NovelToon NovelToon
Keteguhan Hati Istri

Keteguhan Hati Istri

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:404.1k
Nilai: 5
Nama Author: ara cahya

Menikah memang mudah. Tapi mempertahankan adalah hal yang paling sulit. Apalagi ketidak hadiran seorang buah hati yang telah lama mereka dambakan.

Sebagai seorang istri, kesabaran dan keteguhan hati Rena di uji. Apakah dia mampu bertahan dalam badai rumah tangganya.

Kehadiran orang ketiga semakin membuat sakit hatinya. Apakah dia akan mengikhlaskan suaminya menikah lagi. Atau malah sang suami tetap setia berada di sampingnya.


novel ini karya pertamaku sebagai penulis,,

mohon dukungan dan masukannya.

"cerita ini hanya imajinasi penulis saja"

TERIMAKASIH...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ara cahya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KHI 33

Rena masuk kedalam kawasan kantor tempat kerja Bagas. Dia memarkirkan mobilnya dan keluar dari mobil. Dia berjalan menuju pos satpam dan bertanya pada satpam.

"Maaf pak mau tanya, apa karyawan kantor sudah pulang pak?"

"Belum mbak, mungkin sebentar lagi."

"Terimakasih pak." Rena membalikkan badannya hendak pergi, tetapi langkahnya tertahan saat pak satpam bertanya lagi.

"Maaf, mbak ini siapa ya?" Pak Satpam bertanya karena dia belum pernah melihat Rena.

"Saya istrinya pak Bagas pak."

"Oo,, maaf mbak, saya tidak tahu."

"Iya pak, tidak apa-apa."

Rena kembali berjalan ke arah dia memarkirkan mobilnya. Saat ia hendak masuk ke dalam mobil, tampak beberapa karyawan keluar dari gedung.

"Sudah ada karyawan yang keluar. Berarti bentar lagi mas Bagas juga keluar."

Akhirnya ia memutuskan berdiri di samping mobil dan menyenderkan badannya ke mobil untuk menunggu suaminya.

Dari arah samping dia melihat Bagas berjalan ke luar gedung bersama Mira. Mereka berdua tampak akrab dengan berjalan bersama di selingi obrolan dan senyum. Rena hanya memandang dari samping mobil tanpa berniat menghampiri mereka. Dia berfikir akan menunggu saja. Biarkan Bagas yang datang menghampirinya.

"Mereka hanya berteman, tidak lebih."

Rena menoleh ke samping. Di sampingnya sudah ada Galih. Entah dari kapan dia berdiri di samping Rena. Hingga Rena saja tidak menyadarinya.

" Kami semua sama, dalam satu divisi kita harus akrab. Karena setiap hari kita bersama. Dan kita harus bisa bekerja sama dengan baik."

Rena tersenyum mendengar penjelasan dari Galih.

"Tumben kamu jemput Bagas." Galih berdiri tepat di depan Rena.

"Tadi mobilnya saya pakai."

"Sekarang kamu kerja di mana?"

"Mungkin mulai besok kerja di butik milik Dona lagi. Tapi cuma sebentar. Menggantikan Intan."

"Intan.."

"Iya, karyawan di butik Dona sedang sakit. Jadi sementara aku gantikan sampai dia masuk kerja lagi."

Tampak Galih sedang memikirkan sesuatu.

"Kamu kenal sama Intan?"

Rena bertanya seperti itu karena dia merasa saat dia menyebut nama Intan, Galih seperti kenal.

"Eh,, nggak. Mana mungkin aku kenal."

"Sepertinya Galih menyembunyikan sesuatu, tapi biarlah. Urusan dia juga." batin Rena.

Rena hanya menebak lewat ekspresi wajah yang di tampilkan oleh Galih.

"Apa Bagas mengizinkan kamu kerja?"

"Kan cuma sebentar. Sebagai pengganti doang."

Galih hanya manggut-manggut mendengar penuturan Rena.

