NovelToon NovelToon
Pewaris Segel Hijau : Kebangkitan Si Pecundang Desa

Pewaris Segel Hijau : Kebangkitan Si Pecundang Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Matabatin / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:40.9k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

Bima hanyalah "sampah desa" yang ringkih. Digerogoti penyakit jantung bawaan dan paru-paru basah akut, hidupnya dihabiskan untuk merangkak di bawah kaki orang-orang kaya yang arogan.

Puncaknya, di sebuah malam yang diguyur hujan lebat, Bima dihajar hingga sekarat dan jatuh ke dasar sungai.

Namun, maut justru membawanya menemukan batu mustika hitam misterius. Tak hanya sembuh total, fisik Bima bermutasi menjadi sekokoh karang, lengkap dengan kemampuan mata tembus pandang dan medis gaib.

Menariknya, energi baru di tubuh Bima membuat setiap wanita yang ia sentuh bergetar tak berdaya.

Berawal dari pijatan penyembuhan, Bima mulai menaklukkan hati para wanita cantik—

mulai dari Rasti si kakak ipar janda muda, Laras sang kembang desa, hingga Siska, istri pejabat kota—yang suaminya terlibat kasus perselingkuhan. Bersiaplah menyaksikan aksi Danu, si tukang pijat penakluk wanita!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Bab 13 

Rasti langsung tersentak. Gimana ceritanya Rian terlihat sangat dendam sama Bima. Bagaimanapun insting kakak dia langsung bangkit, dia gak mau terjadi hal aneh-aneh sama adik iparnya.

“Bima … kamu sembunyi sebentar.”

Bima langsung menolak. “Tapi, mbak–”

“Udah turutin mbak.”

Dengan paksa Janda muda itu menarik tubuh Bima memasukkannya ke lemari dia. Bima tersentak di sana. Edan mungkin memang bukan ini saatnya berpikir, tapi di sana isinya dalaman doang.

Rasti buru-buru keluar dari kamar setelah merapikan kembali kaos oblong dan jariknya yang berantakan. Jantungnya masih berdegup kencang, bukan hanya karena ketakutan mendengar gedoran Rian, tetapi juga karena sisa-sisa pelepasan energi nikmat dari pijatan Bima yang masih terasa berdesir di selangkangannya.

Cklek…

Pintu bambu gubuk tua itu terbuka. Rasti berdiri di ambang pintu, mencoba bersikap setegar mungkin meski sepasang lututnya terasa lemas.

"I-iya, ada yang bisa dibantu, Mas Rian?" tanya Rasti dengan suara yang sedikit bergetar, berusaha mengatur napasnya yang masih memburu.

Begitu pintu terbuka, Rian yang semula siap mengamuk dan berteriak beringas mendadak bungkam seribu bahasa. Sepasang matanya yang merah karena arak langsung melotot lebar, terpaku mati pada sosok janda muda di depannya.

Rasti berdiri di sana dengan rambut yang agak acak-acakan karena baru bangun dari kasur.

Kaos oblong tipisnya agak basah oleh keringat halus siang hari, menempel ketat pada lekukan dadanya yang jumbo dan sintal. Terlebih lagi, hawa panas dari dalam kamar membuat aroma feminim yang sangat manis, ranum, dan memabukkan khas tubuh Rasti menguar kuat ke udara terbuka, langsung menusuk indra penciuman Rian dan belasan pemuda desa yang berdiri di halaman.

Glep.

Rian menelan ludahnya dengan kasar. Di sampingnya, Ayu yang ikut datang langsung cemberut dan mendengus sebal melihat pandangan Rian yang langsung terkunci total pada sang janda. 

Sementara itu, belasan antek-antek preman di belakang Rian—termasuk Brian yang baru kembali—matanya mendadak berubah menjadi liar dan penuh nafsu.

"Wah, wah... Neng Rasti," sela Rian dengan seringai cabul yang menjijikkan, matanya turun naik menelanjangi tubuh Rasti.

"Siang-siang begini kok sudah keringatan begini? Habis ngapain di dalam rumah sendirian, hm?"

