NovelToon NovelToon
Istri Kedua Kepala Desa

Istri Kedua Kepala Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Henny

Sinta harus membayar hutang keluarganya dengan cara dia menikah dengan kepala desa dan menjadi istri keduanya.
Pernikahan ini diatur oleh mama sangat kepala desa dengan harapan agar Sinta bisa membuat sang kepala desa berpisah dengan istri pertamanya.
Sebuah pernikahan yang penuh misteri sampai akhirnya Sinta tahu rahasia yang membuat nya terjebak dalam pernikahan neraka ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pondok Tepi Sungai (part 2)

Mahendra berdiri di depan jendela kaca sambil memandang ke luar pondok. Semua basah karena hujan yang belum berhenti. Lelaki itu masih mengenakan celana pendek tanpa atasan. Udara dalam pondok ini masih cukup hangat karena ia sudah menyalakan perapian.

Sinta sudah tertidur di atas ranjang setelah mereka makan tadi. Ia nampak lelap dibalik selimut yang menutupi tubuhnya.

Mahendra memegang ponsel di tangannya. Ia melihat ada panggilan tak terjawab dari Gizel dan beberapa pesan yang belum dibacanya.

Lelaki itu kemudian membalikan badannya. Menatap istri keduanya yang ad di atas ranjang. Sinta yang masih begitu muda. 21 tahun namun kehadirannya membawa suasana lain dalam kehidupan Mahendra.

Perempuan itu suka memberontak, tapi juga kadang penurut. Dia tak merayu secara langsung namun sikapnya kadang meluluhkan hati Mahendra yang sekeras batu.

Lelaki itu mendekat dan duduk di tepi ranjang. Ia menyingkirkan anak-anak rambut Sinta yang menutupi wajahnya. Hidungnya yang mancung, matanya yang bulat dengan bulu mata yang lentik, alisnya yang tertata rapi tanpa harus dipoles dan tentu saja bibir tipisnya yang sering digigitnya ketika mereka bercinta.

Sinta membuka matanya membuat Mahendra menarik tangannya dari hadapan Sinta. Namun perempuan itu dengan cepat menahan tangan Mahendra. "Abang, dingin. Ayo ke sini!"

Mahendra ikut naik ke atas ranjang. Begitu ia berbaring, Sinta dengan cepat langsung memeluknya. Sentuhan kulit di kaki mereka menyimpulkan hawa panas yang tak biasa.

"Abang, tadi aku mampir ke rumahnya Siti. Katanya Sitti sudah ke pesantren. Terima kasih ya?" ujar Sinta sambil memainkan tangannya di dada yang suami yang terbuka dan ditumbuhi bulu-bulu halus.

"Hmmmm!" hanya itu yang Mahendra ucapkan.

"Persidangannya sudah dua kali dilaksanakan. Aku berharap lelaki bejad itu akan mendapatkan hukuman yang setimpal."

"Aku juga berharap demikian."

Sinta mendongak, menatap Mahendra yang sedang memejamkan matanya. "Abang capek?"

Mahendra menggeleng sambil terus memejamkan matanya. Ia tahu kalau Sinta sedang menatapnya.

"Mau tidur?" tanya Sinta sambil tangannya mengusap perut berotot suaminya.

Mahendra membuka matanya dan menatap Sinta. "Tergantung."

Sinta mengigit bibir bawanya. Sebenarnya Perempuan itu merasa gila untuk melakukannya namun ada tantangan tersendiri untuk meneruskan ide gilanya.

"Tergantung apanya?" tanya Sinta sambil bangun, duduk menghadap ke arah Mahendra namun tangannya masih mengusap perut suaminya itu.

"Jangan memancing sesuatu yang akan membuat kamu menyesalinya, Sinta." Mahendra menatap tangan istrinya lalu beralih menatap wajah istrinya dengan tatapan memberi peringatan.

