NovelToon NovelToon
Barista Cafe Jomblo

Barista Cafe Jomblo

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Masalah Pertumbuhan / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: santy puji

Bercerita tentang lika-liku kehidupan Barista cantik, Bulan Aisyah Permana. Kehidupannya yang semula bahagia dan baik-baik saja mendadak seperti dihantam badai besar, Ayahnya selingkuh lalu meninggalkan Bulan dan Ibunya hingga kini Bulan harus menghidupi dirinya dengan Ibunya karena ulah Ayahnya, kini Ibunya menderita struk. Bulan yang memang anak tunggal merasa bertanggung jawab atas kehidupan Ibunya.

Tidak hanya tentang kisah keluarganya saja yang begitu memprihatinkan, namun kisah cintanya juga sama pahitnya. Kekasih yang selama ini diharapkan bisa menghibur dan menyemangatinya, malah berhianat juga. Bulan dan Ibunya merasa mendapatkan nasih yang sama.

Bulan menyemangati dirinya sendiri, bahwa pasti akan ada pelangi setelah hujan badai.
Bagaimanakah kisah perjalanan keluarga Bulan beserta kisah percintaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santy puji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Baikan

Bintang dan Bulan akhirnya saling diam, Kuncoro sekilas menengok ke arah keduanya.

"Makan yuk, laper deh, yey nggak pada laper emang? kan habis perang, mending isi tenaga dulu, baru nanti perang lagi, pada diem kan? cape kan?" Ledek Kuncoro.

Bintang melirik Bulan, "Sayang kamu mau makan?" Nadanya tapi sedikit ketus. Rasanya percuma ya pakai panggilan sayang.

"Terserah," jawaban Bulan tak kalah ketus. Kuncoro mengerutkan dahinya. Wanita ini yah, kalau di ajak makan jawabannya terserah, kalau ditanya mau makan apa jawabannya terserah, horor ih.

"Mau makan yey Bul Bul." Tanya kuncoro.

"Terserah."

"Haduh, kenapa sih mesti jawab terserah, jangan-jangan seluruh perempuan di dunia sudah membuat undang-undang tentang pertanyaan mau makan apa yang di jawab terserah." Kuncoro mencebikan bibinrya.

"Kalau dijawab terserah, berarti perempuan ini menyesuaikan isi kantong laki-laki, kan nggak lucu kalau kita bilang mau makan di restoran mahal nyatanya nggak sesuai kantong." Perempuan memang paling pintar membuat alasan. Kuncoro menggelengkan kepalanya, makhluk yang bernama perempuan memang ajaib.

"Yey meragukan isi dompet Pak Bos, tunjukin pak bos cepetan," pinta Kuncoro pada Bintang. Bintang mengambil dompet dari saku celananya.

"Buka Bos." Bintang menuruti Kuncoro, ia membuka isi dompetnya. Dan ternyata isinya zonk, hanya ada 2 lembar sepuluh ribuan.

"Bos, yey baru nggak kerja beberapa hari mendadak bangkrut gitu, dompet sampai tepos begindang kaya pantat si Bambang." Kuncoro benar-benar tidah habis pikir di dompet bosnya hanya ada uang dua puluh ribu rupiah, buat makan di angkringan bertiga saja masih kurang.

"Jarang pakai uang cash kan, ya sudah menepi, sekalian ambilin uang cash!" Perintah Bintang pada Kuncoro. Kuncoro lalu menepikan mobilnya di depan Maret-maret yang kebetulan ada mesin ATM di dalamnya.

Kuncoro turun dari mobil lalu bergegas masuk ke maret-maret. Saat Kuncoro ke Maret-maret Bintang hendak meraih jemari Bulan namun Bulan tepis. Bintang menghembuskan nafasnya dengan kasar.

"Masih marah? kan Mas sudah minta maaf, kok gitu sih? Nggak boleh gitu, Mas janji besok-besok kalau mau ketemu dengan siapapun, Mas akan laporan sama kamu."

"Nggak usah janji-janji deh kalau nggak bisa menepati, buktiin nggak usah pake janji juga yang terpenting buktiin." Bulan kini menatap Bintang. Terlihat wajah tampan Bintang begitu lucu saat sedang memelas memohon maaf pada Bulan.

