NovelToon NovelToon
God Of Beast 1

God Of Beast 1

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Petualangan Fantasi-Fantasi Timur / Cthulhu / Epik Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:16.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ex_yu

Novel ini berhubungan dengan Legenda Pasukan Wanita. Sebelum membaca God Of Beast, harap membaca novel LPW agar lebih menikmati alur ceritanya.

Aku adalah Excel Shimo, satu-satunya Dewa Binatang.

Ya, karena aku adalah Dewa Binatang, maka sifatku seperti binatang buas yang kejam, agresif dan selalu menjaga apapun yang menjadi milikku.

Entah itu harta, tahta, wanita, aku akan menjaganya. Aku tidak akan melewatkan kesempatan yang mendatangiku.

Siapapun yang menghalangiku, aku akan membantainya. Siapapun yang menyentuh milikku, aku akan membunuhnya. Siapapun yang aku inginkan, aku akan merebutnya, jika perlu aku akan memusnahkan demi mencapai keinginan sifat binatang buas di dalam diriku.

Aku adalah Dewanya binatang buas, penguasa seluruh binatang buas di seluruh alam jagat raya ini.

Aku adalah Excel Shimo, hati-hati dengan wanitamu, yang pasti aku akan merebutnya saat aku melihatnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ex_yu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33 Tombak Semesta.

Chapter 33 Tombak Semesta.

Bu Wanmei sedikit mengerutkan keningnya, saat mendengar penjelasan sahabatnya.

"Hahaha, kamu tahu ya, jika senjata ku memang hebat!" Raja Kera Emas tertawa bahagia saat lawannya memuji senjata andalannya yang sudah lama tidak dia gunakan.

Terlihat wajah dan postur tubuh Raja Kera Emas semakin sombong dan berbangga diri. Dia juga melirik kearah semua orang yang terlihat menginginkan tongkat miliknya.

Bu Wanmei mendengar perkataan Raja Kera Emas, tapi dia tidak menghiraukan, karena dia sedang berkomunikasi dengan Earth Core Flame.

"Pakai saja Tombak Semesta milikmu, Tuan. Aku akan masuk kedalam Tombak Semesta, agar mampu mengimbangi aura yang menindas dari tongkat itu!" saran Earth Core Flame.

"Menarik, tapi jangan keluarkan semua kekuatanmu. Cukup sesuaikan saja dengan senjata miliknya." jawab Bu Wanmei dengan menatap kearah senjata milik Raja Kera Emas.

"Tentu, Tuan. Jika aku mengeluarkan 25 persen kekuatan ku, Benua Jiangshan ini akan menjadi debu!" sahut Earth Core Flame yang memahami jalan pikiran Tuan Muda-nya.

"Hei, kenapa kamu diam saja!? Apa sudah takut dengan senjata ku? Hahaha!," bentak Raja Kera Emas saat melihat Bu Wanmei seperti orang linglung, dia merasa jika musuhnya sudah ketakutan.

Raja Kera Emas tertawa bahagia melihat ekspresi wajah Bu Wanmei. Lanjutnya berkata kepada Bu Wanmei.

"Mana senjata milikmu? Aku tidak mau mengalahkan musuh yang tidak menggunakan senjatanya!"

Tetap dengan wajah dan nada yang arogan, Raja Kera Emas meminta Bu Wanmei untuk menggunakan senjatanya.

"Baik jika itu maumu! Memiliki senjata tingkat Dewa ... " jawab Bu Wanmei dan menyeringai.

Bu Wanmei tidak melanjutkan ucapannya, dia langsung mengambil tindakan agar lebih menyakinkan.

Bu Wanmei mengeluarkan Tombak Semesta di dalam cincin dimensinya, dengan mengangkat tangan kanannya dan menempelkan pada dada kanan.

Secara berlahan senjata Tombak Semesta keluar dari dadanya, seolah-olah memberikan adegan yang membuat semua orang penasaran.

