NovelToon NovelToon
Psycho Man

Psycho Man

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:6.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: TK

• Buku ini memiliki 5 cerita ber-sekuel, kalian bisa membacanya dari awal agar lebih mengerti •

• Psycho Man
• My Girl
• Destiny Of Love
• Her Secret
• Possessive Brother

Dulu Eros pergi tanpa alasan dan meninggalkan luka padanya. Kini saat Adara sudah melupakan pria itu dan sebentar lagi akan menikah, Eros malah kembali dan memintanya untuk bersama. Luka dan kesakitan membuat Adara menolaknya, tapi pria itu malah berbuat hal gila yang membuat Adara semakin terluka.

Bagi yang suka cerita berkonflik berat genre hurt mari mampir, di sini hatimu akan di bolak-balik oleh kisah percintaan mereka. Selamat membaca, di tunggu juga dukungan dari kalian semua❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Puluh Dua

Vote sebelum membaca 😘

.

.

"Baiklah meeting hari ini selesai, terima kasih untuk semuanya."

Beberapa karyawan telah keluar ruangan, dan kini hanya tersisa Ia dan wanita itu. Alvaro menghembuskan nafasnya berat, Ia mendekat pada Adara. Mengusap bahu wanita itu pelan, namun terlihat keterjutan dari Adara.

"Dari sejak meeting kamu terus melamun, kenapa hm? Sakit?"

"Hah?"

Melihat Adara yang terlihat kebingungan membuat Alvaro yakin jika ada sesuatu yang di pikirkan wanita itu. Ia menempelkan telapak tangannya di kening Adara, namun tidak panas atau demam, suhu tubuhnya normal.

"Kamu seperti baik-baik saja, tapi kenapa melamun terus?"

Adara berdiri sambil menatap tak enak Alvaro. "Em maaf saya tidak fokus selama meeting."

"Hm tidak apa-apa tapi jangan di ulangi ya?"

"I-iya sekali lagi maaf."

Alvaro mengangguk, senyuman tipis terukir melihat Adara yang tampak sangat merasa bersalah. Tangannya lalu mengusap rambut wanita itu pelan, dan berhasil membuat Adara menatapnya tak percaya.

"Saya akan mengajakmu ke suatu tempat, katanya kalau orang yang lagi galau ke sana pasti akan kembali ceria."

"Dimana?"

"Ada deh, ayo kita ke sana."

Adara langsung menahan tangan Alvaro yang akan menariknya pergi, membuat pria itu menoleh menatapnya bertanya.

"Tapi sekarang kita masih bekerja, belum masuk jam istirahat."

"Tidak apa-apa, di sini saya bosnya, tidak akan ada yang berani memecat saya ataupun kamu."

Adara tersenyum tipis mendengar itu, Iapun tak menolak lagi saat pria itu menarik tangannya pergi. Entah kemana Alvaro akan mengajaknya, yang pasti Ia tak mampu menolak, karena yakin kalau pria itu akan mengobati perasaan muramnya.

Ternyata Alvaro mengajaknya ke Ancol, astaga Adara tak menyangka sebelumnya. Alvaro bilang hari ini mereka harus bersenang-senang. Maka Adarapun melakukannya, Ia dan Alvaro bermain di sana dengan gembiranya.

Hampir semua wahana mereka coba, walau Alvaro takut dengan wahana ekstrim tapi Ia tetap melakukannya demi Adara. Tidak apa-apa, melihat Adara tersenyum saja sudah membuatnya bahagia. Syukurlah wanita itu tak lagi terlihat sedih, dan ternyata saat seperti ini sikap wanita itu menyenangkan juga.

"Huft capek."

Alvaro terkekeh mendengar itu, Ia lalu memberikan sebotol air mineral pada Adara. Hari sudah petang, dan tak terasa ternyata mereka bermain selama itu. Benar-benar sangat menyenangkan dan tidak akan terlupakan.

"Sudah semua permainan kita coba, sekarang mau kemana lagi?"

Adara melihat jam tangannya, ternyata sudah pukul empat sore. "Kita kembali ke kantor saja."

"Em tidak jangan, lagi pula satu jam lagi juga sudah pulang jam kerja. Bagaimana kalau kita makan? Kamu pasti lapar."

