NovelToon NovelToon
Remember Today

Remember Today

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:62.3k
Nilai: 5
Nama Author: Tata Tetott

Lily terjebak dalam sebuah pernikahan yang tidak bahagia. Dante tidak pernah mencintainya. Dante menikahi Lily hanya untuk membayar hutang Budi orang tuanya kepada orang tua Lily.

Namun sebuah kecelakaan membuat keadaan berubah. Dante didiagnosa menderita cedera otak parah yang membuatnya kehilangan ingatan jangka pendek.

Dante hanya mengingat apa yang terjadi hari ini, lalu setelah dia tertidur dia akan melupakan semua. Begitu setiap harinya.

Inilah kesempatan bagi Lily untuk membuat suaminya bisa menerima dan mencintainya sepenuh hati.

Inilah kesempatan bagi Dante untuk memperbaiki kesalahan besar yang telah dia perbuat.

Namun, kehidupan tidak semudah itu untuk memberi mereka kebahagiaan.

berhasilkah mereka membangun Rumah tangga bahagia atau bahkan perceraian adalah jalan terbaik?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tata Tetott, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Lily : Beautiful Sketch

Tidak kusangka jika keputusanku untuk meninggalkan Mas Dante bersama Revan dalam dua hari ternyata bisa membuat duniaku terbalik. Terbalik menjadi lebih baik tentunya.

Sejak aku pulang kembali ke rumah kami, selepas menjenguk orang tuaku, aku terkejut sekali saat mendengar Mas Dante menyebut namaku ku.

"Lily," katanya pelan namun cukup terdengar di telingaku Yang selalu eka terhadap suaranya.

Seketika aku menatapnya dengan perasaan terkejut dan disertai bingung. Lebih terkejut lagi saat dia menanyakan kabarku. "Bagaimana kabarmu?" tanyanya saat aku berjalan mendekat padanya.

Tak hanya menanyakan kabarku, Mas Dante juga menanyakan tentang kabar Papah dan keadaan beliau.

Sepele? Tentu saja tidak. Bagiku itu kemajuan yang cukup bagus. Orang-orang tidak akan pernah tahu betapa senangnya aku saat itu. Suamiku tak pernah menyapaku sebelumnya, tak pernah menanyakan kabarku apalagi kabar orang tuaku, lalu hari itu dia bertanya dan itu membuatku benar-benar terharu bahagia.

Lebih bahagia saat esok harinya kutemukan fakta bahwa dia juga mengingatku.

Iya, Mas Date mengingatku tanpa perlu aku menjelaskan siapa diriku seperti beberapa waktu yang lalu setiap harinya. Bukan hanya itu, Mas Dante juga dengan suka rela meminum obatnya tanpa perlu ada drama seperti sebelumnya.

Hal yang benar-benar membuatku terkaget-kaget, bertanya-tanya, namun sangat membahagiakan.

Setelah melewati perbincangan hangat dengan Mas Dante, akhirnya aku tahu apa yang terjadi padanya. Ternyata, Mas Dante menulis buku harian dan Revan yang menyarankan itu.

Astaga, kenapa aku tidak kepikiran soal itu sebelumnya ya? Cara ini benar-benar sangat efektif, Mas Dante seolah mengalami kemajuan yang sangat pesat meski sebenarnya tidak, Mas Dante seolah seperti orang yang normal yang mengingat kejadian yang dia lalui hari sebelumnya melalui buku harian yang dibacanya kembali, seolah dia tidak seperti kehilangan ingatannya.

Aku harus berterima kasih sekali pada temanku itu, si Revan. Aku berjanji akan mengucapkan terima kasih secara langsung saat kami bertemu lagi, dan mungkin aku bisa memberi hadiah kecil padanya sebagai tanda betapa  berterima kasihnya aku pada lelaki menyebalkan itu.

***

Hari-hari setelah bejalan sangat lancar, sangat normal layaknya pasangan suami istri lainnya--atau hampir--semacam itulah.

Hari-hari kami lalui dengan masih agak canggung, seperti dua orang yang baru mengenal dan mencoba saling mengenal satu sama lain, namun tak pernah ada lagi drama seperti Mas Dante tidak ingin melihat dan berbicara padaku. Mas Dante selalu menungguku membawakan sarapan dan obatnya setiap pagi di kamarnya. Setiap aku baru masuk kamarnya, dia selalu duduk bersandar pada sandaran tempat tidur dengan buku kecil bersampul beludru warna hitam.

"Hay Lily," sapanya sambil menutup buju yang dia baca lalu measukan buku itu dalam laci nakas di samping tempat tidurnya. "Selamat pagi," sapanya lagi setelah itu.

"Selamat pagi, bagaimana tidur Mas?" sapaku juga.

"It was good, bagaimana tidurmu?" tanyanya balik.

"Nyenyak," balasku singkat.

"Jadi, kapan kamu akan kembali tidur bersamaku?" Dia selalu menanyakan ini hampir setiap pagi. Untungnya aku punya alasan logis untuk setidaknya mengulur waktu atau entahlah.