"Wajah kamu nggak ngebosenin buat di pandang Ren." batin Galih dengan menatap wajah Rena.

"Ada apa, apa ada sesuatu di wajah ku?" Rena meraba-raba wajahnya karena dia sadar Galih melihatnya terus. Dia berpikir ada sesuatu di wajahnya.

"Nggak ada, lucu banget sih kamu. Memang kalau mau memandang kamu harus ada apa-apa dulu di wajah kamu."

Rena hanya cengengesan mendengar perkataan Galih.

"Ehm, sudah lama kamu di sini sayang." Bagas langsung merangkul pinggang Rena dengan posesif begitu sampai di dekat istrinya.

"Mulai deh." batin Rena.

"Belum."

"Thanks ya brow, sudah nemenin istri gue. Sekarang gue sudah ada di sini. Elo bisa pergi." usir Bagas pada Galih secara halus.

"Nggak masalah, Rena kan juga temen gue. Ya sudah, gue pamit dulu. Hati-hati Ren."

"Ya, makasih."

"Apa-apaan sih, di sini kan ada dua orang. Kenapa cuma kamu yang di sebut." Bagas merasa kesal karena Galih mencari perhatian pada istrinya.

"Sudah lah mas, ayo masuk."

*****

"Tadi Galih lama nemenin kamu?"

"Nggak, tiba-tiba dia sudah ada di sampingku tadi

Oh iya mas, kok aku tadi nggak lihat Leo mas."

"Dia minta cuti beberapa hari, istrinya mau melahirkan."

Bagas memutar musik dengan nada rendah di dalam mobilnya.

"Ren, kamu jangan dekat-dekat...."

"Iya mas, aku nggak akan dekat-dekat dengan Galih." Rena memotong kalimat suaminya.

"Lagian di sana tadi kan banyak orang. Mana mungkin aku usir dia."

"Aku sedikit ragu jika Galih punya niat jahat dengan keluarga kami. Apalagi tadi dia malah membela mas Bagas. Jika dia memang menyukaiku, seharusnya tadi dia memanas-manasi aku." batin Rena.

Rena beberapa kali menoleh ke samping untuk memandang suaminya.

"Ada apa, biasa saja kali, suamimu memang tampan." ucap Bagas narsis sambil mengelus dagunya.

Rena hanya memainkan kedua bola matanya mendengar kenarsisan Bagas.

"Bagaiman Lina dan Intan."

Rena menceritakan keadaan keduanya. Dia juga bercerita Intan sementara tidur di rumah orang tua Bagas.

"Intan tidak tidur di kamar kita kan?"

"Nggak, dia tidur di kamar dekat kamarnya Lina."

"Baguslah."

"Lagian mana berani Ibu memberikan kamar kita untuk di tempati orang lain. Bisa marah besar anak lelaki kesayangannya nanti." cibir Rena.

"Bukan begitu, aku hanya tidak suka jika kamar kita di tempati orang lain. Aku takut nanti bau badan kamu hilang." kilah Bagas.

"Iihhh,,, apaan. Bau badan di bawa-bawa."

"La gimana sih, ntar kalau ada yang tidur di kasur kita oto-ma-tisss bau badannya nempel dong ke kasur kita. Nanti bau badan kamu nggak ada di kasur lagi."

"Udah lah mas, terserah. Ngomongnya makin ngaco. Lagian di sana sudah nggak ada bau badan kita mas. Kita kan sudah lama nggak tidur di sana."

Rena merasa jengah mendengar perkataan dari Bagas.

"Oh iya ya, berarti ini saatnya menempelkan bau badan kita lagi di sana."

Rena membulatkan ke dua matanya mendengar perkataan Bagas.

*****

Seseorang sedang duduk di jok mobil sambil melihat foto yang berada di dalam ponselnya.

"Rena, selain cantik kamu juga lucu. Jadi nggak sabar pengen ketemu kamu setiap hari."

