NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Karena Jebakan

Terpaksa Menikah Karena Jebakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan / Teen / Cintapertama / Nikahmuda
Popularitas:726.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: risky hayu

Bryan Saputra merupakan anak dari pengusaha terkenal dijodohkan dengan putri sahabat ayah nya.
Namun Bryan menolak perjodohan tersebut karena menyukai gadis lain.
Sang adik mengetahui jika kakak nya akan di jodoh kan membantu nya menjebak gadis yang disukai kakak nya karena ia juga menyukai gadis itu .

Gadis tomboy seperti Denada saputri yang bergabung dengan geng motor dan juga sangat dingin dan jutek.

Ketika ia juga mendengar akan di jodohkan dengan salah seorang putra sahabat ayah nya , dengan tegas Nada menolak nya . Ia berpikir jika ia masih muda dan ingin melanjutkan cita cita nya .
Namun seorang gadis menjebak nya hingga terpaksa harus menikah dengan kakak nya .

Kedua orang tua mereka terkejut ketika memperkenalkan sebagai suami/ istri karena ternyata mereka sudah di jodohkan sejak kecil.


Bagaimana kisah nya Bryan dan Nada yang hoby dengan Balap motor menghadapi kisah mereka ?

Happy reading guys

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon risky hayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bryan yang galau .

Setelah mengantar ane pulang ke rumah nya , bryan melajukan mobil nya sampai ke pent house milik nya dimana sang adik dan rafa tengah menunggu nya di depan pintu tanpa sepengetahuan nya.

Ting,,,

Suara bunyi lift yang menandakan bahwa ia sudah sampai di tempat tujuan nya .

Dengan langkah yang tidak bersemangat bryan berjalan menuju pent house milik nya .

" Kakak,,,,."

Suara yang sangat ia kenal yang tak lain adalah silla berada di depan pintu pent house nya bersama rafa.

" Hemm ,,, ."

Bryan tak semangat meskipun kedatangan kesayangan nya di depan pent house nya.

Ia membuka pintu pent house yang memang menggunakan sidik jari nya .

" Kak rafa, ada apa dengan kak bryan ? kenapa seperti nya tak bersemangat ?"

Bisik silla pada rafa.

" Kakak tidak tahu ."

Rafa mengangkat bahu nya menandakan jika ia memang tidak mengetahui apa yang sedang terjadi pada bryan sahabat sekaligus bos di perusahaan otomotif nya tersebut.

Mereka berdua mengikuti bryan dari belakang tanpa bertanya lebih lanjut .

Silla paham kakak nya akan marah jika ia bertanya lebih dalam lagi.

" Mungkin sedang patah hati ."

Ucap rafa.

" Dari mana kakak tahu ? Memang nya kak bryan sudah punya pacar ?"

Silla merasa penasaran dengan apa yang di katakan oleh rafa .

" Tidak sih , tapi kata orang jika tak bersemangat seperti itu tanda nya sedang patah hati ."

Ucap rafa yang kemudian duduk di sofa melepas penat.

Sedangkan silla hanya mengikuti kedua nya duduk di sofa namun belum sempat ia duduk bryan meminta air dingin pada nya .

" Silla , tolong ambilkan kakak air dingin dong !"

Ucap bryan melepas tas ransel nya dan meletakkan di samping nya .

"Okay , kak rafa mau juga ?"

Silla melirik pada teman kakak nya tersebut .

" Boleh , sayang ."

Bryan yang semula memejamkan mata nya membuka kedua mata nya memandang ke arah rafa yang sengaja menggoda adik nya.

Sedangkan silla tak begitu memperdulikan arti panggilan tersebut . Ia berjalan menuju dapur mencari dimana keberadaan kulkas untuk mengambil air minum .

" Sayang,,,, Sayang,,, kepala loe peyang ."

Bryan melempar bantal pada rafa yang menyandarkan kepala nya di sandaran sofa .

