NovelToon NovelToon
Mrs. Only His

Mrs. Only His

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Cinta Terlarang / Saling selingkuh
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah gemerlap penthouse mewah Chicago, Suzanne Klatten terjebak dalam neraka pernikahan tanpa cinta.

Enam bulan menyandang status istri sah Willem Daendels, dia hanya menerima penolakan, dihina, dan dikhianati demi wanita simpanan.

Namun, sebuah pelarian di koridor privat mengubah segalanya.

Dalam rapuhnya batin yang hancur, Suzanne menyerahkan kesuciannya kepada Aiden Luther Stone—bocah SMA berusia 18 tahun yang kehilangan kendali akibat pengaruh obat perangsang.

Saat fajar menyingsing, kepolosan runtuh dan takdir baru terajut.

Aiden yang didera rasa bersalah bersumpah akan bertanggung jawab dan menikahinya, tanpa tahu wanita misterius itu seorang istri Tetangga Apartemennya.

Di balik balutan hoodie kebesaran dan cincin pernikahan yang disembunyikan, Suzanne melangkah kembali ke neraka rumah tangganya dengan rahasia paling berdosa.

Sebuah romansa terlarang yang penuh manipulasi, dan ego yang siap membakar batas moralitas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#30

Langkah kaki Aiden Hayes Stone terdengar terburu-buru di sepanjang koridor privat menuju unit penthouse-nya.

Begitu sensor sidik jari di gagang pintu membaca biometriknya, pintu geser otomatis itu terbuka dengan desisan halus.

Aiden melangkah masuk dan langsung menemukan sosok yang sejak tadi memenuhi seluruh isi kepalanya.

Di dekat meja konsol ruang tengah, Suzanne Klatten sudah berdiri menunggunya.

Wanita itu tampil sangat anggun dan berwibawa, mengenakan setelan blazer formal berwarna putih tulang yang dipadukan dengan celana kain senada—pakaian yang sengaja dipilihkan oleh personal stylist keluarga Stone untuk memberikan kesan tangguh di ruang sidang.

Rambutnya disanggul rapi ke atas, menyisakan beberapa anak rambut yang membingkai leher jenjangnya yang mulus.

Melihat kedatangan Aiden yang tampak sedikit panik dengan napas yang agak memburu, Suzanne menghentikan kegiatannya yang sedang merapikan tas tangan.

Belum sempat Suzanne menyapa, Aiden sudah melangkah lebar mendekat.

Tanpa aba-aba, sepasang lengan kekar pemuda delapan belas tahun itu langsung melingkar protektif di sekeliling pinggang Suzanne, menarik tubuh wanita itu ke dalam dekapan hangatnya yang erat.

"Sayang... rumor di internet itu tidak benar," ucap Aiden cepat, suaranya terdengar rendah dan sarat akan kecemasan. Ia tidak ingin ada satu pun kesalahpahaman kecil yang mengotori hari bahagia ini.

"Foto-foto di sekolah tadi hanya manipulasi media. Aku sama sekali tidak menatap wanita itu. Aku bersumpah."

Suzanne yang wajahnya kini terbenam di dada bidang Aiden—yang masih berbalut seragam sekolah Chicago High Academy—bisa merasakan detak jantung pemuda itu yang berdegup kencang karena mengkhawatirkannya.

Perlahan, Suzanne mendongakkan kepalanya, menatap lurus ke dalam sepasang mata elang Aiden yang biasanya sedingin es namun selalu meleleh saat menatap dirinya.

Sebuah senyuman tipis, hampir tak kentara namun sarat akan arti, terbit di bibir manis Suzanne. Ia mengangguk pelan.

"Iya, aku tahu."

Aiden menaikkan sebelah alisnya, sedikit terkejut dengan ketenangan wanitanya.

"Kau tahu?"

"Aku tahu bahwa kau memang hanya milikku, Aiden," ucap Suzanne, nada suaranya mendadak berubah menjadi lebih tegas, sesuatu yang jarang sekali ia tunjukkan sebelumnya.

Suzanne melepaskan satu tangannya dari dada Aiden, lalu menyentuh rahang kokoh pemuda itu dengan ujung jarinya.

"Siapa pun Ale-Ale itu... aku tidak akan membiarkan dia mengusik apa yang sudah menjadi milikku sekarang."

Untuk pertama kalinya sepanjang hubungan mereka, Suzanne secara terang-terangan mengklaim Aiden sebagai miliknya secara mutlak di depan pria itu sendiri.

Dan saat kalimat itu selesai diucapkan, tampak jelas guratan warna merah muda yang merona sehat mulai menjalar di kedua belah pipi Suzanne.

Matanya sedikit beralih ke arah lain, menyembunyikan kilat cemburu yang teramat manis yang selama ini selalu ia pendam karena merasa dirinya lebih dewasa.

Aiden membeku sejenak, mencerna setiap kata yang keluar dari bibir Suzanne.

