NovelToon NovelToon
Perfect Wedding

Perfect Wedding

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Perjodohan / Tamat
Popularitas:180k
Nilai: 4.8
Nama Author: dheselsa

18+

Namanya Somalia Wardana, orang sering memanggilnya Somi. Tak sedikit orang mencibir namanya karena dinilai sama dengan salah satu negara miskin di dunia. Namun, ia tak kecewa, karena nama itu adalah nama pemberian Alm papanya saat bertugas di negara tersebut. Papanya hanya pulang membawa nama dan nama tersebut ialah satu-satunya pemberian untuk Somalia, Oleh karena, itu ia sangat menghargai nama pemberian mendiang papanya.

Pekerjaannya? Somi sibuk mengurusi pernikahan kliennya. Sebagai WO, Somi dituntut untuk profesional dalam menangani pernikahan para kliennya. Somi sibuk mengurusi pernikahan orang dari pada pernikahannya kelak.

Area terlarang!!! teruntuk penikmat halu belaka 😋 Siapkan hati kalian karena itu poin utamanya.

Mau tahu kisahnya bukan?
Nggak ada salahnya mampir dan menjadikan novel ini bacaan favorit kalian 🙏

Maaf novel ini slow up ya manteman. Juru ketik sedang banyak kreditan panci 😁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheselsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31

Pengalaman menakutkan yang Fani alami untuk kali pertama ini membuatnya lebih berani. Ia sadar kini bukan lagi gadis kecil yang akan selalu menunggu bantuan dari sang Abang serta Somi. Kini ia mulai berani untuk menghadapi masalahnya sendiri. Bahkan ia berani pulang sendiri setelah ia mengantar Somalia ke rumah abangnya. Melihat keberanian dari sang calon iparnya Fani kini tak segan untuk melampaui keberanian dari Somi.

Somalia pun juga lebih menghadirkan Fani, meski gadis kecil itu dengan tegas menolak saat Somi ingin mengantarnya pulang. Somi masih memikirkan keadaan Fani bila ada sesuatu nantinya saat perjalanan menuju rumahnya. Ia tak menyangka bila menjadi orang terdekat dari Gandhi akan merepotkan seperti ini.

Begitu Somi masuk ke rumah sang kekasih, ia telah di sapa oleh asisten rumah tangga Gandhi. Ceu Dedeh bahkan menawarinya sesuatu untuk ia minum.

"Bu Somi terlihat pucat, apa terjadi sesuatu?" Kini panggilannya sudah berubah lebih formal lagi. Entah itu inisiatifnya sendiri atau kah atas permintaan sang tuan rumah.

"Tidak Ceu, aku lelah! kurasa aku ingin beristirahat sejenak!" Somi ingin segera membaringkan tubuh letih yang ia rasakan seharian ini. Bahkan irama dari detak jantungnya masih berdetak kencang seperti saat bertemu pria jahat tadi.

Keadaan ini tak bisa ia diamkan begitu saja, Somi terus memutar otaknya meski saat ini ia tengah berbaring di ranjang yang telah ia tempati beberapa malam di rumah kekasihnya. Ia tidak boleh diam saja melihat orang-orang yang ia cintai dalam bahaya. Tapi apa yang harus ia lakukan untuk menyelamatkan Gandhi serta dirinya sendiri nantinya?

Karena sibuk berfikir dengan keras, Somi tak mampu melawan rasa kantuknya. Ia tertidur sebelum membersihkan badannya. Wanita cantik itu benar-benar letih menggunakan akal serta tenaganya. Ia bahkan sempat menunggu kepulangan dari sang kekasih. Ia bahkan sengaja tak ingin memberitahukan masalah tadi siang pada Gandhi, karena Somi tak ingin membuat pria itu mengkhawatirkan dirinya.

*

Sekita pukul sepuluh malam, Gandhi baru saja tiba di rumahnya. Ia buru-buru pulang saat kedua orang tuanya mengatakan bahwa Fani serta Somi mengalami kejadian yang mengerikan. Mereka berdua hampir saja dicelakai oleh orang yang tidak mereka kenal.

