Cinta yang begitu besar hingga membuat seorang wanita bernama Maria, rela berpindah keyakinan hanya untuk memperjuangkan cintanya.
Kesalahan terbesar dalam hidupku adalah karena terlalu Mencintaimu,
dan kekecewaan terbesar dalam hidupku adalah karena perjuangan dan pengorbananku ternyata hanya sia sia, saat lelaki yang kuperjuangkan memutuskan menikahi wanita lain.
Ditengah luka dan kecewa yang dirasakannya. Muncul seorang pria tampan yang menerobos masuk kedalam kehidupannya dan selalu mengklaim bahwa Maria adalah miliknya.
Apakah Maria akan bersama dengan pria itu? Atau malah kembali bersama pria yang sudah mengecewakannya?
IG: NonaFi0609
Tekan ❤️ dan rate ⭐ ya, agar selalu bisa mengikuti alur ceritanya.
Mohon dukungannya, Terimakasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
L.A.T.M 32
Jam makan siang yang harusnya menjadi waktu santai untuk semua Penghuni MC Butik, menjadi gaduh saat Seseorang wanita menerobas masuk kedalam Butik dengan raut wajah yang terlihat kesal menghampiri Maria.
"Kau Maria kan?" Tanya Wanita tersebut dengan nada tidak bersahabat
"Iya Saya Maria, Ada yang bisa saya bantu Nona?" Jawab Maria berusaha untuk tetap tenang menanggapi wanita yang bisa dibilang tidak sopan tersebut.
"Tolong Jauhi Reyhan!" Ucap Wanita tersebut, yang tentu saja membuat Maria dan Para pegawainya terkejut namun tidak dengan Dewi.
Dewi hanya bisa menghela nafas kasar sejak melihat kedatangan Wanita yang sudah sempat beberapa kali Dewi lihat bersama Reyhan. Dan ternyata tebakan Dewi benar jika wanita tersebut datang karena ada hubungannya dengan Reyhan.
"Apa maksudmu berkata seperti itu?" Tanya Maria yang seketika berubah cara bicara serta tatapannya. Tidak terlihat lagi kelembutan dri ucapan dan tatapannya saat ini.
Seperti yang diketahui, Maria bukanlah wanita yang mudah untuk di tindas. Maria selalu bisa mengikuti bagaimana cara orang memperlakukannya. Jika orang bersikap baik, Maria tentu akan membalas lebih baik lagi. Begitupun sebaliknya. Jika Orang berniat menindasnya, Orang tersebut salah besar jika berfikir Maria adalah wanita lemah yang hanya akan menerima perlakuan buruk orang kepadanya.
Wanita yang tak lain adalah Meta jelas merasakan Aura dingin dari Maria. Hal itu tentu saja membuat Meta menegang namun tetap Berusaha untuk berani menghadapi Maria.
"Jauhi kekasihku Reyhan!" Ucap Meta lagi membuat Maria tersenyum sinis mendengarnya
"Apa kau fikir aku akan percaya dengan semua ucapanmu? Siapa dirimu berani mengatakan Jika Reyhan adalah Kekasihmu? Apa kau tidak tahu jika Reyhan sudah menikah?" Serkas Maria bertanya Dengan sorot mata tajam
Keadaan Butik yang tadinya tenang menjadi mencekam saat perdebatan antara Maria dan Meta berlangsung. Para pegawai Butik yang bisa dibilang tidak pernah melihat amarah Maria, tentu saja bergidik ngeri saat melihat sosok atasan yang biasanya sangat lembah lembut itu seketika berubah menjadi sangat Dingin seperti saat ini.
"Apa aku perlu memperlihatkan Buktinya padamu, jika aku benar kekasih Reyhan?"
"Butikankah jika benar kau bisa membuktikannya!" Tantang Maria yang ditanggapi dengan senyuman menyeringai oleh Meta
Meta mengeluarkan Phonselnya dari dalam tas, lalu memperlihatkan beberapa foto kebersamaannya bersama Reyhan pada Maria.
