NovelToon NovelToon
Lola And Loly

Lola And Loly

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:666.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Isuthy

cerita sudah tidak lengkap, banyak editan dan diacak🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isuthy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tempat Ternyaman

Diana pergi dengan kondisi sangat marah , Alessya mengejarnya secepatnya .Menggapai tubuh Diana yang semakin menjauh .Untuk memberikan penjelasan atas foto tadi. Tapi Diana sudah terlanjur dikuasai oleh amarah dan emosi penjelasan apapun samasekali tak ada yang mampu mengusik hatinya yang sudah terlanjur membeku.

Beberapa kali Alessya menjelaskan bahwa semua itu hanya kesalah pahaman belaka. Tidak ada hubungan apa - apa antara Alessya dan Reynald , pertemuan mereka hanya untuk membicarakan permasalahan yang sebenarnya berkaitan dengan Diana sendiri.

Ya foto yang dilihat Diana adalah foto saat Alessya dan Reynald berpelukan saat bertemu di Restauran Nusantara. Entah siapa yang memotret mereka , entah siapa yang hendak bermaksud memecah belah persahabatan mereka.

Bruukkkk !!!

Diana mendorong Alessya hingga terjatuh ke tanah.

" Aww...Diana , dengarkan aku... !!! " hanya berteriak , terdiam pasrah karena Diana sudah terlampau sangat jauh dari tempat dia dan Lucas berada , sembari menahan nyeuri di tangan dan hatinya.

" Biar aku yang menyusul Diana , Alessya ."

" Baiklah tolong bantu aku Lucas, kau sedikitnya tahu tentang semua ini . "

" Baiklah..aku pergi sekarang , kau tenangkan lah dirimu .Hmm.... " Lucas memeluk Alessya , berusaha menenangkan Alessya yang perlahan menangis meneteskan air matanya.Menepuk lembut punggung gadis itu , memberi semangat dan dukungan terbaiknya. Beringsut pergi meninggalkan Alessya di sana.

***

Di pagi yang cerah , terlihat jelas dari pantulan cahaya matahari yang menyusup melalui tirai jendela di kamar itu , tepat mengenai wajah Alessya yang tetap cantik walaupun matanya tampak sembab , seperti habis menangis semalaman. Alessya tertidur begitu lelapnya padahal waktu sudah menunjukkan angka tujuh .

Dengan terbungkus selimut tebal berwarna abu tua yang terlihat cocok bagi pria karena begitu manly.Menggeliat pelan tatkala sudut matanya menangkap sesuatu yang menyilaukan.

Rasa sesak menangkup di dadanya dan terasa sulit bergerak kala itu , tapi matanya masih saja terpejam menahan kantuk yang masih menguasainya pagi itu .Tersadar kala selimut hangat tebal dan hangat itu bergerak menurun perlahan , sehingga dingin terasa menusuk kulit lengan dan lehernya yang terbuka , yang kala itu hanya menggunakan kaos t-shirt berlengan pendek.

Matanya mengerjap - ngerjap , dia samasekali tidak bergerak.Menurunkan tatapan matanya yang refleks terbuka . Matanya melotot kaget , seorang pria tengah berbaring di sampingnya dengan kepala yang menangkup di dadanya , lebih tepatnya di **** ****nya.Dengan tangan yang mendekap erat gadis itu sehingga sulit bernafas.

Inikah sesak itu , inikah penyebab sulit bergerak itu.

" Russel....apa yang kau lakukan di sini ? " Alessya berteriak histeris dengan dramatis.

Arselli yang masih setengah tertidur tersenyum kecil tidak mau bergeming dari posisinya.

" Tetaplah seperti ini Alessya , aku belum satu jam pun tidur di sini. " Jawabnya pelan terputus - putus dan terkantuk - kantuk , lebih seperti bergumam. Tapi Alessya dapat mendengarnya dan terasa jelas dekapan pria itu semakin erat merengkuhnya tidak ingin merubah posisinya sama sekali.

Alessya pasrah membaringkan kembali kepalanya ke atas bantal empuk yang tadi sempat dia tinggalkan. Menahan rasa gelenyer aneh di rongga dadanya , kala kepala pria itu bergerak kecil di atas dadanya. Menarik nafas pelan, menenangkan detak jantungnya yang bertalu - talu kencang , yang mungkin saja terasa jelas oleh pria itu .

