Masa remaja Natasya yang indah, harus berakhir menyedihkan. saat mahkota yang selama ini dijaganya, direnggut oleh laki-laki yang merupakan cinta pertama dan sahabat sekelasnya Farrel.
Bagaimana kisah perjalanan pernikahan dini mereka berdua? yang dipenuhi bumbu-bumbu pertengkaran, hingga cinta itu benar-benar hadir diantara mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ritasilvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali kerumah Mama
"Non Natasya, apakah sudah siap?"
"Sudah, pak."
Sopir membuka kan pintu untuk Natasya, yang akan pulang kerumah orang tua nya kembali, karena dia tidak mau tinggal dirumah brsar dan mewah ini sendirian, meskipun ada pelayan yang ajan menemani dan menjaganya.
Tubuh Natasya yang lelah habis menangis, membuatnya tertidur sambil menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi mobil Farrel yang terasa sangat empuk, tanpa sadar Natasya tertidur selama perjalanan menuju Rumah kedua orang tuanya.
Mobil berhenti tepat diteras utama, kedua orang tua Natasya langsung tersenyum begitu melihat putrinya yang kembali pulang, namun seketika senyum kedua orang tua itu langsung memudar begitu melihat ekspresi wajah sedih yang terpancar dari Natasya.
"Natasya sayang, kamu kenapa nak? apa Farrel menyakitimu nak." ucap Mama dengan berbagai pertanyaan yang berkecamuk. ditambah lagi melihat mata Natasya yang memerah seperti habis menangis.
"Ngak kok ma, mas Farrel bahkan memperlakukan aku dengan sangat baik." balas Natasya yang tidak Ingin mamanya berfikir yang tidak-tidak terhadap suaminya.
"Terus kenapa wajahmu terlihat sedih nak?" ujar papa yang semula diam.
"Mas Farrel pergi ke Singapura beberapa hari ini ma, pa. perusahaan mereka yang disana sedang mengalami permasalahan berat, sehingga mas Farrel harus datang kesana membantu papanya." terang Natasya.
"Ooo begitu, jadi anak kesayangan Mama ini lagi sedih karena tinggi suami sementara waktu ya." goda Mama mencubit dagu Natasya.
"Kalau masalah itu ngak papa nak, dulu Mama juga sering ditinggal papa dalam rangka tugas kerja, yang penting tetap berfikir positif. dia bekerja dan mencari uang untuk anak istrinya." mencoba menghibur Natasya.
"Ya, terimakasih ma." Natasya kembali tersenyum.
Mereka melangkah masuk, Mama langsung mengajak putrinya untuk makan dan menyiapkan susu hamil untuk calon cucu yang sangat dinanti-nantikan kehadirannya oleh semua keluarga besar mereka.
Natasya menghabiskan makanan nya, rasa sedih membuat nafsu makannya meningkat dibandingkan semula. setelah merasa kenyang, Natasya melanjutkan ngobrol-ngobrol dengan kedua orang tuanya, namun semua itu tidak mengalihkan perhatian dan pikiran yang terus teringat farrel.
"Natasya, istrahat lah nak. pasti kamu mudah kecapean dengan kondisi saat sedang hamil begini." terang Mama mengusap sayang perut Natasya.
"Cucu Oma, sudah ngak sabar untuk menyambut kehadiran mu terlahir dan hadir diantara kita." terang Mama tersenyum bahagia.
"Ya udah, Natasya Kekamar dulu ya ma."
"Ya sayang, hati-hati." ucap Mama yang merasa bangga melihat Natasya yang sekarang nampak dewasa dan mampu mengendalikan diri dan perasaan nya.
Ceklek... pintu kamar terbuka lebar, Natasya mengedarkan pandangannya kesekeliling ruangan kamar tidur yang terlihat sepi, baru kemaren mereka masih bercanda tawa dalam kamar ini. dimana sang suami selalu menggoda dan menjahili Natasya.
Perlahan dia merebahkan tubuhnya di ranjang empuk, namun sudah hampir satu setengah jam, diri nya masih betah memainkan ponselnya sambil menunggu telpon dari sang suami, Natasya merasa malam ini begitu panjang dan melelahkan, karena dia kesusahan untuk memejamkan mata. pikiran nya masih teringat suaminya Farrel yang jauh di sana.
"Mas Farrel kamu sedang apa sekarang? kenapa dia belum juga menghubungi ku, seharusnya dia sudah sampai."
Gumam Natasya resah, dia lebih sering bolak balik ke kanan dan ke kiri, mencoba mencari posisi yang nyaman. tangan sebelah kiri Natasya meletakkan ponselnya di atas maka samping tempat tidurnya.
"Anakku sayang, kamu kangen papa ya nak......?" ucap Natasya sambil mengelus-elus perut pelan.
" Apa sebaiknya aku hubungin Farrel saja, tapi gimana ya......aku malu ngubungin duluan, atau dia masih sibuk sekarang." mengambil kembali ponselnya.
Tangan mungil itu, mengusap layar ponselnya, tapi dia masih merasa ragu untuk menghubungi, akirnya Natasya membuka galery photo dan mencari foto Farrel dan melacak media sosial nya.
"Ternyata, begitu banyak juga foto-foto ku di akun mas Farrel. berarti dia sudah benar-benar mencintai ku sekarang." tersenyum-senyum Melihat Farrel memposting foto pernikahan mereka, yang dibanjiri komentar dan doa dari para sahabat-sahabat dan teman dimedia sosial nya.
"Miss you suamiku sayang."