NovelToon NovelToon
Mempelai Pengganti

Mempelai Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Cintamanis / Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Identitas Tersembunyi / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: ZiOzil

Untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada orang tua angkatnya, Arabella bersedia menyamar dan menikah dengan Fardhan, lelaki yang sebenarnya dijodohkan dengan kakak angkatnya.

Fardhan adalah lelaki berhati dingin yang terluka karena cinta sebelumnya. Meskipun dia tahu keluarga angkat Bella telah menipunya, tapi dia tetap menikahi gadis itu.

Tapi cinta masa lalu Fardhan hadir kembali, merusak apa yang sudah terjalin dan membuat dia dilema. Sementara Bella merasa bersalah karena sudah membohongi Fardhan dan Ibunya.

Akankah Fardhan dan Bella mampu mempertahankan rumah tangga mereka setelah semua rahasia terbongkar?
Atau justru berpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32

Hati Bella lega bercampur sedih. Lega karena tidak ada lagi kebohongan yang membebaninya namun sedih karena harus meninggalkan rumah yang baru beberapa hari dia tempati ini. Tapi dia harus ikhlas, mungkin semua memang harus berakhir sampai disini.

Sementara Fardhan masih memandangi Bella yang sedang memasukkan pakaiannya ke dalam koper sambil menyusut sudut mata dan hidung yang basah, perasaan lelaki itu tak karuan. Sakit, kecewa, marah tapi juga iba.

Mendadak rasa tak rela menggelayuti hatinya, perasaannya pernah hancur karena kehilangan wanita yang dia cintai dan sekarang rasa itu kembali datang. Mungkinkah cinta sudah terpatri di hatinya?

Semua perasaan tak menentu itu berbaur menjadi satu, seolah ingin menghempaskan nya ke dasar jurang yang terdalam, terpuruk dan akhirnya kandas.

Hatinya bergetar setiap kali membayangkan wanita yang bahkan dia tidak tahu siapa nama aslinya itu pergi meninggalkannya. Fardhan benar-benar tak bisa berpikir dengan baik, otaknya hanya dipenuhi rasa takut kehilangan hingga membuat dia bersikap spontan berjalan mendekati Bella dan memegang tangan wanita itu agar berhenti mengepak pakaiannya.

"Sudah, hentikan!" pinta Fardhan.

Bella yang terkejut pun berusaha menarik tangannya, tapi Fardhan semakin mengeratkan cengkeramannya.

"Maafkan aku karena telah berkata buruk tentangmu dan juga orang tua angkat mu." sambung Fardhan. Bella benar-benar bingung karena sikap Fardhan mendadak berubah.

Fardhan menatap lekat wajah Bella. "Bisakah kau tetap disini? Jangan pergi kemanapun. Kau harus tetap jadi istriku."

Bella terkesiap mendengar permintaan Fardhan, dari matanya dia tahu lelaki itu tulus mengucapkannya. Dan ini membuat Bella semakin heran, bukankah seharusnya Fardhan marah lalu mengusirnya, tapi lelaki itu justru memintanya tetap tinggal disini, bahkan mendadak sikapnya menjadi sangat lembut.

"Tapi kenapa?"

Fardhan terdiam sejenak, lalu berucap. "Aku nggak ingin Ibu kecewa dan sedih lagi karena tahu yang sebenarnya. Jadi tetap rahasiakan semua ini, jangan sampai Ibu tahu kalau kau bukan Karina. Biarkan semua berjalan seperti sebelumnya."

Entah mengapa ada sedikit rasa kecewa di hati Bella saat mendengar jawaban dari Fardhan itu, tadinya dia berharap Fardhan memintanya tetap tinggal karena memang dia menginginkannya tapi ternyata lelaki itu hanya tak ingin ibunya kecewa.

"Demi Ibuku, kau mau kan?" tanya Fardhan saat Bella tak kunjung menjawab permintaannya.

Seketika Bella teringat semua kebaikan Ranti kepadanya, membuat dirinya tak tega untuk menyakiti perasaan wanita paruh baya itu.

Akhirnya Bella mengangguk pelan. "Iya, demi Ibumu."

