Keserakahan Para pendekar semakin menjadi jadi, Rakyat biasa menjadi korban keserakahan para pendekar yang menginginkan menjadi yang tertinggi di dunia persilatan, Tangisan para rakyat terdengar di mana mana, bau anyir darah seolah menjadi wangi yg biasa tercium di berbagai tempat.
Seorang anak muda yg lahir di antara keluarga kecil, dan lahir dengan bakat yg luar biasa menjadi yatim piatu karena kedua orangnya mati karena pembantaian, sedangkan dirinya yang selamat dari insiden tersebut lari tunggang langgang dengan luka di sekujur tubuh, lalu jatuh di jurang tanpa dasar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rzii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Langkah Kilat Dewa Naga
" Apa maksudmu " Tanya Ranu
" Bukankah sudah ku katakan, saat ini aku sedang di incar oleh orang orang Kadipaten Watu Jajar, Aku takut jika aku tidur sendirian aku akan di culik lagi " Jawab Arum Kenanga
" Lalu apa mau mu putri ?" Tanya Ranu masih setengah mengantuk
" Bolehkah aku tidur di sini dengan mu ?" ucap Arum kenanga dengan menundukkan kepalanya
" Hah " Ranu yang mendengar pertanyaan dari putri Adipati Saroka itu hanya bisa melebar matanya karena merasa sangat terkejut, Rasa ngantuk yang sejak tadi ia rasakan hilang dalam sekejap
" Tidak tidak tidak.... itu tidak mungkin " Jawab Ranu Sadewa dengan cepat
" Pertama kita bukan suami istri, kedua aku sudah terlanjur menyewakan 2 kamar untuk kita dan yang ketiga aku bisa di hukum penggal oleh Adipati Saroka jika dia tau aku tidur dalam satu kamar dengan putrinya " Lanjutnya
" Tapi aku merasa sangat takut Ranu, ku mohon ..." Ucap Arum kenanga
" Aku minta maaf Putri, bukannya aku tidak tidak mau membantu mu tapi aku memang tidak bisa " Jawab Ranu Sadewa
" Baik lah kalau begitu aku lebih baik melanjutkan perjalanan ke Kadipaten malam ini juga sendirian " Ucap Arum kenanga merajuk
" Ayolah putri, begini saja kau terserah mau tidur di sini atau di kamar mu, tapi aku tidak akan berada di dalam satu kamar dengan mu, karena itu mustahil "
" Aku akan berjaga di luar saja " Ucap Ranu
" Baiklah, terima kasih Ranu " ucap Arum kenanga lalu masuk ke kamar Ranu
" Oke aku keluar sekarang " Kata Ranu melangkah keluar lalu menutup pintu kamarnya
Setibanya di luar kamar Ranu lalu langsung duduk bersila untuk melakukan meditasi agar tenaga dalamnya cepat terkumpul
" Sebaiknya sekarang aku bermediasi saja, agar tenaga dalam ku dalam keadaan penuh besok, lebih baik besok, saat pagi tiba aku akan langsung membawa Arum kenanga ke kadipaten dengan jurus langkah kilat dewa naga agar aku cepat terbebas dari mahluk yang bernama perempuan itu " Ucap Ranu dalam hatinya lalu segera melakukan meditasi
Saat Pagi sudah tiba, Arum kenanga yang sudah bangun, langsung membuka pintu kamarnya dan melihat Ranu yang masih melakukan meditasi Tampa sadar bahwa pagi sudah datang
" Sungguh laki laki yang sempurna " Ucap Arum Kenanga dalam hatinya dengan senyum tersimpul di bibirnya saat melihat Ranu sedang melakukan meditasi
" Apa yang harus aku lakukan ? apa aku harus membangunkannya dari meditasi ? ucap Arum kenanga kembali dalam hatinya
" Eh.. " Ucap Ranu saat membuka mata dan melihat Arum kenanga sedang memperhatikan
" Kau sudah selesai Ranu ? " Tanya Arum Kenanga
" Sudah putri, lebih baik sekarang kita mencari tempat makan dan secepatnya meneruskan perjalanan " Ucap Ranu kepada Arum Kenanga yang hanya di jawab Anggukan kepala oleh Arum
Setelah menyelesaikan Acara makan mereka Ranu dan Arum Langsung melanjutkan perjalanan mereka menuju Kadipaten Saroka
" Putri sekarang aku minta kepada mu untuk memegang tanganku " Ucap Ranu setelah mereka sampai di tempat yang cukup sepi
" Apa maksudmu Ranu " Tanya Arum Kenanga
" Aku tidak bermaksud apa apa kepada mu, jika aku memiliki niat buruk Kepada pasti sudah ku lakukan sejak Tadi malam " Jawab Ranu cuek lalu dengan cepat menyambar tangan Arum kenanga
" Pegang yang erat dan jangan sampai lepas " Lanjutnya
" Mau apa kau Ranu..." Tanya Arum kenanga tapi sebelum ia selesai mengucapkan kata kata selanjutnya ia merasa bahwa dirinya seakan tersedot ke lubang dimensi
" Jurus naga Surgawi : Langkah kilat dewa naga " Ucap Ranu pelan lalu melesat dengan cepat
Tidak Sampai setengah jam Ranu sudah berhenti di dalam Gerbang Kadipaten, dari saking cepatnya sehingga penjaga gerbang tidak melihat sekelebat masuk ke kadipaten dengan sangat cepat
" Sekarang lepaskan tangan ku, sekarang kau sudah sampai di Kadipaten, silahkan masuk putri " Ucap Ranu
" Kau harus ikut masuk Ranu, sebagai tanda terima kasih ku kau akan mendapatkan hadiah dari dari Ayahanda ku " Jawab Arum Kenanga
" Maaf Putri aku tidak bisa " Ucap Ranu sembari melangkah mundur
" Selamat Tinggal putri Jaga dirimu baik baik "
Setelah kata kata itu berakhir Ranu langsung menghilang bak ditelan bumi, Sedangkan Arum yang melihat nya merasa semakin kagum dengan kepandaian Ranu, akan tetapi terbesit di hatinya sedikit kesedihan setelah di tinggal oleh Ranu
****"*
Bantu like, komen, vote dan hadiahnya temen temen