NovelToon NovelToon
Magic You

Magic You

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Misteri / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:196.3k
Nilai: 5
Nama Author: GracyaValSa

Novel Roman.
Valentresia adalah seorang gadis remaja sama seperti gadis pada umumnya. Hidupnya berjalan normal seperti biasa.

Namun semua berubah secepat kejapan mata sesaat ketika dia menolong seorang wanita tua. Hidup Valen berubah drastis setelah menyadari wanita itu adalah peri.

Bagaimana jika peri yang kau harapkan untuk mengabulkan permintaanmu malah menjadi peri yang memintamu untuk mengabulkan permintaannya?

Inilah yang terjadi pada Valen sekarang.

Dimana permintaannya adalah membahagiakan seorang lelaki yang mempermalukan Valen di sekolah dengan menolak cinta Valen di depan umum.





Cerita di kutip dari imajinasi khayalan penulis asli, bukan dari hasil karya orang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GracyaValSa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32

"Hari ini harus lebih baik dari pada kemarin!" Aku menyemangati diri pergi ke kampus.

Aku melihat jam tanganku menunjukkan pukul 7 pagi.

Aku mengepal tanganku meyakinkan diri. "Huf, semangat Val. Semangat."

Aku duduk di halte bis menunggu kehadiran bis datang, di sini ramai juga, banyak mahasiswa mahasiswi di sini. Walaupun kami bukan dari kampus yang sama, tapi memiliki arah jalan yang sejalan.

Bip bip.

Terdengar klekson kereta yang berhenti tepat di depanku. Orang itu memakai helm full face, arahan kepalanya tampak mengarah padaku. Dia membuka penutup helmnya. "Naik."

Itu si Psikopat bis.

"Ngak." Tolakku.

Dia turun dari keretanya dan berjalan ke arahku. Aku berdiri hendak memukulnya, aku benci setiap orang yang mirip tingkahnya dengan Jessen, apalagi dia juga guantengnya setaraf dengan si Jessen. Aku takkan mengulang kesalahan yang sama.

Dia membuka helmnya. "Sayang yuk naik." Katanya lembut sambil tersenyum.

Beberapa mahasiswi memekik kecentilan dan beberapa lagi saling berbisik-bisik, terdengar seperti. "So sweet banget sih cowoknya."

Dia mempermalukanku di depan umum. "Heh. Denger ya." Aku membuat angka satu dengan telunjukku. "Pertama, kita ngak pernah pacaran." Kemudian aku menambah satu jari tengah membuat angka dua. "Kedua, aku ngak bakal mau jadi pacarmu. Dan. Takkan. Pernah." Aku menekan kalimat akhirku.

Lihat... Sekarang aku yang mempermalukanmu. Hahaha.

Dia mengerucutkan bibirnya ngambek. "Jangan marah gitu dong sayang." Katanya sok imut.

"Eh kenapa kau... Euhhh." Kataku jijik.

Dia tersenyum. "Maaf ya."

"Ngak perlu minta maaf. Pergi kau.." Kataku kasar, namun sebelum aku melanjutkan langkahku dia memelukku.

"Aku akan membuatmu menyukaiku." Bisiknya pelan di telingaku agar tak ada yang mendengarnya.

Membuat bulu kuduku berdiri dan spontan aku menutupi telingaku.

Semua orang yang menyaksikan kami berpelukan ricuh ber-cie ria.

Dia kembali menarik tanganku yang memegangi telingaku tadi dan kembali berbisik. "Dengar.. Aku seniormu. Ikut denganku, jangan membantah. Atau kalau tidak, kau takkan selamat di kampus." Katanya terdengar seperti mengintimidasiku. Dia kembali menjauhkan diri dari dekapannya memelukku tadi dan menatapku dengan tersenyum. "Ayuk sayang." Katanya lembut.

Arhh... Aku muak dengan ancaman. Aku tak sepenakut seperti dulu. "Aku takkan pergi denganmu." Kataku datar.

Seperti menonton drama serial Korea, para penghuni bis menatapku shock kecewa dan menatap si Psikopat sedih.

Aku melihat mereka. "Heh, ngak usah lebay deh." Mereka terlihat jadi canggung dan mengalihkan mata mereka ke arah lain.

Aku kembali menatap si Psikopat. "Aku ngak takut."

Aku melihat ke depan halte, ternyata bis dari tadi udah datang dan supirnya menonton kami juga. Sang supir bis langsung kembali menghadap depan jalan terkejut aku melihatnya tajam.

Aku berjalan masuk ke bis tanpa memperdulikannya.

Cih... Aku takkan takut.

***

Aku mengikuti arahan senior pembina kami. Aku berdecak kesal melihat tindakan mereka. "Sok keras banget ya kan?" Bisikku pelan ke Tessa yang ada di sebelahku. Tessa hanya tersenyum kecut.

"Siapa yang kau bilang sok keras?" Terdengar suara bisik sangat dekat di telingaku.

Aku melihat sosoknya. "Kau?" Kataku pelan.

Ntah dari mana si Psikopat datang. Tapi dia sekarang ada di sebelahku sambil tersenyum licik.

Dia mendekatkan toak ke arah bibirnya. "Dengar!!"

Semua melihat ke arahnya. "MOS ini kami lakukan atas izin kampus... Bukan karena keinginan kami. Kalau merasa tak senang, laporkan kami ke pihak kampus agar MOS ini di tutup."