Sinta terkekeh. Ia masih mengenakan kaos Mahendra yang kebesaran tanpa ada kain apapun dibaliknya. Pakaian dalamnya masih dijemur di dekat kipas angin.

"Abang.....!" Sinta Perlahan naik ke atas tubuh Mahendra. Duduk di perut suaminya yang keras. Bagian sensitifnya menyentuh langsung perut Mahendra membuat lelaki itu menahan suaranya yang nyaris keluar.

Lelaki itu terlihat tenang sambil menatap istrinya. "Mau apa?"

Sinta dengan gerakan lambat namun terkesan menggoda tiba-tiba saja melepaskan kaos yang dikenakannya.

Mahendra langsung menelan ludahnya saat menyaksikan pemandangan yang membuat ia ingin menerkam istri keduanya saat itu juga. Namun ia lelaki matang yang terkenal bisa menahan diri.

"Boleh?" tanya Sinta lalu mencondongkan tubuhnya ke depan dan mengecup dada Mahendra.

"Boleh apa?" tanya Mahendra dengan suara yang berat, menahan hasrat yang mulai menguasai dirinya.

Sinta mengerakkan pinggulnya dengan perlahan. "Ini.....!" katanya dengan suara yang nyaris tak terdengar sambil memejamkan matanya dan kembali mengigit bibirnya.

"Lakukanlah jika kamu masih memiliki kekuatan. Karena aku tak akan berhenti sampai benar-benar puas." kata Mahendra sambil menatap Sinta dengan seringai jahat di sudut bibirnya.

Sinta tahu ia tak bisa mundur lagi. Ia hanya ingin melakukan apa yang diinginkan ibu mertuanya. Di samping itu juga, Sinta merasa bahwa ada sesuatu dalam dirinya yang selalu menginginkan sentuhan Mahendra.

Sinta merayap turun ke bawah lalu menarik celana pendek Mahendra dengan tatapan yang dibuat sangat mendamba atau juga memang ia mendambakan itu.

Mahendra mengeram tertahan saat Sinta untuk pertama kali memberikan kehangatan di inti tubuhnya melalui mulut.

Keduanya sama-sama tenggelam dalam gairah yang mendalam, melupakan mansion yang saat ini sedang panas.

Arsen tak bisa menghubungi Sinta dan Gizel sedang marah besar karena telepon dan pesannya tidak dibaca Mahendra walaupun sudah ada centang dua berwarna biru.

"Brengsek kau, Sinta. Apakah kamu sedang bersama suamiku? Dan Mahendra dengan bodohnya dia nampak selalu mengikuti keinginan Sinta?" Gizel membanting semua yang ada di kamarnya.

Di luar, hujan semakin deras. Ponsel Gizel berdering. Bukan panggilan atau pesan dari Mahendra melainkan dari lelaki di masa lalunya. Awalnya Gizel mencoba mengabaikannya. Namun saat lelaki itu mengirim foto dirinya dengan Gizel di sebuah kamar apartemen dalam keadaan tanpa busana, Gizel langsung menjadi takut. Ia terpaksa menghubungi lelaki itu lagi.

"Mau kamu mau apa, sih?" tanya Gizel kesal. suaranya bahkan terdengar ketus.

"Gizel, apakah kamu sudah melupakan semua janji yang dulu kita ucapkan bersama? Aku begitu tergila-gila padamu. Akulah yang memiliki tubuhmu pertama kalinya. Kita bahkan hampir memiliki anak namun kamu dengan cepatnya memilih untuk mengeluarkan anak itu. Aku akui kalau proses perceraian ku lambat karena pembagian harta gono-gini dan hak asuh anak. Namun sekarang aku sudah bebas Gizel. Ayolah sayang kita bertemu."

"Aku sudah menikah, Cakra."

"Dulu pun kamu sudah menikah namun saat kamu mengeluh kalau suamimu dingin padamu, kita masih bertemu."