Swoshhh... Bang...

"Astagaaa... Dia juga memiliki senjata tingkat Dewa..." Penatua Agung membelalakkan matanya saat mengetahui tingkat senjata yang Bu Wanmei keluarkan dari dada kanannya.

Semua orang juga berseru kagum melihat senjata tingkat Dewa. Mereka tidak menyangka jika seseorang anak kecil usia 12 tahun memiliki senjata yang tidak ada di Benua Jiangshan.

Tombak Semesta itu memiliki ciri-ciri yang unik dari tombak pada umumnya. Tombak Semesta terlihat seperti air yang membentuk tombak, dan auranya juga mendominasi seperti tongkat milik Raja Kera Emas, walau milik Raja Kera Emas lebih padat dalam hal auranya.

Setelah Tombak Semesta keluar, suhu sekitar menjadi dingin dan secara berlahan di sekelilingnya mulai terlihat bulir-bulir air yang membentuk embun.

Bu Wanmei memegang Tombak Semesta dan erat dan diarahkan di sampingnya.

Kemudian, Bu Wanmei mengalirkan energi api surgawi kedalam Tombak Semesta, dengan sedikit menghentakkan Tombak Semesta miliknya.

Boom...

Auranya kini benar-benar setara dengan senjata milik Raja Kera Emas, dan suhu sekitarnya berubah drastis menjadi panas dan dingin.

"Tingkat Dewa? Tapi kena aku merasa tombak itu berbeda dari jenis tingkat Dewa?" gumam Raja Kera Emas yang terkejut jika musuhnya juga memiliki senjata tingkat Dewa.

Namun, Raja Kera Emas merasakan jika Bu Wanmei sengaja menekan kekuatan senjata miliknya. Raja Kera Emas menjadi waspada dan tidak nampak lagi wajah yang tadinya arogan.

"Bocah ini ...! Berapa banyak rahasia yang dia miliki!" gumam Wang Kaibo yang makin penasaran dengan identitas Bu Wanmei.

Raja Han juga semakin tertarik dengan Bu Wanmei, apalagi setelah mendengar cerita tentang Bu Wanmei yang memiliki kisah masa kecil yang kelam.

"Ayo kita mulai..." tantang Bu Wanmei yang sudah siap.

Wushhhh

"Huff...!" Raja Kera Emas mendengus dan segera melesat saat Bu Wanmei sudah bergerak terlebih dahulu.

Wushhhh...

Clanggg... Clanggg

Seketika dua senjata saling beradu dengan teknik andalan mereka berdua. Bu Wanmei dan Raja Kera Emas saling menunjukkan kehebatannya sebagai ahli pengguna senjata andalan.

Bang... Clanggg... Bang... Clanggg

Setiap kali senjata bertabrakan selalu menciptakan badai energi Qi.

Serangan mereka sangat cepat walau menggunakan senjata.

Semua mata memandang tanpa berkedip, bola mata bergerak-gerak mengikuti kedua orang yang sedang bertarung dengan sengit.

Boom... Boom...

Riak-riak energi Qi sangat jelas terlihat, saat bertarung di langit.

"Mereka luar biasa, terlebih lagi Bu Wanmei yang tergolong masih minim pengalaman, tetapi sudah seperti seorang ahli saat bertarung!" ujar Penatua Agung yang selalu memperhatikan pertarungan mereka.

"Benar, Penatua Agung. Jika Bu Wanmei itu diberi waktu, maka masa depannya sangat menjanjikan dan juga mengerikan!" celetuk Raja Han yang mendengarkan gumaman Penatua Agung.

Clanggg... Swoshhh

Bang... Bang... Bukk... Bukk

Wushhhh... Wushhhh

Raja Kera Emas dan Bu Wanmei saling memukul tubuh lawannya, dan menjaga jarak saat merasakan sakit di tubuhnya.