"Lagi pun. Kami tak pernah melakukan kekerasan fisik pada kalian yang membuat kalian terluka memar dan sebagainya... Kalian paham!" Katanya.

"Iya kak." Semua menyahut kecuali aku.

Cih..

***

Sekarang jam istirahat. Aku membuka tas bekalku, aku terkaget ada buku mistis di sana.

Aku mengambilnya dan membukanya.

6/15

Wait what?

Jumlah misinya bertambah.

Apa maksudnya ini? Kenapa bisa bertambah?

"Buku apaan tu Val?" Tanya Tessa sambil melahap makanannya.

"Em ngak ada. Ini hanya catatan kecil aja." Jawabku.

Seseorang menarik buku mistisku. Aku mendongak.

"Kok bisa samamu sih?" Kata si Psikopat.

Aku berdiri dan mencoba mengambilnya. Dia mengangkat tangannya yang memegang buku agar tak dapat kuraih. Tubuhnya yang lebih tinggi di bandingkan aku membuat aku tak dapat meraihnya.

"Ishh. Terserahlah." Aku kembali duduk. "Ambil aja tu buku."

Dia duduk di hadapanku sambil tersenyum. Dan memandang buku itu. "Ini bukumu unik ya. Cuma satu lembar isinya."

Aku memutar bola mata gusar.

Palingan nanti buku itu kembali lagi ke aku... Aku tau itu. Aku tau itu buku tak akan bisa tenang kalau aku tenang. Ck.

Dia menatapku. "Malam ini temenin aku jalan." Dia memberikan buku itu ke aku.

"Hah?"

Dia menutup telinganya. "Aku tak terima penolakan. Intinya kau harus mau." Dia berdiri, memasukkan tangannya ke kantong celananya. "Ingat ya sayang."

Dia pergi begitu saja.

Aku cengo menatap depan.

Terdengar suara tepuk tangan dari Tessa. Aku melihatnya, dia menggeleng tak percaya. "Akhirnya kau move on juga dari si Jessen." Tessa merangkulku bangga. "Itu baru semangat."

Aku melepaskan rangkulannya. "Apasih Tes. Aku ngak pernah pacaran sama dia. Dia aja yang gila."

"Udahlah Val... Ngapain juga kau masih ngarepin Jessen yang tak pernah mengharapkanmu juga. Cari yang baru... Oke..." Tessa tersenyum.

Aku hanya menggeleng. "Kau sama gilanya dengan dia."

Aku membuka bekalku kesal dan makan.

Tessa mengangkat bahunya. "Ya.. Terserah sih." Dia pun melanjutkan makannya.

***

Pokoknya aku ngak mau pergi bareng dia. Gila kali ya...

Aku berjalan pulang sendiri. Tessa tak bersamaku, sebenarnya aku bisa aja jalan bareng dia pergi ke mall hari ini. Tapi aku bakalan jadi nyamuk berada di tengah dia sama kak Rio. Ya malas lah aku.

Aku kembali memikirkan banyak pertanyaan di kepalaku dari kemarin sampai sekarang. Kenapa buku itu bisa kembali muncul? Dan Kenapa bisa sama kak... Kak... Siapa ya namanya?

Aku menjitak kepalaku. "Gila gila... Belum kenal aja udah buat sakit kepala. Gimana lagi kalau udah kenal! Arhh." Aku mengacak rambutku geram.

Aku kembali mereview kejadian waktu makan di jam istirahat tadi. "Dia bilang bakal ngajak aku jalan malam ini... Emangnya dia tau rumahku apa?"

Eh kok aku malah mikir gitu...

Emangnya kau memang mau ikut? Kan enggak kan... Jadi ngak perlu di pikirin lah Val... Kan bagus kalau ngak jumpa sama dia.

Aku menghembuskan nafas lega. "Hu... Syukurlah."

"Syukur bakalan jumpa aku nantikan." Suara bisikan Psikopat itu terdengar lagi. Aku terlonjak kaget dan spontan menjauh.

"Kak! Ngapain sih ngikutin aku mulu! Pergi sana!" Aku mengibas-ngibaskan tanganku menyuruhnya menjauh.

Dia menarik tanganku dan memelukku. "Kalau pacaran mana boleh jauh-jauh."

Jantungku berdegup kencang shock karena pelukannya.

Ngak ngak... Dia ngak sama dengan Jessen!!!

DIA GILLAAA....

1
Retno Palupi
masak rebutan sama adek sendiri?
Retno Palupi
lanjut
Retno Palupi
ada cerita anak2 mereka g?
Retno Palupi
loh kok d tinggal, mending ikut ke sana aja yo
Retno Palupi
🤭🤭🤭
Retno Palupi
lanjut
Retno Palupi
berarti usia pernikahan udah delapan tahun?
Retno Palupi
wow Rio sweet
Retno Palupi
lanjut kak
Retno Palupi
jadi pacar beneran
Retno Palupi
kasian Jessen, semoga g sakit parah
Retno Palupi
oh gitu awal jadian thesa?
Retno Palupi
😂😂😁 g kebayang KL jd beneran nikah
Retno Palupi
lanjut
Retno Palupi
penasaran
Retno Palupi
pusing dg pilihan yang diberikan mamahnya Val
Retno Palupi
sweet
Retno Palupi
lucunya 🤣🤣🤣
Retno Palupi
wah Jessen 😂😂😂
Retno Palupi
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!