Saat Adara tersenyum lebar membuat Alvaro terkekeh, tanpa bisa ditahan Ia mencubit kedua pipi Adara gemas melihat tingkah wanita itu. "Tuhkan benar, anak manis ini pasti laper karena seharian bermain."

"Aduhh sakitt!" Rengek Adara.

Kalau di lihat-lihat mereka seperti pasangan kekasih yang sedang kencan, yang satu tampan satunya cantik, sangat cocok. Bagi Alvaro sendiri, hari ini adalah hari yang luar biasa. Akhirnya Adara mulai membuka diri dan tak ada lagi yang namanya saling gugup. Semoga saja, penantiannya tak akan sia-sia.

***

Adara membuka pintu apartemennya dengan senyuman manisnya, tapi Ia langsung mengernyit melihat lampu yang menyala. Saat menyimpan beberapa makanan di pantri, matanya langsung terbelak melihat pria yang sedang tidur di sofa.

Kedua matanya Ia kucek karena merasa tak percaya, tapi pria itu masih sama. Dengan segera Adara melangkah mendekat ke sofa, dan sekarang Ia bisa melihat jelas kalau pria itu adalah Eros. Tatapannya beralih pada meja, ada kotak makanan yang Ia tahu kalau itu adalah kue coklat strawberry kesukaannya dulu, lalu bunga mawar merah yang lumayan besar.

"Oh kau sudah pulang?"

Eros meregangkan badannya sejenak, Ia lalu duduk dengan benar di sofa. Dengan kesadaran yang perlahan mulai pulih, pria itu tersenyum lebar pada Adara yang berdiri di dekatnya.

"Aku sudah menunggumu dari jam lima sore, tapi malah ketiduran." Melihat Adara yang diam saja sambil menatap meja membuat Eros tersadar. "Aku membeli cake kesukaanmu, juga tak lupa mawar merah. Bagaimana, kau suka?".

"Tidak, aku tidak menyukainya."

Eros mengernyit bingung, Iapun berdiri, melihat tatapan Adara yang terlihat kosong menatap meja. Apa wanita itu tak suka Ia ada di sini?

"Em maaf aku masuk ke sini dengan lancang dan tidak minta ijin dulu, maka dari itu aku ingin minta nomor ponselmu."

"Apa kau tidak malu?" Akhirnya Adara menatap Eros. "Kenapa kau bisa masuk ke sini?"

Eros menghembuskan nafasnya berat melihat tatapan tajam Adara, Ia tahu wanita itu pasti marah. Erospun mengeluarkan satu kunci di saku celananya, melihatkan pada Adara.

"Kemarin, aku membawa satu kunci milikmu."

Pantas saja satu kunci apartemennya hilang tadi pagi, ternyata pelakunya adalah Eros. Kurang ajar memang! Saat Adara akan membawa kunci itu, dengan cepat Eros memasukannya kembali ke saku celananya.

"Kembalikan!"

Eros menatap jahil Adara, Ia menarik salah satu sudut bibirnya. "Ambil saja kalau berani." Kekehnya.

Adara menatap ke bawah, tepat ke saku celana bagian kiri pria itu. Memang dasar brengsek, mana berani Ia membawa kunci itu dari sana. Wanita itu lalu mengalihkan pandangan ke arah lain, tak sudi menatap pria menyebalkan di depannya.

"Kenapa hm tidak berani?" Ledek Eros.

Melihat Adara yang terlihat merajuk dengan tangan dilipat di dada dan bibir mengerucut membuat Eros gemas. Ia mengacak surai wanita itu, tapi langsung saja tangannya ditepis kasar membuatnya semakin terkekeh.

"Sudahlah, aku hanya memastikan kau tidak akan pergi lagi." Eros lalu membawa buket bunga mawar merah di meja, menyerahkannya pada Adara.

"Kau ingat hari ini, hari apa?"

Adara masih diam dan tak menatapnya.

"Hari ini adalah hari jadi kita ke satu tahun lima bulan, apa sekarang sudah ingat?"

Dan berhasil, Adara menatapnya. Eros tersenyum lebar sampai memperlihatkan lesung pipinya yang membuat ketampanannya bertambah. Tapi itu tak lama, setelah mendengar Adara mengatakan sesuatu.