"Mas Rian, kalau mau menagih utang, utang Bima sudah dibayar satu juta tadi pagi lewat Brian, saya sudah dengar ceritanya dari Bima. Tolong jangan ganggu kami lagi," ucap Rasti tegas, mencoba mengalihkan pembicaraan. D

"Hutang? Hahaha! Perkara hutang itu urusan belakangan!" Rian melangkah maju, membuang puntung rokoknya ke tanah. "Adik iparmu yang ampas itu sudah berani memukul anak buahku sampai pingsan. Mana dia?! Suruh si Bima keluar! Jangan sembunyi di ketiak janda!"

"Bima... Bima gak ada di rumah, Mas. Dia belum pulang dari pasar," bohong Rasti, mencoba melindungi adik iparnya yang kini mendekam di dalam lemari kamar.

Niat mencoba melindungi itu malah membuat dia jadi objek bahaya. 

Mendengar kata 'Bima gak ada', kilatan licik dan mesum langsung mendominasi wajah Rian. Dia menoleh ke arah anak buahnya yang sudah menatap Rasti seperti serigala kelaparan. 

Jika si ampas Bima tidak ada, artinya janda montok ini sedang sendirian di gubuk terpencil ini tanpa ada yang melindungi.

Mereka bisa asik menikmati tubuhnya secara bergilirian. Bahka bisa menikmati terus tanpa ampun.

Mengimajinasi saja sudah membuat area bawah Rian dan anteknya mengeras.

"Oh, gak ada ya? Bagus kalau begitu..." Rian menyeringai kejam. Tanpa aba-aba, tangan kekar Rian maju mencengkram pergelangan tangan Rasti dengan sangat kasar. “ikut, mas sini. Kita main!”

"Ah! Mas Rian, lepas! Sakit!" jerit Rasti, mencoba meronta.

"Gak usah sok suci kamu, Rasti! Hari ini adikmu sudah bikin masalah besar sama aku. Sebagai gantinya, kamu harus melayani aku dan anak-anakku siang ini!" raung Rian beringas. 

Dia menarik paksa tubuh Rasti hingga janda muda itu terhuyung jatuh ke tanah halaman yang berdebu.

"Seret dia ke dalam! Kita borong rame-rame janda ini sebelum si Bima balik! Hahaha!" teriak salah satu preman di belakang yang sudah kehilangan akal sehatnya akibat terangsang oleh aroma dan tubuh sintal Rasti.

"Lepas! Tolonggg! Bima... Tolong, Nu!" Rasti menangis histeris, pakaiannya mulai ditarik-tarik oleh dua orang preman yang hendak menyeretnya masuk ke dalam gubuk secara paksa. 

Ayu yang melihat itu hanya melipat tangan sambil tersenyum puas, senang melihat saingannya dihancurkan.

Di dalam kamar, tepatnya di dalam lemari kain yang sempit, Bima yang dikelilingi oleh pakaian dalam Rasti yang harum sebenarnya sudah menahan amarah sejak awal. Namun, begitu mendengar jeritan histeris kakak iparnya yang meminta tolong dan mendengar niat bejat Rian yang ingin menggilir Rasti, darah di sekujur tubuh Bima seketika mendidih hebat.

Energi Mustika Hijau di dalam tubuhnya meledak tak terkendali, memancarkan hawa membunuh yang luar biasa pekat hingga membuat udara di dalam kamar terasa membeku.

Brakkk!!!

Pintu lemari kayu itu hancur berkeping-keping menjadi serpihan kecil. Bukan hanya itu, pintu utama gubuk bambu tersebut jebol terlempar ke depan akibat hantaman angin energi yang sangat dahsyat.

Bima melangkah keluar dari dalam gubuk dengan perlahan. Tubuh bidangnya tegap, wajahnya yang tampan kini sedingin es, dan kedua matanya berkilat hijau menyala, memancarkan aura kematian yang mengerikan.

"Rian... Lepaskan tangan kotormu dari Mbak Rasti, atau siang ini juga, aku kirim kamu ke neraka!" geram Bima dengan suara bass yang menggelegar, membuat seluruh preman yang sedang menyeret Rasti seketika membeku ketakutan.