Kuakui masih sedikit ada trauma terhadap kejadian pagi itu saat Mas Dante begitu marah mendapati aku tidur di sampingnya dn menganggap aku wanitabone night stand-nya.

"Baiklah, aku akan menunggu sebentar lagi," ucapnya sambil tersenyum.

***

Hari-hari yang kami lewati setelahnnya terkesan indah. Kami mengisi waktu luang kami yang begitu banyak dengan menonton film, minum teh atau kopi sambil berbincang di taman belakang setiap pagi dan sore. Terkadang Mas Dante menontonku saat memasak membuatku begitu grogi tapi aku senang.

Aku selalu merasa punggungku merinding dan seperti ada gelitik halus di perutku setiap berada di dekat Mas Dante, setiap meresapi belayan lembut jarinya fi jemariku. Seindai inikah Cinta? Tuhan, Aku sangat mensyukuri hari-hari Indah ini  tolong jangan kau renggut waktu Indah ini. Bolehkah kali ini aku egois? Bolehkah aku kali ini aku bahagia atas kekurangan yang di derita suamiku? Apakah ini jahat? Tolong maklumi aku.

Ada satu hal lain yang juga baru kusadari dari diri Mas Dante, suamiku itu rupanya sangavpintar menggambar, beberapa kali aku menemukan sketsa yang dia buat di kertas hvs yang berserakan di beberapa tempat seperti di kamar atau di ruang kerjanya. Dan beberapa sketsa yang dia buat adalah sketsa wajahku. Mas Dante memang sering minta di antrkan keruang kerjanya, lalu menyuruhku untuk meninggalkannya beberapa saat di sana.  Awalnya kupikir dia mencoba mempelajari dan mengingat-ingat file-file pekerjaannya, tapi ternya dia menghabiskan waktu untuk menggambar di sana.

Suatu ketika aku memergokinya diam-diam mencuri pandang ke arahku saat kami sedang duduk santai di meja makan seraya menikmati makanan ringan Yang sebelumnya kubuat. Aku pura-pura tidak tahu, kubiarkan dia melirik dan mencuri pandang sesekali kearahku lalu menunduk    tangannya sibuk menggoreskan pensil di buku kecil miliknya.

"Apa yang Mas gambar?" tanyaku akhirnya setelah tak thn lagi untuk pura-pura tidak tahu.

"Hah? Apa? Tidak ada," jawabnya setengah panik seperti seorang yang barusaja tertangkap basah sedang mencuri. Mencuri pandang lebih tepatnya.

"Mas, menggambarku?" tanyaku seolah tak tahu.

"Tidak, aku hanya menulis beberapa catatan di buku harianku," elaknya.

"Jangan berbohong," tudingku sambil tersenyum.

"Aku tidak berbohong." Mas Dante masih menyangkal.

"Oh ya? Aku tahu Mas sedari tadi melirikku," tudingku kali ini dengan wajah sinis.

"Aku tidak menggambarmu Lily, Kamu jangan ke-ge-er-an. Lagipula aku ridak bisa menggambar," ucapnya di barengi dengan senyuman.

"Pembohong sekali," komentarku.

Dia tertawa, "apa? Kamu megataiku pembohong, oh kamu sudah berani sekarang ya? Hmm ... aku pikir sebelumnya kamu perempuan pemalu yang sedikit bicara Dan selalu membuat jarak denganku, sekarang kamu mengataiku pembohong?" Kalimatnya memang seprti kalimat yang di ucapkan seseorang ketika marah, tapi percayalah, masante mengucapkan itu tanpa kemarahan, dia cengengesan dengan mimik wajah yang menggemaskan.

"Ih, jangan mengalihkan pembicaraan dong," kesalku.

"Tidak. Aku hanya senang melihatmu lebih ekspresif begini." Mas Dante menyentuh tanganku secara tiba-tiba yang tak ayal membuatku terpeik.

"Mas Dante, jangan merayuku begitu," kataku.

"Merayu? Aku tidak merayu, aku hanya mengucapkan yang sebenarnya."

"Ah sudahlah, kembali ke topik awal, mas dante menggambarku, kan? Ayolah menau saja."

"Aku tidak bis menggambar Lily."

"Tuh, kan, Mas Dante pembohong, aku tahu Mas Dante bisa menggambar, Aku menemukan banyak sketsa di kertas Hvs berserakan diatas meja kerja Mas Dante."

"Kamu melihatnya?" tanya Mas Dante terkejut.

Aku mengangguk.

"Astaga memalukan sekali," ucapnya pelan.

"Apanya yang memalukan? Gambar-gambar yang Mas Dante buat bagus kok. Bagus banget malah," komenku jujur.

"Benarkah?" tanyanya seolah tak yakin.

"Tentu saja," jawabku. "Sekarang, ayo mengaku kalau barusan Mas menggambarku, kan?"

"Oke, baiklah, aku mengaku, aku memang menggambarmu, maaf jika tanpa seijinmu. Aku hanya ingin mengingat wajahmu setiap aku membuka buku harianku, jadi aku menggambar wajahmu sebab aku tak menemukan satu pun fotomu," jelasnya.