Detik berikutnya, binar matanya berubah menjadi teramat cerah, dipenuhi oleh rasa gemas dan bahagia yang meledak-ledak.

"Sayang..." bisik Aiden, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman seringai yang teramat tampan. ia merapatkan kembali tubuh mereka hingga tidak ada celah udara yang tersisa.

"Kau... sedang cemburu, hm?"

"A-apa? Aku cemburu? Bagaimana mungkin?!" sangkal Suzanne cepat, gagap yang tidak bisa disembunyikannya justru semakin memperjelas apa yang sedang bergejolak di dalam dadanya.

Ia mencoba mendorong dada Aiden untuk melepaskan diri dari posisi yang terlalu intim ini, namun kekuatannya tentu saja tidak sebanding dengan otot-otot terlatih milik sang singa muda Luther.

"Aku hanya... hanya menegaskan batasan, Aiden!"

"Kau menggemaskan sekali kalau sedang cemburu, Anne," sahut Aiden dengan suara yang mendadak berubah menjadi serak dan berat.

Sebelum Suzanne sempat membalas dengan omelan lainnya, Aiden sudah menundukkan wajahnya dan langsung melumat bibir manis Suzanne yang sejak tadi mengomel.

Gerakan Aiden begitu tiba-tiba namun penuh dengan kelembutan yang menuntut. Suzanne melenguh tertahan di dalam ciuman itu, tangannya yang semula berniat mendorong kini perlahan beralih mencengkeram erat kerah seragam sekolah Aiden, mencari pegangan karena lututnya mendadak lemas.

Bukannya berhenti atau menyudahi ciuman itu setelah berjalan selama lima menit, Aiden yang merasa sangat candu dengan rasa manis di bibir Suzanne justru semakin memperdalam ciumannya.

Lidahnya bergerak lincah, menuntut balasan yang sama dalamnya dari Suzanne.

Hasrat dewasa di dalam tubuh remajanya bergolak hebat mendapati fakta bahwa wanita ini begitu mencintainya hingga bisa merasa cemburu.

Tangan besar Aiden tidak lagi tinggal diam di pinggang. Dengan lancang namun penuh perasaan, jemarinya merayap naik ke punggung blazer Suzanne, memberikan sedikit sentuhan sensual di bagian lain yang membuat tubuh wanita itu bergetar hebat.

Aiden memiringkan kepalanya, memutus tautan bibir mereka sejenak hanya untuk memberikan kecupan-kecupan liar dan basah di sepanjang garis rahang hingga turun ke tengkuk leher Suzanne yang sensitif.

Remasan lembut dan posesif di pinggang Suzanne membuat wanita itu benar-benar kehilangan seluruh kekuatan argumennya.

Suzanne hanya bisa menutup matanya erat-erat, terbuai sepenuhnya ke dalam permainan gairah yang diciptakan oleh berondong mesumnya.

Napas keduanya berburu saling memburu di dalam keheningan ruang tengah apartemen yang mewah itu.

Bukkh!

Sebuah pukulan yang cukup keras menggunakan sebuah gulungan majalah fashion tebal mendarat mulus di punggung tegap Aiden, membuat pemuda itu tersentak dan refleks melenguh rendah karena sesi ciuman liarnya diganggu secara paksa.

"Awh! Siapa yang—" Aiden berbalik dengan wajah memerah dipenuhi kekesalan yang teramat sangat, siap memaki siapa pun pengawal bodoh yang berani masuk tanpa izin ke dalam ruang pribadinya.

Namun, kalimat makian itu menggantung di udara. Sementara Suzanne yang baru saja membuka matanya dengan kesadaran yang perlahan kembali, seketika tersentak kaget setengah mati hingga wajahnya yang semula merah karena gairah kini bertambah matang karena rasa malu yang luar biasa.

Di hadapan mereka berdua, berdiri seorang wanita paruh baya dengan pakaian kasual elegan namun mahal, sedang bersedekap dada sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan tatapan menghakimi yang teramat kentara.

Itu adalah Dr. Nora Amelie Luther-Stone. Sang mommy.

"Sudah... hentikan sesi olahraga bibir kalian. Sebentar lagi sidang perceraian akan dimulai di pengadilan," ucap Nora dengan nada suara yang teramat santai, seolah-olah melihat putranya sedang menciumi leher calon menantunya di siang bolong adalah hal yang biasa ia saksikan di televisi.

"Mommy?!" pekik Suzanne dengan suara melengking tinggi. Ia dengan cepat melompat mundur dari hadapan Aiden, membenarkan letak blazernya yang sedikit berantakan karena ulah tangan nakal Aiden tadi.

Suzanne menundukkan kepalanya dalam-dalam, rasanya ia ingin bumi terbelah saat ini juga agar ia bisa bersembunyi dari tatapan calon ibu mertuanya.

Aiden, di sisi lain, hanya bisa mengusap tengkuknya sendiri dengan wajah cemberut yang teramat kentara.

