Genre : Action, Adventure, Fantasy, Romance, Harem (?), Game, Isekai, Supernatural, Akademi (Arc 4), Drama (?)
- Arc 1 - Training To Be Strong - End
- Arc 2 - Engagement, First Event, Spirit, and Memory - End
- Arc 3 - Second Event <Young Heroes Tournament> - End
- Arc 4 - I Am Your Lover - End
- Arc 5 - ???
Berawal dari seorang Pemuda biasa - biasa saja bernama Shirosaki Sieg. Dia mati saat memainkan game yang poluler di zamannya yaitu game <Become The Legends>
Dan tidak disangka - sangka dirinya justru terlahir kembali ke dalam game itu.
Untuk memperparahnya lagi, dia berpindah ke tubuh salah satu tokoh Villain salah satu Villain yang paling jahat dan yang selalu merepotkan MC di game itu.
Dia tahu masa depan apa yang menanti dirinya dan tahu bahwa dia akan mati sejak terlahir sebagai tokoh ini.
Karena tidak ingin dirinya mati, maka dia akan berusaha menjadi kuat dan memanfaatkan pengetahuannya untuk sebisa mungkin berusaha untuk tidak mati di tangan MC maupun Last Boss.
Peringatan!! Banyak kesalahan ejaan, kata - kata kasar di setiap chapter!
Terinspirasi dari Novel/Manga 'My Death Flags Show No Sign Of Ending'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reza Yusuf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 32 - [Big Event] Begins
...•Normal Pov•...
"Akhirnya hari ini tiba." Gumam Sieg.
Hari ini. Adalah hari dimana [Event Besar] dimulai atau disebut juga dengan [Teror Di Ibukota]. Sebuah [Event] dimana ada sebuah organisasi misterius yang membuat masalah di tengah-tengah ibukota dan menyebabkan ramai warga mati.
Katana yang merupakan pemberian Keqing, Ia letakkan di bagian samping pinggangnya. Dan dia memakai topeng serta jubah hitam.
Topeng dan jubah hitam ini dia dapatkan dari meminta Harold kemarin. Dia membutuhkan ini untuk menyembunyikannya identitas. Bakalan gawat jadinya jika dia mengurusi kelompok-kelompok merepotkan disaat wajahnya terekspos dan dilihat oleh ramai orang.
Tentunya saat Sieg ingin topeng dan jubah ini. Harold bertanya pada Sieg kenapa ia ingin kedua barang ini? Tetapi Sieg hanya menjawab 'Aku ingin menggunakannya saja karena ini merupakan salah satu latihanku' dan jawaban itu membuat Harold tak bertanya lagi.
"Semua persiapanku sudah selesai. Disini aku akan berperan sebagai Player yang membantu para NPC." Gumam Sieg. Sieg kemudian keluar lewat jendela kamarnya. Dia tak perlu khawatir tentang orang tua dan adiknya karena selama mereka berada di dalam Istana ini dan tak keluar dari istana ini, maka mereka akan baik-baik saja.
Lagian Istana adalah satu-satunya tempat yang teraman mengingat jumlah prajurit dan kesatria kuat yang ada menjaga Istana ini.
Jadi soal keamanan keluarganya, Sieg tau usah khawatir lagi. Selain itu, dia telah meletakkan [Shadow Soldiers]nya di bayangan kaki mereka. Jika mereka dalam masalah, dia bisa langsung muncul di sisi dan membantu mereka.
"Kalau begitu. Game Dimulai."
[Ding! Events Besar 'Teror Di Ibukota Dimulai!']
...••••••••••••••••...
Sementara itu di tempat lain. Ada sekelompok manusia misterius yang sedang mencoba memanggil seekor makhluk berbahaya yaitu [Titan]
Salah satu diantara mereka berkata.
"Apa sudah selesai?" Katanya
"Belum lagi. Kita harus mengisi sedikit lagi energi sihir supaya bisa memanggilnya." Jawab salah satu diantara mereka.
"Sial. Bisakah kau percepatkan? Atau Ketua akan mengamuk. Kita harus cepat-cepat selesaikan ini."
"Sabar. Tapi apa tujuan Ketua sehingga kita harus memanggil [Titan] ini?"
"Sepertinya Ketua ingin menghancurkan ibukota ini dan membantai semua orang dengan menggunakan [Titan] itu."