" Aduh,,,, .Memang kenapa aku panggil sayang ? Adik mu sendiri yang berjanji akan menjadi pacar ku jika aku memberitahu dimana alamat pent house mu ."

Rafa merasa menang dari bryan telah memperdayai nya tersenyum penuh ejekan karena ia sekarang yang tak lagi menjomblo.

" Dalam impian mu saja ."

Sekali lagi bryan melempar bantal sofa nya pada rafa namun dengan sigap rafa menghindar dari lemparan tersebut.

" Wekk,,, nggak kena ."

Rafa sengaja mengejek sahabat nya tersebut yang terlihat semakin kesal dan entah apa yang terjadi pada nya .

prank,,,,,

" Kakakkkk,,, ."

Suara cempreng silla berteriak membuat kedua nya menoleh ke arah asal sumber suara dan ternyata silla terjatuh terkena lemparan bantal dari bryan .

Bryan dan rafa segera berlari ke arah silla menolong gadis itu yang terjatuh akibat ulah bryan.

" Silla ,,diam ! Jangan bergerak !"

Bryan menyuruh silla untuk diam tanpa bergerak karena gelas yang ia bawa ternyata pecah .

Silla pun mengikuti perkataan bryan diam tanpa bergerak . Bryan mengambil sandal rumah lalu menggendong sang adik ke sofa , sedangkan rafa mengambil sapu membersihkan pecahan kaca .

" Kenapa kau ceroboh sekali ?"

Silla memandang ke arah kakak nya yang menyalahkan nya dengan kesalahan yang tidak ia buat .

" Kenapa menyalahkan silla kau yang melempar bantal ?"

Ucap rafa membela silla yang duduk diam terpaku memandang kakak nya yang mengobati sedikit goresan kaca yang mengenai tangan nya.

Bryan yang baru tersadar karena perkataan rafa jika ia lah yang berbuat ulah menggaruk kepala nya .

" Maaf in kakak ya sayang ."

Ucap bryan .

" Kenapa kakak berbeda hari ini ? Apa kedatangan silla mengganggu kakak ?"

Silla mencoba bertanya dengan pelan pelan agar kakak nya tidak ter singgung .

"Tidak silla , kakak hanya sedang tidak enak badan ."

" Kakak sakit ?"

Bryan menggelengkan kepala nya namun ia memeluk bantal sofa yang berada di samping nya .

" Sini yang sakit ."

Ucap bryan menunjuk ke arah dada nya .

Rafa dan silla tercengang melihat bryan yang tengah menunjuk dada nya .

Rafa kemudian menyenggol tangan si bawel silla dengan isyarat menyuruh silla bertanya lebih jauh .

Silla yang mengerti lalu mendekati bryan yang tengah memejamkan mata nya .

" Kenapa dada kakak ? sakit ?"

Bryan mengangguk pelan tanpa membuka mata nya . Tanpa pikir panjang mendengar jawaban bryan , silla khawatir terjadi sesuatu dengan kakak nya lalu menarik tangan nya.

" Ayo kita ke dokter kak ! Kak rafa cepat bantu silla !"

Ucap silla yang merasa panik sedangkan bryan terkejut mendengar perkataan adik nya .

Ia pun lantas membuka kedua mata nya yang terbelalak ketika silla menarik tangan nya .

" Aduh ,,, . Bukan sakit itu silla , tapi yang di dalam sini ."

Ucap bryan berjalan menuju kamar nya meninggalkan mereka berdua .

Derrrr,,,

Kedua nya meraba dada mereka yang terkeju mendengar bunyi suara pintu yang di banting oleh bryan .

" Benar kan kata kakak ? Bryan sedang patah hati ."

Silla mengangguk pelan mengiyakan perkataan rafa .

" Dengan siapa kak bryan patah hati ? Gadis mana yang menolak ketampanan kakak ku ? Akan silla buat perhitungan ."

Ucap silla menyilangkan kedua tangan nya di dada nya .

" Entah lah . Setahu kakak , bryan tak menunjukkan tanda tanda punya cewek di kampus ."