"Hanya dua kali, Cakra. Setelah itu kita sepakat untuk tak bertemu lagi. Kenapa sekarang mengganggu aku lagi?"

"Karena aku mencintaimu, sayang. Apalagi aku dengar kalau suami mu itu sudah menikah lagi. Aku tak mau kamu dimadu olehnya."

"Aku mencintainya dan aku siap dimadu."

"Kamu hanya mengejar kekayaannya. Bagaimana kalau suami mu itu tahu kalau kamu sengaja menjebaknya karena dia lelaki yang tajir?"

"Jaga mulutmu, Cakra!"

"Aku hanya ingin kamu bahagia, sayang. Aku akui kalau aku tak sekaya suamimu itu. Namun penghasilanku sebagai pilot dan usahaku di tambang batubara bisa memberikan kemewahan padamu."

"Sudahlah, Cakra. Aku tak mau berurusan lagi denganmu."

Gizel membanting ponselnya di atas kasur. Ia duduk di tepi ranjang sambil mengusap wajahnya kasar. "Sial kau Mahendra! Aku sudah berusaha setia padamu. Namun kamu lebih memilih menghabiskan waktumu dengan Sinta dari pada dengan aku? Bagaimana pun caranya, aku harus segera hamil."

Arsen mengetuk pintu kamar bibinya. Gizel membukanya. "Aunty terlihat kesal?" tanya Arsen sambil nyelonong masuk.

"Mamamu tadi sudah kembali ke kota. Kamu sempat bicara dengannya ?"

"Tidak. Aku masih kesal sama mama."

Keduanya duduk bersama di tepi ranjang.

"Sinta belum pulang. Uncle Mahendra juga belum. Apakah mereka sedang bersama saat ini?"

Gizel mengangguk. "Pastilah. Aku pikir mereka ada di rumah pondok. Kalau hujan deras seperti ini mereka tak bisa pulang. Jalannya licin dan terlalu berbahaya untuk dilalui."

"Jadi kita harus bagaimana, aunty? Sinta meminta aku untuk menjauhinya."

"Buatlah sesuatu agar Sinta bisa pergi ke kota. Dia atau tiga hari. Aunty akan berusaha merayu Mahendra agar bisa pergi dari desa terkutuk ini. Aunty ingin berobat ke luar negeri. Aunty harus punya anak dari Mahendra untuk mempertahankan rumah tangga kami."

"Tenanglah aunty. Aku akan menolong mu."

Gizel tersenyum. Ia tahu kalau dia memanfaatkan perasaan Mahendra pada Sinta untuk mendapatkan keuntungan dirinya sendiri. Namun sebagaimana dulu ia berhasil menjebak Mahendra, maka dia juga akan mempertahankan apa yang sudah dimilikinya sekalipun harus menggunakan cara jahat untuk menyingkirkan Sinta.

**********

Sinta merasakan puncak kenikmatan itu akan datang kembali. Mahendra ada di belakangnya, sedang memeluk pinggang dengan posesif. Keduanya kini ada di atas sofa. Tangan Sinta memegang sandaran Sofa sambil membelakangi Mahendra dalam sikap membungkuk.

"Abang.....!" Sinta tak tahan lagi. Mahendra pun tak ingin menahan dirinya lagi. Ia langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang dengan posesif ketika semuanya sudah selesai.

Hujan masih deras namun tubuh mereka basah dengan keringat.

"Aku capek, Abang." Kata Sinta lalu ambruk di atas sofa dalam keadaan tertelungkup.

"Jangan dulu tidur, keringkan keringat di tubuhmu dan kita harus makan." Mahendra mengambil handuk di lemari. Satu untuknya dan satu untuk Sinta. Namun karena Sinta terlalu lelah, dialah yang mengeringkan tubuh istri keduanya itu dengan handuk sebelum ia mengeringkan keringat di tubuhnya. Setelah itu Mahendra mengenakan celana pendeknya kembali. Kali ini dengan kaos oblong. Ia menutupi tubuh Sinta dengan selimut sebelum bergerak ke arah dapur untuk menyiapkan makan malam yang agak terlambat.

