nya bahwa itu sudah terhidang di sana dan sang kakek langsung menggandeng tangan nya tanpa menjawab nya.
Saat sudah berada di gazebo, Rhyana pun melihat sang kakak yang sudah asyik menikmati buah anggur hijau nya, lalu ia pun ikut bergabung di situ langsung mengambil buah lengkeng yang ia inginkan tapi sebelum itu ia sudah lebih dulu mencuci tangan nya di wastafel samping gazebo tersebut yang sengaja sudah Rusdian sediakan di situ.
Di tiap gazebo rumah besar Lizama pasti saja terdapat wastafel di samping nya, agar memudahkan saat mereka ingin makan di area taman.
Rhyana pun mengupas buah lengkeng nya namun ia tak bisa juga mengupas satu buah saja begitu lama, Rusdian yang melihat nya segera menawarkan bantuan kepada sang cucu bungsu nya.
"Rhy mau kakek bantu tidak?" tanya Rusdian melihat ke arah cucu nya kemudian melihat buah lengkeng yang di tangan sang cucu.
"Rhy bisa sendiri kek" sahut Rhyana menjawab kakek nya, ia masih tetap kekeh ingin mengupas buah itu sendiri.
Sedangkan Rusdian hanya melihat nya saja, tak lama kemudian kedua putra nya dan menantu nya menghampiri mereka ke gazebo. Mereka bertiga pun ikut duduk di situ dan mengambil buah yang ada di dalam piring, lalu memakan nya. Rara yang melihat Rhyana masih fokus mengupas buah pun segera menghampiri dan menggeser duduk nya menjadi lebih dekat dengan sang anak.
Kemudian Rara mengambil satu buah lengkeng mengupas nya dan memberikan ke arah sang anak. Rhyana pun menengok karena ia begitu fokus sampai tak mengetahui sang mamah sudah berada di samping nya.
Rhyana pun langsung mengambil lengkeng yang sudah di kupas yang ada di tangan sang mamah lalu langsung memakan nya dan Rhyana pun setelah menghabiskan satu buah lengkeng itu ia pun meminta untuk di kupaskan lagi oleh sang mamah.
"Mah mau lagi" pinta Rhyana melihat ke arah piring lengkeng buah kesukaan nya dan Rara pun dengan senang hati langsung mengupaskan nya lagi untuk sang putri.
Sementara di sisi lain Rheana pun masih asik menikmati buah anggur hijau nya tanpa melihat ataupun memperhatikan sekitar karena ia juga membaca buku yang di bawakan oleh sang asisten kakek nya tadi.
Walaupun di gazebo tersebut banyak buah lain nya juga namun entah kenapa justru si kembar lebih memilih buah kesukaan nya saja yang di makan. Tiba-tiba Rhyana pun berbicara kepada sang mamah tentang keinginan nya.
"Mah... " panggil Rhyana melihat sang mamah kemudian fokus lagi pada buah lengkeng nya.
"Iya sayang nya mamah, kenapa?" ucap Rara kemudian bertanya pada sang putri.
"Mau buah lengkeng lagi kah?" lanjut Rara bertanya.
"Tidak mah, tapi... " Rhyana menjeda ucapan nya karena bingung ingin mengatakan nya.
"Ada apa hmm?" Rara membelai rambut Rhyana dengan sayang.
"Rhy mau ikan itu mah" beritahu Rhyana kepada sang mamah kemudian ia menunjuk ikan yang ada di aquarium yang menjadi fokus nya dari tadi.
"Tapi kan Rhy pernah gagal merawat nya, apakah yang sekarang Rhy akan betul-betul menjaga ikan itu dengan baik" Rara mencoba menjelaskan nya dengan bahasa yang selembut mungkin agar sang anak tak menangis karena Rhyana mempunyai sifat yang lebih cengeng dari sang kakak Rheana.
"Rhy akan menjaga nya kok mah, mamah tolong bilang ke kakek ya buat minta" bujuk Rhyana kepada sang mamah.
"Apakah Rhy sudah benar serius kali ini?, tak akan menelantarkan peliharaan Rhy lagi" Rara pun bertanya kembali pada putri nya.
semangat thor 💞
sehingga dia kayak orang hilang ingatan
sampai tidak tau orang di mimpinya
smg cepat mengingat kembali.
sepertinya Vidya bukan saudara kandung lydia, makanya si vydia, mendapatkn perlakuan yang berbeda.
gk bs dbayangkn klo aku berada di posisi vidya, smoga vidya bs menemukan kebahagiaan
Kakak nya gitu astaga pelan dikit ketuk pintunya
Entah masalalu apa yang membuatnya dikucilkan oleh keluarganya ..