"Aku tidak menyangka, kemana Eros yang berwibawa dan dingin? Sekarang malah seperti budak cinta yang mengejar wanita. Kau tidak ingat, dulu kau pernah bilang kalau aku ini hanya pelampiasan, dan kau sama sekali tidak mencintaiku!"

Bunga itu kembali Eros simpan di meja, Ia mengusap wajahnya kasar. Astaga, Adaranya benar-benar telah berubah. Perjuangan ini akan sangat sulit, tapi tidak, Eros tidak boleh menyerah. Biarlah wanita itu terus memakinya dengan kata-kata tajam, ini mungkin karma karena dulu Ia juga bersikap begitu pada Adara.

"Dengar itu semua hanya bohong, aku bersumpah aku benar-benar mencintaimu."

"Aku tidak peduli yang pasti kau hanya pria brengsek, sekarang pergi!"

Karena sudah tidak bisa menahan emosinya, Erospun menggenggam kedua tangan Adara, wanita itu berusaha melepaskannya tapi Eros tahan.

"Kau harus tahu kalau tidak ada wanita lain yang aku cintai, aku menyesal karena telah melepaskanmu. Ku mohon Adara, berikan aku satu kesempatan lagi."

"Ku bilang tidak ya tidak!"

"Aku dan Melody sudah tidak bersama, pertunangan kita batal!"

Adara menghentikan lawanannya mendengar teriakan itu, Ia menatap Eros tak percaya. Saat pria itu beralih menangkup pipinya, anehnya Adara hanya diam tak melawan.

"Setelah kau pergi, aku benar-benar terpuruk. Di saat itu juga aku sadar, kalau kau hanya wanita yang aku cintai. Aku tidak lagi mempedulikan hubunganku dengan Melody, dan kami memutuskan untuk berpisah. Aku terpuruk, karena aku telah menyakiti banyak orang, terlebih wanita yang aku cintai yaitu kamu."

1
Rifana Sitorus
Luar biasa
🇮🇩A Firdaus🇰🇷
akhirnya happy ending 😍
🇮🇩A Firdaus🇰🇷
bodoh aja Adara kalau masih mau balikan sama Eros
🇮🇩A Firdaus🇰🇷
baru mampir mudah2an suka sama ceritanya 💪 ya Thor
Wiyanti SE
suka ceritanya 👍
Hanneke Kuhu
menarik semua nya 👌 tetap semangat dan semangat terus untuk berkreasi 🙏
mey
JD cewek kok bodoh ya,,cwok kyk GT UD tinggal dan lupa kn ngpn d tangis i
Shusy Datunsolang
cerita yang bagus banget🥰
Inisial L
emang paling bener alvaro sama aku aja thor, udah bisa di pastikan akan sengsara eh salah bahagia😁
wllyanti14: silahkan mampir dikaryaku "my Protective Wall" (jirose)🙏😊
total 1 replies
Inisial L
balik kanan aja adara, mantanmu setia menampungmu wkwkwk
Inisial L
duuuh ganteng bgt pacar akoh, baek" ya klean berdua. jangan berantem cuma gara" acu ya😁
Inisial L
eros ini kadang" gantengnya ga manusiawi ya
Inisial L
alvaro kamu sama aku aja yaa, biarkan adara bahagia sama eros. kamu cukup bahagiain aku aja🤣
Inisial L
sebenernya pengen nimpuk eros, tapi setelah liat fotonya malah jadi meleleh hati adek bang🤣
Inisial L
kog aku nangis ya😢maaaaakk boleh ga sih nampol otak eros sekali ajaaaa
Inisial L
eroooos anj.. tapi kog makin lama makin tampan juga kau, tapi jahad bgt kau eros😬pengen ku tampol habis itu ku cium
Inisial L
adara plis sama alvaro aja, gausah sama si bajingook itu udah kasar selingkuh pulak,tapi kalo dilihat lihat dari judulnya aku ragu double A bisa bersatu🤔
Saenab
kenapa tdk telpon Alvaro hanya dia yg bisa menolongmu
sabila 78
mending kita hajar rame2 biar tau rasa..
enak aja ama perempuan..sini lawan emak2 jaman now pasti babak bunyak lo eros 😬😬😡😠
Saenab
lebih baik Andara SM Alvaro sudah ganteng baik LG Andara lupakan SJ Eros dia org kasar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!