Mahendra ingat tadi saat Sinta terbangun, waktu sudah menunjukkan pukul setengah lima sore. Dan sekarang, setelah mereka selesai bercinta, waktu sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam.

Sebagai anak kuliahan yang pernah tinggal sendiri di Amerika, Mahendra sudah terbiasa menyiapkan makanan. Ia memanaskan air untuk membuat coklat hangat untuk mereka, lalu memasak spaghetti instan yang dibawah oleh Sinta. Pasti mbo Sarmi yang memberikannya karena ia tahu Mahendra suka makan spaghetti.

Tak lupa juga Mahendra membakar roti tawar, menyiapkan buah yang juga Sinta bawakan.

"Sinta, ayo bangun. Kamu harus makan."

Sinta membuka matanya. Ia segera membalikan tubuhnya dan turun dari sofa. "Aku lelah tapi juga lapar." katanya lalu segera berjalan ke arah meja makan.

"Sinta, berpakaian dulu!" kata Mahendra tanpa bisa menahan tawanya. Ia mengambil kembali kaosnya yang besar lalu memakaikannya pada Sinta. Tak lupa ia mengambil sebuah karet untuk mengikat rambut panjang Sinta yang sedikit berantakan.

"Makanlah." katanya. Mahendra heran dengan dirinya. Mengapa ia bisa bersikap selembut ini pada seorang wanita?

1
Eka ELissa
karna cinta♥️♥️♥️lah pak kades gimana cih 🤣🤣🤣🤣🤣
Azril Ali
dh lama bgt Bru baca lagi..💪 ka autornya.
Fitria Syafei
waduh Emak Gisel dan Arsen Emak... gimana nih ...😲 Emak cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Maria Kibtiyah
duh semoga mahendra ma shinta bisa bahagia
Eka ELissa
bikin Hendra jatuh ♥️♥️♥️♥️dgn mu Sinta.....
nackal kan yg ajarin emak🤣🤣🤣🤣
Enny Olivia: nakal emak kayak gimana ya 😄😄
total 1 replies
Eka ELissa
dasar gizel gundik murahan...🫣🫣🫣 slingkuh ma pilot yg udh punya bini dan mreka ceray juga mungkin karna gundik mcem kmu kan gizel 😡😡🫣🫣
Eka ELissa
yg jawab ikan 🐟🐟🐟 tapi gizel GK ngerti bhsa ikan sungai 🤣🤣🤣🤣
Enny Olivia: ikannya bisa jadi panjang dan keras 🤣🤣
total 1 replies
Fitria Syafei
wow Emak cantik mantaf 🥰 kereen 🥰 terimakasih 😍
Maria Kibtiyah
semoga mahendra dan sinta nanti jatuh cinta
Fitria Syafei
Sinta kereeen 👏 Emak cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
Maria Kibtiyah
bagus shinta buat si gizel tersisih
Eka ELissa
Nex.....Mak....♥️♥️🌹🌹🌹🌹
Eka ELissa
Abang bkln dtang ke pondok tau.....dia udh jatuh cinta dengan mu Sinta ♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Eka ELissa
tunggu waktu khncuran mu gizel.....🤣🫣🫣
Eka ELissa
up nya jgn lma2 ya Mak...♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Eka ELissa
dia cmburu dgn mu Sinta udh mulai ♥️♥️♥️cinta tu ma bini kedua 🤣🤣🤣👍👍👍
Fitria Syafei
Hendra cemburu nih Yee 🤪 Emak cantik kereen 😍 kereen 😍
Eka ELissa
maak....♥️♥️♥️kmna PK Kades mak
Eka ELissa
Nex Mak.....
Eka ELissa
akhir nya smpe cini juga Mak...♥️♥️♥️dri mlem kmrin kjar bab ♥️♥️♥️♥️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!