Suara Bima yang menggelegar bagai petir di siang bolong membuat halaman gubuk yang semula riuh seketika hening mencekam. Tekanan energi gaib yang menguar dari tubuh tegap Bima membuat dua preman yang memegangi lengan Rasti gemetar hebat, hingga secara refleks melepaskan cengkeraman mereka.

Rasti yang terlepas langsung merangkak mundur dengan air mata yang bercucuran, buru-buru berlindung di balik punggung tegap adik iparnya. "D-Bima..." bisik Rasti lirih, tubuh matangnya bergetar hebat di antara rasa takut pada Rian dan takjub melihat perubahan drastis pada diri Bima.

Rian sempat melangkah mundur satu setapak karena terkejut mendengarkan dentuman pintu yang hancur. 

Namun, begitu melihat sosok yang keluar adalah Bima, harga diri anak Kepala Desa itu kembali bangkit, disusul oleh rasa dongkol yang membakar dadanya.

"Bajingan! Ternyata kamu sembunyi di dalam, Ampas!" raung Rian, matanya memerah menatap Bima yang kini berdiri dengan postur tubuh yang jauh lebih tinggi dan atletis dibanding malam sebelumnya. "Gaya bener kamu sekarang ya? Pakai pamer ilmu sulap segala! Hei, anak-anak! Jangan takut! Dia cuma gembel kurus yang kebetulan lagi kesurupan! Hajar dia sampai cacat!"

1
Ariya Noviandy Khusofi
sudah lama ga update, lanjut lagi ga ini novel?
bintoro Suatmaji
seri terusannya mana nih? koq lama banget......
Yosua Juan Minggu
Kerennn semangat author, guysss bantu like dan comment yah di ceritakuu🙏🥺
Naga Hitam
lahh..bknnya cak karno ya
Naga Hitam
joko siapa, rian siapa?????
Clevansky88 Sky
gak update lagi kah Thor?
Alfan
halo thor
Clevansky88 Sky
💪🔥
Gege
kalimatnya kurang "dan bagian bawah bima mengeras menekan pinggul Keysa! membuat Keysa semakin mendelik matanya merasakan dua dragon ball yang menekan pinggulnya bergantian maju mundur"... naaah gitu Thor...
P̷E̷S̷O̷N̷A̷G̷A̷D̷I̷S̷D̷E̷S̷A̷
Kalau di tanah kelahiranku prinsipnya harus punya NYALI...🤣🤣🤣
"SALAM SATU NYALI, WANI"
LOSS GAK REWEL BOSSKU, PREI WONG RUWET...🦾💪💪🏼💪🏾💪🏿
Gege
keysa lebronka kah ini Thor...yang nyanyi keseleo ituu di nada tinggi..🤣
Manusia Biasa: penyembuhannya pakai jalur dalam ..alias entup entupan
total 1 replies
Gege
kalo berobat di shinsei modern bisa habis puluhan juta itu...Eeh bima dikasih cuman tiga juta..rugiii..
Manusia Biasa: gpp toh bima gak modal sama sekali
total 1 replies
Gege
Danu atau bima Thor..🤣
Manusia Biasa: efek nulis dua novel bersamaan
total 1 replies
Gege
Danu Iki sopo Thor...🤣🤭
Gege
wuasyeek... ditunggu momen penyembuhan para LC karaoke ibukota yang sakit lubang pipisnya..🤭🤣
Gege
laaah Kon antrian LC karaokean ibukota belom datang Thor... padahal brosurnya udah disebarin lho...🤣🤭😄 kan lumayan kalo pada berobat sakit saluran kencing, harus diobok-obok cara ngobatinnya..🤣🤣
Gege
klasik dan epic penjelasannya...
Gege
naaah..makin oyeeh nih..yuk bisa yuk banyakin hareem yang pijat plus plus ke MC... duit dapat..enaknya juga dapet..🤭🤣
.
kirain TAMAT Thor dah lama ga update
Manusia Biasa: Nunggu lulus kontrak dulu kemarin. kena masalah terus saking vulgarnya🤣
total 1 replies
septian arista
Nah itu dukun bodoh apa gimana Masa takut sama si Ujang yang nggak bisa apa-apa kenapa nggak disantet aja itu si Ujang🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!