"Apa alasannya dia ingin melakukan hal itu? Apa dia membenci ibukota atau raja ini?"
"Entahlah. Ketua itu memang sedikit aneh tapi dia kuat dan juga, katanya dia menjalin kontrak dengan iblis untuk mendapatkan kekuatan yang besar."
"Hey sudah berhenti bicara. Cepat isikan lebih banyak Energi sihir biar kita bisa memanggil [Titan] yang lebih kuat dan [Titan] yang bisa bertahan dari serangan para Murid-murid Akademi. Usaha kita akan sia-sia jika [Titan] yang terpanggil akan mati dengan mudah. Dan kita bisa saja akan tertangkap."
""Baik-baik..""
Kemudian mereka pun lanjut memberikan energi sihir pada Lingkaran pemanggilan itu untuk memanggil [Titan] namun, yang tidak diduga oleh mereka adalah [Titan] yang mereka panggil itu adalah [Titan] yang sangat berbahaya, saking bahayanya [Titan] itu tidak bisa dikendalikan.
...•••••••••••••••...
•Di Akademi•
Di salah satu meja kantin Akademi. Disitu ada seorang gadis cantik dengan mata emas memikat dan mengenakan pakaian yang mirip-mirip yukata sedang duduk sendirian disitu.
Wajahnya terlihat sangat bosan atau rindu akan sesuatu. Dan di hadapannya, ada nampan makanan yang masih belum ia makan.
Dia seperti terbawa oleh pikirannya sendiri dan di saat itu, salah satu seorang pria tampan mendekati sang gadis
"Oy Keqing. Ada apa denganmu? Apa kau lagi memikirkan sesuatu?"
"Ah. Louis. Kenapa kau kemari?" (Keqing)
"Kenapa kau bertanya? Tentu saja aku kesini untuk menemani seorang gadis yang sedang kelihatan bosan." Kata pria bernama Louis ini lalu dia duduk di kursi di hadapan Keqing dan meletakkan nampannya kemudian dia menyantapnya.
"Jadi? Apa yang kau pikirkan? Kau baru-baru ini terlihat tidak bersemangat sama sekali." (Louis)
"Yah.. aku hanya rindu dengan seseorang." (Keqing)
"Rindu dengan seseorang? Apakah itu keluarga atau kakak perempuanmu?" Tanya nya santai namun, jawaban yang diberikan Keqing membuatnya tersedak.
"Bukan kok. Orang yang kurindu ini adalah salah satu anak bangsawan yang pernah kulatih." (Keqing)
"*Cough!* *Cough!*"
Melihat Louis yang tiba-tiba batuk. Keqing dengan cepat-cepat memberikan air minum miliknya.
"Hey, ada apa denganmu? Makan itu harus berhati-hati." (Keqing)
"Ah ma-maaf. Aku terlalu terkejut." Kata Louis sambil menerima air minum Keqing dan dia baru sadar, jika dia minum ini? Bukankan ini adalah ciuman tidak langsung. Dan dengan wajah yang memerah, dia pun meminumnya.
Dan setelah meminum itu. Dia langsung bertanya sekali lagi pada Keqing yang masih lagi tenggelam dalam pikirannya.
"Apakah orang itu seorang cowok? Yah, mana mungkin itu adala-" (Louis)
"Ya. Dia adalah seorang cowok." Balas Keqing tanpa sadar.
*Bang!!*
"APA!!!!???" Teriakan Louis segera memulihkan Keqing dari tenggelam dalam pikiran. Namun, teriakan itu juga menarik perhatian murid-murid lainnya yang ada di Akademi.
"H-hey. Kenapa kau teriak-teriak begitu? Kau membuat orang kaget tau." (Keqing)
"Ha-habisnya. Ka-kau bilang cowok. Cowok itu, ya cowok kan?!!" (Louis)
"Ya. Itulah yang kukatakan tadi. Memangnya ada apa??" Kata Keqing bingung. Apakah ada yang salah dari kata-katanya barusan?
"Ti-tidak.. lupakan saja." Louis mencoba menenangkan dirinya. Mungkin dia hanya salah paham. Mungkin saja rindu yang dimaksudkan Keqing adalah rindu seperti teman.
"... Aku benar-benar ingin ketemu sama dia lagi."
"He-heeh... begitukah. Sangat jarang sekali bisa melihatmu seperti itu." Kata Louis. Entah kenapa dia cukup menikmati melihat wajah cantik Keqing yang tersenyum itu.