"Terima kasih ...." Fardhan menggenggam erat tangan Bella dengan perasaan lega, rasa marahnya seolah meluap begitu saja. Entahlah, apa yang sebenarnya terjadi dengan hati Fardhan? Dia sendiri pun tak mengerti.

Tepat di saat bersamaan, ponsel Bella berdering, wanita itu langsung menarik tangannya dan buru-buru mengambil ponselnya dari dalam saku.

Mas Raka calling ....

Bella segera menjawab panggilan masuk itu setelah melihat ID si penelepon. "Halo, Mas Raka?"

Wajah Fardhan berubah masam, entah mengapa hatinya selalu merasa panas saat mendengar nama Raka, apalagi melihat wujud lelaki itu, rasanya dia ingin sekali menendangnya.

"Aku sudah sampai rumah? Kau belum tidur?"

"Belum, Mas. Aku ma ...." Bella tak sempat melanjutkan kata-katanya karena Fardhan terlanjur merebut ponselnya lalu mematikan panggilan masuk dari Raka.

"Hey, apa yang kau lakukan!" sungut Bella sambil menatap tajam Fardhan.

"Mulai sekarang aku melarang mu menjawab telepon dari pria lain, apalagi itu dihadapan ku!"

"Tapi dia kan temanku, bagaimana mungkin ...."

"Aku nggak perduli! Kalau kau nggak mau durhaka dengan suami, maka turuti lah." sahut Fardhan santai.

Bella tercengang, keningnya berkerut sebab tak habis pikir dengan sikap mendadak suaminya itu. Ada apa dengannya? Mengapa selalu saja berubah-ubah dan bertindak sesuka hati?

"Kau ini kenapa sih? Sekarang malah menggunakan statusmu untuk melarang ku? Sebelumnya nggak begini?" protes Bella.

"Aku hanya tak ingin ada seseorang yang berusaha mengganggu rumah tangga kita."

Bella kembali tercengang, ada apa lagi ini?

"Kau ini bicara apa sih? Memangnya siapa yang mau mengganggu rumah tangga kita? Mas Raka?"

"Siapa lagi?"

"Astaga, kau salah orang. Yang jelas-jelas mau mengganggu rumah tangga kita adalah mantanmu itu." ujar Bella.

"Tapi aku yakin, mantanmu itu juga punya niat yang sama." balas Fardhan tak mau kalah.

"Dia bukan mantanku! Kami cuma bersahabat." bantah Bella. "Kalau Keyla memang jelas-jelas mantanmu. Kau bahkan masih sangat perduli kepadanya, sedangkan kepadaku ... kau cueknya minta ampun." ungkap Bella dengan wajah cemberut dan bibir yang mengerucut.

Fardhan malah senang melihat Bella cemberut. "Apa ini yang orang bilang ngambek? Imutnya."

Fardhan langsung mencubit gemas kedua pipi Bella, sampai wanita itu kesakitan.

Kesal, Bella pun balas mencubit pinggang Fardhan.

"Aduh!!!" Fardhan sontak melepaskan cubitannya dari pipi Bella dan memegangi pinggangnya yang sakit. "Kau kasar sekali, sih! Apanya yang baik hati dan penyayang?"

"Mas Raka nggak tahu kalau aku sudah banyak berubah sejak bertemu denganmu."

"Iya, kau memang berubah! Dulu saat pertama bertemu denganmu, kau terlihat anggun dan lembut, aku saja terpesona. Tapi ternyata ...." Fardhan sengaja menggantung ucapannya.

"Ternyata apa?"

"Seperti singa, galak!" ejek Fardhan.

"Enak saja!" sungut Bella dengan wajah masam.

"Hahaha ...."Fardhan tergelak. Bella hanya memperhatikan suaminya itu dengan kening berkerut, baru saja dia marah dan sekarang dia bisa tertawa sebahagia itu. Aneh sekali!

Bingung? Tentu saja! Bukan hanya Bella, sesungguhnya Fardhan sendiri pun bingung dengan sikap spontan dan kelakuan impulsif nya. Apakah ini yang dinamakan posesif dan cemburu karena cinta? Mengapa mendadak datang dan menjungkirbalikkan perasaannya?

Cinta memang sulit ditebak, selalu punya cara tersendiri untuk menunjukkan kehadirannya, meski terkadang tak disadari, tapi dia mampu merubah segalanya.