Galih memasukkan ponselnya di saku bajunya. Di senderkan badannya pada jok mobil dengan memejamkan mata.

Terdengar ketukan di kaca dari luar mobil Galih. Di bukanya kaca mobil oleh Galih.

"Mas Galih belum pulang?"

"Sebentar lagi pak, soalnya capek banget. Tadi pekerjaan banyak. Leo kan gak masuk."

"Makanya pak, cepet cari pendamping. Biar semangat pulang ke rumah kalau habis kerja."

Galih hanya menanggapi dengan senyum saran dari pak satpam.

"Noh seperti mas Bagas, pinter cari istri. Selain cantik kelihatannya juga baik."

"Semoga saja saya bisa mendapatkan istri seperti Rena, istrinya Bagas."

Galih menutup kaca mobil dan menjalankannya. Tanpa berpamitan pada pak Satpam.

"Main nylonong saja. Memang saya salah ya bicara seperti itu."

Di dalam mobil Galih hanya bisa mengumpat.

"Bre**sek, apa dia bilang. Bagas pinter cari istri. Ya ya ya,, tapi sebentar lagi dia tidak akan memiliki istri yang cantik dan baik lagi. Karena Rena akan menjadi milik Galih." di cengkeramnya dengan kuat stir mobil dengan kedua tangannya.

Tiba-tiba dia teringat perkataan Rena mengenai Intan.

"Apa mungkin Intan... Aku harus mencari tahu. Dia Intan yang aku pikirkan atau bukan. Jika benar, mujur sekali nasibku. Akhirnya aku menemukannya. Anak wanita murahan itu. Aku harus mencari tahu."

BERSAMBUNG

1
Simba Berry
lumayanlah ceritanya.padahal saya berharap rena sama galih.bagas digoda intan bukannya nolak tapi diam tanpa menolak ataupun marah.ya wajarlah intannya jadi lebih berani menggerepe tubuhnya.
Simba Berry
kalau menurut aku ya..lepaskan suami mira yg selingkuh.biarkan dia dengan dona.Dr angga rebut mira dari suaminya.
Simba Berry
hamil satu bulan kok tdk tahu.aneh
falea sezi
g yakin g tergoda di isep dikit aja uda kelonjotan bagas dasar munafik
falea sezi
gt gt anak mu di isep intan merem. melek buk meski di isep jalang/Curse//Curse/
falea sezi
enak bgtbbagas abis selingkuh di maafin gt aja hadeh g ada pembalasan rena aja tolol harusnya tinggalin suami yg g setia gt bodoh
falea sezi
bagas g bisa jaga badan di isep jalang aja uda ndesah
falea sezi
rena baik sih pantes banyak yg naksir klo suaminya bodoh ya alamat cerai janda nya banyak yg antri
Venny Junita
episode selanjutnya mana lagi yang banyak ya episode nya sukses selalu
Venny Junita
cerita nya seru banget
Devy Joice
visualnya mana thor
Zheyreen
padahal sudah senang novel ini yg awalnya si bagas ga terpengaruh sm jalang eh ternyata... jd males mau lanjut baca
Ferlinda Yensi
tidak tegas...
ara cahya: kucing dikasih makan ikan asin.. iya sajalah... 😅
total 1 replies
kavena ayunda
masih jijik sama.bagass q apalagi pas dia nikmatin di isep2 Pengen muntah q bacanya
kavena ayunda
bkin rena tau dan minta cerai wong bagass goblok
kavena ayunda
bagass menjijikan
kavena ayunda
rena banyak yg suka baik bgt sih dia makanya penggemar nya banyak
kavena ayunda
mertuanya baik bgt
ChEbonk ChEntill
bab nya udah mau habis . tp ceritanya muter2 ...
ChEbonk ChEntill
semoga saja angga udah sadar . dan ga bkalan ngejar2 rena lagi . tinggal buat si galih dan intan aja yg tobat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!