"Ahahaha benarkah? Tapi kalo dipikir-pikir, aku semakin bertambah rindu dengannya saat mengingat kembali hadiah yang dia berikan." (Keqing)
"Hmm? Hadiah? Dia memberikanmu hadiah?" (Louis)
"Ya.. saat hariku menjadi instrukturnya berakhir. Dia memberikanku hadiah. Bahkan, tak pernah sedikitpun terpikirkan olehku kalo hadiahnya adalah itu." (Keqing)
"Heh. Apa hadiah yang dia berikan padamu? Aku penasaran." (Louis)
"Hihihi. Rahasia, aku tidak akan memberitahu siapapun tentang hadiah ini~" (Keqing)
Louis tidak berlanjut bertanya lagi karena dia ingin menikmati wajah cantik Keqing yang seakan nostalgia.
Dia tidak salah. Keqing memang sedang nostalgia saat ini. Dia mengingat kembali hadiah yang diberikan Sieg padanya.
Hadiah itu berupa pakaian sesuai yang Sieg katakan. Tapi yang mengejutkan adalah itu adalah Kimono. Pakaian yang selalu dikenakan oleh masyarakat wilayah Okita.
Namun yang membuat Keqing bingung sekaligus kaget adalah Bagaimana Sieg bisa mempunyai Kimono ini? Bukankah Wilayah Keluarga Black tidak menyediakan pakaian semacam ini? Atau bahkan Wilayah Black tidak bisa membuat pakaian ini maupun menjahitnya.
Dan satu hal terlintas di benak Keqing. Sieg membuat Kimono ini dengan tangannya sendiri atau bisa dibilang ia menjahitnya sendiri. Itulah yang dipikirkan Keqing tahun lalu.
Lebih mengejutkan lagi adalah bahan yang dipakai untuk membuat Kimono itu. Keqing yakin bahwa Sieg menggunakan bahan-bahan yang langka dan sangat lembut untuk membuat ini.
Dan Keqing juga yakin kalo Sieg telah mempelajari tentang kehidupan Masyarakat Wilayah Keluarga Okita. Jika tidak, Sieg tidak akan pernah tahu dengan yang namanya [Kimono] dan tidak bisa membuatnya maupun menjahitnya.
'Dia pasti membutuhkan waktu yang lama untuk semua ini.. dia sangat baik ya..' memikirkan ini. Sesuatu yang ada di dalam diri Keqing mulai bangkit dan menjadi kuat seiring dia membayangkan wajah Sieg di benaknya.
"Kau terlihat sangat senang ya. Apakah anak bangsawan itu semenarik itu sampai menarik perhatianmu dan membuatmu senang?" Tanya Louis santai
"Yup. Tentu saja. Mungkin dia satu-satunya yang bisa membuatku sesenang ini~"
"O-oh be-begitu ya.." dia terkejut ketika melihat senyuman Keqing yang begitu menawan dan mempersona.
"Da-daripada itu. Bagaimana dengan makananmu itu? Apa kau tidak akan memakannya?"
"Hm? Ah, aku makan kok-"
*Boommm!!!*
Tiba-tiba ada suara ledakan yang sungguh dahsyat terdengar dari luar Akademi ini. Hal ini membuat Keqing dan Louis menjadi waspada sambil memegang senjata mereka masing-masing.
*Kringg!* *Kringg!* *Kringg!*
"Ini..." kata Keqing
"... Suara itu baru saja menandakan ada serangan." Lanjut Louis.
Bel yang barusan itu adalah tanda bahwa ada serangan di Ibukota ini. Dan seseorang memasuki ke dalam Kantin ini. Itu adalah salah satu murid Akademi yang selalu memberikan laporan/kabar pada murid-murid Akademi.
"A-ada serangan! Ada serangan! Para Guru mulai memerintahkan kita untuk mengevakuasi orang-orang dan membantu Guru!! Segera laksanakan tugas!!" Kata murid tersebut.
Semua murid pun langsung saja mengambil senjata mereka. Ada yang menggunakan panah, pedang dan lain sebagainya. Mungkin Keqing adalah satu-satunya yang menggunakan Katana.