Benarkah ini kamu Rey? Batin Maria
"Apa kau fikir foto seperti itu bisa membuatku percaya?" Bantah Maria berusaha tenang, meskipun hatinya saat ini kembali tersakiti oleh kebenaran yang diterimanya
"Apa kau bisa menyangkalnya setelah melihat ini?" Tanya Meta kembali mengeluarkan phonselnya, lalu memperlihatkan sebuah Video dimana Reyhan dan Meta sedang bercumbu di sebuah Kamar Hotel.
"Sejak kapan kalian bersama?" Tanya Maria datar
"2 Tahun yang lalu." Jawab Meta tersenyum menyeringai karena merasa menang menghadapi Maria
2 tahun? Jadi selama ini Reyhan bermain dibelakang ku?
"Tidak ada gunanya kau memperlihatkan semua ini padaku. Aku tidak ada hubungannya dengan Reyhan. Apa kau tidak tahu jika Reyhan sudah menikah? Jika kau masih mempunyai Harga diri, Menjauhlah dari Reyhan.
Mungkin kau bisa menjadi selingkuhan Reyhan, saat dia belum terikat pernikahan. Tapi saat ini Reyhan sudah menikah, jadi berhentilah menjadi duri dalam hubungan orang."
Ucap Maria terdengar sangat menusuk, membuat Meta terdiam mendengar semua ucapan Maria apalagi saat melihat reaksi Maria yang biasa saja.
"Pergilah! Kau salah jika berfikiran jika aku ada hubungan dengan Reyhan. Aku bukanlah wanita sepertimu!" Serkas Maria semakin mempermalukan Meta. Dengan perasaan Kesal dan Malu, Meta keluar dari MC butik tanpa mengatakan sepatah katapun lagi.
"Maaf atas semua kekacauan ini, dan silahkan lanjutkan makan siang kalian!" Ucap Maria berlalu masuk kedalam ruangannya, membawa hati yang kembali terluka setelah mengetahui kebenaran tentang penghianatan Reyhan.
Dewi mengikuti Maria masuk kedalam ruangannya. Dapat Dewi lihat jika Maria kembali menangis saat ini.
"Maria, Maafkan aku!" Ucap Dewi merasa bersalah pada Maria
"Kenapa kamu meminta maaf padaku Dew?" Tanya Maria bingung menatap Dewi
"Sebenarnya aku sudah tahu semua ini sejak lama. Aku sudah tahu jika selama ini Reyhan sering bermain dengan wanita lain dibelakangmu. Aku sudah beberapa kali memergoki Reyhan bersama Wanita tadi, ataupun wanita lain." Terang Dewi dengan tatapan penuh penyesalan
"Jika saja aku memberitahukan semua ini kepadamu sejak dulu, Mungkin kamu tidak akan terluka sedalam ini." Sambung Dewi lagi mulai meneteskan air matanya
"Dew, mungkin benar katamu. Jika saja aku mengetahui ini sejak lama, Mungkin aku tidak akan terluka sedalam ini. Tapi aku tahu Dew, Aku tahu alasanmu menyembunyikan semua ini dariku. Kamu sama sekali tidak bersalah, aku tahu kamu hanya berusaha menjaga perasaanku.
Aku sempat berfikir jika Reyhan sama terpuruknya sepertiku atas semua yang sudah terjadi, aku merasa kasihan padanya. Namun setelah mengetahui semua ini, aku kembali disadarkan oleh kebenaran jika selama ini aku salah telah berfikir jika Reyhan mencintaiku. Dia sama sekali tidak mencintaiku Dew. Tidak ada Cinta yang menyakiti seperti ini, Tidak ada cinta yang bisa bermain seperti itu.
Tapi Sudahlah. Aku tidak ingin membahas tentang Reyhan lagi. Aku sudah cukup tersakiti atas semua ini, dan aku tidak ingin terus terus tersakiti oleh orang yang sama." Ucap Maria menghapus air matanya.
"Terimakasih Maria, Terimakasih karena sudah mengerti. Meskipun aku sedih, Tapi aku juga merasa senang jika akhirnya kamu mengetahui semua ini." Jawab Dewi turut menghapus air matanya lalu tersenyum memeluk Maria
Tidak ada lagi alasan untukku mencintaimu Rey. Kau sendiri yang membuat Perasaan ini Perlahan menghilang.