Tak ingin mengganggu tidur pria yang dicintainya itu , tangannya terulur pelan mengusap lembut rambut pria itu , melepaskan rasa sayang dan kehangatan dari lubuk hatinya yang paling dalam kepada pria yang terlihat begitu lelah itu , sembari mencium aroma khas pria itu.

Saat ku menangis ,saat ku membutuhkan sandaran , tanpa sadar langkahku menepi di sini , di tempatmu , Russel .

Dalam posisi itu , dia bisa melihat jelas suasana kamar itu , kamar yang mewah, elegan dan manly , baru kemarin dia datang ke tempat ini. Tempat ini ???

Mengerjapkan matanya beberapa kali , Alessya baru tersadar ternyata dia tertidur di apartemen kekasihnya, tidur di ranjang kekasihnya.Tersenyum geli akan kenkonyolan dirinya sendiri, bagaimana dia berteriak dengan begitu hisretis ke telinga pemilik ranjang dan kamar ini.

Russel , apa yang kau lakukan di sini ? begitu terngiang jelas di telinganya , membuat wajah gadis itu memerah tatkala mengingatnya.Seharusnya pria itu yang berteriak kencang di telinganya. Tapi pria itu tidak seperti itu , kekasihnya tidak seperti itu , Arselli sangat mencintai Alessya , dia senang mendapati Alessya tengah terbaring nyenyak di atas ranjangnya , di dalam kamar apartemennya , menjadikan tempatnya sebagai pelabuhannya tatkala matanya terlihat sembab kala itu.

Ya , di pagi buta itu , Arselli baru saja pulang dari perusahaanya , pekerjaan yang menumpuk hampir menggunung terpaksa membuatnya harus pulang terlambat hampir dini hari tadi.Dan kerena terlalu lelah dia memilih tidur dulu di kamar yang ada di ruangan kerjanya.Dan setelah pagi tiba , dia memutuskan pulang ke apartemennya untuk beristirahat dan membersihkan diri, berencana kembali ke perusahaan di waktu siang nanti untuk bertemu klien penting perusahaannya.

Alessya ingat , setelah pertengkaran hebatnya kemarin dengan Diana , hatinya begitu hancur tubuhnya terasa lemas seketika , kakinya pun terasa lunglai untuk menopang tubuhnya ketika berdiri.Lucas menemani Alessya menangis kala itu , tapi terpaksa bergegas pergi meninggalkannya , karena ingin memberi penjelasan pada Diana , sesuatu hal yang sedikit banyak dia ketahui dari masalah mereka.

Setelah waktu kerja di kafe part time nya berakhir , dengan mata sendu dan sembab

Alessya melangkah pergi tidak tahu kemana , merasa bingung dengan apa yang terjadi , amarah Diana begitu hebat pagi tadi. Selama beberapa tahun bersahabat dengannya , belum pernah dia melihat Diana seperti itu.

Dia tidak tahu harus kemana , di benak fikirannya hanya ada Russel yang terngiang - ngiang , tidak menyadari bahwa waktu itu masih sore , pria itu masih sibuk dengan pekerjaannya . Ketika sore itu dia berdiri di depan pintu apartemen Arselli Russel kekasihnya , tanpa sepengetahuan pria itu. Beberapa kali mengetuk pintu dan memencet bel , namun samasekali tidak ada reaksi apapun . Dia hampir melangkah jauh , beranjak pergi meninggalkan pintu , seketika sekelebat kalimat terlintas di benaknya.

ini kode pin kamar apartemenku, kau boleh datang kapanpun kau mau , Alessya . Aku akan senang mendapatimu di sana.

Menarik nafas perlahan , memencet tombol pin itu. Memasuki kamar apartement itu untuk kedua kalinya.

***

Arselli begitu lelah pagi itu. Membuka pintu perlahan setelah memasukkan kode pin apartemennya . Melangkah gontai , dengan mata yang masih menahan kantuk .Dengan jas yang sudah tergantung di tangannya , dan kemeja putih dengan lengan yang sudah terlipat. Berjalan pelan menghempas badannya ke sofa di ruangan itu , melempar jas ke sebelah sofa tempat dia duduk .