"Ayo kita berangkat Keqing. Ini adalah kesempatan tuk kita bersinar." (Louis)
"Hahaha. Mungkin kau yang berpikir begitu hanya kau tapi baiklah, tentu saja. Selain itu..." (Keqing)
"Selain itu?" (Louis)
"Entah kenapa. Hari ini aku punya firasat yang baik." (Keqing)
Louis bingung dengan kata-kata Keqing. Namun, dia langsung melupakan itu dan dia bersama Keqing pun langsung berangkat keluar dari Akademi.
...•••••••••••••••...
•Di Istana•
"Ya-yang Mulia! Ada serangan!" Seorang kesatria memasuki ke dalam ruang pribadi raja dengan paksa.
Tak hanya raja disitu. Disana juga adalah Athanasia, Alice, Miyu, Harold, Mayumi, dan Natasya. Hanya Sieg satu-satunya yang tak ada disana.
"Kalau soal itu aku tahu. Apa yang sudah terjadi?"
"I-itu adalah satu [Titan] yang tiba-tiba muncul di tengah-tengah Ibukota dan membantai semua para warga."
Mendengar laporan dari kesatria itu. Keluarga Kerajaan dan Keluarga Black tidak bisa tidak terkejut.
"[Titan]? Kenapa makhluk abnormal itu bisa ada di tengah-tengah ibukota?" (Lawrence)
"I-itu sepertinya ada sekelompok misterius manusia yang memanggil [Titan] tersebut."
Dan dengan tenang. Lawrence sang raja pun memberikan perintah pada sang kesatria.
"Baiklah. Kalau begitu Bawa Komandan Bern dan pasukannya. Bekerja samalah dengan murid-murid akademi untuk menangkap kelompok misterius dan mengalahkan [Titan] tersebut. Akademi juga tidak akan duduk diam mendengar berita ini. Segera kerjakan!" (Lawrence)
"Si-siap laksanakan Yang Mulia!" Kata Kesatria itu sambil mundur diri dari ruang pribadi ini dan dia segera meninggalkan tempat ini secepat mungkin.
"Maafkan aku Duke Black. Saya tidak sangka akan ada masalah ini di saat kita masih berdiskusi. Tapi jangan khawatir selama kita ada di dalam Istana ini. Kita semua akan baik-baik saja." Kata Lawrence.
"Ah tenang saja Yang Mulia. Saya tidak masalah sama sekali. Selain itu, saya sedikit penasaran. Siapa kelompok misterius yang memanggil [Titan] itu? Dan apa tujuannya." (Harold)
"Entahlah Duke Black. Tapi saya yakin bahwa kita bisa menangkap dan kita akan menginterogasi kelompok itu." (Lawrence)
"Hahaha. Benar juga. Jadi kita hanya perlu menunggu." (Harold)
Di saat Harold dan Lawrence sedang berbicara tenang. Miyu masih terpikirkan sesuatu, dan karena dia tidak bisa menahannya lagi, dia pun berkata pada semua orang yang ada di ruangan ini.
"Ne.. Kak Sieg mana? Kok Kak Sieg nggak ada di ruangan ini?" Kata Miyu yang membuat semua orang mengeluarkan suara yang sama bersamaan.
"""Ah..."""
Mereka baru sadar kalo Sieg gak ada di ruangan ini. Sontak mereka sedikit panik, namun mereka tenang kembali. Sieg mungkin saja ada di kamarnya saat ini atau tidur. namun untuk berjaga-jaga, Harold kemudian berkata pada Athanasia.
"Putri Athanasia. Bisakah anda pergi ke kamar Sieg-kun dan menyuruhnya untuk datang kesini?"
Athanasia bingung kenapa Duke Black tidak memerintahkan Natasya tuk melakukan itu. Tetapi dia menerima permintaan itu dengan mudah dan dia memasang senyuman terbaiknya sambil berkata...
"Baiklah Duke Black."
...•••••••••••••••...
"Hahaha!! Akhirnya! Akhirnya aku bisa memusnahkan Ibukota ini! Bahkan Murid akademi tidak akan bisa mengalahkan [Titan] panggilan itu!!" Tawa seseorang dengan gila. Dari suaranya bisa disimpulkan bahwa tokoh ini adalah tokoh berbahaya.
Dan beberapa anggota yang termasuk kelompok misterius di belakangnya berkeringat dingin. Ketua mereka ini sangat gila dan sepeeti orang sakit jiwa.
"K-ketua. Karena kami telah melakukan tugas kami dengan baik. Apakah kami akan mendapatkan bayaran lebih?" Kata salah satu diantara mereka.