"Sudah ya please jangan marah, Mas takut kalau kamu marah, serem ih."

Bulan tersenyum, "Lapor komandan, saya gugur di medan perang karena kalah cantik, kalah menarik dan kalah asik, mohon segera kirimkan tenaga medis agar sakit hati ini tidak semakin parah."

Bintang melotot, "Laporan di tolak, karena Mas yang akan menjadi pengobat segala luka mu, ah jangan bercanda seperti itu Bulan, kamu cantik, kamu nggak gugur, kamu sangat kokoh di sini." Bintang menunjukan dadanya yang ia usap-usap. Pinter aja bikin perawan meleleh.

Bulan akhirnya mengakhiri masa gencatan senjata yang tadinya akan ia perpanjang hingga sore hari. Ia merasa sudah dewasa, tidak seharusnya masalah itu di ulur-ulur berkepanjangan takutnya malah menimbulkan masalah baru. Hidupnya sudah banyak masalah, Bulan tidak ingin semakin menambahkan kerumitan dalam hidupnya. Bintang sudah meminta maaf, Bulan tinggal melihat, seberapa seriusnya Bintang menepati janjinya.

Bintang dan Bulan seketika melihat ke arah Maret-maret, kenapa Kuncoro lama sekali. sudah 20 menit Kuncoro tak muncul batang hidungnya. Kuncoro bertelor di maret-maret apa yah.

"Lama banget si Kuncoro Mas?"

"Nggak tau, beranak dulu kali." Bulan memukul lengan Bintang sambil terkekeh.

Kuncoro muncul, mulutnya umik-umik seperti marah namun tak tersalurkan. Ia lalu masuk ke dalam mobil.

"Sialan banget, tadi akika lagi antri depan mesin ATM, eh ada ibu-ibu nyerobot, katanya maaf yah, saya buru-buru mau ambil uang, lah dese kira akika antri mau ambil wudhu apa, kampret bener ih, sebel." Kuncoro yang baru saja masuk dalam mobil langsung mencak-mencak marah. Kenapa tidak marah pada Ibu-ibu tadi yah.😆

Kuncoro lalu menjalankan mobilnya menuju tempat makan lesehan karena Bulan ingin makan ayam penyet. Kuncoro begitu senang, Bulan itu yah, walaupun tahu Bintang kaya raya, tapi nggak pernah matre, mau makan di tempat mewah, minta di belanjain baju mewah, Bulan nggak pernah seperti itu. Makanya Kuncoro begitu mendukung jika Bulan menjadi bagian dari keluarga Arav.

Sesampainya di penyetan mereka makan bersama dengan begitu bersemangat. Menurut Kuncoro masakan seperti ini tuh benar-benar endulita. Sambalnya sedap uy.

"Sedep banget ya Pak Bos, rasanya tuh pas, Bul Bul pinter ih pilih tempat makan." Kuncoro lalu melahap lagi sambal dengan ayam yang sudah dibungkus lalapan daun kemangi.

"Bukan makanan saja yang harus memiliki rasa yang seimbang, tapi hati ini juga perlu penyeimbang. Penyeimbangnya ya kamu." Bintang menatap Bulan lalu mengedipkan matanya.

"Duh Gusti, bengek akika, liat pasangan bucin di depan mata." Kali ini Kuncoro mencocolkan ayam ke sambel begitu banyak. Lalu langsung melahapnya. Bulan dan Bintang malah tergelak.

Selesai makan mereka bergegas pulang ke rumah. Di rumah Mamih dan Papih sudah menunggu kedatangan Bulan, Bintang juga Kuncoro.

Mamih berjalan ke teras rumah karena mendengar suara klakson mobil Bintang. Bulan turun dari mobil dan langsung di sambut pelukan Mamih. Bintang mengerutkan dahinya. Anaknya malah dicuekin.😆

Mamih membawa masuk Bulan, Kuncoro dan Bintang berbisik-bisik. "Pak Bos, Akika tebak ye, kalau Bul Bul sudah jadi menantu Mamih, Akika yakin Mamih akan meminta Bulan hamil 5 kali, lihat, mereka sedekat itu, pasti Bulan mau-mau aja."