Memejamkan matanya barang sekejap , bergegas berjalan ke pantry untuk mengambil segelas air minum dan menegak air minumnya hingga tandas.Badannya berputar perlahan ketika sudut matanya menangkap sebuah gerakan kecil di atas ranjang.

Matanya menajam , namun bibirnya tersungging setelah menangkap jelas tatapannya itu.

Alessya...kau di sini ??

Beringsut melangkah besar menuju ranjangnya itu , mendapati Alessya tengah terbaring tidur dengan selimut tebal miliknya. Menatap Lamat gadis itu nafasnya begitu teratur ditandai dengan dadanya yang naik turun perlahan. Dengkuran halus terdengar dari mulutnya yang sedikit menganga namun begitu merdu terasa di telinganya. Rambutnya tanpak berantakan namun terlihat begitu seksi di matanya.Kakinya yang sedikit menjulur keluar dari balik selimutnya dengan ujung kakinya yang lancip dan mungil , tidak bosan menatapnya.Percayalah setiap pria yang melihatnya pasti langsung ingin berbaring di sampingnya , begitupun Arselli yang notabene kekasihnya , Alessya adalah miliknya.

Beringsut naik ke ranjang , ke dalam selimut tebal itu, perlahan berbaring di sampingnya , dengan semburat senyum di wajah lelahnya.Menatap Lamat gadis itu begitu lekat.

Apa yang terjadi dengan matamu ? itukah alasanmu ada di sini ?

Terimakasih telah datang disaat duka menghampirimu , Alessya. Menjadikan tempat ku sebagai pelabuhanmu tatkala duka merundungimu.

Arselli senang bukan main mendapati Alessya berada di sana , ikut berbaring di sana, berada dalam satu ranjang dan selimut yang sama , di samping gadis itu , dan dengan menjadikan gadisnya itu sebagai bantalnya pagi itu . Yang seketika itu juga mampu menghapus kelelahan dan kejenuhan karena pekerjaannya semalam . Mendapat kehangatan dari bantal empuk itu , tempat ternyamannya , melampiaskan sisa kantuk di pelupuk matanya , berdekatan erat tanpa jarak yang memisahkan diantara mereka. Menghirup udara yang sama dan berbagi aroma tubuh khas diantara mereka.

❤️

❤️

❤️

*Sengaja dibanyakin part Alessya dan Russelnya , khawatir suatu saat moment spesial diantara mereka itu akan menjadi langka bahkan tidak ada.

Semoga saja takdir baik menyelimuti hubungan mereka , dan semoga saja author Sudi memberi takdir baik itu(^^).

Like , rate dan vote jangan lupa.

Kritik dan saran ditunggu* .

1
bunga cinta
Luar biasa
bunga cinta
bagus,
bunga cinta
takdir mereka ada di tangan authornya
Febi Seska Reza
l
Lia Kiftia Usman
menarik...
mampir ya thor
menikmati dulu karyamu ...
Yenny_Rha
Mantan Terindah hadirr Thorr
Siti Nurjanah
ya ga seru lah masa pemeran utama nya meninggal😂😂
Widi Nuhgraeni
Alesya luar biasa
Widi Nuhgraeni
Ha-ha-ha..Ny. Alice kebakaran jenggot
Widi Nuhgraeni
Alesya keren..tidak takut ancaman ny. Alice..semoga bahagia
Widi Nuhgraeni
kasihan Alesya
Widi Nuhgraeni
hahaha..Alesya terjebak kebohongannya sensiri
Widi Nuhgraeni
pasti Clara orangnya
Widi Nuhgraeni
Alesya terlalu ceroboh..di tempat sepi sendirian
Widi Nuhgraeni
Arselli jangan plin plan dong
Widi Nuhgraeni
sama Ana aja Romeo
Widi Nuhgraeni
pasti kerjaan Clara..dasar wanita licik
Widi Nuhgraeni
pasti kerjaan Clara
Widi Nuhgraeni
bagus ceritanya Thor
Widi Nuhgraeni
jangan biarkan Alesya ternoda Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!