"Hebat juga kamu, Bocah!" puji Raja Kera Emas pada Bu Wanmei, sembari memutar-mutar kan tongkatnya dengan sangat lincah.

"Aku rasa kita sudah cukup menguji keahlian menggunakan senjata! Ayo kita selesaikan siapa pemenangnya dan siapa yang harus tunduk." tantang Bu Wanmei yang terlihat mulai kelelahan saat terlalu banyak mengeluarkan energi Qi.

Ya, jelas Bu Wanmei kelelahan, dia harus mengeluarkan Qi untuk mengontrol api surgawi-nya agar tidak berdampak buruk pada Benua Jiangshan.

Selain itu, Bu Wanmei juga terus menerus bertarung dengan Raja Kera Emas. Mereka berdua bertarung sudah menghabiskan waktu 4 dupa lebih.

"Hahaha, aku suka gayamu, Bocah!" balas Raja Kera Emas yang memang lebih suka langsung bertarung habis-habisan dari pada bertele-tele.

Sebenarnya, Raja Kera Emas iri melihat sayap milik Bu Wanmei, dia tahu sayap itu mampu menambah kecepatan. Jika dirinya tidak memiliki banyak pengalaman, jelas dia sudah banyak menerima serangan Tombak Semesta.

Bu Wanmei tahu jika Raja Kera Emas menginginkan teknik pasif nya, karena sorot mata Raja Kera Emas selalu melihat sayapnya.

Demikian juga dengan semua orang, mereka juga tertarik dengan sayap yang dimiliki Bu Wanmei.

Sayangnya, di antara mereka tidak ada yang tahu perihal sayap itu.

Mereka hanya memperkirakan, jika sayap itu di bentuk melalui energi Qi.

Jika mereka tahu bahwa sayap itu diperoleh saat mengekstrak jiwa binatang burung, maka, sudah dipastikan semua orang akan berlomba-lomba memburu banyak burung.

Hanya Loi Annchi dari Ras Thunder Bird yang tahu bagaimana mendapatkan sayap itu, dan dirinya tidak terkejut.

Raja Kera Emas memegang erat tongkatnya, secara berlahan energi Qi disekitarnya mulai tertarik.

Demikian juga dengan Bu Wanmei, dia akan menggunakan teknik Tombak Semesta, tepatnya skill kedua, yaitu, skill Tombak Penghancur.

Energi Qi mulai teraglomerasi menjadi dua, berkumpul di seluruh lengan Bu Wanmei dan Raja Kera Emas.

"Mereka berdua akan menggunakan kekuatan yang sesungguhnya!" suara Penatua Agung terdengar semua orang dan dia mulai bergerak mundur.

Semua orang juga mulai bergerak mundur, karena tidak ingin mendapatkan efek dari kekuatan tingkat Peri Benua.

1
Apii kayangan
nah harusnya begini berlatih terus berlatih utk menjadi kuat, jgn kd pedopil balita sdh berhubungan badan & mabok meski hanya duni novel berakhlaq dikitlah
𝙕𝙯𝙯: mampir kak
total 1 replies
Fajar Fathur
Thor kapan bikin cerita baru lagi ceritanya seru Thor
Rhaka Kelana
Luar biasa
Raditya Vicky
waouuu
Emmeline
Luar biasa
Emmeline
giliran pria gk detail
Emmeline
rambut berwarna panjang apa yah?/Shame/
Emmeline
rakus
Emmeline
di jual putri nya/Scream/
Emmeline
muda gmna 90thn/Sweat/
Aru Lauje
lonceng
Aru Lauje
ketahuan
Aru Lauje
alfa
Aru Lauje
sekte roh
Meva Febrina
lupa bgt ama alurnya plissss/Doubt/, lama bgt gw g lanjutin dri thn brp tau, mana bntr lgi tamat udh
Aru Lauje
top
Aru Lauje
senjata
Aru Lauje
lari
Aru Lauje
negosiasi
Aru Lauje
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!