NovelToon NovelToon
The CEO'S Secret Architect

The CEO'S Secret Architect

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Blaze Onyx

Aureline Vance mengira pernikahan kontrak dua tahun dengan Zayyan El-Ghazali—sang CEO berdarah dingin penguasa imperium bisnis terbesar—hanya sekadar transaksi demi keselamatan diri. Namun, yang tidak diketahui dunia adalah kehadiran Xavi, putra rahasia mereka yang berusia tujuh tahun dengan kecerdasan siber tingkat genius.
Saat ancaman dari kartel informasi global, *Valerius Syndicate*, dan intrik pengkhianatan dalam keluarga El-Ghazali mulai membidik Xavi sebagai target eliminasi, Zayyan dan Olin terpaksa meruntuhkan dinding pembatas di antara mereka. Di tengah desing peluru dan konspirasi tingkat tinggi, kertas kontrak dua tahun itu akhirnya dibakar menjadi abu. Kini, tidak ada lagi jalan mundur. Zayyan siap mengerahkan seluruh kekuatan imperiumnya demi melindungi takhta, wanita yang dicintainya, dan sang pewaris rahasia yang tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blaze Onyx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20: Papan Catur yang Retak

Dokumen berhologram negara yang terpampang di dinding kaca memantulkan pendar putih keperakan, menyinari wajah-wajah kaku para petinggi korporasi yang kini tak berani saling berpandangan. Keheningan di lantai lima puluh itu begitu pekat hingga suara derit halus dari cengkeraman tangan Kakek Albert pada tongkat elang emasnya terdengar seperti retakan es di musim dingin.

Olin bisa merasakan beban telapak tangan Zayyan di bahunya. Hangat, namun sarat akan ketegangan yang tertahan. Sesaat, Olin ingin menepis tangan itu, menolak menjadi bagian dari sandiwara politik yang dirancang dengan begitu dingin. Namun, ketika matanya menangkap kilat amarah yang tertahan di balik keriput wajah Kakek Albert, Olin memilih tetap diam. Dia menegakkan punggungnya, membiarkan kain satin hijau zamrudnya jatuh dengan anggun, berdiri sebagai sekutu yang tak tergoyahkan di samping pria yang tujuh tahun lalu melepaskannya.

Xavi, sementara itu, hanya menatap layar proyektor dengan ekspresi bosan. Dia melipat kedua lengan kecilnya di depan dada jas abu-abu arangnya, lalu menoleh pada Zayyan. "Tuan CEO, jika pengumuman administrasi sipil ini sudah selesai, kurasa aku harus memutuskan koneksi peladen luar sekarang. Protokol enkripsiku mendeteksi ada upaya pelacakan balik dari alamat IP yang terdaftar di wilayah Eropa Timur."

Pernyataan santai dari mulut mungil itu seketika memecah kebekuan Kakek Albert. Pria tua itu menurunkan tongkatnya, bersandar kembali pada kursi kulitnya dengan napas yang terdengar berat dan parau. Sepasang mata tuanya yang semula penuh intimidasi, kini meredup, menyisakan kalkulasi ulang yang pahit.

"Eropa Timur," gumam Kakek Albert, suaranya kehilangan sebagian gema otoritasnya. Dia melirik Komisaris Audit di sampingnya yang kini sibuk mengetik sesuatu di bawah meja dengan wajah pucat. "Valerius Syndicate. Jadi... kebocoran data vendor kemarin memang sengaja diarahkan untuk memancing mereka?"

Zayyan tidak menjawab langsung. Dia menarik tangannya dari bahu Olin, lalu berjalan lambat menuju ujung meja marmer, kembali ke tempat kekuasaannya yang mutlak. "Saya tidak pernah memancing mereka, Kakek. Mereka yang bergerak sendiri begitu mencium bau kelemahan di dalam jajaran direksi Anda. Jika bukan karena enkripsi darurat yang dipasang oleh anak saya, malam ini El-Ghazali Corp sudah kehilangan hak paten atas sistem navigasi maritim sektor barat."

Seorang komisaris senior di sudut meja berdeham, mencoba mencairkan atmosfer yang mencekam. "Tuan Zayyan... jika status pernikahan ini sudah sah, maka draf pemulihan aset yang diajukan oleh faksi non-reguler bulan lalu harus dibatalkan demi hukum. Kami... kami butuh waktu untuk merestrukturisasi komite audit."

"Waktu kalian sudah habis semenjak gerbang galeri saya dikunci semalam," sela Olin, suaranya tenang namun tajam, mengambil alih kendali ruangan dengan insting kuratornya yang biasa menghadapi spekulan seni yang culas. Dia melangkah maju, berdiri sejajar dengan meja marmer. "Dua puluh empat bulan ke depan, seluruh pergerakan aset yang melibatkan nama saya dan Xavi akan diawasi langsung oleh firma hukum independen, bukan oleh tim hukum internal yang dipimpin oleh orang-orang seperti Hendra. Jika ada satu saja upaya penyusupan data ke paviliun kami, draf peladen yang dipegang Xavi akan otomatis rilis ke bursa efek."

Zayyan menoleh sedikit, menatap Olin dengan kilat apresiasi yang tipis di balik sepasang mata elangnya. Wanita itu tidak lagi tampak seperti kelinci yang ketakutan di bawah lampu sorot; dia telah mempelajari aturan main dunia ini dengan sangat cepat, bertransformasi menjadi perisai yang tangguh untuk putra mereka.

Kakek Albert perlahan bangkit dari kursinya, bertumpu berat pada tongkat elang emasnya. Tubuhnya yang semula angkuh kini tampak sedikit membungkuk oleh beban kekalahan politik yang mutlak. "Rapat pleno ditunda," ucapnya parau, tanpa menatap siapa pun di ruangan itu. "Bersihkan sisa log peladen ini sebelum media mengendus bau busuk dari divisi audit."

Pria tua itu melangkah meninggalkan ruangan dengan dikawal oleh dua pengawal pribadinya, diikuti oleh kepanikan sunyi dari para direksi yang bergegas mengemas gawai mereka. Dalam waktu kurang dari tiga menit, ruang rapat oval yang luas itu kembali kosong, menyisakan tiga orang di bawah pendar lampu proyektor yang mulai meredup.

Xavi mengetuk tombol Power pada gawai kunonya, membuat layar raksasa di dinding seketika padam, mengembalikan ruangan ke dalam remang sore kota Pekanbaru yang mulai berbayang. "Pertemuan yang efisien, Tuan CEO. Sekarang... apakah kita bisa pulang? Aku belum menyelesaikan makan malamku yang tertunda semalam."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!