"Hmm? Ah tentu saja. Kalian mengerjakan tugas kalian dengan baik. Nah, ambil ini." Dia memberikn satu kantung yang berisikan Koin Emas pada mereka.
Dan mereka mengambilnya dengan ribut dan berebut-rebut seperti lima kucing kembar yang merebutkan makanan.
"T-terima kasih banyak ketua. Lalu apa lagi yang harus kita lakukan?"
"Hmm.. apa lagi yah? Ahah! Aku tahu. Bagaimana jika kalian membantai semua orang yang ada di ibukota ini atau menangkap anggota keluarga kerajaan. Jika ada yang bisa berhasil melakukan itu, mereka akan mendapatkan bayaran lebih."
"""KAMI SETUJU!!""" Anggota kelompok misterius ini langsung menyahut dengan cepat dan kuat.
Bahkan semua anggota Misterius yang berada tidak jauh dari mereka langsung melakukan sesuai yang dikatakan ketua mereka karena mereka juga sempat mendengar kalo mereka akan membantai orang-orang di ibukota ini dan menculik anggota keluarga kerajaan, maka mereka akan mendapatkan bayaran lebih. Siapa yang tidak menginginkan itu?
"Hehehe.. bagus-bagus. Dengan adanya semua anggotaku dan [Titan] itu. Maka pasti aku bisa mendapatkan banyak mayat untuk dijadikan tumbal sebagai proses menuju ke keabadian. HAHAHAHA!! AKU AKAN MENJADI TAK TERKALAHKAN!!" Tawanya yang sangat kuat itu bahkan bisa didengari oleh warga-warga ibukota. Dan ketika warga-warga itu menoleh ke asal suara itu.
Mereka bisa melihat ada seorang pria buruk rupa yang tertawa gila terbang di atas langit dan saat mata mereka bertemu dengan mata si pria gila tersebut. Pria gila tersebut tiba-tiba memunculkan sihir bola api lalu meluncurkan sihir tersebut ke arah mereka.
Para warga yang melihat ini takut bukan kepalang. Mereka semua langsung berlari kesana sini tanpa peduli dengan apapun yang mereka tabrak. Bahkan anak kecil dipijak-pijak oleh mereka supaya nyawa mereka selamat.
"HAHAHAHA!!! MATI KALIAN SEMUA!!"
*Boomm!!* *Boommm!!*
...••••••••••••••••...
"Jadi sudah dimulai huh." Kata seorang anak berumur 11 tahun yang ada di salah satu atap rumah. Dia membuka tudung jubahnya memperlihatkan rambut putih salju dan mata biru safir. Uniknya ada sebuah uap dingin yang dia hembuskan serta memakai sebuah syal yang dililit di lehernya.
Karena dia tidak lagi dekat dengan Putri Athanasia. Maka penampilannya akan kembali normal seperti ini.
Sieg memperhatikan pemandangan yang terjadi di hadapannya. Itu adalah satu [Titan] yang tingginya 16 Meter sedang mengamuk dan memporak-porandakan rumah-rumah maupun bangunan di ibukota ini. Tidak jarang juga dia memangsa manusia-manusia yang ada di dekatnya.
"Seperti yang diharapkan dari Game [Become The Legends]. Walau aku telah melihat ilustrasinya di layar Game. Melihatnya secara langsung begini lebih menakjubkan." Gumam Sieg sambil memperhatikan dengan tajam [Titan] itu.
Dan setelah dia lihat-lihat. Mata Sieg menyipit karena menyadari ada hal aneh yang berlaku pada [Titan] tersebut. Walau Sieg telah tahu dari dalam Game. Namun, melihatnya secara nyata beda lagi ceritanya.
Dia bisa melihat bahwa berapa kalipun para Prajurit melukai [Titan] itu dengan serangan apapun. [Titan] itu akan segera pulih dengan sekejap mata.
"Jadi kekuatannya juga sesuai dengan yang ada di Game ya. Ini akan merepotkan." Gumam Sieg. Salah satu kemampuan [Titan] tersebut adalah bisa beregenerasi dengan cepat. Maka dari itu dalam Gamenya [Titan] ini tergolong sebagai salah satu Boss yang sulit dikalahkan.
Sieg juga belum melihat tanda-tanda kedatangan murid Akademi. Jika mereka terlambat, kemungkinan besarnya [Titan] tersebut akan berlari ke Istana dan Sieg harus menghentikan itu karena keluarganya ada disana.