" Paling si uler keket itu yang sering ngejar ngejar bryan tapi tak mungkin dia sampai membuat bryan patah hati ."

Setelah berkata demikian rafa meninggalkan silla sendirian di ruang tengah .

Ia berjalan ke dapur mengambil air dingin setelah tadi silla menjatuhkan minuman nya .

Ting,,,

Bunyi pesan masuk terdengar di ponsel bryan , silla yang penasaran dari siapa sengaja mengambil ponsel kakak nya yang ada di atas meja .

Tapi sayang dia tak bisa membuka ponsel nya kareba terkunci dengan sidik jari kakak nya .

Tetapi betapa terkejut nya silla yang melihat layar wallpaper ponsel kakak nya yang menampakkan gambar denada, orang yang ingin ia jodohkan dengan kakak nya.

Silla berlari ke dapur mencari keberadaan rafa dengan membawa ponsel bryan .

" Kak, apa kakak kenal dengan kakak yang di photo ini ?"

Ucap silla menunjukkan wallpaper ponsel bryan .

Rafa menggelengkan kepala nya karena memang merasa tak mengenal nya .

" Apa kakak ini yang buat kak bryan patah hati ?"

Silla merasa curiga dengan kegalauan bryan berhubungan dengan denada .

" Entahlah ? Kakak tidak tahu . Kakak lapar , kau mau ikut kakak ke bawah beli makanan ?"

Ucap rafa yang berjalan kembali menuju ruang tengah mengambil tas nya .

" Baiklah , silla tanya kakak dulu ingin makan apa ?"

Tok ,,tok,,,

" Kak , silla akan pergi dengan kak rafa membeli makanan apa kakak mau ikut ?"

Silla berteriak dari balik pintu dengan keras ketika bryan membuka pintu kamar nya .

" Samain aja dengan silla , kunci pintu ada di laci ."

Ucap bryan berjalan menuju ruang olahraga nya .

" Baiklah , silla pergi dulu ya kak ."

" Iya hati hati .

Setelah itu rafa dan silla turun ke lantai bawah untuk membeli makanan.

Sedangkan bryan berolahraga menghilangkan kegundahan nya .

Bersambung 😊😊🙏

1
Astrid Nandistya Hayoto
Lanjut thor
Astrid Nandistya Hayoto
Lanjut Thor
Astrid Nandistya Hayoto
Lagian,, org tua ngk kasih tau.. paya kamu ian
Astrid Nandistya Hayoto
aku yg tegang njiirr
Astrid Nandistya Hayoto
jadi tegang aku ne
Astrid Nandistya Hayoto
salah paham kamu jek,,, ayh mu yg biang kerok,, baru kenapa juga kamu ngk caritau yg sebenarnya
Astrid Nandistya Hayoto
Dasar wanita ular,
Astrid Nandistya Hayoto
Jay sama Tia ngk hadir ya,,
Astrid Nandistya Hayoto
Layar tancap2 ma,, 😂😂😂
Astrid Nandistya Hayoto
Bram ini benar2 gila ya
Astrid Nandistya Hayoto
Bram ini org gila apa gimana ya
Astrid Nandistya Hayoto
Gila kamu tua bangka.
Astrid Nandistya Hayoto
Stevi ke enak tu.. kapan pertemukan Ane sama mm ine thor
Astrid Nandistya Hayoto
sok ya,, sok lah, akhirnya di satu kan ya,,
Astrid Nandistya Hayoto
Lucu,, Briyan❤denada, Jay❤Tia, Rafa ❤Stella,, Ah manisnya
Astrid Nandistya Hayoto
Ane Hamil,, semoga ya Aamiin🤲
Astrid Nandistya Hayoto
masih dengan nuansa baju jaring2 ya
Astrid Nandistya Hayoto
Akhir nya yg di tunggu2 terlaksana
Astrid Nandistya Hayoto
Ane mulai panik,, takut Ian jajan di luar 🤣🤣🤣
Astrid Nandistya Hayoto
Kamu jail bangat Jay 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!