"Nggak, nanti aku kompromi sama Mamih, biar kamu juga harus menikah dan menyumbangkan cucu untuk Mamih, ingat, nama kamu sudah masuk ke dalam keluarga Arav." Bintang menyeringai sambil terkekeh.

"Sialan ih, kan akika jadi galau mau cinta sama Dina apa Doni."

Bintang menonjok lengan Kuncoro, "Woy, Adam aja tercipta buat Inul, bukan buat Indro, makanya cepetan berubah gih, dari sekarang, mulai sekarang, nanti kalau besok kamu mati, kita bingung mau nyebut kamu apa, almarhum apa almarhumah." Bintang lalu berlalu meninggalkan Kuncoro yang sedang melongo, Kuncoro mendadak jadi takut mati.

Bintang melihat Papih Arav, Mamih dan Bulan sedang duduk-duduk di ruang keluarga. Mamih sepertinya sedang menyuruh Bulan menyicipi cemilan-cemilan yang Mamih buat.

"Aku ganti baju dulu ya Lan." Bintang lalu naik ke lantai dua. Bulan hanya menganggukkan kepalanya. Papih Arav lalu berbincang dengan Bulan mengenai fakta mengejutkan tentang kasus Bu Widya dan Pak Permana. Pak Permana lalu berpamitan menuju ruang kerjanya untuk mengambil flasdisk.

Bintang yang sudah berganti baju, menghampiri ruang keluarga. Bulan melihat Bintang tampak begitu tampan. Pakai baju kerja tampan, pakai baju rumahan pun tampan, apalagi kalau nggak pakai baju. Haduh, otak Bulan kok trevelingnya nggak islami gini sih.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

( Maaf baru up lagi, kemarin habis nyuci 5 kloter, emak2 harap di maklumi yes🤭 Oh ya q mau ngasih tau Aplikasi KB* itu KBM yah, aplikasinya warna ijo ada pensilnya, aku juga nulis disana, mencari peruntungan disana, lumayan buat nambah-nambah buat beli kuota🤭 ada 2 judul disana, Temen jadi Demen, Cinta pertama di jabal rahmah)

**Q tunggu komennya sampai 150, baru nanti q up lagi.

Komen kalian itu semangat aku.

Salam sayang,

Santypuji**

1
Dwi Ratnaningsih
apa aku pembaca terakhir disini ..
RithaMartinE
luar biasa
Ayu Sari
yg di gombalin siapa eh akunya ikut mesem
Ayu Sari
baca gombalannya mas bintang bikin q mesem
Noora Iyyah
q liat pilem e dl d yt,jadi pingin cus ke novel e
Vthree Sophia
luar biasa
Oei vi
🤣🤣🤣🤣🤣
Maryana Fiqa
terimakasih banyak mba shanty telah menghibur kami pembaca 🙏🙏
ceritanya seru bagus banget 👍👍👍
semangat mba ya dgn karya selanjutnya 💪💪
Maryana Fiqa
berburu mantu😄😄😄
Maryana Fiqa
ya Allah perut aku kram dari tadi asyik ngakak aja🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Maryana Fiqa
kok aku baca cerita ini perasaan ngakak terus dari tadi🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
tengah malam pula di kirain cekikikan neng kun Kun lagi,,
Maryana Fiqa
aku gak bisa komen apa2 lg lihat mulut si konita keluar semburan api🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Maryana Fiqa
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 burung si Kuncoro mau di sleding sm mami pakai gergaji,, asli bkin nggak banget...
Maryana Fiqa
senangnya si mami mau dapat mantu😄😄😄
Ran Aulia
terimakasih author 👍👍👍👍👍
yudi ardiansyah
👌
Asyatun 1
keren banget thoor
Tiwi Rahayu
tunggu ya Kuncoro sebentar lagi diajak duel Sama pak bos Bintang akibat lambemu yang lemes bocorin kegiatan pdkt an pak bos sama bulan 🤭🤣🤣🤣
Lha-Lha Dwi
Luar biasa
Lha-Lha Dwi
ya Allah sampai ikut nangis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!