"Mmm?" Ketika Sieg memperhatikan [Titan] itu. Rupanya dia baru saja dikepung oleh beberapa anggota Kelompok Misterius yang merupakan dalang dari semua masalah ini.
"Nak. Aku tidak tahu siapa kau. Tapi sayang sekali kau harus mati disini. Kau sangat mencurigakan untuk anak seumuran 11 tahun yang menyaksikan semua ini di Atap." Kata salah satu diantara mereka.
Bahkan semua anggota yang lainnya setuju dan berpendapat sama dengan anggota tadi. Jadi mereka pikir Sieg adalah ancaman. Maka dari itu mereka harus membunuhnya.
Sieg yang mendengar itu langsung menyeringai.
"Membunuhku? Dasar bodoh. Kalian kesini untuk menghantarkan nyawa kalian." (Sieg)
Mendengar kata-kata provokasi Sieg. Semua anggota kelompok misterius itu menjadi marah dan kesal.
"Nak ternyata mulutmu sangat tajam ya. Tapi Memangnya kau bisa apa sendirian? Hahahaha!!"
""Hahahaha!""
Mereka semua tertawa keras. Namun Sieg yang melihat itu tidak peduli. Dia memakai topengnya tuk menyembunyikan wajahnya dan memakai tudung jubahnya.
"Yah. Mari kita beri pelajaran pada anak ini. Kalian semua tangkap dia, kita akan siksa dia biar dia memohon amp-"
Namun sebelum anggota tersebut berbicara. Tiba-tiba suhu di sekitar mereka semua menurun membuat mereka kedinginan.
"
Dan kaki mereka semua tertahan oleh Es yang muncul dari bagian bawah mereka. Mereka panik bukan main, pasalnya mereka tidak dapat membebaskan dari es yang membekukan kaki mereka itu!
"Bo-bocah Sialan! A- apa yang ka-!!???"
Tapi sebelum dia sempat tuk menyampaikan kemarahannya. Dia bisa melihat ada sebuah tebasan yang mengarah padanya dan tebasan itu akhirnya menebas lehernya. Tak hanya dia, semua anggota yang berniat mengepung Sieg itu juga lehernya ikut terputus.
""""... Eh?""""
Bahkan meskipun kepala mereka sudah terputus. Mereka sempat mengeluarkan suara itu bersamaan. Namun, sebelum mereka mengetahui apa yang terjadi. Mereka telah mati dengan kepala yang tertebas oleh Katana Sieg.
"
Tubuh semua anggota kelompok yang ingin menyerangnya mulai membeku sehingga akhirnya tubuh mereka langsung pecah berkeping-keping.
"Bajingan. Mereka terlalu lemah. Aku kecewa menggunakan teknikku pada orang seperti mereka." Kata Sieg sambil memperbaiki Syalnya.
"Waktunya untuk mencari biang masalah sesungguhnya semua ini." Gumam Sieg. Lalu dia menemukan ada beberapa anggota kelompok misterius yang sedang menghampirinya. Di balik topeng itu Sieg tersenyum menyeringai.
"Sebelum mencari biang masalah sesungguhnya. Mungkin akan kubunuh kalian semua dulu
Kemudian Sieg pun menghilang dari atap rumah itu meninggalkan bekas listrik yang menyala-nyala. Bersamaan dengan itu juga ada suara guntur yang menghantam permukaan tanah seolah ada petir yang diturunkan oleh Dewa.
[Ding! Level up!]
...•••••••••••••••••...
Thor ingin nanya. Apakah Thor masukin aja si Sieg ke Akademi? Silahkan dijawab di Kolom Komentar.
Dan juga, jika kalian penasaran soal Update. Itu tergantung dari Mood thor ya. Jika Mood thor lagi gak bagus, Thor gak bakalan update dan bermalas-malasan.
Sedangkan jika Mood Thor bagus. Thor akan update (Sekitar 1 atau 2 Chapter lah)
Dan cara supaya Mood Thor bisa bagus. Makanya dilike, Komen, Share, Vote sama Rate 5 Bintang oke?
padahal novelnya bagus karena bisa dibuat dengan hati
emosional nya dapet
action nya dapat
alur nya bagus
bahkan cewe² nya cakep uy😋
siapa yang memanggil alucard disini???dingin tetapi tidak kejam