"Mom, bisakah Mommy mengetuk pintu dulu? Aku hampir saja mendapatkan momen terbaikku hari ini."

"Mengetuk pintu? Aiden, Mommy sudah mengetuk pintu tiga kali dan bahkan kode akses pintumu itu Mommy yang membuatnya!" sahut Nora, melangkah mendekati Suzanne lalu merangkul bahu wanita muda itu dengan penuh kasih, sengaja memisahkan Suzanne dari jangkauan Aiden.

"Lagipula, lihat wanitamu ini. Wajahnya sudah seperti kepiting rebus karena ulah mesummu. Kau ini benar-benar turunan daddymu, tidak tahu tempat kalau sedang mengincar sesuatu."

Nora beralih menatap Suzanne, memberikan senyuman hangat yang menenangkan.

"Ayo, Suzanne. Mobil Daddy sudah menunggu di bawah bersama tim pengacara. Kita harus sampai di pengadilan tepat waktu agar kita bisa melihat bagaimana wajah keluarga Daendels itu membusuk saat melihat dokumen gugatan kita."

Suzanne mengangguk pelan dengan sisa rasa malunya yang masih membekas.

"Baik... Mommy."

Aiden hanya bisa mengembuskan napas pasrah, merapikan kembali seragam sekolahnya yang sedikit kusut sebelum melangkah mengekor di belakang ibunya dan Suzanne.

Meskipun sesinya diganggu, sebuah senyuman penuh kemenangan tetap menghiasi wajah tampan sang pewaris Luther-Stone.

1
nayla tsaqif
"duaarrr!!! Nya knp pke tanda baca sih thor,, berasa di kagetin sama bang eiden
😌
Rosdianah: huhuhu Maafkan typo author 🫶🙏🏻
total 1 replies
Ainun Mahya
lanjutkan karyamu kakak author💪💪💪
Rosdianah: Ma'aciww kak reader 🫶🥰
total 1 replies
Shankara Senja
Kadang suka kasihan sama anak yg menikah karena perjodohan atau hutang budi..dan lebih kasihan lg bertahan dng menyakiti hatinya demi ortu yg kek gini ini ..
Rosdianah: huhuhu iya banget kak🥲
total 1 replies
Mia Camelia
yah nora jadi jahat gitu ya, kasian anne terpojok terus🤣🤣🤣
Rosdianah: wkwkwk😅🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ulat bulu licik udah mulai keluar nih, aduh semoga aiden gk kena jebakan lgi😔🤔
Rosdianah: huhuhu🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ayo ngaku aja sih aiden klo cewe itu anne 🤣🤣🤣
Rosdianah: Dicoret dari KK kaaa🤣 bini orang soalnya 🤣🤣🤣
total 1 replies
Debu Nakal
thor... tlng kasih tahu suzzy, suruh nongol tuh anak. ni ku dh nungguin ampe berjamur tp dianya ka gak nongol2 😅🤣
Rosdianah: huhuhu seminggu ini author sibuk Di dunia nyata🙏🏻
total 1 replies
nayla tsaqif
Gk bpk gk anak,, sikapnya dewsa sebelum waktunya,,, 😌😌😌 good boy!
Rosdianah: kesayangan author dan kak reader 🥰🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ayo thor bikin wiliiam cemburu🤔
Rosdianah: siap kak🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ih gemes deh aiden so sweet banget🥰😄
Rosdianah: hihi biar jadi kesayangan kak reader 😅
total 1 replies
Mia Camelia
waduh siapa lagi nih🤔
Rosdianah: Paparazi kak🤭😅
total 1 replies
Mia Camelia
ngebayangiin nih kalo mereka beneran udh jadian, pasti romantic banget🤔😂
Rosdianah: author juga suka ngebayangin kak🤭🤣
total 1 replies
Mia Camelia
😄😄😄
Rosdianah: ma'aciww sekali Komentar nya adalah semangat author 🤭😅🥰
total 1 replies
Mia Camelia
omg 🥰🥰🥰 aiden gentlemen bangat sih😄😄😄
sukaaak thor sama tokoh pria yg begini👍
Rosdianah: brondongnya kak Reader 🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ayo aiden lindungiin anne, 🥰😄
Rosdianah: Author Jabanin 🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ayoooo berontak anne, kejar tuh berondong👍🤣
Mia Camelia
wah aiden udh mulai panas nih sisi obsesif nya, pingin liat klo brondong ngejar2🥰🥰🥰
Rosdianah: hahah author Jabanin kak🥰🤭
total 1 replies
Mia Camelia
wiliam kaya nya udh mulai kepoo sm suzanne🤔🤔
nayla tsaqif
Ceritanya brondong terus, thorr,?? , ada cerita sugar duda gk...?? 🤭
Rosdianah: Nanti Author buatkan kak reader 🤭🥰
total 1 replies
nayla tsaqif
Vexana istri bang landon,, 😌
Rosdianah: sorry typo ya Kak Reader 🙏🏻 syukur diingatin 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!