Mendengar kabar itu, pengacara kondang tersebut ingin memastikan keadaan Somi baik-baik saja. Tentu saja ia khawatir. Bagaimana tidak, wanita yang ia cintai dalam bahaya karena profesinya.

Pria yang tengah khawatir itu lalu menuju kamar yang kekasihnya tempati selama beberapa hari terakhir di rumahnya.

Gandhi melihat sesosok wanita yang tengah terlelap dari tidurnya. Sangat tampak sekali bahwa wanita itu menyimpan perasaan yang mendalam. Wanita yang begitu terlihat kuat dari luar namun sangat rapuh bila orang tahu siapa sebenarnya Somalia. Sudah berkali-kali ia melihat wanita itu tersedu di depan matanya, oleh karena itu ia tak ingin membuat air mata itu jatuh untuk selanjut.

Gandhi mengusap anak rambut yang menutupi wajah cantik sang kekasih, ia benar-benar menyukai wanita cuek dan galak ini. Ia bahkan tak bisa memalingkan pandangannya ke wanita mana pun saat ini. Hanya ada Somi lah di dalam hatinya.

"Sayang apa kau menderita saat bersama denganku? Apa pekerjaanku membuatmu susah?" gumam Gandhi pelan sambil mengusap lembut pipi sang kekasih.

"Kamu sudah pulang? Apa aku tertidur?" sahut Somalia dengan suara seraknya. Wanita cantik itu menggosokkan tangannya ke mata agar ia mampu terjaga dari tidurnya.

"Tidurlah lagi, ini sudah cukup malam!" Gandhi melarang Somi untuk bangun dari tidurnya. Ia tahu wanita yang ia cintai tersebut kelelahan setelah siang tadi berhasil meloloskan diri dari orang jahat yang ingin mencelakakan kekasihnya dan sang adik perempuannya.

"Jangan mengkhawatirkan aku! maksudku kamu pasti telah mendengar semuanya dari Fani 'kan? Kami baik-baik saja!" Somi membujuk sang kekasih agar tak memikirkan hal yang telah terjadi.

"Bagaimana mungkin aku bisa tak mengkhawatirkan kamu Sayang?" Pria tampan itu kemudian memeluk erat sang wanita yang telah bangun dari tidurnya tersebut.

"Ini hanya masalah kecil Sayang, lagi pula kami berdua bukan wanita yang akan mudah menyerah begitu saja!" Somi semakin meyakinkan Gandhi agar tak mengkhawatirkan keadaannya. Ia tak mau konsentrasi Gandhi terpecah hanya karena hal sepele seperti ini. Baginya hanya dengan menjaga dirinya cukup untuk bertahan di tengah keadaan seperti ini.

"Mulai besok jangan pergi kemana pun tanpa penjagaan dariku Dear! aku sudah menyuruh orang untuk menjagamu selama tak ada aku,"

"Sayang bukan kah itu malah mencolok perhatian? Lagi pula aku bisa menjaga diri dengan baik-baik saja!" Somi merasa tak enak karena telah menyusahkan Gandhi. Ia tahu meminta bantuan beberapa body guard harus menggelontorkan dana yang tidak sedikit. Untuk apa Gandhi membuang-buang uang dengan alasan yang tak penting.

"Itu semua agar kamu aman saat tidak bersama denganku Sayang," bujuk Gandhi agar Somi mau menuruti kemauannya.

"Aku punya ide!" seru Somi dengan suara yang berapi-api. Wanita itu memang memiliki akal yang banyak. Karena hal itulah Gandhi bersyukur bisa menjadikannya sebagai wanita pujaan hatinya.

"Apa itu? Jangan aneh-aneh! jangan merencanakan sesuatu yang tak masuk akal!" tegur Gandhi sebelum Somi sempat memberitahu apa rencananya pada sang kekasih.

"Bagaimana kalau kita putus?" usul Somi dengan polosnya. Wanita itu mengatakan dengan tingkat kesadaran tinggi serta akal sehatnya. Ia tak memedulikan bagaimana saat ini raut wajah sang Arjuna ketika ia mengatakan ide tersebut.