Terang saja ucapan Mas Dante itu seketika membuatku berbunga-bunga.

"Maaf," ulangnya.

"Aku tidak marah. Bagaimana aku bisa marah untuk hal semanis ini." Entah kenapa tiba-tiba bibirku memiliki keberanian untuk mengucapkan ini.

"Tuh, kan, kamu lebih ekspresif sekarang, aku menyukainya." Dia tesenyum.

"Sudahlah, cepat tujukan gambarang Mas Dante buat, aku ingin melihat," paksaku.

"Oke ... oke baiklah, tapi maaf kalaunya jelek dan kuharap kamu tidak memarahiku." Mas Dante meletakan bukunya keatas meja, lalu memperlihatkan halaman di mana diamenggorskan pensilnya, "jangan melhat halaman lain, aku tidak ingin kamu melihat tukisanku," tambahnya.

Aku menemukan sosok perempuan dengan ekspresi datar paa gris pensil itu yang tak lain dan tak bukan adalah diriku sendiri.

"Apakah aku secantik itu?" tanyaku sambil terus menatap gambar diriku di buku kecil itu. Sketsa dari pensil Yang digores begitu detail, terlalu detail bagi yang hanya iseng untuk menggambar. Gambaran Mas Dante Bagus sekali layaknya seorang pelukis profesional.

"Tidak," ucap Mas Dante pelan. "Kamu jauh lebih cantik daripada gambar yang aku buat."

"Tapi ini mirip sekali dengan aslinya," komentarku masih terus memandangi gambaran itu.

"Begitukah?" tanyanya.

"Tentu saja."

"Kamu menyukainya?" tanyanya.

"Tentu saja, ini bagus sekali."

"Aku akan membuat lebih banyak lukisan dirimu, Lily," ucapnya lalu kemudian menggenggam tanganku dan lalu mengecupnya.

__________________To Be Continue_________________

Saya masih bingung untuk menentukan siapa Cast Dante. Semoga di part berikutnya saya sudah menemukan sosok Yang cocok untuk kita pakai sebagai Dante.

Kemaren ada yang request katanya jangan pake Aktor Korea. Oke deh, kita eliminasi aktor korea dari nominasi kandidat yang akan memerankan Dante. muehehehee ....

Tapi itu si Lily castnya pake aktris korea nggak pa-pa kan? Soalnya saya merasa tipe muka Bae Susy paling cocok untuk dijadikan visualnya Lily, cantik, manis, kalem, wajahnya bikin damai gitu loh, wajah-wajah tegar yang tetap sabar meski saya hajar habis-habisan, tapi di balik kalemnya wajah Bae Susy juga punya sisi Badass. Hhmmm.... masa iya sih Lily begitu? kita lihat saja nanti.

Sampai sini dulu ya, jangan lupa like, komen dan vote. it means a lot for me.

see yaa ....

Love, Tata Tetott .

1
Annisa Rahma
kak sehat2 kah?
al juna kai ruby azzam
Give up...🥀
Juwita Sisamhadhi
ditunggu kak
Anonymous
duh....pliss thor jangan gantung ya.....berharap cerita ini sampe tamat
Annisa Rahma
alhamdulillah akhirnya up juga... selalu ditunggu kak lanjutannya ❤❤❤❤❤❤❤❤
Wahidah Wahidah
Akhirnya Dante-Lily kembali,mksh Thor, 👍
Wahidah Wahidah
tahun telah berganti tp Dante dan Lili belum muncul jg ?????
Anonymous
desember akan segera berakhir....lili ma dante blom nongol2......
Siti Jamrah
Dantenya kemana? udah ditungguin nih 😄
Annisa Rahma
kak udah awal Desember dante sama. lily nya mana kak? 🤭🤭🤭
Wahidah Wahidah
tetap ditunggu Author, smg ketulusan lili bisa menyadarkan Dante, dari manusia jahat, jd manusia yg tahu pengorbanan pasangannya. berharap ada part Dante yg mengejar cintanya pd Lili, tetap bahagia lili-Dante 🙏🙏🙏
Annisa Rahma
whoooaaa kaget pas lihat notif ada up dari mas dante dan lily... selalu ditungguin kak updatenya... semangat selalu ya kak... ❤❤❤❤❤❤❤❤
Aqua Star: betul banget kaget juga
total 1 replies
Annisa Rahma
kak kangen mas dante🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Anonymous
wah mana nih mas dante.....katanya mau sering2 up date dan udah janji mau sampe tamat nih thor...
Annisa Rahma
kak belum up ya!
Wahidah Wahidah
lama tdk up...
Anonymous
semakin kesini.semakin romantis tapi kok jd deg2an....gmn kl ingatan dante kembali ya....
Aqua Star
yuhuuu Lily Dante Miss youu
Wahidah Wahidah
Alhamdulillah, up, terima kasih Thor... smg Lily dan Dante selalu bahagia
punya nama
semangat thor, semoga gk ketularan tetangga seberang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!