"Eh, tunggu!" seru Bella saat dia menyadari sesuatu. "Tadi kau bilang, kau terpesona denganku?"

Fardhan sontak berhenti tertawa dan mengerutkan keningnya. "Ah, memangnya aku bilang gitu?"

"Iya, tadi kau bilang begitu. Masa lupa sih?"

Fardhan menggelengkan kepalanya. "Nggak ada! Mungkin kau salah dengar."

Bella bergeming, mencoba mengingat-ingat. Dan dia yakin tadi Fardhan bilang begitu.

"Oh, iya, kau belum katakan siapa nama aslimu dan bagaimana kalian bisa punya ide untuk bersandiwara membohongiku juga Ibu? Kau masih berhutang penjelasan padaku!" ucap Fardhan demi mengalihkan pembicaraan, karena dia sadar sudah keceplosan tadi.

"Namaku Arabella, biasanya dipanggil Bella." jawab Bella dan kemudian mulai bercerita bagaimana dia dan orang tua angkatnya itu punya rencana untuk bersandiwara. Fardhan mendengarkan dengan seksama, sambil terus menatap dalam-dalam wajah Bella.

Bella benar-benar lega, ternyata jujur itu memang lebih baik dan apa yang terjadi sungguh diluar ekspektasi nya. Padahal dia sangat takut tadi, tapi sekarang ketakutan itu seolah sirna begitu saja saat melihat sikap Fardhan. Semoga setelah ini, semua akan lebih baik.

***

1
Nur Hayati Dzacaulnaufin
Luar biasa
Shifa Burhan
pertanyaan simpel author kan membenarkan pertemanan dan semua intraksi bella dan raka

jadi begini misalnya suami author punya teman cewek yang perhatian pada suami author (kayak perhatian raka dan bella) dan suami author dengan senang hati menerima segala kebaikan cewek itu, dan suami author berinteraksi dengan cewek itu kayak intraksi raka dan bella
bagaimana perasaan author

coba tanyakan pada dirimu thor
*jika kau Terima suamimu berteman dan berinteraksi dengan cewek lain (kayak interaksi raka dan bella) maka pola pikir mu tidak ada masalah
*tapi jika kau tidak suka suamimu berteman dan berinteraksi dengan cewek lain ( kayak interaksi raka dan bella), maka pola pikir mu ada masalh thor

renungkan lah

saat di novelmu, kau membenarkan seorang istri berteman dan diperhatikan pria lain dan semua interkasi sang istri dengan pria lain kau benarkan maka tanya kan pada dirimu sendiri apakah kau Terima juga jika suamimu punya teman cewek dan diperhatikan oleh cewek lain

renungkan lah
Jenk Ros
kren
Prida Siregar
kisah yg sangat mengharukan tapi semua indah pada waktunya
Nia Kania
Sedih bngt. dgn nasib Bella
Beauty JK
😍
Ninik Klein
Bela tidak salah Han yg salah orang tua angkat nya
Maun Rr
ttp sabar untuk bella
merti rusdi
tadi Keyla bilangnya tante Clara
merti rusdi
Melihat novel ini krn lewat di home, trus cek babnya ga terlalu banyak, dan biarpun temanya pasaran, tapi penokohannya sedikit berbeda. Ngga ada CEO tajir melintir tujuh turunan delapan tanjakan sembilan tikungan
Rosa Rosiana
kyknya pernah baca
Rilly
bagus
Rara Kusumadewi
bapaknya Raka kayaknya....yang hamilin ibu bara
Rara Kusumadewi
pasti Danar.... bunganya itu yang ngaku reksa sahabat fardan
Rosa Rosiana
hadir
emma sukmawati utami
ringan dibacanya ga bertele2,ga kayak siinetron yg terus berkembang tokoknya ampe pusing,mantap thor.
halimah abdul hayes
Bukan kah fardan ada mobil?
Author Gabut.: kan udah dijual waktu keluarga nya bangkrut kak, makanya dia beli motor.
total 1 replies
Dahln Harun
suka ax klu critax enggak trlalu panjang dan enggak bertele2..makasih Thor atas karyax.
EBI
menarik
EBI
segitunya ya klo lg cemburu 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!