Karena kesal dengan ide yang Somi berikan, pengacara muda tersebut tak bisa menahan rasa kesalnya. Tanpa Somi sadari sebelumnya wanita cantik itu mendapat sebuah hukuman atas permintaan nyeleneh yang ia ucapkan barusan. Hukuman tersebut adalah suatu ciuman manis yang dilancarkan dari sang kekasih untuknya. Meski hanya sebuah ciuman singkat, namun aksi yang dilakukan oleh Gandhi tersebut mampu membuatnya terkejut setengah mati.

"Sudah kubilang jangan aneh-aneh Dear!" tegur Gandhi memeringati Somi agar tidak mengulangi perbuatannya kembali seperti tadi.

"Wahai Bapak pengacara, tolong dengarkan aku terlebih dahulu! jangan main sosor dong!" bentak Somi kesal karena ulah sang kekasih yang ia nilai tak sabaran.

Memang benar, untuk urusan hati Gandhi tak pernah main-main. Meski ini bukan kali pertamanya jatuh cinta, akan tetapi ia tak akan melepaskan Somi begitu saja.

"Lalu? Kalau kamu aneh-aneh, aku tak akan segan-segan untuk melakukan hal yang lebih jauh dari sekadar ciuman!" ancam Gandhi pada wanita yang kini berada di hadapannya.

"Begini, kita jangan dulu bertemu! buat kita seakan-akan putus agar aku tak dijadikan target untuk melemahkan kamu!" saran Somi pada Gandhi. Ia berharap pria itu akan mengikuti saran dari dirinya.

"Lalu kamu akan meninggalkan aku sendiri?" Gandhi masih tak percaya dengan ide dari wanitanya. Seumur-umur baru kali ini ia menemui wanita seperti Somalia.

1
Emon
visual cowoy banci
Windarti08
aku biasa baca novel yang udah tamat.
pas ketemu sama judul ini baca sinopsisnya dan ada tulisan #tamat serta episodenya yang gak panjang langsung tertarik...
tapi ternyata... judul ini belum tamat, bahkan dari komentarnya ditulis lebih dari setahun yang lalu yaitu bulan 2 tahun 2022, apa judul ini gak dilanjutkan lagi?
kecewa sih, karena udah terlanjur baca dan sebenarnya ceritanya bagus juga, sayang mandek di tengah jalan
dina: ya,baru mau baca udah gak semangat deh😑
total 2 replies
Windarti08
kok gak ada part Alex dan Amara ya Thor...
penasaran gimana mereka berkhianat di belakang Somi
Merry Merr
Kpn upnya jgn lama2 gak sabar menanti
dheselsa: Untuk sementara ke novel on going aja kak, lagi buntu ide. Maaf ya
total 1 replies
Merry Merr
Kpn upnya lg ditunggu
Merry Merr
Blm ada kelanjutan lg ya semangat kutunggu kelanjutannya
Merry Merr
Layak dibaca
Anonymous
Dasar pelakor nggak kapok2 juga ya
Tri Widayanti
Mampir
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆
wis aq ae sing milih 😂😂😂
Shen月呀: mampir juga kak ke CS ku
total 1 replies
Rhesinta Saipul
up lg..up lg😘😘😘😘
Risfa
sidah pakai hati juga milihnya somiiii 😂😂
dheselsa: Yang pertama atau kedua?🙈
total 1 replies
Isye Olivia
kasihan
Rhesinta Saipul
lanjut kpn nikahnya😪
Risfa
wehh ketinggalan banyak akuu, balek manehhh
Isye Olivia
kasihan gandi
dheselsa: Gpp Kak biar sehat🤩
total 1 replies
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆
nah kan mimpi apa semalam kamu gandhi 😂😂😂
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆: mas naka iki atik ngejak 2 gandhi 😂😂😂
total 2 replies
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆
siap2 aja kena amukan singa betina 😂😂😂
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆
😂😂😂😂😂
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆
rasain kamu Amara 🤧🤧🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!